
"Assalamualaikum, Kevin ganteng datang," sapa Kevin yang baru saja datang. Lya dan Clarissa menoleh. "Waalaikumsalam," jawab keduanya. "Sendirian?" Tanya Lya yang melihat Kevin datang sendirian.
Kevin mengangguk. "Yang lain bakal nyusul. Gue gak ada kerjaan jadi datang duluan. Gimana keadaan lo?" Tanya Kevin setelah meletakkan keranjang buah yang dia bawa. "Baik bang, Alhamdulillah. Makasu ya udah mau nolongin kita," ujar Lya. "Gak masalah, itu kewajiban!"
Lya berniat untuk duduk namun terlihat kesusahan. "Kata ayah jangan di paksa duduk dulu Gel Gel!" Peringat Clarissa. "Gue pengen duduk Cla," jawab Lya.
Kevin bergerak membantu Lya untuk duduk sedangkan Clarissa menyiapkan bantal sebagai sandarannya. "Kak Noah kesini kan?" Tanya Clarissa pada Kevin.
Kevin menoleh. "Kesini, paling bentar lagi," jawabnya. "Kenapa?" Tanya Kevin lagi membuat Clarissa tersenyum malu. "Gak apa-apa," jawabnya.
Lya merotasikan matanya. "Halah! Palingan mau caper," ujar Lya. "Ih itu namanya bukan caper, tapi usaha untuk pendekatan," jawab Clarissa membuat Lya mendengus, sedangkan Kevin tertawa.
"Noah itu gak mudah di dekatin. Gak pernah pacaran dia, banyak yang mau sama dia gak mau. Gue sih fine fine aja kalau lo mau dekatin dia. Cuma mau bilang semangat aja, semoga berhasil!" Jelas Kevin tertawa geli, pasalnya lelaki itu sangat tau bagaimana sifat Noah.
Clarissa menatap Kevin. "Beneran gak pernah pacaran?" Tanya Clarissa. Kevin mengangguk. "Lo tau? Banyak cewek-cewek yang secara terang-terangan ngedeketin dia, tapu di tolak mentah-mentah. Pas kita kelas X, ada kakak kelas nembak dia di tengah lapangan. Beuhhh! Waktu itu heboh banget, kenapa? Karena Noah nolak tu cewek, kasihan banget hahaha," jelas Kevin.
Lya terlihat penasaran. "Bang Noah nolaknya gimana?" Tanyanya. "Pas tuh cewek bilang Noah aku suka sama kamu, kita pacaran ya? Terus dengan muka datarnya Noah jaeab gue gak kenal sama lo, pergi sana, lo bukan tipe gue. Beuhh rasanya jleb banget," jawab Kevin. Mendengar penjelasan Kevin membuat Clarissa terlihat lesu. Lya yang meliaht itu tertawa. "Kalau lo beneran suka, ya usaha dulu," ujar Lya. Clarissa tersenyum, pasalnya Lya tidak pernah ikut-ikutan dalam hal cinta seperti ini.
Kevin duduk di brangkar Lya sedangkan Clarissa duduk di sofa. "Udah makan siang?" Tanya Kevin pada Lya. "Udah bang," jawab Lya.
Lya menoleh pada buah yang Kevin bawa. "Cla," panggil Lya. "Pengen makan apel," ucap Lya.
Baru saja Clarissa ingin berdiri, Kevin sudah bergerak lebih dulu. "Biar gue aja, lo kayaknya ngantuk, tidur gih," ujar Kevin mengambil sebuah apel dan sebuah pisau kecil. "Iya sih. Aku punya jadwal tidur siang," jawab Clarissa cengengesan. Lya melempar Clarissa dengan tisu. "Lo kan Kukang," sindirnya. Clarissa tidak menghiraukan Lya, dia malah memperbaiki posisinya dan memejamkan matanya.
"Nih!" Kevin menyodorkan sepotong apel yang sudah dia kupas. "Padahal gue bisa sendiri, makasi ya," ucap Lya dan memakan apelnya.
Kevin hanya memperhatikan Lya yang sedang mengunyah apelnya. "Kenapa sih bang?" Tanya Lya yang merasa di perhatikan. Kevin tersenyum. "Gak apa-apa, lo cantik."
Hampir saja Lya tersedak. Dia sudah biasa di puji cantik, tapi sekarang kenapa dia merasa salah tingkah. "Hehe gue emang cantik pakek banget bang," jawab Lya mencoba untuk biasa saja namun Kevin tertawa.
"WOY!! LO NYURI START DULUAN!" Teriak seseorang yang baru saja masuk. Lya dan Kevin sontak menoleh. "Lo teriak-teriak serasa cuma lo doang yang punya mulut," omel Elang pada Juna.
Juna berdiri di depan Kevin dengan berkacak pinggang. "Kenapa?" Tanya Kevin. "KENAPA? LO TANYA KENAPA? Lo kenapa gak nungguin kita?" Tanya Juna balik. Kevin merotasikan matanya. "Gue gak ada kerjaan tadi, kalian lama ya udah gue duluan," jelas Kevin. Juna tersungut-sungut menatapnya tajam.
"Bang jangan teriak-teriak, Kukang gue baru tidur," ujar Lya menunjuk Clarissa. Sontak Juna, Elang dan Noah menoleh kearah Clarissa.
__ADS_1
"Kasihan banget si Clarissa, padahal tadi nungguin Noah. Orangnya datang malah tidur dianya," ujar Kevin menyeringai pada Noah.
Elang menepuk pundak Noah. "Asoyy bakal ada yang sold out lagi nih," ujar Elang. Noah mendengus dan berjalan mendekati Lya. "Gimana keadaan lo?" Tanya Noah.
Lya hanya tersenyum. "Baik bang," jawabnya. "Bang Karta mana?" Tanya Lya celingukan. "Gak tau. Gak datang paling," jawab Juna.
Namun pintu kamar Lya kembali terbuka, Karta muncul dengan paper bag di tangannya. "Panjang umur," celetuk Elang.
Karta mengerutkan keningnya. "Kenapa?" Tanyanya. "Lya nyariin lo," jawab Elang.
Karta berjalan mendekati Lya dan memberikan paper bagnya. "Dari mama, katanya cepat sembuh," ujar Karta. "Kenapa nyariin gue?" Tanya Karta.
Lya menggeleng dan membuka paper bagnya. "Gak apa-apa. Makasi bang, bilang sama mamanya makasi juga," ujar Lya membuat Karta mengangguk.
"Katanya bakal berangkat sama Tiara, terus Tiaranya mana?" Tanya Elang. Posisi mereka sekarang, Elang berdiri diujung brangkar Lya, Kevin duduk di brangkar Lya sebelah kiri, Noah berdiri di depan Kevin menghadap Lya, Karta berdiri di samping kanan Lya. Juna? Laki-laki itu tengah sibuk dengan sebuah apel di tangannya dan duduk di samping Clarissa yang tertidur pulas.
"Dia lagi nonton," jawab Karta.
Elang terlihat berpikir. "Perasaan Dara gak bilang kalau mau nonton."
"Si Kenzi gercep juga," celetuk Juna membuat Karta kesal. "Kenzo selalu selangkah lebih depan ya hahaha!" Kevin ikut mengolok Karta.
Lya yang tidak mengerti pun bertanya. "Kenzo siapa bang?" Tanya Lya pada Kenzo. "Sahabat kecilnya Tiara," jawab Karta.
"Sahabat katanya," celetuk Juna.
"Ya, menurut lo gimana konsep persahabatan antara cowok sama cewek?" Tanya Elang pada Lya.
Lya terlihat berpikir. "Kalau gue sih gak masalah. Tapi kalau di lihat-lihat banyak yang gagal sih," jawab Lya.
"Gagal gimana?" Tanya Kevin.
"Gagal di persahabatannya lah. Karena pada dasarnya, gak ada cowok sama cewek berteman dekat tanpa melibatkan perasaan. Bisa cowoknya yang suka atau ceweknya yang suka," jawab Lya lagi. "Kenapa sih emang?"
Elang tertawa. "Gak apa-apa. Cuma tanya aja, siapa tau ucapan lo bisa bikin semut di tembok jadi sadar!"
__ADS_1
Lya mengerutkan keningnya. "Lo pada nyindir bang Karta ya?" Tanya Lya telak. "Iya," jawab mereka serempak.
Karta tampak muak dengan pembahasan ini. Lya mendongak untuk menatap Karta. "Percaya sama mba Tiara. Gue gak terlalu tau apa yang terjadi, tapi kalau dari kacamata gue, mba Tiara cinta banget kok sama lo," jawab Lya pada Karta. "Gue tau! Mereka aja yang lebay," jawab Karta.
"Ampun suhu," ujar Kevin.
"Ni bocah masih hidup gak sih? Kok gak gerak? Padahal kita dari tadi berisik," ujar Juna menelisik wajah Clarissa.
"Heh! Ngapain lo dekat-dekat," tegur Kevin yang melihat Juna menatap Clarissa dari jarak yang dekat. "Gue harus pastiin dia masih hidup apa gak. Kok gak keganggu sama kita ya," jawab Juna.
"Dia emang gitu bang. Coba lo tarik ujung rambutnya," ujar Lya. Tampa menunggu Juna menarik ujung ranbut Clarissa membuat gadis itu membuka matanya sempurna.
PLAKK
Tawa Lya pecah saat melihat Clarissa menampar pipi Juna.
"What are you doing? That's impolite you idiot! Why are you disturbing my sleep, i was just dreaming," rutuk Clarissa pada Juna.
"Gila tangan lo ringan banget nampol muka orang," ringis Juna.
Lya tertawa terbahak-bahak, jika biasanya Lya lah yang suka mengganggu Clarissa, sekarang dia bisa membuat seseorang juga mendapat tamparan dari gadis bule itu. Tawa Lya tidak berhenti sampai dia meringis kesakitan dan memegang perutnya.
"Ssshh.. aw..," ringis Lya membuat Kevin dan Karta menoleh.
"Sakit? Makanya kalau ketawa jangan berlebihan," ujar Noah yang ternyata lebih dulu mengingatkan Lya. "Luka lo masih basah, jangan banyak gerak!"
Kevin menatap Noah dengan datar. "Tumben kata-kata lo panjang?" Tanya Kevin. Noah hanya mengendikkan bahunya.
"Oh my God! Gel Gel kenapa gak bangunin aku," pekik Clarissa tertahan, gadis itu menatap Lya tajam. "Itu udah di bangunin," jawab Lya.
Clarissa terlihat kesal, dia berdiri dan berjalan menuju toilet. "Dia nanyain lo tadi bang," ujar Lya pada Noah.
...🌻...
Jangan lupa vote, like komen dan favoritkan yaw pren:)
__ADS_1