SEFIRA

SEFIRA
GL 48


__ADS_3

Chapters sebelumnya sudah di revisi! Silahkan baca ulang sebelum lanjut untuk part yang ini!


...🌻...


Suara notifikasi dari ponsel Lya berbunyi. Dengan santai gadis itu membuka ponselnya, sedetik kemudian dia mengepalkan tangannya.


"Gue izin keluar bentar ya bang, ada urusan penting," ujar Lya pada Noah. Tanpa mendengar jawaban Noah, gadis itu sudah berjalan meninggalkan ruangan itu.


Lya berjalan cepat menuju area kolam renang belakang sekolah. Gadis itu tidak berekspresi sama sekali membuat beberapa murid menatapnya penasaran. Biasanya Lya akan tersenyum sok kenal dengan orang-orang.


Setelah sampai di kolam renang, Lya bisa melihat Clara dan teman-temannya berdiri di dekat kolam.


"Keroyokan nih ceritanya?" Tamya Lya tersenyum miring. Pasalnya Clara meminta Lya datang sendirian untuk menemuinya.


Clara ikut tersenyum. "Iya! Takut? Katanya jagoan, pentolan Rakasa kan?" Clara berujar dengan nada remeh membuat Lya mendekatinya dengan emosi. Namun gadis itu lebih memilih untuk ikut permainan apa yang akan dimainkan Clara.


Lya berdiri bersedekap dada di depan Clara. "Jadi lo mau apa?" Tanya Lya santai.


PLAKK


Wajah Lya memerah, tangannya terangkat untuk menyentuh pipinya.


"Itu balasan buat lo yang nampar gue kemarin," ujar Clara. "Guys!" Tambah Clara lagi, dua temannya bergerak untuk memegang tangan Lya.


"APA-APAAN NIH?" Sentak Lya memberontak untuk melepaskan diri. "PENGECUT LO!"


"Gue akui lo emang hebat bela diri dan gue gak sebanding sama lo! Tapi itu gak ngebuat gue berhenti untuk balas dendam ke lo," ujar Clara menunjuk kening Lya jijik. "Gue gak peduli sama geng motor lo itu. Kalau lo pikir takut? Jawabannya nggak? Gue bukan orang biasa Lya. Gue bisa ngelakuin apapun yang gue mau dan gue bakal bisa dapetin itu semua!"


PLAKK


Lya kembali di tampar.


Clara dan teman-temannya tertawa.


"LEPAS ANJING! SIALAN KALAU LO BERANI KITA DUEL AJA!" Amuk Lya mencoba melepaskan diri.


BUGH


Clara memukul Lya. Lya cukup terkejut mendapat pukulan itu, tidak terlalu keras tapi cukup membuatnya pusing.


"Gue harus berterima kasih sama lo, karena pengen balas dendam gue sekarang mulai jago bela diri. Pembelajaran singkat yang menguntungkan, perlu berterima kasih nih sama Devan."

__ADS_1


Lya mengeram marah mendengar ucapan Clara. Sebenarnya siapa Clara ini, apa hubungan dia dengan Devan.


"Bingung kenapa gue bisa dekat dengan Devan?" Tanya Clara mencengkram dagu Lya. "Devan itu jodoh gue. Kita dijodohin, bokap dia sama bokap dia temenan. JADI GUE TEKANIN SEKALI LAGI SAMA LO BUAT GAK USAH DEKATIN DEVAN!"


BUGH


BUGH


Tubuh Lya jatuh ke lantai. Bibirnya sobek dan lebam di bawah matanya. Lya hampir menangis, entah kenapa dia merasa sangat lemah sekarang.


"Nyerah?" Tanya Clara tertawa bersama teman-temannya. "Lemah!" Ujarnya.


Lya mengepalkan tangannya, dia berdiri untuk membalas Clara namun tiba-tiba tubuhnya terdorong dan masuk kedalam kolam.


BYURR


Rima mendorong Lya masuk ke kolam.


"Selamat mandi siang upik abu!" Tawa Clara menggema, gadis itu berjalan pergi bersama teman-temannya.


"Good!" Gumam seseorang mematikan kamera ponselnya dan memasukkannya ke dalam tas. "Ayo cabut," tambahnya lagi.


"Jess," panggil temannya.


"Apa?" Tanya Jessy pada Zia.


"Kayaknya Lya gak bisa berenang deh," ujar Zia meringis menunjuk Lya yang berusaha menyelamatkan diri.


"To-long! To-long!" Teriak Lya meminta tolong, tubuhnya memberontak di dalam air. Perlahan tubuhnya tenggelam seiring berhentinya pergerakan air karena Lya. "Tol-long!"


"****!" Umpat Jessy berlari melempar tasnya dan melompat kedalam kolam.


"JESSY!"


"LYA!"


Laura dan Zia berteriak bersamaan.


"Oh my God! Lyaaaaa!" Teriak Zia berjongkok di pinggir kolam.


Jessy menyelam untuk menggapai tubuh Lya. Saat sudah berada di permukaan kedua temannya membantu untuk menarik Lya keatas.

__ADS_1


"Clara sialan!" Umpat Jessy.


"Lya? Hei? Oh my God dia gak sadar," panik Zia. Tangannya menepuk-nepuk pipi Lya.


Laura mendorong Zia. "Minggir!" Ujarnya, tangannya dia letakkan di dada Lya dan menekankannya.


Zia lupa bahwa Laura adalah anggota PMR.


Uhukk


Uhuukk


Uh-hukk


Lya terbatuk menyemburkan air yang tertelan.


"Oh God! Ada gunanya juga lo gabung PMR!" Celetuk Zia pada Laura membuat gadis itu merotasikan matanya jengah.


Jessy membantu Lya duduk. "Lo gak apa-apa?" Tanya Jessy.


Lya menaytap Jessy dan teman-temannya dengan matanya yang berkaca-kaca membuat Jessy panik.


"Hiks makasih hiks hiks."


Ketiga gadis yang mendengar ucapan Lya terkejut. Tubuh Lya bergetar, bayangan saat dia tenggelam di kolam renang rumah saat masih kecil menghantuinya sekarang. Lya memang tidak bisa berenang, dia takuy dan trauma. Gadis ini pernah hampir mati jika saudaranya tidak cepat menemukan dia di dasar kolam.


"Lo kenapa nangis?" Tanya Jessy.


"Hiks.. I hate hiks swimming pools!"


Air mata Lya tidak berhenti mengalir, tubuhnya semakin bergetar. Dengan ragu Jessy memeluk tubuh basah Lya. Tangannya terulut mengusap punggung Lya, Zia mengerucutkan bibirnya terharu melihat Jessy, tanpa memperdulikan tubuh Lya dan Jessy yang basah Zia ikut memeluk kedua gadis itu.


"Gue juga gak bisa berenang," ujar Zia.


Laura hanya tertawa. Tangannya terulur mengacak rambut basah Lya. "Gue gak ikutan meluk ah, kalian basah," ujarnya.


Setelah tenang, Lya tersenyum menatap ketiga sekawan itu. "Makasih sekali lagi. Maaf kalau lo harus ikutan basah karena nolongin gue," ujar Lya pada Jessy.


"Anggap aja gue balas budi," jawab Jessy.


...🌻...

__ADS_1


Jangan lupa vote, like, komen dan favoritkan yaw pren:)


__ADS_2