Sincerely Love Nayla

Sincerely Love Nayla
Kalau Baper Gimana?


__ADS_3

Ternyata Farhan sudah memesan satu tempat VIP di sebuah restoran mewah untuk mereka berdua. Terlihat Farhan menuntun Nayla masuk ke dalam ruangan VIP tersebut, setelah keduanya masuk pelayan pun datang, menyerahkan buku menu pada mereka berdua.


"Mau pesan apa Nay?" tanya Farhan, pandangannya fokus pada daftar menu yang ada di tangannya.


"Apa aja, aku ikut Mas Farhan," jawab Nayla.


"Oke," Farhan mulai menyebutkan satu persatu menu yang ia pesan pada pelayan yang ada di sana. Setelah Farhan menyelesaikan pesanannya, pelayan itu pun keluar dari ruangan tersebut.


"Jadi mau nonton?" tanya Farhan saat pelayan itu sudah pergi.


"Sepertinya enggak usah aja deh Mas, kita bisa nonton kapan-kapan aja," timpal Nayla.


"Oke, kapan-kapan kita nontonnya," sebenarnya Farhan pun tidak ingin nonton kali ini, "Kamu ujiannya kapan?" tanyanya.


"Minggu depan Mas, dan pasti kegiatan seminggu ini akan padat, banyak tugas juga," keluh Nayla, ia membayangkan bagaimana hari mendekati ujian akhir semester.


"Makanya belajar yang rajin, kalau kamu kesulitan boleh tanya sama aku," Farhan menawarkan diri, karena ia juga pernah berada di posisi Nayla saat ini, jadi mahasiswa.


"Iya Mas," Nayla tersenyum menanggapi.


"Minggu depan aku ada kerjaan di luar kota, sebenarnya kalau kamu enggak lagi ujian mau aku ajak, tapi karena lagi ujian ya, enggak jadi," papar Farhan, ia menatap wajah Nayla yang duduk di depannya.


"Terus aku di rumah sendiri dong?" tanya Nayla, pasalnya ia takut jika di rumah sendirian.


"Mau nginep di rumah Mama juga enggak masalah, kalau di rumah juga ada Bibik," timpal Farhan.


"Nanti aku pikirkan deh," putus Nayla, ia belum mengambil keputusan yang pasti.


Tak lama dua pelayan restoran datang membawa pesanan mereka, lalu menata di meja depan Nayla dan Farhan, setelah selesai kedua pelayan itu pun pamit.


"Ayo makan, kamu suka kan?" tanya Farhan, ia melihat Nayla yang hanya bengong belum berniat menyentuh makanannya.


Nayla mengangguk, "Iya Mas, aku suka kok," timpal Nayla, lalu ia mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


Farhan pun sama, ia mulai menyantap makanan yang ia pesan tadi.


Di tengah-tengah acara makan mereka, tiba-tiba Farhan menyodorkan sendoknya ke depan mulut Nayla. Tentu saja Nayla tidak peka, ia bingung apa maksudnya.


Seakan tahu jika Nayla bingung, Farhan pun berucap, "Enggak pernah di suapai sama cowok ganteng, kan? Nich biar pernah, aku suapin," ucapnya sambil tersenyum menggoda.

__ADS_1


Nayla memalingkan wajahnya, dia malu dengan apa yang Farhan lakukan, meskipun ia tahu Farhan menggodanya.


"Mau enggak?" tanya Farhan sambil mengedipkan sebelah matanya.


Nayla pun kembali menoleh ke arah Farhan, ia menerima suapan itu dengan malu-malu.


"Enak kan, di suapi?"


Nayla menganggukan kepala sebagai jawaban, karena rasanya bibirnya kaku untuk di gerakkan.


"Gantian dong," ucap Farhan menggoda. Entah kenapa ia suka sekali menggoda Nayla, mungkin karena saat ia goda Nayla terlihat malu-malu.


Dengan sedikit ragu Nayla menyuapkan satu sendok makanan ke dalam mulut Farhan.


"Enak, makasih ya istri kecilku," ucap Farhan sambil tersenyum.


Nayla mengerutkan dahinya, "Kok istri kecil sih?" protesnya.


"Kamu emang masih kecil, kan?"


Nayla mendengus, ia tidak menanggapi ucapan Farhan. Tapi Farhan justru terkekeh melihat Nayla seperti itu.


"Sudah ayo lanjutkan lagi makannya, enggak baik kesal di depan makanan," kali ini Farhan tidak becanda, terlihat dari nada suaranya yang kembali serius.


"Entah kenapa aku suka sekali menggoda kamu Nay, kamu tambah lucu aja saat malu-malu," ucap Farhan dengan tersenyum ke arah Nayla. Mereka sudah menyelesaikan makan malam.


Nayla tersenyum malu-malu mendengar ucapan Farhan.


"Nah kan, malu lagi," celetuk Farhan


"Jangan godain aku melulu dong Mas, kalau aku baper gimana?" tanya Nayla, "Bisa-bisa dalam waktu satu minggu aja aku udah jatuh cinta sama kamu, Mas," tambahnya.


Farhan tersenyum, "Bagus dong, kalau kamu jatuh cinta secepat itu," timpal Farhan.


"Iya, aku jatuh cinta sendiri, Mas Farhan enggak, kan menyakitkan sekali," Nayla mengingat akan beberapa drama yang ia tonton, karena ia belum pernah berpengalaman soal cinta.


"Ya kamu harus berusaha buat aku jatuh cinta," timpal Farhan.


"Gimana caranya?"

__ADS_1


"Banyak caranya, dan kamu harus cari sendiri, masak aku harua kasih tahu ya entak enggak jadi kejutan dong, karena aku udah tahu apa yang akan kamu lakukan," papar Farhan.


"Ayo pulang, udah malam juga ini," ajak Nayla, ia melihat jam di pergelangan tangannya.


Farhan mengangguk, ia lebih dulu membayar makan malam mereka.


Farhan kembali meraih tangan Nayla, sama seperti saat masuk ke dalam restoran tersebut. Nayla pun sudah mulai terbiasa dengan sikap Farhan yanh seperti itu, meskipun ia belum bisa mengartikan maksud Farhan.


"Nay," panggil Farhan, keduanya kini berada di dalam mobil untuk pulang.


Nayla menoleh ke arah Farhan, karena ia tadi fokus dengan ponselnya, "Iya Mas," ucapnya.


"Mau mampir apa langsung pulang?" tanya Farhan pandangannya masih fokus ke arah jalan.


"Pulang aja Mas, aku enggak mau mampir ke mana-mana," jawab Nayla.


Farhan mengangguk, ia fokus mengemudikan mobilnya. Tak lama mereka pun sampai. Keduanya turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam kamar.


"Sholat dulu Nay, setelah itu kalau kamu mau tidur apa belajar terserah," titah Farhan saat ia melihat Nayla sudah merebahkan dirinya di atas ranjang.


"Iya Mas," Nayla pun beranjak, lalu ia menuju kamr mandi untuk berganti pakaian dan berwudhu.


Setelah keduanya selesai sholat berjamaah tentunya, mereka pun mengerjakan tugas masing-masing. Terlihat Farhan lebih santai dari biasanya. Ia melihat ke arah Nayla yang tampak serius belajar, Farhan pun tak berniat mengganggu gadis itu. Ia hanya memperhatikan setiap gerak-gerik gadis itu dari kejauhan.


Terlihat Nayla akan beranjak dari duduknya, Farhan pun bertanya, "Mau ke mana Nay?"


"Ke dapur Mas, mau buat minum, Mas mau?" jawab dan tanya Nayla.


"Biar aku aja yang buatin, kamu lanjut belajar aja," ucap Farhan lalu ia melangkah keluar dari kamar.


Setelah melihat Farhan keluar kamar, Nayla pun kembali melanjutkan belajarnya. Tapi tak lama ia terlelap karena saking mengantuknya.


Saat Farhan kembali ke dalam kamar, ia terkejut melihat Nayla sudah tertidur, meletakkan kepala di atas meja belajarnya. Ia menggeleng melihat kelakuan istrinya itu. Lalu ia mendekati Nayla.


"Nayla, kalau mau tidur jangan di sini, ayo pindah aja," ucap Farhan, ia mengemasi buku-buku Nayla yang berserakan, ia tahu gadis itu lelah setelah seharian menemani adiknya.


Nayla membuka matanya, ia pun mengangguk lalu berjalan dengan sempoyongan ke arah ranjang. Farhan pun menyusulnya, melupakan dua gelas coklat hangat yang ia buat tadi.


"Mau ku peluk lagi enggak Nay?" tanya Farhan saat ia sudah merbahkan diri di samping Nayla.

__ADS_1


Entah sadar apa tidak Nayla mengangguk, lalu Farhan memeluk tubuh istrinya itu. Ia mengecup beberapa kali puncak kepala Nayla. Entah gadis itu sadar apa tidak, karena setelah di peluk oleh Farhan, Nayla terlihat kembali tertidur.


Bersambung.....


__ADS_2