
Langit malam dengan ratusan bintang yang mempercantik suasananya menyambut orang-orang yang sedang beraktivitas di malam ini. Sama seperti mereka yang berada di kediaman keluarha Rawangsa, jika biasanya rumah itu terlihat sangat sepi, kini berubah menjadi ramai.
"Gue pikir lo semua nyasar," ujar Diki yang duduk atas motornya yang berada di halaman rumah Lya.
"Widiihh ini rumah apa istana?" Celetuk Keenan menatap bangunan besar di hadapannya.
"Gila sih! Buat masuk kesini dari pagar depan aja jaraknya jauh banget," imbuh Eadred.
"Anjir! Ini beneran rumah Lya?" Bisik Juna pada Kevin.
"Gue gak nyangka Lya sekaya ini," jawab Kevin.
"Gue rasa Lya lebih kaya dari lo, Ta," ucap Elang.
Karta berdecak. "Ngapain kalian pusing mikirin harta orang?"
"Hehee, kan kita cuma senang punya teman begini, jadi sekarang bukan cuma lo aja yang jadi ATM kita," jawab Juna yang langsung mendapat geplakan sayang dari Karta.
"Udah udah! Pada mau masuk gak nih?" Tanya Diki melerai. Dia berjalan lebih dulu menuju pintu masuk.
Lagi-lagi teman Kya terkejut mendapati empat orang pelayan wanita dengan seragam yang sama berdiri menyambut mereka.
"Anjirr.. berasa berkunjung ke istana negara gue," bisik Eadred.
"Duh! Jadi gugup gini gue, mana kita cumq pakek baju kaos semua, gak ada formal-formalnya sama sekali," balas Mira.
"Selamat datang," sapa pelayan tersebut tersenyum. Mereka hanya membalas tersenyum canggung.
Saat memasuki ruang tengah, mereka di buat kagum dengan isi rumah yang tertata dengan rapi, barang-barang mewah tersusun, lukisan mahal terpajang indah memanjakan mata.
"Kalian sudah datang? Duduk disini dulu gak apa-apa kan? Biar pelayan nyiapin makannya dulu," ujar mami Risma menyapa mereka.
Karta tersenyum menanggapi. "Iya tante gak apa-apa," jawab Karta sekenanya.
"Mba! Tolong bawa cemilan kesini ya," ucap mami Risma pada salah satu pelayan.
"Baik bu!"
"Lua mana tante?" Tanya Mira.
"Lya masih di atas, sebentar tante panggilkan," ucap mami Risma berjalan kearah tangga.
"Gue gak ngerendahin Lya, cuma maksud gue, gue gak nyangka dia sekaya ini. Selama ini kita lihat penampilannya sederhana banget," celetuk Elang.
Diki terkekeh. "Dia nya aja yang males. Barang mewah dia disini semua, tapi gak pernah mau balik kesini, malah ngerusuhin rumah gue."
"Widihhh udah pada dateng," pekik Lya muncul di balik tangga. Senyum terpancar di wajah cantiknya.
Kevin menoleh pada Juna. "Apa cuma gue yang berekspektasi kalau Lya bakal muncul dengan gaun kayak di film-film gitu," ujarnya.
Juna mengangguk. "Lo gak sendiri! Gue bahkan mikir kalau Lya bakal dandan cantik terus nyambut kita!"
__ADS_1
"Gue juga," imbuh Keenan.
Ekspektasi mereka sangat tinggi pada gadis yang sekarang sudah duduk di depan Karta. Gadis yang mereka pikir akan mengenakan dress dan make up nyatanya hanya memakai celana training hitam dengan kaos putih dan rambut yang di cepol asal.
"Lo udah mandi apa belum sih?" Tanya Diki tidak santai.
"Udah," jawab Lya sekenanya.
"Ya! Gue pikir lo bakal dandan cantik malam ini," ujar Juna membuat Lya tertawa.
"Buat apa?" Tanyanya.
"Ya buat kita lah!" Kevin ikut bersuara.
"Gak guna! Gue begini aja kalian udah klepek-klepek kan?" Tanya Lya sambil mengedipkan sebelah matanya.
Mira tertawa. "Gak heran sih," ujarnya.
"Bang!"
Karta menoleh pada Lya. "Mba Tiara mana?" Tanyanya.
"Di rumah," jawab Karta.
Lya berdecak. "Ck.. maksud gue, kenapa gak diajak kesini?"
Karta meneguk minumannya. "Dia aja janji makan malam juga sama keluarganya," jelas Karta. Lya hanya mengangguk mengerti.
"Berisik lu!" Jawab Noah.
"Sakit lo bang?" Tanya Lya. "Nggak! Emang gue harus apa? Jungkir balik?" Tanya Lya.
"Ck.. susah sih kalau punya teamn yang jiwanya mirip batu," ujar Kevin membuat mereka tertawa.
"CIOONUTTTT!" Teriakan Cla menggema di seluruh ruangan rumah. Cla berjalan cepat lalu menggebuk Diki dengan bantal sofa.
"Aduh sakit! Kenapa sih lo?" Pekik Diki menghindari Clarissa.
"GANTI LIPSTIK AKU YANG KAMU PATAHIN, YOU STUPID *******!"
"Cla, stop!" Lya menghentikan Clarissa. Diki bersembunyi di belakang Lya.
Clarissa menangis lebay. "Gel gel he broke my lipstik! Huwaaaaaa!" Lya meringis menutup telinganya. Bukan hanya Lya, teman-temannya juga meringis mendengar tangisan dari suara cempreng Clarissa.
"Ya elah beli lagi apa susahnya sih? Kayanya banyak duit," ucap Diki membuat Clarissa menatapnya tajam.
"BELU? HEY COCO, ORIGIN YIU KNIW, LIPSTIK ITU KWLUARAN BARU AND LIMITED EDITION. SUSAH DAPATINNYA! STUPID."
"Aduh Cla, jangan teriak-teriak. Gak malu lo di lihatin mereka," ujar Lya menunjuk teman-temannya membuat Clarissa menoleh.
"Hit him," ujar Clarissa pada Lya.
__ADS_1
"Hah?"
"Pukul kelapa itu gel gel, hit him for me," kata Clarissa merengek.
Mata Diki membulat. "Enak aja lo. Nggak! Jangan Ya!" Tolak Diki.
"Huwaaaaa! Pukul dia hiks..!"
BUGH
Lya memukul Diki. "Udah kan? Berhenti nangis, pusing gue."
Clarissa tersenyum, dia segera menghapus air matanya lalu berjalan menuju difa dan duduk di samping Noah. Lya dan Diki menatap horor Clarissa. Mereka tahu aoa tujuan gadis itu.
Dengan senyum manis yang Clarissa keluarkan, dia menatap Noah dengan pandangan memuja. "Halo! Aku Clarissa, nama kamu siapa?" Tanya Clarissa mengulurkan tangannya pada Noah.
Noah menaikkan alisnya sebelah, dia menatap uluran tangan Clarissa yang masih menunggunya. "Noah," jawabnya menjabat tangan Clarissa namun tidak sampai sedetik dia sudah melepaskannya.
"Kamu ganteng," ujar Clarissa membuat mereka semua terkejut.
Kevin dan Eadred tersedak minuman yang baru saja mereka teguk. Juna menjatuhkan kentang goreng yang baru saja ingin dia suap. Karta dan Elang menyeringai menatap Noah nakal. Sedangkan Keenan, Mira dan Diki melonggo tidak percaya.
Lya mengusap wajahnya kasar. "Clarissa jaga sikap," peringat Lya membuat Clarissa mengerucutkan bibirnya.
"Ekhem! Guys ini sepupu gue baru datang dari Amerika," ucap Lya mengenalkan Clarissa.
"Halo," sapa Clarissa tersenyum ramah.
"Halo," jawab Juna, Kevin dan Keenan berbarengan.
"Bibit dari keluarga lo gak ada yang gagal ya, Ya," celetuk Juna cengengesan.
"Udah punya pacar gak?" Tanya Keenan.
Lya melemparkan kentang goreng pada Keenan. "Jangan macam-macam!" Ucapnya memperingati.
Mereka sibuk menikmati cemilan yang di siapkan sedangkan Clarissa sibuk memperhatikan Noah. Hal itu membuat Noah jengah.
"Gak usah ngeliatin gue terus," tegur Noah.
"Kamu udah punya pacar?" Tanya Clarissa membuat mereka menatap Noah dengan tatapan menggoda.
"Belum ada! Dia gak pernah pacaran," jawab Juna heboh.
Clarissa langsung tersenyum lebar. "Aku juga! Kayaknya kita jodoh deh!" Perkataan Clarissa membuat teman-teman Noah semakin gencar menggodanya. Pasalnya ini gadis pertama yang berani bersikap seperti ini pada Noah.
"Heh bulepotan! Bang Noah gak akan mau sama cewek kaya lo. Gak usah ganjen, gue balikin ke Amerika nyahok lo," ujar Diki menatap Clarissa sinis.
Clarissa membalas tatapan sinis Diki. "Shut up! I am still angry, pokoknya you have to change my lipstick."
...🌻...
__ADS_1
Jangan lupa vote, like, komen dan favoritkan yaw pren:)