SEFIRA

SEFIRA
GL 8


__ADS_3

Terhitung sudah tiga hari Lya di rawat. Rasanya dia sudah muak berada di rumah sakit. Sekarang dia tengah duduk di ranjang pesakitan bersama bunda Intan yang tengah membaca majalah. Untungnya Lya masih bisa bermain game, jadi dia tidak mati kebosanan. Seperti sekarang, dirinya tengah di sibukkan dengan game di ponselnya.


Mengingat saat bunda Intan datang dan memaki Diki habis-habisan, bahkan Lya yang baru sadar saja harus kena semprot juga. Beruntung Bunda Intan tak pernah lama jika marah.


Enemy Double Kill


You has been slained


Enemy Triple Kill


"Anjing! Sialan! Bangaat! Lo ngapain tinggalin gue Baalmond setannn," umpat Lya kesal saat mendapati heronya mati.


Puk


Kepala Lya di timpuk majalah oleh bunda Intan. "NGOMONG APA TADI?" Tanya bunda Intan garang.


"Eh heher maaf bun, gak sengaja."


"Anak perempuan kok omongannya begitu," semprot bunda Intan.


Lya tersenyum kikuk. "Maaf bun," cicit Lya lalu menatap ke arah pintu saat mendengar suara cekikikan.


"Rasain! Mulutnya emang gitu bun, kotor. Di tenggorokannya ada kebun binatang dan tempat tinggal demit." Lya menatap tajam Diki yang menertawainya. Dia datang bersama Tiara, Karta, Noah, Elang, Kevin, dan Juna.


"Hai Lya, gimana keadaan kamu?" Tanya Tiara setelah memberikan bingkisa pada bunda Intan. "Baik kok mba, udah sembuh. Besok juga udah mulai masuk sekolah lagi," jawab Lya.


"Mana ada. Ayah bilang lo akan di rawat sebulan disini," ucap Diki.


"Sialan lo!" Umpat Lya.


"GELYA!"


"Astagfirullahaladzim. Maafin Lya ya Allah, Lya khilaf," ucap Lya sebelum menatap bunda Intan. "Ampun bun," cicit Lya membuat Tiara terkekeh melihat Lya.


"Bunda balik dulu ya, nanti bunda balik lagi," ujar bunda Intan pada Lya dan Diki. "Jagain yang benar."


Diki hanya mengangguk.


"YA AMPUN AFK GUE," pekik Lya saat baru sadar jika dia masih harus memainkan gamenya tapi terlupa karena kedatangan Diki dan yang lainnya.


"TUH KAN!" Serobot Diki mengambil alih ponsel Lya. "Aarrgggh rank gue Lyaaaa."


Lya meringis, pasalnya akun game itu adalah akun Diki.


"Lo main Mobile Leg*end?" Tanya Kevin pada Lya.


"Kadang-kadang. Akun Diki itu," jawab Lya.


"Na!" Panggil Karta pada Juna yang hanya berdiri di depan pintu. Sedangkan dia sudah duduk di sofa bersama Noah dan Elang, Tiara duduk di samping Lya dan Diki dan Kevin yang tengah berdiri di samping ranjang pasien.

__ADS_1


Juna yang mengerti pun berjalan mendekati Lya. "Gue minta maaf, ini salah gue. Gue kelepasan," ucap Juna menunduk.


"Lo ngomong sama lantai?" Tanya Lya membuat Juna mendonggakkan kepalanya menatap Lya. Bukan apa-apa, Juna merasa tidak tenang. Tentu saja, gadis di hadapannya ini memiliki wajah yang sangat cantik. Dia lelaki normal yang pastinya tidak tahan menatap wajah gadis ini lama-lama.


"Gue tau gue cantik. Gak perlu segitunya ngeliatin gue," ucap Lya membuat Juna seketika mengalihkan pandangannya, telinganya memerah. Dia jelas salah tingkah. Kevin yang melihat itu tertawa terbahak-bahak bersama Diki. Karta, Elang dan Noah hanya menatap Juna geli.


"Lo salting Na?" Celetuk Tiara membuat telinga Juna semakin merah.


"Nggak!" Jawabnya cepat.


"Udah gue maafin," ujarLya santai, dia menyenderkan tubuhnya sambil menga.bil sebuah apel yang ada di nakas dekat ranjangnya.


"Makasi," jawab Juna.


"Apa ni?" Tanya Diki seraya menyodorkan ponselnya agar Lya bisa melihat apa yang ada di layar ponselnya.


"Motor!" Jawab Lya.


"Motor siapa?" Tanya Diki penasaran. Pasalnya motor itu tenfah terparkir rapi di depan rumahnya.


"Motor lo," jawab Lya mengejutkan Diki.


"LO SERIUS?" Pekik Diki seperti orang gila.


"Kenapa? Gak mau? Ya udah gue suruh aja orang yang nganter ambil."


Diki menatap Lya tak percaya. "Lo beliin gue motor?" Lya mengangguk. "Lyaa," cicit Diki dengan mata berkaca-kaca.


Diki langsung memeluk erat Lya. "Makasi sayangnya Diki."


Lya mendorong tubuh bongsor Diki. "Jangan peluk-peluk, badan lo bau."


Diki membalasnya dengan tersenyum lebar. "Gak apa-apa. Lo bebas ngatain gue sekarang," ucap Diki membuat Lya merotasikan matanya malas.


"Lo beliin dia motor sport?" Tanya Kevin yang dibalas anggukan kecil Lya.


"Gila! Serius lo? Banyak duit dong lo," ujar Juna yang ikut bertanya.


"Mana ada! Itu duit tabungan gue," jawab Lya membuat mereka semua menganga.


"Jangan salah paham bang. Tabungan Lya bukan pakai celengen ayam. Dia pakai black card, duitnya bejibun," jawab Diki.


"Serius?" Tanya Tiara.


"Masa iya black card?" Tanya Elang juga.


Lya menggeleng. "Gak usah percaya, sesat dia," jawab Lya.


"Dih, merendah untuk di tendang," balas Diki.

__ADS_1


"Oh iya, kamu sama Diki itu saudara kandung?" Tanya Tiara yang sudah sangat penasaran.


"Bukan mba cantik," jawab Diki yang langsung mendapat timpukan tisu dari Karta.


"Canda bang," ucap Diki menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya menandakan tanda damai. "Manusia satu ini saudara sepupu saya. Dia di buang sama orang tuanya dan di pungut sama ayah terua di besarin deh. Kasian emang, makanya sifatnya begini," jelas Diki yang langsung di hadiahi lemparan bandal dari Lya.


Lya mengambil ancang-ancang untuk memukul Diki. "Sialan lo! Gue ambil balik tuh motor nangis lo!"


"Ampun suhu," jawab Diki.


"Bokap nyokap gue kerja, gue tinggal sama ni bayi gorila pas masuk SMP," jelas Lya.


"Orang tua kamu sekarang dimana?" Tanya Tiara lagi.


"Gak tau," jawab Lya membuat mereka menatap bingung.


"Dih gak jelas! Orang tua sendiri aja gak tau dimana," celetuk Juna.


"Kemarin di Jerman, sekarang gak tau dimana. Biasanya sih di Amerika tapi gak netap, mungkin sekarang lagi di London," jelas Lya membuat Juna dan Elang menganga mendengarnya begitu pula Kevin dan Tiara. Karta dan Noah saling tatap.


"Kerja apa orang tua lo?" Tanya Elang akhirnya.


"Kerja keras bagai kuda!"


Mendengar jawaban Lya membuat mereka semua mendengus. Tiara terkekeh kecil. "Haha bercanda gue, orang tua gue cuma ngurus bisnis biasa doang kok. Kalau gue kaya udah gue bantu ni negara bayar utang."


"Nih!" Noah memberikan Lya sebuah tote bag. Dengan penasaran Lya segera mengecek isinya, sebuah jaket hitam dengan lambang dan tulisan Rakasa menyapa penglihatan Lya.


"Wow," gumamnya.


"Selamat yah! Sekarang kamu resmi jadi salah satu anggota Rakasa," ucap Tiara tersenyum.


Lya hanya cengengesan. "Kita bakal sering ketemu dong mba," jawab Lya pada Tiara.


"Aku bukan salah satu dari mereka," ucap Tiara membuat Lya menoleh pada Karta.


"Lah? Kan lo pacarnya bos kita. Masa bukan anggota?"


"Dengan jadi pacar gue bukan berarti Tiara harus jadi anggota Rakasa juga," jawab Karta akhirnya bersuara. "Terlalu berbahaya."


"Dih bucin!" Celetuk Lya membuat Karta menatapnya tajam. Diki, Juna dan Kevin tengah menahan tawa mereka.


"Ngomong apa lo?" Tanya Karta garang.


"Ngomong apa gue?" Tanya Lya balik. Karta hanya mendengus kesal.


Tawa Juna menggelengar. "Akhirnya ada juga yang berani nyolot sama Karta."


"Gak salah lo lolosin Lya," ujar Elang pada Noah. Noah hanya melirik sekilas.

__ADS_1


...🌻...


Jangan lupa vote, like, komen dan favoritkan pren:)


__ADS_2