
"Kenapa tuh rame-rame?" Tanya Kevin yang duduk di depan kelasnya.
"Dih! Si tiga curut tuh," celetuk Juna melihat Lya, Diki dan Keenan.
"Gue akui visual mereka gak diragukan lagi," ujar Elang yang menggunakan almamater OSISnya.
"Calon penerus kita tuh," ujar Juna kembali.
"Hah?" Beo Kevin tidak paham.
Juna menoleh pada Kevin. "Kita kan ganteng-ganteng!"
Kevin merotasikan matanya. "Gue aja! Lo nggak," jawabnya pada Juna.
Kini Lya dan teman-temannya sudah berada di pinggir lapangan, lawan mereka juga sudah berada disana.
"Kita langsung mulai aja ya, biar gak kelamaan," ujar salah satu anggota OSIS yang menjadi wasit. Para pemain sudah memasuki lapangan, Lya berdiri di tengah-tengah berhadapan dengan salah satu musuhnya. Kondisi lapangan mulai ramai, banyak yang menonton untuk menyemangati mereka yang bertanding, namun tidak sedikit juga dari mereka yang memanfaatkan situasi untuk melihat gadis-gadis cantik yang berada di lapangan. Tentu saja, itu adalah kesempatan bagus bagi kaum Adam.
Prittt
Lya mendapatkan bola, dia mendribble bola lalu mengoper pada Nita. Lya berlari ke depan selagi Nita saling mengoper dengan yang lainnya. Bola yang berada di tangan Aulia segera di lemparkan kuat pada Lya. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Lya melempar bola hingga masuk kedalam ring.
Gadis itu berlari menuju teman-temannya sambil tersenyum, dia bergaya di depan teman kelasnya. Menyombongkan kemampuannya adalah hal wajib bagi Lya.
"Cantik banget woyy!!"
"Kira-kira dia mau gak ya sama gue?"
"Udah punya pacar gak ya?"
"Anak Rakasa itu, katanya jago mukulin orang!"
"Gayanya gak banget!"
"Keliatan banget centilnya."
"Ck.. gue juga bisa begitu!"
Begitulah ujaran yang muncul dari beberapa murid. Para siswa yang memuja Lya, sedangkan beberapa siswi yang merasa iri malah mengatai Lya.
Kelas Lya memimpin pertandingan, Lya tidak menyangka teman kelasnya juga pintar bermain basket. Dia semakin bersemangat hingga tidak sadar menyenggol musuhnya hingga terjatuh.
BRUKK
"Eh sorry-sorry, gue gak sengaja," ucap Lya mengulurkan tangannya berniat membantu tim lawannya berdiri.
__ADS_1
"Sengaja ya lo?" Sentak gadis itu tidak senang pada Lya.
Lya mengernyitkan dahinya menatap gadis dengan nama Fiona itu. "Gue gak sengaja, maaf," balas Lya.
Lya dapat melihat raut kebencian dari Fiona. "HALAH LO SENGAJA KAN? SECARA LO NGERASA BANGGA KARENA SKOR LO LEBIH TINGGI!"
Lya mengerjapkan matanya beberapa kali. Kenapa gadis di depannya ini malah memakinya.
"Ini kenapa mlaah berantem sih?" Sang wasit menengahi.
"Gue gak sengaja dan gue udah minta maaf," jelas Lya dengan sabar. Moodnya sedang bagus hati ini, dia tidak mau membuat masalah yang berakhir di amuk bunda Intan nanti.
"Lo pasti sengaja. Gaya lo sok banget tau gak? Sok cantik lo," ujar Fiona menunjuk Lya dengan tidak santai.
Mereka menjadi pusat perhatian sekarang. "Dia gak sengaja! Gue juga lihat kalau dia gak sengaja. Lagian lo gak kenapa-kenapa yuh," balas Bayu sang wasit pun ikut berujar. Memang dia melihat bahwa Lya tanpa sengaja menyenggol Fiona.
"Lo ngebela dia? Jelas-jelas dia salah. Jangan gara-gara dia anak Rakasa terus lo bela dia seenaknya," tukas Fiona pada Bayu. Gadis itu menoleh pada Lya dan menatapnya remeh. "Udah ngasih apa lo ke inti Rakasa sampai bisa lolos?"
Habis sudah kesabaran Lya. Bahkan tidak sedikit yang terperangah dengan ucapan Fiona, mengapa gadis itu berani berucap seeprti itu. Inti Rakasa yang memang menyaksikan itu pun berjalan ke pinggir lapangan.
"Mau gue cabein tuh mulut?" Tanya Lya dengan wajah datarnya. "Lo begini karena gak lolos seleksi kan? Eh gimana mau lolos, bentukan kaya cabe begini," ujar Lya membuat wajah Fiona memerah.
PLAKK
Lya menoleh akibat tamparan Fiona. Diki sedari tadi sudah mau masuk kedalam lapangan tapi di tahan oleh Keenan. "Lya bisa ngadepin tuh cewek," ujar Keenan pada Diki.
Karta menggeram marah, mengapa dia ikut di seret kedalam pertikaian tidak bermutu ini.
PLAKK
"Jaga mulut lo!"
PLAKK
"Jangan cari masalah sama gue!"
PLAKK
Fiona terjatuh karena Lya menamparnya bolak balik. Semua yang berdiri di sisi lapangan menganga ngeri, bahkan Bayu sang wasit saja terdiam melihat Lya.
Lya berjongkok di depan Fiona. "Lo salah berurusan sama gue," ucap Lya mendorong kening Fiona dengan telunjuknya lalu pergi menjauh dari sana. Diki berlari mengikuti Lya.
"Ya! Tungguin," pekik Diki. "LYAAA!"
"Berisik," sentak Lya.
__ADS_1
"Mau kemana?" Tanya Diki yang melihat Lya berjalan kearah gerbang.
"Panti," jawab Lya.
Diki mengernyit. "Ngapain?"
Lya menghentikan langkahnya. "Gue udah janji bakal beliin Dirga skuter."
"Ya udah tunggu, gue ambil motor dulu," ujar Diki berlari ke parkiran.
"Mau kemana neng?" Tanya penjaga sekolah yang melihat Lya mendekati pagar.
"Mau ke rumah sakit pak," jawab Lya sekenanya.
"Siapa yang sakit?" Tanya penjaga sekolah lagi.
"Saya," jawab Lya yang langsung saja keluar tanpa menghiraukan penjaga sekolah yang terus memanggilnya.
...🌻...
Diperjalanan, Lya tidak banyak bicara membuat Diki merasa aneh karena biasanya gadis yang ada di belakangnya ini tidak akan henti-hentinya berceloteh jika sudah di atas motor.
"Ucapan cewek tadi gak usah di dengerin, gak usah di inget lagi," ujar Diki. Lya hanya diam, dia menyenderkan kepalanya di punggung Diki. Diki mengelus tangan Lya yang melingkar di perutnya.
Setelah sampai di toko mainan. Lya dan Diki segera masuk kedalam.
"Cari apa kak?" Tanya penjaga toko ramah.
"Mau nyari skuter buat adik saya," jawab Lya.
Penjaga toko itu memimpin jalan mereka menuju barisan skuter. Lya melihat barang yang sama dengan yang ada di panti. "Yang hitam ini kak," kata Lya menunjuk salah satu skuter listrik.
"Ini harganya Rp 2.999.900 kak. Mau yang ini?" Tanya pegawai itu.
"Iya," jawab Lya mengangguk.
Pegawai itu segera mengotakkan skuter yang di beli Lya. "Kakak naik motor? Ini skuternya mau di bawa sendiri atau pakai kurir aja?" Tanya pegawai itu menawarkan.
Lya menatap Diki dengan pandangan bertanya. "Kurir aja, motor kita gak bisa bawa begini entar lo jatih," jawab Diki. Setelah membayar, Lya dan Diki keluar.
"Kita mampir ke Indo dulu ya," ujar Lya menunjuk sebuah bangunan yang ada di depannya. Diki dan kurir itu menunggu di depan sedangkan Lya masuk sendiri.
...🌻...
Jangan lupa vote, like, komen dan favoritkan yaw pren:)
__ADS_1
Alapyuu pren semua.