SEFIRA

SEFIRA
GL 45


__ADS_3

"Kak Noah, nanti pulang sama siapa?" Tanya Lolita pada Noah yang tengah fokus pada soal-soal yang ada di depannya. "Boleh gak kalau Loli ikut kakak, soalnya Loli gak di jemput nanti!"


Hari ini Lya, Noah dan Lolita memang masih berada di sekolah meski murid-murid sudah pulang, karena olimpiade sudah dekat membuat mereka lebih sering untuk berlatih membahas soal.


"Dia pulang sama gue!" Jawab Lya.


Lolita menatap Lya malas. "Serius kak?" Tanya Loli pada Noah lagi.


Noah menghela nafasnya. "Nggak!" Ujar Noah.


"Jadi boleh gak Loli ikut kakak?"


Noah hanya mengangguk membuat gadis itu memekik kesenangan.


"Bang!" Sentak Lya.


"Apa?" Tanya Noah jengah.


Lya mendengus. "Biar tu bocah balik sama gue. Lo balik sendirian aja," ujar Lya.


"Tapi Loli mau balik sama kak Noah aja kak," cetus Loli membuat Lya menatapnya tajam.


"Gak usah nyabe! Balik sama gue aja!"


"Jaga mulut lo!" Lya terkejut mendengar bentakan dari Noah. "Apa hak lo sampai berani ngatur-ngatur gue? Kita gak sedekat itu Gelya!"


"Gue emang gak ada hak atas lo! Tapi apa lo gak bisa ngertiin Cla sedikit. Dia bakalan sedih kalau tau lo boncengan sama cewek lain sedangkan lo selalu nolak buat balik sama dia."


"Emang Clarissa siapa gue?"


Lya terdiam.


"Lo tau kalau dia suka sama lo bang," ujar Lya mencoba sabar.


"Gue gak suka! Baik dia maupun sikap dia. Gue capek di spam chat sama dia, gue capek di tempelin dia kalau ketemu. Sepupu lo terlalu berisik buat gue, gue selalu negasin ke dia kalau gue gak suka tapi dia selalu ngejar gue. Clarissa udah kayak cewek murahan Ya!"


BUGH


"JANGAN SEKALI-KALI LO SEBUT CLARISSA CEWEK MURAHAN!" Amuk Lya.


Noah mengusap ujung bibirnya.


"Brengsek lo! Kalaupun lo gak suka sama Cla, seenggaknya biarin dia usaha buat luluhin hati lo!"


"GUE GAK SUKA SAMA CLARISSA!"


"TERUS LO SUKA SAMA LOLI?"


"IYA!"

__ADS_1


Tidak hanya Lya. Loli bahkan ikut terkejut mendengar jawaban Noah.


"Cla!" Ucap Lya pelan.


Ini alasan kenapa Lya melarang Noah pulang dengan Lolita sekarang. Lya takut Clarissa melihat mereka, Clarissa memang masih berada di sekolah karena ingin membahas tugas kelompoknya sambil menunggu Lya.


Noah dan Lolita menoleh kearah pintu melihat Clarissa yang berdiri terpaku dengan air mata membanjiri pipinya. Gadis itu menghapus air matanya kasar lalu berjalan pergi.


"CLARISSA!" Panggil Lya.


"Lo cowok terbrengsek yang pernah gue temui. GUE BUANG JAUH-JAUH RESPECT GUE KE LO! BAJINGAN!"


Lya berlari mengejar Clarissa.


BRAKK


Noah menendang meja di hadapannya membuat Lolita terperanjat.


"****!" Umpat Noah.


Lya mempercepat langkahnya menuju parkiran. "Clarissa!"


"Hei! Stop please!" Ujar Lya menarik tangan Clarissa. Clarissa memeluk Lya, tangisnya terdengar sangat pilu. Mati-matian Lya menahan diri untuk tidak kembali dan menghajar Noah.


"Hiks.. aku hiks murahan ya hiks hiks?"


"Nggak! Lo gak murahan," jawab Lya mengusap punggung Clarissa. "Noah brengsek! Dia cowok brengsek. Jangan nangis karena dia Cla!"


Clarissa menggeleng. Tangannya terangkat mengelap ingusnya yang keluar.


"Apa perlu gue hajar Noah sekarang?"


Clarissa menggeleng cepat. "Jangan!" Tolak Clarissa.


Lya mendengus kesal. Lya tau Clarissa tidak akan mengizinkan dia untuk menyakiti Noah.


"Berhenti nangis! Kita pulang sekarang," ucap Lya menarik tangan Clarissa menuju mobil.


🌻


Bahkan hingga malam, mood Lya belum juga membaik. Jika dia ingat bagaimana dia memuja Noah dengan sifat tenang dan bijaknya itu membuatnya merasa terbodohi.


"Muka lo kenapa sih? Gue perhatiin dari tadi ketekuk mulu," cetus Diki yang sedari tadi memperhatikan Lya.


"Nggak!" Jawab Lya. "Kenapa?"


"Malam ini bang Karta ngajak nonton balap, Devan yang turun. Kita sekedar nonton aja."


Lya berpikir sejenak. "Ayo!" Jawabnya mengingat malam ini bunda Intan dan ayah David tidak pulang karena tengah mengunjungi nenek Diki di Bandung tadi sore.

__ADS_1


Lya bersiap-siap, gadis itu menggunakan jeans hitam dan kaos putih dibalut jaket kulit Rakasanya.


Kedua persepupuan itu berangkat menuju tempat balap. Saat sampai disana, Lya dapat melihat banyak sekali orang-orang berkumpul. Lya menatap sekumpulan orang berjaket sama dengannya, segera dia dan Diki menyusul rombongan.


Lya dan Diki berdiri tidak terlalu dekat dengan teman-temannya. Lya beralasan tidak ingin berdesakan dan Diki menyetujui.


"Gue pikir kalian gak datang," veletuk Keenan berjalan mendekati Lya dan Diki. "Eadred sama Mira gak datang, hampir mati kesepian gue disini sendiri."


Diki mengangguk. "Kenapa gak gabung saam bang Karta sama yang lain?"


"Kita gak sedekat itu buat selalu gabung sama mereka. Ada waktunya juga kali!"


Lya mencerna ucapan Keenan, gadis itu menarik ujung bibirnya menyadari benarnya ucapan laki-laki ini. Dia sedekat itu untuk selalu bersama anggota inti, terlebih mengatur kehidupan pribadi Noah.


"Diem aja Ya?"


Lya menggeleng menanggapi Keenan. "Lagi gak mood aja," jawab Lya.


Diki celingukan. "Siapa aja yang turun?" Tanyanya.


"Devan dari kita, Andrian dari Vrax dan Rio dari Daksa," jawab Keenan.


Lya mengerutkan keningnya. "Rio?"


"Iya! Rio tetangga lo!"


Lya menegakkan badannya. "Ayo cari tuh anak mami!" Ujar Lya pada Diki. "Ayok! Gue pengen banget ngecengin dia. Sok-sokan mau balapan, ketahuan maminya baru rasa!"


Lya dan Diki berjalan mencari keberadaan Rio. Dengan tubuh Diki yang tinggi dia bisa dengan cepat menemukan Rio.


"Noh! Dia lagi sama Lioniel," ujar Diki.


"Kalian beneran mau nyamperin dia? Kalau Lioniel marah gimana?" Tanya Keenan.


Lya menoleh. "Gue mau perbaiki mood. Ngeliat muka dongkol Rio salah satu cara buat balikin mood gue!" Ujar Lya berjalan meninggalkan Keenan, Diki segera berlari menyusul.


Rio tengah duduk di atas motornya bersama Lioniel dan dua temannya yang lain. Lya juga bisa melihat Devan yang tengah dikelilingi anggota inti dan Andrian yang tidak jauh beda dari yang lain.


"Gak nyangka gue kalau lo bakalan turun buat balapan," celetuk Lya berjalan mendekati Rio. "Udah izin mami belum?" Tanya Lya tertawa.


Rio terlihat kesal. "Ngapain kesini?" Tanya Rio ketus.


"Kalem kali Io! Kita berdua mau semangatin lo, hitung-hitung dukungan dari tetangga," jawab Diki.


"Ngapain kalian berdua kesini?" Tanya Lioniel.


"Kan udah gue jawab tadi," jawab Diki. "Heh! Lo kalau nanti kalah jangan nangis, apalagi ngadu ke mami lo," tambah Diki membuat Rio menatapnya tajam, Diki tertawa melihat ekspresi Rio.


...🌻...

__ADS_1


Jangan lupa vote, like, komen dan favoritkan yaw pren:)


Dukung aku terus biar aku makin semangat Xixi!


__ADS_2