SEFIRA

SEFIRA
GL 17


__ADS_3

"Dik," panggil Lya.


Diki menoleh. "Manusia tuh emang gak ada yang sempurna. Mau gimanapun mereka, tapi asal lo tau, seorang ibu itu adalah definisi sempurna di level manusia. Bunda gak akan nyesal punya anak kaya lo, bunda sayang sama lo. Gak cuma bunda, ayah sama gue juga. Jangan pernah ngerasa gak berguna di dunia ini. Lo orang yang paling berguna menurut gue, lo segalanya, gue beruntung punya saudara kaya lo, bunda sama ayah juga bangga punya anak seorang Diki. Jadi sudahi insecure mu, mari kita maling mangga punya Rio."


Diki tersenyum, Lya selalu mebgerti dirinya dan Diki bersyukur punya Lya.


"Gak jambu air lagi?" Tanya Diki.


"Udah habis, gue liat mabgganya udah gede-gede. Enak tuh di rujak," jawab Lya.


"Let's go!"


Diki melompat turun dari kasur, Lya mengikuti langkahnya keluar. Mereka berjalan keluar rumah, rumah Rio berada tidak jauh dari rumah Diki. Jaraknya hanya di batasi dua rumah saja. Mereka berjalan kearah belakang rumah Rio, dapat mereka lihat banyak sekali pepohonan disana. Rumah Rio memang banyak pohon buah-buahan, daru jambu air, mangga, sawo, juga mata kucing. Lya dan Diki sudah mencicipi semua buah dari sana. Entah itu mengambilnya secara diam-diam atau meminta pada mami Rio.


Kawasan belakang rumah Rio di pagar, tapi ada beberapa yabg tidak dan itulah akses mereka untuk keluar masuk.


"Ambil tiga aja, jangan banyak-banyak. Maling juga harus punya etika," titah Lya pada Diki. Pohon mangga yang tidak terlalu tinggi dengan tubuh Diki yang jangkung memudahkan mereka melancarkan aksinya.


"WOYY MALING LU YA?"


Lya dan Diki sontak menoleh. Terlihat Rio yang berjalan kearah mereka. "Dasar gak punya etika. Gak bisa apa minta dulu "


"Emang kalau kita minta, bakal lo kasih?" Tanya Lya.


"Ya nggak lah," jawab Rio.


"Orang pelut kuburannya sempit," cibir Diki.


Rio melototi mereka. "Orang maling kuburannya kebakar," balas Rio.


"Ya udah berarti kita sama-sama gak di kubur," jawab Lya santai.


"Balikin mangga gue," ujar Rio menyidorkan tangannya.


"Ogah," jawab Lya menginjak kaki Rio lalu berlari.

__ADS_1


"TANTE LUNA, DIKI MINTA MANGGA NYA TIGA BIJI YA, MAKASIH," teriak Diki berlari mengikuti Lya dan meninggalkan Rio yang meringis memegangi punggung kakinya.


"Sialan," umpat Rio.


Lya dan Diki sampai depan rumah dengan nafas terengah-engah. "Habis maling mangga punya Rio lagi?" Tanya bunda Intan berkacak pinggang di depan pintu.


"Gak maling kok bun, udah minta," jawab Lya.


"Halah, kalian ini," bunda Intan menggelengkan kepalanya memasuki rumah.


Lya masuk mengambil ulekan dan beberapa bumbu untuk membuat rujak. Sedangkan Diki membersihkan mangganya.


"Ya," panggil Diki disaat Lya tengah mengulek bumbu rujak.


"Hm?"


"Lo suka Karta?"


Lya menoleh kearah Diki. "Bego!" Ucapnya.


Tuk


Lya menghentikan anak ulekan pada ibunya hingga menghasilkan bunyi dari kedua batu itu.


"Gue respect! Gue suka, ngerasa nyaman tapi bukan cinta. Gue gak bodih buat suka sama cowok orang."


Diki mencocolkan mangga di tangannya pada bumbu rujak dan menyuapnya dalam ukuran besar lalu meringis setelahnya. "Tatapan lo ke Karta itu beda. Jangan bohong! Gue selama ini merhatiin lo."


Lya hanya diam, dia bahkan tidak memikirkan hal seperti ini. Apa dia suka dalam artian cinta kepada Karta? Dia tidak merasa seperti itu dan jika harus memilih, maka dia memilih untuk tidak.


"Dik, gue paham keadaan. Oke! Gue jujur, gue emang nyaman dekat dengan Karta, ya walaupun cuma sekedar ada dia di sekitar gue tanpa ngobrol ataupun merhatiin gue. Gue senang kalau dia udah ngomong dan itu buat gue ya walaupun cuma sekedar ngomong iya, oke atau hm doang. Gue ngerasa senang bisa manggil dia abang. Gue ngerasa ada Dika di dalam diri Karta," jelas Lya. "Salah ya gue?"


Diki mengatupkan bibirnya. Ini pertama kalinya Lya seperti ini, ada banyak laki-laki yang mencoba mendekatinya tapi tidak ada yang berhasil membuatnya begini. "Lo harus mastiin perasaan lo! Gue gak maslaah kalau lo cuma nganggap Karta sebagau abang lo atau bahkan lo suka Karta dalam artian lo jatuh cinta sama dia. Yang gue gak mau kalau lo sampai sakit hati."


Lya tersenyum. "Tenang saja wahai tuan Pramudya, saya selaku putri mahkota kerajaan tidak akan mudah sakit hati hanya karena cinta. I am a strong girl."

__ADS_1


"Good girl!" Diki tersenyum dan mengusap lembut kepala Lya.


"Lo gak niat nyari cewek gitu?" Tanya Lya pada Diki. Lya dapat nelihat Diki seperti sedang salah tingkah. "Kenapa lo?"


"Uhm.. hehe.. sebenarnya gue lagi dekat sama cewek," ucao Diki mengejutkan Lya.


"SERIUS?"


Diki mengangguk. "Gue udah dekat dari bulan lalu, pengen bilang ke lo tapi takut lo gak suka."


Lya melototkan matanya. "Dih.. mana mungkin gue begitu. Siapa emang?"


"Namanya Chintya, anak kelas XI juga, IPA 2."


Bibir Lya membentuk huruf O. "Cantik gak? Gimana orangnya?"


"Cantik lah! Gue rasa sifatnya hampir mirip sama Tiara, lemah lembut gitu," jawab Diki sedikit sombong.


"Pokoknya lo harus kenalin tuh cewek ke gue. Harus gue sidang dulu dia sebelum beneran jadi sama lo," kata Lya membuat Diki berdecak. "Ck.. ini nih yang bikin gue gak mau kasih tau lo. Orangnya polos lugu gitu, gue gak mau kalau dia ketemu sama lo, dia malah takut," jawab Diki.


"Selagi dia keliatan baik di mata dan hati gue, gue setuju aja. Intinya jangan sampai dia banyak tingkah."


Diki tersenyum. "Gue yakin lo bakal suka."


"Gue jadi penasaran sama tuh cewek," cetus Lya seraya memasukkan mangga yang sudah di bumbui ke dalam mulutnya dan meringis.


"Tenang aja, nanti gue kenalin. Intinya gue yakin seratus persen lo bakalan suka sama Chintya," balas Diki yang melakukan hal yang sama seperti Lya.


"Keliatannya enak banget," ucap bunda Intan yang juga ikut meringis melihat mereka makan sambil meringis, air liurnya seakan akan keluar. Karena tidak tahan, bunda Intan ikut mencocol mangga yang belum matang itu dengan bumbu yang ada di ulekan lalu memasukkannya ke dalam mulutnya. Bunda Intan memejamkan matanya meringis saat rujak mangga tersebut menyapa indra perasa nya.


Lya dan Diki terkekeh melihat ekspresi bundanya menahan rasa asam pada mangga tersebut.


...🌻...


Jangan lupa vote, like, komen dan favoritkan yaw pren:)

__ADS_1


...Tbc....


__ADS_2