SEFIRA

SEFIRA
GL 33


__ADS_3

Lya terbangun dari tidur siangnya karena teriakan keras dari kamar Clarissa. Dengan muka bantalnya Lya berlari mengecek keadaan Clarissa.


Dugh dugh dugh


"CLA KENAPA? CLA? CLARISSA!" Teriak Lya menggendor pintu kamar Clarissa.


Ceklek


Lya mendengus saat menyadari pintu kamar Clarissa tidak di kunci. Dengan cepat Lya berlari mencari Clarissa, Lya melihat Clarissa yang tengah duduk di kasurnya dengan keadaan yang baik-baik saja.


"Heh kenapa lo teriak-teriak?" Tanya Lya.


Clarissa melihat Lya lalu mengerucutkan bibirnya membuat Lya mengernyitkan dahinya. "Gel Gelllllllllll, i am happy," ujar Clarissa namun wajahnya tidak menunjukkan ekspresi bahagia pada umumnya sama sekali.


Lya menatap aneh gadis di depannya saat ini. "Happy kenapa? Dapat transferan dari sugar daddy lo?" Tanya Lya asal. Clarissa melempar bantal dan mengenai wajah Lya.


Clarissa tersungut-sungut. "Your mulut is very bad!" Balas Clarissa kesal.


Lya tertawa, gadis itu menjatuhkan tubuhnya ke kasur Clarissa. "Ya kenapa Clarisottt?" Tanya Lya membuat Clarissa semakin kesal.


"Ih ngeselin!" Ujar Clarissa ketus.


Lya menyelesaikan tawanya. "Maaf maaf! Jadi lo kenapa?" Tanya Lya. "Careen in Indonesia! Dia sama kak Fero bakalan tinggal di Indonesia," jawab Clarissa.


Lya sedikit antusias. "Wih serius? Bagus dong, udah lama gue gak ketemu kak Careen."


Clarissa mengangguk. "And she's pregnant," beritahu Clarissa membuat Lya menganga lebar. Dia ikut senang mendengar kabar bahwa kakak dari Clarissa itu tengah mengandung. "Alhamdulillah! Aduh gak sabar gue pengen punya keponakan."


Lya terlihat sangat senang namun Clarissa hanya diam saja. "Terus lo kenapa? Gak senang?" Tanya Lya. "Senang dong! Tapi.. otomatis aku bakal tinggal sama Careen karena daddy minta aku buat nemenin Careen!"


"YESS!" Pekik Lya mengepalkan tangannya dan meninju udara. Di banding berita kehamilan kakak sepupunya itu, berita ini lebih membuat Lya senang.


Clarissa cemberut. "Yes? Are you happy? Kamu happy kalau aku pergi?" Tanya Clarissa membuat Lya mengangguk tanpa sadar, namun setelahnya dia menggeleng.


"Eh bukna gitu maksudnya hehe!"


"GEL GEL DOESN'T LIKE IT IF I LIVE WITH YOU? SO DURING THIS I TROUBLED YOU?"


Lya menutup telinganya. "Aduh Cla bukan gitu. Hm.. maksudnya ya.. hm.. ya intinya lo gak ngerepotin sama sekali. Tapi gue.. gue pengen balik ke rumah bunda," jawab Lya merasa tidak enak Clarissa. Sebenarnya Lya sudah lama ingin kembali ke rumah Diki tapj tidak enak pada Clarissa.


Clarisaa menunduk. "Aku nyusahin kamu ya?" Cicitnya.


"Eh nggak apaan sih? Lo gak nyusahin gue sama sekali. Gue cuma rindu aja gitu, lo kan tau selama ini gue tinggal sama bunda. Maaf Cla, gue gak maksud bikin lo sedih, lo gak ngerepotin sama sekali."


Lya benar-benar merasa tidak enak. "It's oke! Lagi pula kita juga bakal sering ketemu, aku juga bakal sering main ke rumah bunda," jawab Clarissa mengerti.


Lya tersenyum. "Nah bener! Lagian kita udah mau sekolah, bakalan sering ketemu di sekolah nanti "

__ADS_1


Clarissa mengangguk. "Ayo kita jalan-jalan," ajak Clarissa pada Lya.


"Gak puas kemarin jalan-jalan seharian?" Tanya Lya.


Clarissa menggeleng. "Kemarin beda, ada Diki. Sekarang cuma kita berdua, girls time! Ayolah Gel Gel, please!"


Lya menimang ajakan Clarissa. "Karena gue hari ini lagi senang. Jadi ayo kita buang-buang duit," jawab Lya tidak lupa dengan kesombongannya.


...🌻...


Lya dan Clarissa benar-benar menghabiskam waktu berdua. Mereka mengunjungi toko baju, toko skincare, make up dan cafe-cafe. Berjalan-jalan mencari makanan di pinggir jalan, mengunjungi taman dan tempat-tempat bagus yang instagramable. Lya bahkan mengikuti semua mau Clarissa, dari outfit yang harus dia pakai dan tempat-tempat yang harus mereka kunjungi.


Setelah merasa lelah dan hari juga sudah sore, mereka memutuskan untuk pulang.


Lya melirik jam diponselnya. "Kita pulang aja, udah jam lima," ujar Lya pada Clarissa.


Clarissa mengangguk. "Iya, aku juga harus beresin barang," jawab Clarissa. Dia akan langsung pindah kerumah kakaknya malam ini.


Saat hendak menuju mobil, ponsel Lya berdering.


"Halo?" Ujar Lya menempelkan ponslenya di telinganya.


"Lo dimana? Sini ke markas!"


"Ngapain? Udah sore juga," jawab Lya.


"Ya elah Dik nyusahin aja sih lo," ujar Lya pada Diki.


"Gue lihat lokasi lo lagi diluar dan gak jauh dari sini, bawa mobil kan? Jemput gue!"


"Ck.. iya bentar gue otw!"


"Makasi sepupuku yang cantik," ujar Diki yang langsung mematikan sambungannya secara sepihak.


Lya mendengus kesal dibuatnya. Lya menatap Clarissa. "Ayo gue antat balik dulu, Diki guguk minta di jemput!" Ujarnya pada Clarissa.


"Emang dia dimana?"


"Di markas!"


Clarissa menghentikan langkahnya. "Kamu jemput Diki aja, aku balik pakai taxi!"


Lya melototi Clarissa. "Dih ogah! Lo kesini sama gue, bqlik juga harus sama gue!" Tolak Lya, mana mungkin dia meninggalkan Clarissa dan membiarkan gadis manja ini pulang dengan taxi.


Clarissa menggeleng. "It's okay! Nanti kamu capej kalau harus bolak-balik. Serius deh," jawab Clarissa mencoba meyakinkan Lya.


Lya diam berpikir. "Ya udah gue cariin taxi dulu, tunggu disini!" Ujar Lya berjalan ke trotoar.

__ADS_1


Setelah mendapatkan taxu, Lya memanggil Clarissa. "Pak antar sampai alamat yang saya kasih ya, jagain sepupu saya. Plat mobil bapak udah saya hapal kalau sepupu saya kenapa-kenapa bapak saya cari!" Ujar Lya pada sopir taxi itu.


"Siap neng!" Jawab sopir taxi.


"Hati-hati! Kalau sampai rumah kabari gue," ujar Lya pada Clarissa.


Lya segera menuju mobilnya saat melihat taxi yang di tumpangi Clarissa telah melaju. Tidak memerlukan waktu yang lama, Lya sudah sampai di depan bangunna yang ada palang bertulisan RAKASA di depannya.


Dapat Lya lihat banyak motor dengan merek yang beragam terparkir rapi. Lya juga melihat beberapa anggota telah berkumpul di gazebo depan rumah besar itu tengah bermain catur dan bermain game online di ponsel mereka.


"Widiiihhhh bidadari dari mana nih? Cantik amat neng," cetus salah satu anggota pada Lya.


"Bidadari dari surga," jawab Lya tersenyum.


Lelaki yang bernama Bian itu tertawa. "Mau dong di ajak ke surga," ujarnya.


"Gak bisa! Sifat lo cocok di neraka," jawab Lya mengundang gelak tawa dati anggota lainnya.


Bian merenggut. "Astagfirullah Ya mulut lo!"


Lya tertawa. "Hahaa ampun bang canda! Liat Diki gak?" Tanya Lya. "Di dalam dia," jawab salah satu anggota lain. "Sip makasi!" Jawab Lya hendak pergi namun di tahan oleh ucapan seseorang.


"Lo bisa secantik ini makek pelet merek apa Ya?" Tanya laki-laki bernama Miko.


"Bukan pelet bang, susuk! Jadi hati-hati sama pesona gue," jawab Lya tertawa, mereka yang mendengarnya juga tertawa. Jelas saja topik ini hanyalah candaan. Mereka memang tidak lah dekat, tapi Lya adalah orang yang ramah dan mudah bergaul. Lagi pula banyak anggota yang senang bercanda dengan Lya.


Lya berjalan memasuki rumah besar itu, langkahnya tidak lepas dati pandangan anggota yang berpapasan dengannya. Bagaimana tidak, Lya sekarang tengah menggunakan pakaian yang bisa di bilang sangat jauh dari gaya pakaian yang biasanya dia pakai.


"Ya Tuhannnn Lyaaaaa! Ini beneran elo? Tumben banget pakek dress. Aduh mana cantik pisan eyy," ujar Eadred heboh membuat mereka menjadi pusat perhatian seluruh orang yang ada disana.


Lya berjalan merangkul Mira. "Aduh Mir maaf banget yah, gue baru aja memperbarui susuk gue, sampai-sampai Eadred tergoda gini. Padahal target marketing gue setara Sehun atau member EXO," ujar Lya mendrama, Mira tertawa dan menggeleng mendengar jawaban Lya.


Eadred mengernyit. "Lya parah, mainannya dukun!" Sungut Eadred.


Diki yang mendengar itu pun menghampiri mereka. "Lo aja yang gak tau. Selama ini duit yang Lya punya itu dari usaha investasi babi ngepet!" Jawab Diki membuat beberapa dari mereka terkejut.


Lya memukul kepala Diki. "Aniing! Ngapain lo kasih tau mereka, itu kan rahasia kita berdua bego!" Ujar Lya, mereka yang mendengar itu pun hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan absurd dari dua saudara itu. Beberapa dari mereka ada yang tertawa.


"Eh tapi bener juga, tumben banget makek baju begini. Abis dari mana lo?" Tanya Diki menelisik pakaian Lya. Lya tidak menjawab melainkan meninggalkan Diki dan duduk di sofa ruangan tidak jauh dari tempat duduk inti Rakasa.


Diki mengikuti Lya. "Kalau ditanya ya di jawab, bego!" Ujar Diki kesal.


"Dari ngedate!" Jawab Lya santai.


Matanya menatap sekeliling dan mendapati beberapa anggota perempuan juga tengah berada disana.


...🌻...

__ADS_1


Jangan lupa vote, like, komen dan favoritkan yaw pren:)


__ADS_2