SEFIRA

SEFIRA
GL 29


__ADS_3

"Ya keluar! Biar Clarissa yang nyetir," ujar Diki mengetuk kaca mobil.


Lya tidak menghiraukan Diki, gadis itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. "Bangsat!" Umpat Diki.


"Lya bisa bawa mobil kan?" Tanya Kevin khawatir pada Diki.


Diki mengangguk. Lya memang bisa mengendarai mobil, bahkan Lya juga bisa membawa motor. Lya hanya tidak ingin, sudah terbiasa menjadi penumpang.


Clarissa menggenggam seat belt nya dengan kencang. "Ya jangan ngebut-ngebut gini," ujar Clarissa ketakutan.


Lya tidak menghiraukan Clarissa, gadis itu hanya menatap jalanan dengan datar, Clarissa tau bahwa Lya sedang emosi. Tiba-tiba mobil mereka berhenti di sebuah bangunan beryingkat. Clarissa terkejut saat tahu tempat apa yang mereka kunjungi.


"Why are we here? Let's go home!" Ujar Clarissa pada Lya yang sedang melepas seat belt.


"Lo aja yang pulang, gue mau disini."


Clarissa menggeleng lalu menarik tangan Lya. "Please don't. Kita gak boleh ada disini Gel Gel. Ini tempat haram!"


Lya melepaskan tangan Clarissa. "Sebentar doang, gue mau minum abis itu balik. Lo balik duluan aja," jawab Lya lalu turun dan masuk ke dalam.


Clarissa gelagapan, gadis itu tidak tau harus bagaimana. Dia tidak ingin masuk ke dalam, sedangkan Lya sudah ada di dalam. Jika dia meninggalkan Lya maka dia tidak yakin gadis itu akan pulang dengan baik-baik saja. Dengan keberanian penuh Clarissa turun dan masuk ke dalam club tersebut.


Aroma alkohol menyeruak di indra penciuman Clarissa. Gadis ituengedarkan pandangannya mencari Lya, sesekali tubuhnya bertabrakan dengan pengunjung lainnya.


"Oh my God forgive me," gumam Clarissa.


Clarissa melihat Lya yang duduk di meja bar, Clarissa menggeleng melihat Lya yang baru saja meneguk minuman di gelas kecil miliknya.


Jika kalian pikir Lya tidak mengenal hal seperti itu, maka kalian salah. Gelya Rawangsa adalah gadis yang sangat sulit di tebak, dia melakukan apa pun yang dia mau. Hal semacam ini sudah pernah dia lakukan meski tidak sering. Lya akan ke tempat seperti ini hanya untuk minum jika dia merasa butuh dan Lya butuh itu sekarang.


Clarissa duduk di samping Lya. "Ayo pulang!" Suara Clarissa sedikit besar agar terdengar jelas oleh Lya. Suara dentuman musik yang memenuhi ruangan membuat Clarissa pusing.


Lya menoleh. "Ngapain disinu? Udah gue bilang balik aja," jawab Lya. "Aku gak mungkin ninggalin kamu. Let's go home," jawab Clarissa. "Sebentar lagi," ujar Lya kembali meneguk segelas Vodka.


"Siapa Ya?" Tanya bartender yang beridri di depan Lya. Lelaki itu menunjukkan Clarissa dengan dagunya.


Lya mendongak. "Sepupu gue," jawab Lya. "Cantik banget siapa namanya?"


Lya menatap tajam lelaki itu. "Gak perlu tau!" Jawab Lya tajam. Clarissa hanya menunduk dan memilin ujung hoodie Lya karena takut.


BRAKK

__ADS_1


Lya dan Clarissa menoleh ke belakang melihat sebuah keributan kecil di salah satu meja. Mata Lya menyipit memperhatikan seseorang disana.


"Gak usah macem-macem lo sama gue!" Ujar seorang wanita yang Lya kenal. Pakaian wanita itu cukup terbuka dengan rok pendek dan baju tanpa lengan.


Lya berdecih melihat gadis itu menampar laki-laki yang berusaha untuk menciuminya. Terlihat bahwa keduanya sudah mabuk, tapi gadis itu masih setengah sadar dan menolak untuk di sentuh laki-laki tinggi di hadapannya.


"Ayolah Jess, gue tau lo juga suka sama gue," ujar salah satu dari kedua lelaki disana. "Nggak!" Jawab Jessy lalu keluar dari sana.


Mata Lya masih mengikuti pergerakan Jessy. Saat tubuh Jessy menghilang dari balik pintu Lya melihat kedua lelaki itu mengikutinya.


"Ck.. Ka, nih duitnya," ujar Lya pada bartender itu lalu berdiri, sebelum pergi Lya masih sempat meneguk air di gelas ketiganya itu dan menarik Clarissa keluar dari sana.


Clarissa dapat bernafas lega saat menghirup angin segar yang ada di luar. "Masuk mobil, tungguin gue disana," ujar Lya melangkah kearah salah satu gang gelap. "Mau kemana?" Tanya Clarissa. "Masuk Cla!" Suara tajam Lya membuat Clarissa mau tidak mau menurut.


Lya sampai di dekat sana, dia bisa melihat Clarissa yang sedang di lecehkan kedua laki-laki yang mengikutinya. "GANTENG DOANG *****-***** CEWEK DI DEPAN GANG!" Teriak Lya menghentikan aksi kedua laki-laki itu, Jessy yang sudah terduduk di tanah.


Salah satu dari mereka berjalan ke arah Lya. "Siapa lo? Gak usah ikut campur!"


Lya berdecih. "Gak mampu bayar hotel? Atau perlu gue bayarin?" Jawab Lya tersenyum remeh.


Laki-laki itu sudah berdiri di depan Lya. "Cantik juga! Lebih vantik dari Jessy, bro." Laki-laki itu berucap pada temannya. "Mau main sama kita juga?" Tanya laki-laki itu dengan menyeringai.


"Boleh," jawab Lya.


Laki-laki itu terpental mencium aspal, Lya menendangnya dengan kuat. "Katanya mau main? Masa cuma segitu doang udah tumbang. Gak jadi gue bilang ganteng deh, lo jelek."


Laki-laki yang satunya berlari kearah Lya, melayangkan tinjunya namun berhasil di tangkis. Lya memukuli mereka berdua secara brutal. Dia yang sudah terpengaruh alkohol tidak bisa menahan diri untuk menghentikan aksinya, bahkan kedua laki-laki itu sudah tidak sadarkan diri Lya masih manendangnya.


"LYA STOP!" Teriak Clarissa menarik tangan Lya. Hampir saja Lya memukul Clarissa. "NGAPAIN KESINI? GUE SURUH LO TUNGGU DI MOBIL BEGO!" Maki Lya pada Clarissa.


Clarissa memejamkan matanya menerima makian Lya. "Mereka udah gak sadar Ya, kita pulang aja," ujar Clarissa. Lya melihat kedua laki-laki yang sudah tidak sadarkan diri itu, tanpa bersuara dia berjalan dan masuk ke dalam mobil.


Lya duduk di kursi samping kemudi, dia masih sadar untuk tidak membahayakan keselamatan mereka berdua dengan menyerahkan setir pada Clarissa. Bukannya membuka pintu kemudi, Clarissa malah membuka pintu penumpang. Lya membuka mata dan melotot tidak percaya.


"Ngapain lo bawa dia!" Ujar Lya melihat Jessy yang sudah tidak sadarkan diri. "Dia pingsan, gak mungkin kan kita tinggal kalau dia di gangguin sama orang lain gimana?" Jawab Clarissa.


Lya mendengus. "Bukan urusan gue! Keluarin lagi," titah Lya. Clarissa menggeleng. "Badannya berat, buat bawa ke mobil aja aku butuh bantuan mas-mas yang lewat tadi. I'm so sorry Ya, we can't leave her there, she's a girl," jawab Clarissa menjalankan mobilnya.


"Terus mau lo bawa kemana?" Tanya Lya tidak suka. "Home!"


Lya memejamkan matanya, rasa pusing menyerangi kepalanya. "Lo gak tau aja dia siapa," desis Lya yang memilih untuk tidur.

__ADS_1


Mobil Clarissa sudah memasuki halaman rumah. Clarissa memanggil pelayan yang membuka rumah.


"Pak tolong angkat perempuan yang ada di kursi belakang terus bawa ke kamar tamu," perintahnya.


"Baik non!"


Clarissa melihat Lya berjalan sempoyangan memasuki rumah.


"Mba tolong di gantiin ya bajunya, pakai piyama rumah aja," ujar Clarissa pada salah satu pelayan di rumah. Lalu dia masuk menyusul Lya.


Clarissa melihat pintu kamar Lya yang tidak tertutup, segera dia masuk dan mendapati Lya yang sudah tertelungkup kasurnya. "Gel Gel, ganti baju dulu."


Lya tidak bergerak, gadis itu sudah sangat pulas. Clarissa menghela nafas lalu menyelimuti tubuh Lya.


"Good night Gel Gel," bisiknya lalu keluar.


🌻


Pagi harinya, Clarissa sudah bersiap untuk sarapan. Clarissa sudah melihat sarapan sudah siap.


"Pagi bi Tina," sapa Clarissa kepada kepala pelayan itu. "Pagi non. Non Lya belum bangun?" Tanya bi Tina. "Lagi mandi bi," jawab Clarissa.


"Mba, tolong panggilin perempuan yang semalam ya, biar sarapan bareng," titah Clarissa pada salah satu pelayan.


Clarissa menunggu di meja makannya. Tidak lama Jessy datang muka yang canggung. "Halo? Gimana keadaan kamu? Kamu baik-baik aja kan?" Tanya Clarissa ramah.


Jessy tersenyum canggung. "Gue baik-baik aja kok, makasi ya!"


Clarissa tersenyum. "Kalau mau berterima kasih itu sama Lya, dia yang tolongin kamu!"


"Hah?" Beo Jessy.


Tap tap tap


Clarissa dan Jessy menoleh ke arah tangga. Clarissa tersenyum menyambut Lya sedangkan Jessy melotot sempurna.


"Morning Gel Gel," sapa Clarissa.


Lya mengangguk. "Pagi!"


Clarissa menoleh pada Jessy. "Nah! Dia yang selamatin kamu semalam dan ini rumah dia," ucapan Clarissa membuat Jessy bungkam.

__ADS_1


...🌻...


Jangan lupa vote, like, komen dan favoritkan yaw pren:)


__ADS_2