
Jawaban Lya membuat beberapa dari mereka terkejut, yang paling menunjukkan wajah kagetnya adalah Diki, Keenan, Kevin dan Juna. Karta juga sebenarnya sedikit terkejut tapi dia tidak berlebihan seperti temannya, terlebih dari tadi dia sudah memperhatikan Lya yang terlihat jauh berbeda.
Diki menatap Lya tidak percaya. "Yang bener lo? Ngedate sama siapa?" Tanya Diki lagi.
"Manurios," jawab Lya santai. Dapat Lya dengar beberapa dari mereka mendengus kesal.
Diki kesal. "Di negeri Kanoha baru tau rasa lo!"
Elang tengah tertawa mendengar jawaban Lya. "Udah gue duga. Bocah kaya Lya tuh bisanya cuma halu!" Ujar Elang menyindir.
Lya menatap tajam Elang. "Lo diem! Mau main-main sama gue? Gue kirim santet baru tau rasa!" Jawab Lya ketus. "Gue suruh dukunnya nuihir lo jadi kodok ntar."
"Dih pundungan!"
Lya merotasikan matanya malas. "Ayo balik! Udah mau sore, gue harus packing baju nih," ajak Lya pada Diki.
"Mau kemana lo?" Tanya Diki heran.
"Pindah!"
Diki melotot. "Pindah kemana? Jangan ngadi-ngadi! Lo berantem sama Clarissa? Iya? Aduh Ya, serius?"
"Siapa yang berantem sih? Gue cuma mau balik ke rumah lo, bego!" Jawab Lya.
"Tuh kan! Lo pasti berantem sama bule. Ya, gue tau tu bocah nyebelin, tapi jangan tinggalin dia sendiri, ntar kalau dia nangis kita yang repot!"
BUGH
Lya memukul lengan Diki dengan keras sampai sang empunya mengaduh kesakitan. "Gue sama Cla gak berantem! Dia bakal pindah ke rumah kak Careen. Dari pada gue sendirian di rumah mending gue balik ke rumah lo!" Jelas Lya yang sangat kesal pada laki-laki bongsor di depannya ini.
Diki terdiam. "Kak Careen? Dia di Indonesia? Serius?" Tanya Diki yang diangguki Lya. "Iya. Dia sama kak Fero akan tinggal di sini," jawab Lya.
Diki tiba-tiba memeluk Lya erat. "Yuhuuuuu! Akhirnya lo balik juga, gak akan kesepian lagi gue."
Lya mendorong tubuh bongsor Diki. "Mau ngebunuh gue? Gak nafas nih!" Sungutnya. "Oh iya, kak Careen hamil!" Imbuh Lya lagi.
"Anjirr baru juga nikah beberapa bulan udah hamil aja. Tokcer juga bang Fero," ujar Diki.
"Iri gue! Secantik atau setampan apa ya ntar anak mereka? Kak Careen kan cantik, kak Fero juga gantengnya masyaallah. Haduhh rasanya pengen jadi pelakor mereka aja deh hue," ujar Lya membuat Keenan menonyor kepalanya.
Keenan menatap Lya malas. "Sembarangan! Kaya gak ada cowok lain aja."
__ADS_1
Lya mendengus. "Banyak sih! Tapi gak ada yang ganteng, selera gue tinggi soalnya."
Juna tiba-tiba berdiri. "Sama gue aja! Gue jamin hidup lo bahagia dunia akhirat," ujarnya.
"Ogah! Lo banyak ceweknya," jawab Lya.
"Kalau gue udah sama lo, gue putusin semua cewek-cewek gue!" Jawab Juna semangat.
Lya tersenyum remeh. "Ya udah putusin semua cewek lo sekarang!" Tantang Lya pada Juna.
"Lo beneran mau sama gue?" Tanya Juna tersenyum lebar.
"Nggak!" Jawab Lya membuat senyum Juna hilang seketika.
"Bangsat!" Umpatnya.
Karta yang mendengar itu langsung menjitak kening mulus Juna. "Mulut lo!" Juna mengerucutkan bibirnya menatap kesal Karta.
Lya tersenyum pada Juna. "Rasain! Enak gak di jitak?" Tanya Lya mengejek.
"Lo juga Ya, balik sana," tegur Karta. Laki-laki itu berdiri dari duduknya dan melepas jaket kulit yang sedari tadi dia pakai dan melemparkannya ke paha mulus Lya. "Ini baju udah gak muat ngapain masih di pakai, buang aja! Gak usah makek baju beginian lagi, suka badan lo di liatin cowok-cowok?"
Lya diam, tidak hanya Lya. Seluruh anggota Rakasa yang ada disana juga diam, beberapa dari mereka tidak percaya bahwa Karta akan mengucapkan kalimat panjang seperti itu, beberapa dari mereka juga tidak percaya bahwa Karta seperhatian itu sama Lya.
Karta mengangguk. "Udah sore, balik sana. Diki juga balik gih," titah Karta.
Diki mengangguk, laki-laki itu menarik tabgan Lya untuk berdiri. "Kita pamit bang," ujar Diki pada Karta selagi menutup bahu terbuka Lya dengan jaket Karta. "Balik duluan," ujar Diki pada seluruh anggota.
Lya tidak bersuara, gadis itu hanya diam mengikuti langkah Diki.
Sebenarnya ada seseorang yang juga tidak terlalu suka melihat penampilan Lya hari ini, meski dia mengakui kecantikan Lya namun pakaian Lya memang terlihat sangat terbuka. Laki-laki itu hanya diam bahkan terdiam saat melihat perlakuan Karta pada Lya.
Disisi lain seseorang juga tengah diam setelah kepergian Diki dan Lya.
"Jess, diam aja?" Tegur salah satu anggota perempuan pada Jessy.
"Emang gue harus ngapain?" Tanya Jessy balik.
Gadis bernama Laura yang tidak lain adalah teman Jessy itu mengendikkan bahunya. "Baru pertama kali gue liat Karta seperhatian itu ke cewek selain Tiara," ujar Laura.
"Gue juga, Karta kenapa bisa gitu ya?" Tanya Zia salah satu dari mereka.
__ADS_1
Jessy menatap kedua temannya. "Ngapain ngurusin orang?" Tanyanya. "Kalau Karta dengar kalian ngomongin dia, bisa abis kalian."
Laura cemberut. "Kan cuma penasaran. Lagian Lya tumben banget penampilannya begitu, apa dia sengaja mau narik perhatian anak-anak, terutama Karta and the gang!"
Zia terlihat berpikir. "Tapi Lya emang cantik sih."
Jessy tidak menghiraukan ocehan kedua temannya, dai sibuk berpikir.
Apa yang dibilang Laura ada benarnya juga. Batin Jessy, gadis berkulit tan eksotis itu tengah menyeringai.
Ditempat Karta, laki-laki itu baru saja mendapatkan tepukan di bahunya. "Abang perhatian banget sih," ujar Juna pada Karta. "Jadi cemburu deh dedek!"
Karta menatap Juna tajam. "Lebay banget sih lo!"
Elang tertawa kecil. "Gak lebay gimana? Lo gak liat anak-anak pada kaget ngeliat lo ngomong panjang lebar dan seperhatian itu lo sama Lya?" Ujarnya.
Juna mengangguk semangat. "Pakek acara ngasih jaket segala. Gue pernah mau minjam hoodie, hak lo kasih."
Karta mendengus. "Tuh bocah make baju kurang bahan, emang lo semua gak risih ngeliat dia di liatin cowok-cowok?" Karta kesal melihat Juna yang berlebihan seperti ini.
Juna baru saja ingin menjawab ucapan Karta, namun di berhentikan oleh Kevin. "Gini aja mau di besar-besarin. Karta lagi berusaha jadi ketua dan abang yang baik buat Lya," ujar Kevin yang akhirnya membuka suara. "Dari pada ngeributin hal sepele, mending pada balik. Udah mau magrib, yang muslim siap-siap ke masjid."
Juna tiba-tiba memegang dadanya. "Masyaallah Vin, dari tadi lo diam tapi sekalinya ngomong udah cosplay jadi ustadz aja lo, terharu gue."
Kevin merotasikan matanya. "Lagi-lagi gue setuju sama lo Ta, nih bocah emang lebay!"
Karta menatap sekeliling. "Yang cewek balik sekarang, hati-hati jangan keluyuran lagi. Yang cowok kalau masih mau disini gak masalah, tapi yang sholat siap-siap ke masjid," ujar Karta memerintah.
"Sholat disini kan juga bisa," celetuk Juna.
"Jauh lebih baik kalau laki-laki itu sholat di masjid! Gak lumpuh kan lo? Nasih sanggup kan pergi ke masjid?" Ujar Noah yang akhirnya bersuara.
Juna mengerucutkan bibirnya. "Kayaknya emang lebih baik lo diam aja deh No, kata-kata lo nyakitin banget," jawab Juna. "Gue penasaran, jangan-jangan di tenggorokan lo ada pisaunya lagi. Setiap lo ngomong langsung nyayat hati," tambah Juna drama.
"Bego!" Ujar Noah beranjak pergi disusul Elang yang tertawa melihat ekspresi Juna.
Karta juga ikut berdiri disusul Kevin. "Vin, lo gak ada niat belain gue?" Tanya Juna pada Kevin.
"Gak sanggup bela diri sendiri? Lemah!" Jawab Kevin membuat mereka yang mendengar tertawa, apalagi Juna yang semakin dibuat kesal.
...🌻...
__ADS_1
Jangan lupa vote, like, komen dan favoritkan yaw pren:)