SEFIRA

SEFIRA
Chapters 43


__ADS_3

Kalian baca part sebelumnya dulu ya pren:) karena aku sudah revisi jadi lebih panjang seperti biasanya.


Enjoy


...🌱...


"Avin gak mandi di sini dulu?" Tanya Dave.


Gavin menggeleng. "Nanti aja dad, di rumah. Lupa bawa baju ganti juga kan tadi malam," jawab Gavin.


"Ya sudah ayo daddy antar," ujar Dave menggandeng tangan Gavin ke garasi.


Dave membuka pintu depan mobil sebelah kemudi untuk Gavin tapi Gavin tidak langsung masuk karena matanya tidak sengaja melihat ke arah motor sport warna hitam milik Dave.


"Avin mau pake motor?" Tanya Dave.


Gavin menoleh melihat Dave. "Boleh?" Tanya Gavin balik.


"Tentu sayang. Ayo," jawab Dave mengambil kunci motor sportnya di papan kunci yang ada di dinding garasi dan menaruh kunci mobilnya kembali.


Dengan semangat Gavin mengikuti Dave dari belakang lalu ia di bantu Dave untuk naik di bagian depan. Setelah di rasa sudah aman, Dave melajukan motornya dengan santai menikmati udara sejuk pagi hari. Meski sudah jam tujuh tapi udara di kampung tersebut masih sejuk dan dingin tidak seperti di kota yang pastinya sudah sedikit macet dan banyak polusi.

__ADS_1


Gavin merentangkan kedua tangannya sambil terkekeh kecil membuat Dave tersenyum. "Gavin suka naik motor?"


Gavin mengangguk. "Suka dad. Tapi yang ini bukan seperti punya bunda."


Dave tertawa mendengar jawaban anaknya. "Nanti kapan-kapan kita keliling kota bareng pake motor, mau?"


Gavin mengangguk semangat. "Mau dad!"


Setelah beberapa menit, tidak sampai sepuluh menit mereka sampai di depan rumah yang di tempati Fira dan Lia. Dave membantu Gavin turun lalu jalan bersama ke depan pintu.


Tok tok tok


"Assalamualaikum bunda bibi," salam Gavin dengan Dave yang mengetok pintunya.


"Ayo masuk," ajak Lia kepada Gavin dan Dave. "Bibi kira siapa, kenapa gak langsung masuk aja," smabung Lia.


"Tapi Avin coba buka tapi pintunya masih di kunci," balas Gavin membuat Lia nyengir kuda. "Hehe bibi lupa."


"Siapa dek?" Tanya Fira. "Loh? Udah pulang nak?" Tanya Fira yang melihat ternyata Gavin sudah pulang.


"Ya sudah, bunda lanjut buat sarapan dulu," pamit Fira lalu berjalan ke dapur.

__ADS_1


"Bibi susul bunda dulu ya. Eh btw, kak Dave mau minum apa?" Tanya Lia.


"Gak usah li, masih pagi juga," jawab Dave.


"Gak papa kak, kayak sama siapa aja. Sama calon adik ipar aja malu," ujar Lia terkikik menggoda Dave.


"Ya sudah teh hangat aja," ujar Dave.


"Nah gitu dong. Santai aja kalo di sini," balas Lia lalu pergi meninggalkan dua laki-laki beda generasi tersebut.


Tidak lama, Lia kembali lagi membawa nampan berisi satu gelas susu dan satu lagi teh. Lia menaruhnya di atas meja.


"Terima kasih bi."


"Makasi ia."


"Sama-sama Avin. Sama-sama kak Dave."


Setelah mengatakan itu, Lia kembali ke dapur membantu Fira membuat sarapan untuk mereka. Lia membantu Fira memotong sosis karena mereka berdua hanya akan membuat nasi goreng sosis.


Tidak lama kemudian, Fira memanggil Gavin dan Dave untuk sarapan bersama. Dave masih belum terbiasa makan sambil duduk lesehan dengan beralaskan tikar. Tapi jika boleh jujur, dia suka dengan hal itu makan jadi lebih di nikmati.

__ADS_1


...🌱...


Nanti akan di revisi jadi lebih panjang! Mohon di cek secara berkala yaw gengs!


__ADS_2