SEFIRA

SEFIRA
GL 9


__ADS_3

Hai pren:)


Mungkin disini ada pembaca dari SEFIRA. Aku mau beri penjelasan mengenai kenapa aku gak up cerita Fira, itu karena aku belum bisa mikir alurnya ceritanya dikarenakan lagi gak mood sama penilaian apk. Gelya aku up karena aku sudah tulis ceritanya sebulan yang lalu makanya aku up Gelya doang untuk saat ini.


Aku up Gelya juga di SEFIRA untuk sarana promosi.


Sekian terima kasih pren:)


...🌻...


Kini Lya sudah masuk sekolah lagi. Diki mengeluh kebosanan Lya tidak masuk, dia juga merasa tidak bersemangat.


Kini mereka tengah berada di lapangan untuk jam olahraga. Hari ini mereka akan praktek lari estafet. Sebenanrnya Lya sangat malas mengingat cuaca yang sangat terik meski baru jam delapan.


"Kalian cari teman kelompok empat orang aja, setelah itu kita mulai," ucap pak Joshua selaku guru olahraga.


Lya bersama Diki dan Kevin, karena kurang satu mereka mengajak salah satu teman kelas mereka yang belum mendapat kelompok.


"Siapa yang bakal lari pertama?" Tanya Diki.


"Lo pertama, terus Wiya, habis itu gue. Nah Lya terakhir," jelas Keenan. Mereka mengangguk mengerti.


Kini mereka sudah berada di lintasan. Diki pelari pertama bersama ketiga teman-temannya sudah bersiap di garis start. Teman-teman yang lain menyemangati di pinggir lapangan selain tim pelari karena mereka juga harus bersiap.


Prittt


Diki sudah mulai berlari, dia memimpin pertandingan. Tubuh tinggi dan kakinya yang panjang memudahkan dia untuk mengambil langkah besar. Diki menjadi satu-satunya murid yang tinggi di kelas sepuluh dengan tinggi 179 cm, hampir 180cm.


Wiya sudah bersiap menunggu kedatangan Diki.


"Ayo Ki," ucap Lya menyemangati Diki.


Wiya mulai berlari setelah mendapat stik dari Diki. Gadis bertubuh mungil itu terlihat kesusahan, Lya hanya tertawa melihat Wiya yang seperti tidak biasa berolahraga.


"AYO WIYAAA COSPLAY JADI KELINCI DULU, AH UDAH KEK KURA-KURA LO LAMBAT," teriak Lya menggema. Teman-temannya hanya menggelengkan kepala.


"AYO NAN, JANGAN KEK BANCI," teriak Diki pada Keenan. Lya sudah menunggu di garis start. Merasa Keenan sudah dekat, dia berlari kecil dan menerima stik lalu berlari sekuat tenaganya.


"AYO LYAA, KELUARIN JIWA ANJING LO BIAR KENCANG LARINYA," tetiak Diki disambut gelak tawa teman-temannya.


"SIALAN!" Balas Lya.


"Aduh Ya, kok bisa kalah sih," sungut Keenan saat Lya berada di urutan kedua di garis finish.


Haelah banyak bacot lo. Cuma praktik ini, gak ada hadiahnya juga," jawab Lya yang tebgah tergeletak di lapangan.


"Maaf yah, gara-gara aku kita kalah," ujar Wiya pada mereka bertiga.

__ADS_1


"Ya elah santai aja kali. Kalau ada hadiahnya beru gue maki-maki lo. Lagian lo lambat banget, udah cocok lo gue panggil kura-kura," jawab Lya pada Wiya.


...🌻...


Keenan melirik kearah bangku Diki dan Lya. "Woy balik ini main dulu yuk," ajka Keenan pada kedua manusia itu.


"Main apa? Gaple? Kasti? Atau masak-masakan?" Tanya Lya.


"Main rumah-rumahan aja gimana?" Tanya Diki.


Keenan berdecak. "Ck! Serius dong. Gie bosan di rumah sendirian, orang tua gue lagi pergi."


"Mau kemana? Gue malas kalau gak ada tujuan," jawab Lya.


"Gue ajak teman gue di kelas seeblaj. Kita main di rumah gue aja gimana? Jambu air gue buah banyak. Entar kita ngerujak, ada kedondong juga."


Diki bersorak kegirangan. "Cakep tuh! Gue emang lagi pengen makan jambu air. Kemarin niat nyolong punya tetangga tapi malah ketahuan," ujarnya.


"Niat lo aja udah gak bener. Kenapa gak minta aja sih?" Tanya Keenan saat mereka berjalan keluar kelas.


"Buah hasil palingan itu rasanya lebih segar dan nikmat," jawab Lya.


Keenan menggelengkan kepala tak habis pikir. Diki dan Lya adalah definisi badung yang sesungguhnya.


"Red ayo," ajak Keenan pada temannya.


"Anjayy sok keren lo," tambah Diki.


"Lo pada kenapa gak makek jaketnya juga?" Tanya Eadred.


"Simpan biar baru terus," jawab Lya terkekeh.


Mereka mulai meninggalkan sekolah, Diki sudah boleh membawa motor batunya meski harus ekstra usaha untuk mendapatkan izin dari bundanya.


Tiga motor sport itu berjalan beriringan keluar sekolah. Tanpa mereka tau ada beberapa motor yang mengejar mereka.


Eadred yang menyadari itu langsung memberitahu Keenan. "NAN, KITA DI IKUTIN," teriaknya membuat Keenan maupun Diki menoleh kebelakang.


"ITU SI RAKSA KI," teriak Lya.


"DAKSA, BEGO!" Jawab Diki.


"KEBUT!" Perintah Keenan. Mereka langsung menarik gas motornya untuk menghindari kejaran motor itu. Lya kembali menoleh dan menghitung musuh. "GILA! ADA LEBIH DUA PULUH ORANG," teriaknya panik.


"MATI KITA!" Balas Diki.


Eadred yang memimpin jalan berbelok mencari jaaln sepi, dia takut jika aksi kebut-kebutan mereka mengganggu pengendara lain dan menyebabkan kecelakaan.

__ADS_1


Mereka semakin kelabakans saat beberapa motor musuh sudah memotong jalan mereka. Mau tak mau mereka berhenti.


"Ngapain kabur? Takut lo?" Tanya Lioniel.


Lya menatap sinis pada lelaki itu. "Ck, gak kapok lo? Apa perlu gue msukin lo ke liang lahar biar gak ngerusuhin orang."


"Gue udah nyari lo berdua dari kemarin. Akhirnya kita ketemu juga, bonus dengan dua anggota baru Rakasa," jawab Lioniel. "Oh atau jangan-jangan lo berdua juga anggota Rakasa?"


"Kalau iya kenapa? Masalah?" Tanya Diki.


Tanpa mereka sadaru, Eadred sedari tadi sudah mengeluarkan ponselnya dan menghungi seseorang. "Bang tolongin hue," ucapnya pelan lalu mengjidupkan lokasinya.


"BACOT! SERANG!" Perintah Lioniel. Anak buahnya langsung menyerang keempat anak manusia yang tengah berdoa untuk keselamatannya.


BUGH


BUGH


BRAKK


Arrghh


BUGH


Lya melawan tiga orang sekaligus. Dia mendengus saat melihat Lioniel dan lima orang lainnya hanya duduk di atas motor sambil tersenyum remeh.


"BANGSAT!" Umpat Diki saat mendapat tendangan.


BUGH


Lya memukul telak salah satu lawannya hingga tumbang.


BRUKK


Lya mendapat tendangan keras membuat langkahnya mundur. Dia belum terlalu pulih untuk bertarung lagi.


Saat tubuhnya sudah tidak tahan menahan sakit, dia melihat beberapa motor mendekat. Sedikit lega saat tau bahwa itu adalah Karta dan beberapa anggota lainnya. Mereka dengan cepat membantu membuat Lya menyingkir, dia rasa butuh nafas terlebih dahulu.


Lya melihat Karta yang melawan Lioniel. Jika di lihat, Lioniel masih kalah jauh dari Karta. Lya juga melihat Kevin dan Juna menghajar lawan habis-habisan, terlihat Elang juga yang terlihat cukup handal, mata Lya menangkap Noah yang terlihat berbeda.


"Wah! Gue pikir bang Noah gak sekuat itu. Makin ganteng aja dia begitu,"gummanya menatap kagum Noah yang terlihat keren saat berkelahi.


BRUKK


Lya tersungkur karena seseorang menendangnya.


...🌻...

__ADS_1


Jangan lupa vote, like, komen dan favoritkan pren:)


__ADS_2