
Tiga bulan telah berlalu. Hubungan antara Dave dan Fira semakin dekat, tentu saja tidak mudah mendekatkan keduanya. Mereka berdua semakin hari semakin dekat tentu karena adanya campur tangan dari Lia dan Gavin yang ingin keduanya akur dan bersatu.
Seperti saat ini Fira dan Dave sedang berada di salah satu cafe cabang yang Dave bangun di Bandung. Mereka hanya berdua, karena sesuai rencana Dave dan Lia serta Gavin bahwa Dave akan melamar Fira malam ini. Lia dan Gavin tentu sangat antusias dan mendukung penuh rencana itu.
Fira yang tidak tau apa-apa hanya ikut apa yang di bilang Gavin dan Lia. Tapi saat sampai di cafe tersebut, dia bingung karena tidak ada satu pun pengunjung malam ini.
"Kok sepi?" Tanya Fira pada Dave seraya mengedarkan pandangannya ke segala penjuru cafe.
"Sengaja aku kosongin untuk kita berdua malam ini,' jawab Dave tersenyum.
Kalimat yang di lontarkan Dave membuat Fira seketika menoleh menatap Dave. Dengan dahi yang mengkerut Fira menatapnya seolah meminta penjelasan dari apa yang diucapkannya. "Maksudnya?"
Dave hanya tersenyum tanpa menjawab. "Kita mulai makan aja yuk, aku sudah laper banget ini," ujar Dave menarik salah satu kursi untuk Fira.
Fira duduk meski banyak pertanyaan di benaknya yang masih tersimpan rapat. Setelah memastikan Fira duduk, Dave duduk di kursi yang ada di hadapan Fira.
"Kita mau ngapain si?" Tanya Fira pelan.
"Pelayan," panggil Dave tanpa mendengarkan pertanyaan Fira.
Fira yang merasa di abaikan merengut kesal pada Dave yang hanya di tanggapi oleh senyuman oleh Dave, membuat Fira menatap sembarang arah.
...🌻...
__ADS_1
Besok di revisi!
...🌻🌻🌻...
...GELYA...
"Tu muka kenapa?" Tanya Keenan, salah satu teman kelas Gelya dan Diki.
"Di gebukin Badang," jawab Diki ketus.
Keenan tertawa. "Anjirr ketemu dimana lo? Custom? Atau Brawl? Hahahaa."
Gelya yang sedari tadi menyimak akhirnya bersuara. "Lucu," ucapnya tanpa ekspresi. Keenan pun langsung menghentikan tawanya.
Dua orang siswa masuk kelas dan berdiri di depan hingga menyita perhatian.
"TOLONG PERHATIANNYA. BAGI NAMA YANG DI SEBUT AGAR NANTI PULANG SEKOLAH KUMPUL DI LAPANGAN," ucap salah satu dari mereka. Gelya tidak tau siapa orang yang di depannya, tapi melihat dari tanda yang ada di seragamnya ia tau bahwa mereka adalah siswa kelas 11.
"Keenan, Diki, sama Gelya. Jangan telat," salah satu dari mereka menyebut nama ketiga penghuni kelas ini lalu keluar begitu saja.
Gelya terkejut saat namanya ikut dinsebut. Dia melirik Diki yang tengah melakukan selebrasi dengan Keenan. "Kenapa sih?" Tanya Gelya bingung. Pasalnya teman kelasnya yang lain menatap mereka bertiga dengan pandangan berbeda, ada yang iri, ada yang senang, dan ada juga yang ngeri.
"Kita lolos seleksi, Ya!" Pekik Diki memeluk Gelya sampai membuat gadis itu terbatu-batuk. Bagaimana tidak? Keenan juga ikut memeluknya sambil melompat-lompat.
__ADS_1
"Seleksi apa?" Tanya Gelya linglung.
"Otak lo kenapa lemot gini sih?" Tanya Keenan. "Kita lolos seleksi Rakasa!" Saut Keenan lagi.
Gelya melotot tak percaya. Bagaimana bisa? Padahal dia mengisi formulir kemarin dengan asal-asalan, bahkan untuk pertanyaan alasan ingin gabung Rakasa dia menjawab. "Ikut Diki! Karena kalau gue gak ikut bunda galak Diki pergi sendirian."
"Tapi dengar-dengar kalian bakal di tes lagi, nah tes yang ini pasti berat," celetuk Rian sang ketua kelas.
"Ck.. jangan nakut-nakutin dong, Ian," balas Keenan.
...🌱...
Suasana kantin tak pernah berubah, selalu saja ramai apalagi sekarang waktunya istirahat. Meja-meja hampir penuh semua membuat banyak dari mereka harus rela membeli jajanan dan memakannya di kelas.
Di salah satu meja terdapat lima pemuda tampan yang menjadi semangat para siswi untuk ke kantin hanya sekedar melihat wajah mereka. Siapa lagi kalau bukan inti Rakasa.
"Gue jadi pengen minum jas ljus," celetuk Juna setelah melihat salah satu siswa meminum minuman berwarna itu.
"Beli lah! Gak usah kaya orang susah," jawab Kevin.
Juna menumpu wajahnya dengan kedua tangan. "Mas Karta, beliin jas jus dong," ucapnya dengan kedipan mata diakhir. Bukannya terlihat imut, lelaki itu malah terlihat menjijikkan.
"Jijik bangsat!" Umpat Kevin.
__ADS_1
PLAKK