Sincerely Love Nayla

Sincerely Love Nayla
Harusnya Tadi Pulang Lebih Awal


__ADS_3

Seminggu berlalu, malam minggu kemarin Farhan benar-benar membelikan apa yang di minta oleh Nayla. Tentu saja Nayla bahagia mendapatkan semuanya, ia juga bahagia karena sepertinya Farhan sudah mulai mencintainya, meskipun lelaki itu belum pernah mengatakan jika ia mencintai Nayla.


Malam ini Nayla terlihat mondar-mandir di kamarnya, ia sudah siap menyerahkan diri sepenuhnya pada sang suami, terlihat dengan pakaian yang ia kenakan, yang biasanya saat tidur selalu mengenakan piama dan celana panjang, kini dirinya mengenakan pakaian tipis panjangnya di atas lutut. Bahkan atasnya pun memperlihatkan bahunya yang terbuka.


Tetapi yang jadi pikirannya saat ini, sang suami belum juga pulang, padahal ini sudah pukul 21.00 lebih. Memang Farhan mengatakan dirinya akan lembur, tapi entah kenapa sampai semalam ini, karena biasanya jika lembur Farhan akan pulang setelah isya tepat.


Nayla duduk di sisi ranjang, pikirannya berkelana. Banyak pikiran negatif berseliweran, tapi ia selalu menepisnya, ia pwrcaya suaminya tidak akan berkhianat. Sudah beberapa kali mencoba menghubungi Farhan tapi tidak bisa, sepertinya posel sang suami lowbatt. Menghela nafas panjang, menetralkan kekacauan yang tumbuh di hati dan pikirannya.


"Coba punya nomernya Dika, pasti tahu sedang apa suamiku itu," gumamnya.


Nayla merebahkan diri di atas ranjang, menatap langit-langit kamar. "Lebih baik tidur aja sekarang, semoga aja enggak terjadi apa-apa dengan Mas Farhan," bergumam sendiri.


Akhirnya Nayla memilih untuk tidur dahulu, karena ia juga sudah mengantuk, sepertinya tidak akan tahan jika masih bersikeras menunggu Farhan pulang.


¤¤¤


Di sisi lain, Farhan terlihat frustasi, malam semakin larut tetapi ban mobilnya justru kempes, ia masih berada di basment kantor. Ia menyesal kenapa menyuruh Dika pulang terlebih dahulu. Mencari ponselnya, yang berada di dalam saku jasnya, ternyata sudah lowbatt, bahkan ponsel yang satunya juga di bawa oleh Dika.


"Sial, Nayla pasti khawatir banget," kesalnya, ia mau marah tapi pada siapa?


"Belum pulang, Han?" tanya sang sekretaris karena mereka bertiga baru saja rapat dengan klien. Mereka memeng saling mengenal sejak masih sekolah dahulu, berbicara formal jika sedang bekerja.


Farhan menoleh ke arah sekretarisnya, "Ban mobil gue kempes," jawabnya.


"Gue anterin mau enggak?" tanya sekretaris itu yang tak lain adalah Rita.


"Enggak usah, makasih. Gue naik taksi aja," Farhan menolak ajakan sekretarisnya, ia tidak enak jika harus berdua dengan perempuan yang bukan muhrimnya, apalagi ini malam hari.


"Oke, terserah lo, jam segini jarang ada taksi," timpal Rita, ia memasuki mobilnya meninggalkan Farhan seorang diri.


Farhan tidak memperdulikan ucapan Rita, ia berjalan menuju gerbang utama. Menemui satpam yang sedang berjaga malam.


"Pak Totok, bisa pesankan saya taksi online? Hape saya mati, mobil saya di dalam bannya kempes," ucap Farhan panjang lebar.

__ADS_1


"Boleh Pak, sebentar saya pesankan," satpam bernama Totok itu pun melaksanakan tugasnya.


Tak berapa lama taksi pesanan satpam tersebut datang, Farhan akhirnya lega karena ia bisa pulang.


Pukul 22.00 Farhan baru menginjakkan kakinya di dalam kamar, ia melihat ke arah ranjang, ternyata sang istri sudah tertidur. Lega hatinya melihat Nayla yang tertidur pulas seperti itu. Ia memilih untuk ke kamar mandi membersihkan diri dan berganti pakaian.


Setelah itu, ia pun menyusul Nayla, naik ke atas ranjang, merapatkan tubuhnya, memeluk sang istri dari belakang. Ia mengernyitkan dahinya saat menyadari sesuatu, lalu detik berikutnya ia tersenyum.


"Harusnya tadi pulang lebih awal, tapi sudahlah masih ada waktu besok," gumamnya. Ia tidak akan tega membangunkan sang istri selain itu juga, jika sudah tidur gadis itu akan sulit untuk bangun.


Farhan beberapa kali mengecup tengkuk istrinya itu, tapi tetap saja Nayla tak terusik sedikit pun. Akhirnya ia memilih untuk memejamkan mata menyusul Nayla berkenala di alam mimpi.


¤¤¤


Tengah malam Nayla terbangun, mengerjapkan mata beberapa kali, ia merasakan tenggorokannya mengering. Menoleh ke belakang, ternyata Farhan sudah tidur sambil memeluk erat tubuhnya. Ia membalikkan badan hingga kini mengahadap Farhan.


"Mas Farhan pulang jam berapa ya, aku kok enggak menyadarinya," gumamnya. Ia belum beranjak dari tidurnya. Memandangi wajah tampan suaminya itu, ia tersenyum. Saat akan mendaratkan kecupan di pipi Farhan, ia mendengar Farhan bergumam, sepertinya lelaki itu bermimpi.


"Rena jangan tinggalin aku lagi ya," gumam Farhan.


"Sherena ... aku sayang kamu," gumam Farhan.


Deg


Jantung Nayla berpacu dengan kecepatan di atas rata-rata. Hatinya juga ngilu seperti di iris oleh belati yang baru saja di asah. Meskipun itu hanya mimpi, tapi Nayla menyimpulkan jika Farhan memang masih mencintai mantan kekasihnya itu. Tanpa terasa air mata lolos begitu saja dari pelupuk matanya. Ia mencoba melepaskan pelukan Farhan, lalu memunggungi lelaki itu. Menutup mulutnya rapat-rapat supaya tangisnya tidak di dengar oleh Farhan.


Lalu ia beranjak dari tidurnya menuju kamar mandi, karena tangisnya tidak mau berhenti begitu saja.


Di dalam kamar mandi, Nayla terduduk lesu, ia menumpahkan segala kepedihannya. Kebahagiaan yang baru saja ia dapatkan seketika luntur begitu saja, ia jadi berfikir jika tadi Farhan bertemu dengan Sherena, bahkan fikirannya menuju ke hal-hal yang menyakitkan.


Menghentak-hentakkan kaki, mengepalkan tangan lalu memukul lantai yang ia duduki.


"Bodoh banget, harusnya aku nyadar, kalau Mas Farhan enggak segampang itu mencintaiku. Dia pasti masih cinta sama mantannya, kenapa aku bodoh banget. Sekarang aku merasakan sakit, karena aku sudah terlanjur mencintai dia," Nayla membodoh-bodohkan dirinya.

__ADS_1


"Jika saja aku tidak jatuh cinta, rasanya pasti tidak akan sesakit ini,"


Tangisnya kembali pecah, hatinya gundah gulana, sakit dalam hatinya begitu dalam. Pertama kali jatuh cinta dengan seorang lelaki dan itu suaminya, tetapi kenyataan yang ia terima justru sang suami belum sepenuhnya menerima dirinya.


Ia menumpahkan rasa sesak di dadanya dengan menangis, apalagi jika bukan dengan cara itu. Bahkan ia tidak berfikir jika ini tengah malam.


Tok


Tok


Tok


"Nayla, sayang kamu di dalam?" ucap Farhan sambil mengetuk pintu. Ia terbangun dan tidak mendapati Nayla di sisinya. Lalu mencari Nayla di kamar mandi.


Suara ketukan pintu dari luar kamar mandi mengagetkannya, ia menyeka air mata, lalu mencuci wajahnya, supaya tidak terlihat jika habis menangis.


"Kamu di dalam sayang?" kembali Farhan bertanya, karena tidak ada jawaban dari dalam. Sejak seminggu lalau, Farhan memang sering memanggil Nayla dengan sebutan 'sayang'.


"Iya," jawab Nayla. Ia tidak mau Farhan terus meneriakinya.


Benar saja setelah ia menjawab, suara Farhan sudah tidak terdengar lagi.


Nayla menatap wajahnya di dalam cermin, ia masih terlihat habis menagis. Mau menghilangkannya secara langsung pasti tidak bisa, karena matanya terlihat sedikit membengkak.


Dengan berat, ia pun keluar kamar mandi. Ia tidak mau menatap Farhan yang sudah duduk bersandar kepala ranjang. Terus menunduk menyembunyikan wajahnya. Ia naik ke atas ranjang, lalu menutup tubuhnya dengan selimut tanpa berucap sepatah kata pun.


Farhan mengira jika Nayla sedang malu-malu kucing, ia pun ikut merebahkan diri, memeluk tubuh sang istri dari belakang. Farhan mulai usil, ia mengecup bebrapa kali tengukuk Nayla, seperti saat tadi akan tidur, tapi kini tangannya pun tidak tinggal diam, karena sudah berada di dalam pakaian Nayla, hingga ia bisa merasakan mulusnya buah pepaya sang istri. Ia terus melancarkan aksinya. Tetapi tiba-tiba Nayla, melepaskan kedua tangannya.


"Kenapa sayang?" tanya Farhan, ia bingung dengan sikap Nayla yang seperti itu, padahal biasanya gadis itu tidak akan menolak.


"Aku nagntuk, mau tidur," ucap Nayla dengan ketus, membuat Farhan semakin merasa heran dengan perubahan sang istri. Tak urung Farhan pun mengehentikan kegiatannya, tetapi ia tetap memeluk Nayla dan tidak ada penolakan dari Nayla.


Bersambung....

__ADS_1


Udah mulai konflik ya.


Aku kasih bonus dua Bab. Komen dan likenya jangan lupa.


__ADS_2