
"Selamat pagi bunda," sapa Diki setelah duduk di meja makan.
"Selamat pagi bundaku!" Lya ikut menyapa setelah sampai di meja makan.
"Selamat pagi," jawab bunda Intan. "Semangat banget kayaknya?"
Lya tersenyum manis. "Semangat dong!" Diki memutar bola matanya malas.
"Sarapannya di habisin, terus berangkat sekolah. Nanti telat!"
"Siap bunda!"
Kini Diki dan Lya tengah berada di atas motor. Mereka sedang berada di lampu merah bersama para pengendara lainnya. Entah mengapa rasanya Lya sangat bersemangat hari ini, padahal tidak ada yang spesial.
Lya melangkahkan kakinya menuju kelas. Senyum manis terukir indah dibibirnya. Berjalan berdampingan dengan Diki dan menyapa beberapa murid lainnya.
"Gel Gelllll!"
Lya dan Diki berhenti dan berbalik. Mereka melihat Clarissa berlari kearah mereka.
"Pagi!" Sapa Lya pada Clarissa.
"Pagi!" Balas Clarissa tersenyum.
Mereka berjalan menuju kelas bersama. Diki berdiri di tengah sambil merangkul kedua gadis cantik di sampingnya.
"Senangnya dalam hati.. kalau beristri dua..," celetuk Keenan seolah-olah tengah bernyanyi.
Diki melepas rangkulannya saat sampai di depan kelas Clarissa. "Enak ya jadi gue?" Bangga Diki.
"Dih! Jijik gue," jawab Keenan.
"Lya!" Panggil seseorang.
Lya menoleh. "Kenapa mba?" Tanya Lya pada Tiara yang ternyata memanggilnya. "Kamu ikut olim kan? Bisa ikut aku?" Tanya Tiara.
Lya mengangguk. "Izinin gue!" Ujar Lya pada Diki dan pergi bersama Tiara. "Duluan ya," pamit Tiara sebelum pergi.
Lya memasuku ruang OSIS. Ternyata disana sudah ada beberapa orang lainnya. Lya melihat Elang yang tengah berbincang dengan pak Burhan, ada beberapa murid yang Kya yakini juga di pilih untuk mengikuti olimpiade.
Lya melihat Noah yang baru masuk ruangan. "Bang Noah ikut juga?" Tanya Lya terkejut.
"Iya," jawab Noah yang baru saja masuk.
Lya mendekati Elang. "Kok lo gak bilang bang? Katanya bang Noah gak mau ikut beginian?" Tanya Lya. "Dua juga dipaksa, olimpiade tahun ini di sekilah kita, jadi dia mau," jawab Elang.
"Baiklah! Karena kalian semua sudah ada disini, bapak ingin menyampaikan beberapa hal. Kalian akan mulai belajar bersama untuk olimpiade yang akan dilaksanakan sebentar lagi. Karena sekolah kita yang akan menjadi tuan rumah, maka bapak ingin kalian semua bekerja keras."
Mereka yang ada disana mengangguk menanggapi ucapan pak Burhan.
__ADS_1
"Kalian akan di dampingi guru mata pelajaran saat belajar, jadi kalian bisa lebih leluasa jika ingin bertanya soal hal yang tidak kalian mengerti."
Sekarang Lya tengah duduk di samping Noah seyara mengerjakan soal-soal yang diberikan kepada mereka. Lya bersama Noah dan satu lagi kelas 10 bernama Lolita menjadi satu tim.
"Kak Noah, Loli boleh nanya yang ini gak? Agak susah," ucap Lolita mendekatkan tubuhnya ke Noah.
Lya bisa melihat kalau gadis itu tertarik dengan Noah, Lya merasa tidak suka. Bagaimana nasib Clarissa nanti, Lya harus berbuat sesuatu.
"Sini biar gue aja!" Lya menyerobot tempat duduk di tengah-tengah membuat Noah dan Loli mau tidak mau bergeser.
Lolita menatap Lya tidak suka namun tetap mempertahankan senyumnya. "Aduh kak, Loli udah nanya ke kak Noah kok. Biar kak Noah aja!"
Lya melototi Lolita. "Gue lebih pintar dari bang Noah! Gue juara umum disini, biar gue aja. Lo tanya apapun sama gue, biar gue yang jawab!" Ujar Lya menyombongkan diri. Lya merebut kertas soal Loli.
Noah menatap Lya jengah, Noah jelas tau kenapa Lya bertingkah seperti ini.
"Nih! Udah gue kerjain semua. Lo gak perlu nanya-nany lagi!" Lya memberikan lembar soal yang sudah dia jawab semuanya.
Loli menganga menatap kertasnya. Sedangkan Noah menggelengkan kepalanya. Elang dan Tiara yang melihat itu hanya menahan tawa mereka.
"Gue hebat kan bang?" Tanya Lya menepuk pundak Noah.
"Hm!" Jawab Noah kembali fokus pada soal-soal di kertasnya. Lya tersenyum lebar dan menoleh pada Elang dan Tiara, Elang mengacungkan jempolnya pada Lya membuat Lya semakin membangga diri.
"Kita istirahat dulu yuk, laper kan? Ayo ke kantin," tawar Tiara membuat Lya mengangguk semangat.
Elang memimpin jalan menuju kantin diikuti Lya dan Tiara, Noah memilih berjalan di belakang seperti biasa dan ternyata Lolita ikut berjalan di belakang. Lya yang menyadari itu segera menarik Lolita untuk berjalan di tengah-tengah Lya dan Tiara.
Mereka sampai di kantin, Elang pergi untuk memesan makanan. Tiara duduk di samping Noah, dengan cepat Lya menghimpit Noah agar Lolita tidak mendekati Noah. Lya tersenyum manis melihat Lolita yang mau tidak mau duduk di samping Elang. Kantin memang belum ramai karena bel istirahat belum berbunyi.
"Kak Noah rumahnya dimana?" Tanya Lolita yang duduk di depan Noah.
"Di dekat rumah gue. Jangan sekali-kali lo nyoba buat datang kesana, soalnya banyak anjing keliaran disana. Suka gigit orang-orang yang lewat, apalagi orang-orang yang suka ngambil kesempatan dalam kesempitan!"
"Pptthhhhh..." Elang mati-matian menahan tawanya saat mendengar jawaban Lya yang mengada-ada itu.
"Serius kak?" Tanya Loli menatap Noah.
Noah menghela nafasya. "Iya!" Jawab Noah membuat tawa Elang pecah. Bahkan Tiara ikut tertawa meski tidak sekeras Elang.
"Lucu banget kayaknya? Ngetawain apa sih?" Tanya Juna yang baru saja datang bersama Karta dan Kevin.
Tanpa mereka sadari bel istirahat sudah berbunyi.
"Ngetawain ni bicah! Lucu kan bang? Imut-imut gemesin gitu, pengen deh gue bawa terus kasih anjing komplek gue!" Jawab Lya mencolek pipi Lolita. Tawa Elang semakin besar, Tiara bahkan sampai menutup mulutnya.
Karta menatap Noah mencoba bertanya apa yang terjadi tapi Noah hanya mengendikkan bahunya.
"Kak Lya punya masalah ya sama Loli? Kok kayaknya kak Lya gak suka sama Loli?" Tanya Lolita.
__ADS_1
Lya menggeleng cepat. "Ih nggak! Gue cuma gemes aja sama lo!" Jawab Lya. "Gak percaya? Tanya aja bang Noah. Loli gemes kan bang? Gak salahkan kalau gue pengen kasih dia ke anjing komplek kita?"
Noah menatap Lya tajam. "Ya! Gak boleh gitu, omongan lo bikin dia takut!" Tegur Noah.
Lya mengerucutkan bibirnya. Gadia itu melahap mie ayam miliknya dengan sangat cepat. Dapat Lya lihat bahwa Lolita tengah tersenyum sekarang, itu membuat Lya semakin kesal. Lya bahkan tidak menghiraukan mie ayamnya yang masih panas.
"Pelan-pelan!" Ujar Tiara yang tau kalau LYa tengah kesal.
Lya menyelesaikan makannya dengan cepat. "Nih duit mie ayam gue!" Ujar Lya meletakkan uang seratus ribu di atas meja sambil menatap Elang.
"Gak usah Ya! Gue yang traktir. Lagian duit lo banyak banget itu," tolak Elang.
"Ambil aja, sisanya kasih ke dia buat beli lipstik baru!" Jawab Lya lagi menunjuk Lolita terang-terangan lalu pergi dari sana.
Lolita yang ditunjyk Lya sedikit terkejut. "Kak Lya beneran gak suka ya sama aku?" Cicit Lolita. "Nggak kok! Lya emang gitu orangnya. Tenang aja, nanti baik lagi kok," jawab Tiara lembut.
"Gue gak paham! Gue diam!" Celetuk Juna.
Lya berjalan menuju kelasnya. Namun sebuah bola basket bergelinding di dekatnya.
"LEMPAR!" Teriak Diki yang tengah bermain basket bersama beberapa temannya. Daapt Lya lihat ada Keenan, Eadred, Alix dan Devan juga.
Diki menghampiri Lya. "Main gak?" Tanya Diki dan dijawab gelengan oleh Lya. "Gak ah! Lagi gak mood!"
"Tolong bawain hp gue!" Ucap Devan menyodorkan ponselnya pada Lya.
Lya menatap Devan bingung. "Ogah! Pegang sendiri lah," tolak Lya.
"Gue mau main, nanti hp gue jatuh," ujar Devan yang masih menyodorkan ponselnya pada Lya.
"Suruh cewek lo aja. Gue lagi malas ribut, gak liat tuh mata pacar lo hampir keluar ngeliatin gue," ujar Lya menunjuk Clara yang tengah duduk di pinggir lapangan dengan dagunya.
Clara memang sudah berada disana sedari Devan ikut masuk ke lapangan. Baru saja Devan ingin berbicara, Lya sudah pergi meninggalkannya.
"Lo pacaran sama Clara?" Tanya Diki cengo.
Devan manatap Diki datar. "Nggak lah! Gila aja."
Diki berlari kembali ke tengah lapangan meninggalkan Devan yang tengah menatap Clara tajam. Karena jarak yang lumayan jauh, Clara hanya bisa melihat kalau Devan tengah menatapnya tanpa tau maksud tatapan Devan.
"Oh ny God! My baby Devan lagi ngeliatin gue!" Pekik Clara pada teman-temannya.
"Ih Clara enak banget udah di notice Devan. Ayang Alix kapan coba notice Chua," ujar Chua, teman Clara.
"Noah aja masih ngacangin gue," celetuk Rima cemberut. Kedua teman Clara yang lainnya hanya tertawa.
Clara dan keempat temannya itu kembali fokus ke lapangan sambil menebar pesona kepada murid-murid yang lewat.
...🌻...
__ADS_1
Jangan lupa vote, like, komen dan favoritkan yaw pren:)
Tinggal satu part untuk hari ini Xixi