SECRET LOVE

SECRET LOVE
SL 154


__ADS_3

Alvin dan Mikha menikmati waktu mereka yang tersisa selama dirumah yang lainnya dari Kakaknya Al itu, Alvin tidak ingin membuang - buang waktunya secara percuma mengingat keduanya hari ini akan kembali lagi kekediaman Sang Kakak.


Seperti sedang berlibur, Alvin mengajak Mikha untuk berenang dikolam renang yang berada disana. Awalnya Mikha menolak untuk itu, tapi Alvin mencari seribu cara agar Mikha mau menerima ajakannya itu. Ya walaupun sebenarnya Mikha hanya sekedar bisa berenang tidak seperti Alvin yang memang mahir dengan hal itu.


Alvin mengajari dan menggoda Mikha terus menerus dikolam renang, keduanya saling bercanda satu sama lain dengan percikan air yang terus saja dimainkan keduanya. Alvin selalu punya cara untuk bermesraan dengan Istrinya itu, kali ini Alvin menggedong tubuh Mikha dikolam renang yang sontak membuat Mikha melingkarkan kedua tangannya ditengkuk leher milik Alvin.


"Vin..." Teriak Mikha yang terkejut dengan perlakuan spontan dari Sang Suami tercintanya itu.


"Aku suka mendengar kamu memanggil namaku seperti itu baby!" Rayu Alvin.


"Dasar playboy kamu tuh!" Ucap Mikha sambil menepuk dada polos milik Alvin.


Alvin hanya tersenyum sambil terus menggoda istrinya.


"Kamu nyangka gak kalau pada akhirnya kamu mencintai seorang playboy yang dimata kamu selalu terlihat brengsek ini?" Tanya Alvin sambil tersenyum jail.


"Gak bakalan nyangka lah Vin! Aku juga udah usaha untuk menolak perasaan aku, tapi semakin aku menolaknya, semakin aku tersiksa sendiri. Tapi menurut aku sekarang Alvin yang sekarang sudah berbeda dengan Alvin yang dulu. Dulu kamu benar - benar menyebalkan Vin! Aku tidak suka!" Ujar Mikha dengan jujur.


"Oh iya? Aku juga tidak menyangka kalau pada akhirnya aku akan jatuh cinta dengan wanita seperti kamu Mik. Mungkin kita berdua memang ditakdirkan untuk bersama." Ujar Alvin dan secara perlahan melepaskan pelukannya dari Mikha lalu membelai wajah Mikha yang basah dan kembali mempercikkan air.


"Alvin! Ih kamu dasar iseng banget sih!" Omel Mikha yang malah dibalas Alvin dengan tawanya yang sudah pecah sedaritadi.


"Aku suka melihat kamu marah - marah seperti ini sayang! Nah ini baru Mikha yang aku kenal." Ujar Alvin.


"Emang dasar kamu jail banget ya! Udah ah aku udahan berenangnya dan main - mainnya sama kamu!" Ujar Mikha yang masih mengomel sama Alvin.


Mikha berjalan untuk menjauhkan diri dari Alvin, tapi Alvin malah menarik kembali tubuh Mikha sampai keduanya sudah tidak memiliki jarak lagi. Tatapan keduanya saling bertemu satu sama lain, Alvin langsung mencium bibir Mikha dan ketika tidak mendapatkan sebuah penolakan dari Mikha, Alvin terus saja mencium bibir Mikha sampai dirinya benar - benar puas.


Setelah merasa puas Alvin melepaskannya, kemudian menatap wajah Mikha lagi sambil tersenyum, "Kok kamu gak menolakku? Apa kamu juga menantikan ciuman dari suamimu ini ya?" Goda Alvin.


"Hah? Gak! Ih dasar kamu ya." Mikha kembali memukul - mukul dadanya Alvin karena merasa malu apalagi Alvin terus saja menggoda dirinya. Dengan sigap Alvin menarik tangan Mikha lalu meletakkannya kembali ditengkuk miliknya.


"Lihat aku baby!" Ujar Alvin.


Mikha yang mulai salah tingkah malah melihat entah kemana saja sampai pada akhirnya Alvin memegnag dagu Mikha agar tatapan Mikha hanya menatap dirinya saja.


"Kamu tidak perlu merasa malu sayang...semakin kamu bersikap malu - malu seperti saat ini, aku malah semakin menyukai untuk terus menggoda kamu." Ujar Alvin.


"Apaan sih Vin? Siapa juga yang malu..." Ucap Mikha.


"Oh iya jadi kenapa kamu tidak mau menatapku? Coba kamu jelaskan kenapa?" Ujar Alvin lagi.


"Itu karena...karena kamu menyebalkan!" Ujar Mikha.


Alvin tertawa mendengarkan jawaban dari Mikha, "Oh iya?"


"Iya...udahan yuk Vin berenangnya aku udah kedinginan nih." Ujar Mikha lagi.


"Oh jadi kamu mau aku hangatkan?" Goda Alvin sembari menatap tubuh Mikha dengan intens.


"Ih apaan sih, ya gak lah. Udah ah aku naik duluan." Lalu Mikha berjalan menuju tepi kolam renang dan meninggalkan Alvin sendirian disana.


Mikha dengan segera langsung menutupi tubuhnya dengan menggunakan handuk yang telah dia persiapkan dikursi didekat kolam renang. Mikha juga mencoba untuk mengeringkan rambutnya yang masih sangat basah.


"Vin mendingan kamu naik deh ntar kamu masuk angin lho!" Ucap Mikha tanpa melihat Alvin.


"Vin...." Panggil Mikha lagi tapi masih tidak ada jawaban apa - apa dari Alvin.


"Vin kamu denganr gak sih kalau aku...."


"Alvin!" Teriak Mikha yang melihat Alvin mengapung dikolam renang.


Dengan sangat panik Mikha langsung masuk kemblai kedalam kolam renang lalu dengan susah payah menarik tubuh Alvin. "Kamu kenapa Vin..ayo dong jangan bercanda terus." Ucap Mikha masih dengan panik.


Dengan bersusah payah akhirnya Mikha telah menbawa Alvin menuju tepi kolam renang. Alvin masih memejamkan kedua matanya, "Vin...ayo dong bangun." Ujar Mikha sambil menekan - nekan dada Alvin dengan khawatir dan panik.


'Apa yang harus aku lakukan sekarang?' Batin Mikha.


Kemudian Mikha memberikan nafas buatan untuk suaminya itu, lalu kembali menekan - nekan dada Alvin dengan panik. "Ayo dong Vin kamu bangun..." Ujar Mikha.


Airmana Mikha mengalir dengan derasnya, Mikha benar - benar merasa sangat frustasi saat ini, Lalu pada saat Mikha ingin memberikan nafas buatan lagi, seketika Alvin langsung sadar sontak membuat Mikha terkejut.


"Airmata kamu terlalu berharga hanya untuk menangisi seseorang seperti aku baby." Ujar Alvin seraya mengusap airmata Mikha.


"Jadi kamu bercanda lagi? Jahat banget sih kamu Vin! Kamu tau gak betapa khawatirnya aku tadi! Kenapa sih kamu terus saja bercanda seperti ini..." Tangisan Mikha kembali pecah lagi sampai membuat Alvin kebingungan sendiri.


"Hei...sorry..sorry...aku gak ada maksud buat kamu nangis seperti ini kok." Alvin langsung bangkit dari tidurnya lalu segera memeluk Mikha dengan sangat erat untuk menenangkan Istrinya itu.


"Oke aku gak akan bercanda lagi....tapi kamu jangan nangis lagi ya." Alvin terus saja menepuk - nepuk punggung Mikha untuk menenangkan Istrinya itu.


Entah mengapa Mikha malah tertawa lepas  membuat Alvin melepaskan pelukannya lalu menatap Mikha, "Kamu kok ketawa sih?"


"Gimana rasanya dijailin balik? Hmm..." Tanya Mikha.


Sontak membuat ekspresi Alvin berubah, "Kamu tau aku tadi hanya bercanda?" Tanya Alvin.


"Iya...tentu saja aku tau."


"Oh jadi kamu sengaja menangis untuk membalas aku? Begitu?"


"Yups kamu benar...!"


"Dasar menyebalkan sekali kamu!" Ujar Alvin sambil mencubit pipi Mikha sampai membuat Mikha meringis kesakitan. "Aw...sakit!" Ucap Mikha dengan manja.


"Itu hukuman untuk kamu karena sudah berhasil membalas aku!"


"Ih kenapa dihukum sih? Kenapa gak di..." Ucapan Mikha terhenti karena Mikha saat ini sedang menunjuk - nunjuk kearah bibirnya. Alvin yang mengerti dengan maksud Mikha langsung tersenyum menyeringai.


Alvin mendekat dan semakin mendekat sampai keduanya sudah tidak memiliki jarak lagi, secara spontan Mikha langsung menutup kedua matanya, Akan tetapi Alvin tidak mencium dirinya.


"Kenapa kamu tutup mata? Jangan bilang kalau kamu berharap kalau aku cium ya?" Bisik Alvin.


Kedua mata Mikha langsung saja terbuka dan menatap tajam kearah Suaminya itu. "Siapa yang berharap kamu cium...dasar kege'eran!" Ucap Mikha yang sudah sangat malu, lalu ketika Mikha ingin beranjak pergi, Alvin langsung menarik tangan Mikha kemudian mencium bibir Mikha dengan cepat, sontak membuat Mikha kaget.


Alvin terus saja mengecup, ******* dan memainkan lidahnya disana, Mikha yang awalnya tidak membalas ciuman panas dari suaminya itu pada akhirnya luluh juga dan membalasnya sambil sesekali meremas rambut Alvin yang malah membuat Alvin semakin merasa bergairah dan bersemangat lagi, kemudian Alvin mengendong tubuh Mikha tanpa melepaskan ciuman keduanya.


Alvin berjalan membawa Mikha masuk kedalam rumah, lalu ketika melihat sofa, Alvin segera meletakkan tubuh Mikha disana.Alvin menghentikan ciumannya sesaat lalu selama beberapa saat menatap Mikha dan secara perlahan melepaskan handuk yang melekat ditubuh Mikha.

__ADS_1


Tangan Mikha menahannya membuat Alvin cemberut. "Jangan..." Ucap Mikha.


"Kenapa?" Tanya Alvin seolah tidak mengerti dan kecewa.


"Jangan disini..." Ucap Mikha lagi membuat Alvin tersenyum menyeringai lagi. Alvin yang mengerti langsung saja mengendong tubuh Mikha lagi lalu membawanya kedalam kamar dan tanpa ingin menunggu lagi Alvin langsung saja membuat Mikha tak berdaya.


Setelah menyelesaikannya, Alvin mengajak Mikha untuk mandi bersama. Ya bisa dibilang pada awalnya Mikha menolaknya karena takut bahwa Alvin akan melanjutkannya lagi didalam kamar mandi, akan tetapi Alvin berhasil menyakinkan Mikha untuk mengikutinya.


Mikha benar - benar tidak bisa mengontrol dirinya pada saat Alvin kembali menggodanya, Mikha sangat terpikat dengan Alvin pada saat ini sampai membuat dirinya tidak dapat berpikiran jernih. Didalam bathtub dikamar mandinya, Alvin dan Mikha melakukannya lagi. Keduanya benar - benar sedang dimabuk asmara seperti pengantin baru.


Setelah menyelesaikan ritual mandinya yang panas itu, akhirnya Alvin dan Mikha bersiap - siap untuk kembali kerumah Sang Kakak lagi. Selama didalam perjalanan Alvin terus saja menggenggam jemari Mikha keduanya saling melemparkan senyum satu sama lain. Alvin mengecup ujung jari Mikha. Mikha hanya tersenyum terlihat sangat menikmatinya.


"I love you Istriku!" Ucap Alvin.


"I love you too Suamiku sayang!" Balas Mikha.


Keduanya benar - benar terlihat seperti ABG yang sedang bucin - bucinnya dengan pasangan mereka.


"Kenapa sih kita harus secepat ini kembali?" Tanya Alvin yang merasa tidak puas dan tidak rela.


"Sayang kamu tau sendirikan kalau besok aku akan kerja? Ayolah Vin jangan seperti anak kecil begini." Jawab Mikha sambil membelai wajah tampan milik suaminya.


Alvin hanya cemberut saja.


"Sebenarnya kamu tidak perlu bekerja Mik...aku bisa kok memenuhi semua kebutuhan kamu." Ujar Alvin.


"Aku tau Vin...kan kita udah pernah membahas tentang masalah ini sebelumnya. Aku tidak ingin bergantung terus sama kamu Vin, tolong mengerti ya sayang." Ujar Mikha.


"Hmm.."


"Kok cuma hmm aja?"


"Iya iya aku ngerti..." Ucap Alvin dengan terpaksa.


Mikha hanya bisa menggeleng - gelengkan kepalanya saja menatap Alvin.


*******


Bell dikediaman Al dan bAra berbunyi, Ara yang memang sedang berada diruang santai langsung bergegas untuk membuka pintu. 'Itu pasti Alvin dan Mikha.' Batinnya.


Dan ketika membuka pintu betapa terkejutnya Ara yang mendapati bahwa yang datang adalah Suaminya sendiri dengan membawa seikat bunga mawar putih yang sangat segar.


"SAYANG!" Teriak Ara sambil menerimak karangan bunga dari Suami yang sangat dirindukannya itu.


"Kamu dan anakkita apa kabar? Aku kangen banget sama kamu1" Ujar Al lalu memeluk Istrinya.


"Aku dan Anak kita baik kok, kami berdua pun juga sangat merindukan kamu sayang! Jangan pernah pergi lagi ya." Balas Ara yang sangat merindukan Suaminya.


"Iya aku janji...lain kali ketika pergi aku akan membawa kamu bersama denganku." Balas Alvin sambil mencium bahu Ara yang terbuka.


Ara melepaskan pelukkannya dan menarik tangan suaminya untuk mengikutinya masuk kedalam rumah. "Kamu pulangnya kok gak bareng sama Alvin?" Tanya Ara lagi.


"Alvin minta pulang duluan katanya dia ingin memberikan kejutan untuk Mikha, ya udah aku izinkan saja. Kalau menurut jadwal sih rencananya hari ini aku dan Alvin belum pulang sayang. Tapi entah mengapa urusan disana cepat selesai." Jawab Al menjelaskan kepada istrinya.


"Oh iya Alvin dan Mikha kemana? Kenapa tidak kelihatan?" Ujar Al sambil mencari keberadaan Alvin dan Mikha.


"Belum pulang? Emangnya mereka berdua kemana sih?" Tanya Al sambil menggerlitkan alisnya.


"Sedang menikmati bulan madu mereka yang tertunda." Jawab Ara dengan jail kepada Al.


"Oh iya? Pantasan selama berada di Bandung Alvin itu merasa sangat gelisah, aku ikut senang melihat mereka bisa akur seperti sekarang ini sayang." Ujar Al sambil tersenyum.


"Kamu ingin minum sayang?" Tanya Ara.


"Boleh..."


Kemudian Ara dengan segera langsung memanggil pembantunya untuk mengambilkan minuman untuk Al. Lalu Ara dengan manjanya menyenderkan kepalanya dibahu suaminya, "Aku kangen banget sama kamu sayang!"


"Aku juga kangen banget sayang...." Balas Al seraya membelai rambut Istrinya.


"Permisi...maaf menganggu Kak Al dan Kakak iparku..." Ucap Alvin dan Mikha yang baru saja tiba malah sengaja untuk menggoda Kakaknya itu.


Alvin dan Mikha saling berpengangan tangan satu sama lain dengan sangat erat, Al dan Ara yang melihat itu hanya saling melemparkan senyuman bahagianya.


"Ehemmm...emangnya lagi nyebrang jalan ya pegangannya kok erat banget ya?" Goda Al yang mendapatkan anggukan kepala dari Ara.


Pipi Mikha sudah merona dengan sempurna, Mikha yang merasa malu ingin sekali untuk melepaskan genggaman tangan Alvin, dan Alvin yang menyadarinya malah  sengaja mengangkat tangan mereka dan mengecup tangan Mikha yang sontak membuat semuanya terkejut dengan perlakukan mendadak dari Alvin.


"Alvin!" Ucap Mikha seraya memukul diri Alvin.


"Aku ingin menunjukkan betapa manisnya kita berdua." Ujar Alvin lagi yang kini dengan sengaja merangkul Mikha.


"Duh mendingan kalian berdua pergi deh mengganggu pemandangan aja!" Ujar Al lagi dengan tatapan iri.


"Baiklah Kak..."


Kemudian Alvin menatap Mikha, "Ayo  sayang kita lanjut lagi diatas."


Spontan Mikha langsung memukul Alvin yang membuat Al dan Ara malah tertawa melihat tingkah lucu keduanya.


"Aw...kamu nyiksa aku terus sih sayang...sakit tau!"


"Biarin!" Kemudian Mikha berjalan meninggalkan Alvin.


"Sayang kok aku malah ditinggalin?"


"Alvin keatas dulu Kakak - kakakku!" Ujar Alvin lalu berlari mengejar Mikha.


"Lucu banget sih mereka berdua ya sayang...seperti kita dulu." Ujar Al yang teringat tentang dirinya dan Ara pada masa seperti Alvin dan Mikha.


"Iya sayang...aku mau lho dikasih kejutan dan perhatian seperti dulu lagi? Pancing Ara.


"Oh iya? Hmm...sayang kok gemesin sih? Oh iya gimana nih sayangnya Papa yang ada didalam perut Mama? Jangan terus menyiksa Mama ya sayang kasihan tau Mama." Ujar Al sambil membelai perut Ara.


"Papanya aja gak perhatian sama Anaknya sendiri, khususnya sama Mamanya."


"Nanti malam kita makan diluar ya sayang." Ajak Al.

__ADS_1


"Beneran?" Ucap Ara dengan sangat antusias.


"Iya beneran...kamu dandan yang cantik ya!"


"iya pasti sayang...tapi..." kemudian senyuman diwajah Ara menghilang dengan seketika.


"kenapa sayang? Kok mendadak cemberut seperti ini?" Tanya Al.


"Pakaian aku udah gak ada yang muat sayang...apa aku terlalu gendutan ya sayang sejak hamil?" Ujar Ara yang mulai merasa down sendiri.


 "Kamu jangan sedih seperti ini dong...nanti kita belanja ya, bagi aku kamu tetap cantik kok sayang! Malah semakin cantik semenjak kamu hamil." Puji Al sambil membelai wajah Ara.


"Kamu bohong...mana ada ibu hamil yang cantik."


"Aku serius sayang...aku malah semakin mencintai kamu!' Ujar Al.


"Terimakasih sayang." Ujar Ara sambil memeluk Suaminya kembali.


"Hmm...aku suka sejak kamu hamil kamu bertambah manja dan agresif sayang." Bisik Al lalu mecium bahu Ara dan menenggelamkan kepalanya disana.


Ara hanya tersenyum sambil mempererat pelukkan untuk suami tercintanya itu.


*******


Sore harinya,


Mikha yang baru saja keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan menggunakan handuknya melihat Alvin yang hanya sibuk terus dengan ponselnya sampai membuat Mikha geram dan kesal sendiri.


"Mandi sana gih! Kamu ini main ponsel mulu." Pinta Mikha lalu duduk dikursi meja riasnya untuk meng hair dryer rambutnya.


"Tanggung nih bentar lagi ya sayang..." Ucap Alvin sambil terus melanjutkan kegiatannya itu.


"Terserah kamu aja deh Vin." Mikha kembali melanjutkan kegiatannya untuk mengeringkan ramburnya.


Mikha teringat akan sesuatu lalu pada akhirnya mematikan hair dryer nya dan kembali menatap Alvin. "Vin..."


"Hmmm..."


"Aku lagi ngomong ini sama kamu...bisa gak sih kamu jangan sibuk terus sama ponsel kamu itu!" Tegas Mikha.


"Iya iya...sebentar ya Mik..."


"Lama - lama kamu buat kesal ya!" Ujar Mikha.


Akhirnya Alvin yang merasa Mikha telah marah dengan segera meletakkan ponselnya lalu segera menghampiri Mikha.


"Ada apa sayang...kamu jangan marah dong." Alvin berusaha untuk membuat Mikha tidak kesal kepadanya.


"Males ah sama kamu...ya udah lanjut aja mainin tuh ponsel kamu! Aku turun kebawah aja." Ucap Mikha yang memang sudah kesal dengan Alvin.


"Hei..jangan begitu dong. Aku minta maaf ya sayang...masak sih kamu sekarang cemburunya sama ponsel aku?" Alvin memeluk Mikha dari belakang.


"Siapa yang bilang kalau aku sedang cemburu? Kamu tuh kalau udah main ponsel gak tau waktu tau gak siapa juga yang gak akan kesal. Jadi tujuan kamu menyuruh aku tidak masuk bekerja hanya untuk melihat kamu bermain ponsel kamu aja?" Ujar Mikha panjang lebar.


"Tuh kan jadi panjang gini...bukan begitu sayang. lihat aku..." Alvin membalikkan tubuh Mikha untuk menghadap kearahnya. Wajah Mikha masih cemberut dan tidak mau untuk melihat kearahnya.


"Lihat aku sayang..."


"Gak mau..."


Alvin menghela nafas dengan berat lalu memegang dagu Mikha, "Lihat aku..." Dengan terpaksa Mikha melihat wajah suaminya itu.


"Kamu sebenarnya kesal kenapa? Karena aku main ponsel aja atau karena kamu merasa terabaikan? Hmm..katakan dengan jelas agar aku mengerti." Ucap Alvin dengan penuh penekanan sambil menatap mata Mikha dengan serius.


"Hmm..karena kamu main ponsel terus lah, padahal kan kamu lagi tidak bekerja." Cetus Mikha.


"Oh aku udah mengerti sekarang, berarti kamu kesal karena aku main ponsel lalu nyuekin kamu ya? Gitu kan? Katakan saja sayang kenapa kamu segengsi ini sih?" Goda Alvin.


"Si-siapa yang gengsi. Kamunya aja belum apa - apa udah kege'eran buat aku malas saja mengatakannya."


"So...sekarang aku udah gak main ponsel lagi jadi sekarang kamu mau bertanggung jawab kan?" Ucap Alvin dengan senyuman menyeringainya itu membuat Mikha menjadi salah tingkah dibuatnya karena tidak bisa menolak pesona dari Suaminya ini. Hati Mikha benar - benar sudah luluh lantah karena Alvin.


"Aku mau kamu mandi...sepertinya pikiran kamu itu isinya mesum terus." Ujar Mikha lalu mendorong tubuh Alvin untuk menjauh dari dirinya.


"Mesum? Emangnya apa yang aku katakan sehingga kamu bisa menyimpulkan kalau aku mesum?" Ditanya Alvin seperti itu Mikha malah merona. Alvin dengan mudahnya bisa membaca pikiran Istrinya itu, Alvin kembali mendekati Mikha dan memegang kedua bahu Mikha.


"Aku tanya siapa yang mesum Baby? Bukannya kamu yang sekarang berpikiran liar?" Tanya Alvin lagi.


'Apa aku benar - benar sangat ketara ya kalau aku menginginkan Alvin lagi? Mikha kenapa kamu sekarang menjadi seperti ini sih? Tapi harus aku akui kalau aku tidak bisa menolak pesona dari Alvin.' Batinnya.


"Sayang..."


"Hah? Kenapa kamu terus saja menggodaku Vin...udah sana mandi!" Ujar Mikha sambil mendorong Alvin.


"Kamu merasa aku menggoda kamu ya? Hmm..padahal aku belum memulainya..ya udah kalau begitu aku mandi sekarang ya, kamu tunggu aku ya sayang jangan kemana - mana." Perinta Alvin sambil bermain mata lalu segera masuk kedalam kamar mandi.


Detak jantung Mikha seakan ingin meledak dan tidak bisa terkontrol lagi, dia sudah berusaha terlihat tenang dihadapan Alvin akan tetapi dia tidak mampu untuk melihat pesona dari Suaminya itu. Setelah Alvin masuk ke dalam kamar mandi, Mikha memegangi dadanya yang sudah berdetak dengan cepat. "Ada apa dengan otak dan hatiku sih? Kenapa aku selalu saja berdebar seperti ini setiap kali Alvin secara sengaja menggodaku?" Ucap Mikha dengan wajah merona.


"Apa yang Alvin katakan tadi? Dia menyuruhku untuk menunggunya? Mendingan aku kabur saja sebelum dia keluar..." Cetus Mikha lalu segera keluar dari kamarnya menuju balkon yang ada dilantai 2 untuk menikmati pemandangan yang ada disana.


Angin sepoi - sepoi membuat rambutnya berantakan kembali, Mikha duduk sambil membaca majalah yanng sengaja diletakkan disana. Ketika melihat tentang potret seorang pria yang berada dihalamam sampul majalah itu membuat Mikha kembali untuk membayangkan Alvin. Tubuh Alvin yang polos mampu membuatnya merasakan panas dingin. Tubuh yang berbentuk  otot - otot seperti roti sobek itu mampu membuat Mikha menelan salivanya sendiri ketika memikirkannya.


"Aduh ada apa sih dengan otakku ini? Kenapa aku selalu mengingat bagian tubuh Alvin? Apa jangan - jangan aku sekrang yang mesum ya? Pergi dong pikiran - pikiran mesum!" Ucap Mikha yang kini sudah merona dan merasa malu sendiri dengan pikirannya.


"Kamu ketagihan untuk melihat tubuhku lagi ya baby?" Bisik Alvin yang tidak tau entah sejak kapan sudah berada disana sontak membuat Mikha terkejut.


"Ka-kamu sejak kapan disini?"


********


Nah lho gimana ya kalau mereka selalu bahagia seperti in itanpa ada gangguan dari orang luar? Hmm..pasti akan bahagia sekali rasanya? Tapi masalah harus segera dibereskan juga kan? lambat laun Mikha juga akn mengetahui tentang Clara...


**Semoga saja Alvin dengan cepat membuktikan Mikha itu siapa? **


Bagi yang tidak kuat dengan kebucinan mereka jangan dibaca ya? Heheh


Happy Reading guys!

__ADS_1


__ADS_2