Sincerely Love Nayla

Sincerely Love Nayla
Yang Paling Enak


__ADS_3

Sore hari Irfan sudah di perbolehkan pulang, karena sudah membaik. Setelah mengisi seminar, Farhan menghampiri sang istri yang berada di klinik tempat Irfan di rawat. Farhan sedikit curiga dengan Rita, karena sekretarisnya itu sejak pagi tidak menampakkan batang hidungnya. Dika yang bersedia mengecek CCTV belum juga mendapatkan hasil, karena pihak hotel belum memberikan ijin, jika tidak mendapat persetujuan dari pemilik hotel. Dan ternyata pemilik hotel tersebut baru berada di luar kota, dan akan kembali sore ini, dengan terpaksa Dika menunggu pemilik hotel itu kembali.


"Sudah siap semua?" tanya Farhan saat masuk ke dalam ruang rawat Irfan.


"Udah Mas," jawab Nayla, ia mengembalikan mangkok bekas makan Irfan ke atas nakas.


Mereka pun pulang ke rumah, dengan sopir yang mengantar Nayla dan Irfan tadi malam. Sedangkan sopir kantor Farhan, sengaja di beritahu supaya tidak menjemput Farhan lagi.


****


"Gimana Dik?" tanya Farhan pada Dika yang baru saja menyambangi rumahnya di malam hari, belum saja pemuda itu kembali ke rumah, ia lebih memilih mendatangi kediaman sang bos untuk memberitahu rekaman CCTV yang ia dapatkan.


"Bapak bisa lihat sendiri," ucap Dika, ia menyodorkan komputer lipatnya ke hadapan Farhan dengan tampilan video yang belum di putar.


Farhan melihat rekaman CCTV itu dengan wajah merah padam memendam amarah. Bahkan ia mengepalkan kedua tangan hingga menampakkan buku-buku jarinya.


Terlihat seorang wanita yang amat ia kenali, tak lain dan tak bukan adalah sekretarisnya. Wanita itu sedang mengaduk kopi yang baru saja ia buat, menengok ke belakang, samping, celingak-celinguk seperti maling. Setelah memastikan tidak ada orang di pantry, ia merogoh saku blezernya, lalu membuka bungkusan obat bubuk halus dan menaburkannya ke dalam gelas, bahkan tidak memperkirakan banyaknya karena ia menuang dengan sembarangan. Setelah itu mengaduk kembali kopi tersebut.


"Jadi Rita emang niat mau ngasih minuman itu ke saya? Enggak habis pikir sama wanita itu, saya sudah baiki dia selama ini, tapi apa balasannya," ucap Farhan geram dengan kelakuan sekretarisnya itu.


"Iya Pak," jawab Dika, "Bapak lihat video selanjutnya," Dika memberitahu supaya Farhan membuka rekaman CCTV selanjutnya.


Farhan menuruti apa kata Dika, membuka video selanjutnya.


Nampak Rita akan masuk ke dalam kamar hotel Farhan dengan membawa nampan berisi dua kopi, tapi baru saja membuka pintu, wanita itu menutup kembali pintu tersebut. Ia kembali ke pantry dan mengembalikan kopi itu.

__ADS_1


"Ini maksudnya apa Dik?" tanya Farhan, karena ia tidak mengerti dengan rekaman CCTV itu.


"Sepertinya Rita mengetahui, jika minuman yang tadi ia beri obat di minum oleh Irfan, karena cemas dan mungkin takut, ia memilih kabur setelah itu Pak, di rekaman selanjutnya ada. Malam itu juga Rita kabur dari kamar hotel, dan sampai sekarang saya sudah menghubungi beberapa kali tapi ponselnya di matikan," terang Dika.


Farhan mengangguk, ia mengerti sekarang.


"Apa dia merasa bersalah, atau cuma takut kalau ketahuan sama saya ya Dik?" tanya Farhan. "Tapi saya beruntung, untung saja kamu dan Nayla datang, jika tidak saya sudah masuk dalam jebakan gadis iblis itu," ucap Farhan menggebu-gebu, geram dengan tingkah Rita yang ia anggap baik selama ini.


"Saya sengaja datang karena sebenarnya saya sudah mencurigai dia sejak lama Pak, cuma saya tidak punya bukti kuat untuk mengatakan ini pada Bapak," jelas Dika.


"Maksud kamu apa Dik?" entah kenapa bosnya itu menjadi sedikit bodoh.


"Saya sudah mencurigai Rita sejak batalnya pernikahan Bapak, karena sepertinya dia terlibat. Saat pernikahan Bapak, saya tidak sengaja mendengar Rita berbicara di telfon dengan seseorang, dia mengatakan jika pernikahan Bapak akan batal karena mempelai wanitanya tidak datang, dan dia tertawa saat mengatakan itu, setelah itu dia juga mengatakan rencana kita berhasil dan berjalan dengan mulus," Dika mengingat kejadian yang sudah lama terjadi itu.


"Terimakasih untuk itu Dik, saya sebenarnya penasaran juga, apa Rita terlibat dalam masalah gagalnya pernikahan saya dengan Sherena, coba kamu cari tahu juga tentang itu, supaya saya lebih yakin jika Rita memang bersalah, dan kita bisa lapaorkan tindakan itu ke kantor polisi, jika perlu," titah Farhan di angguki oleh Dika. Karena selama ini Dika tidak punya waktu untuk menyelidiki masalah itu.


Setelah itu Dika pun pamit pulang, karena pekerjaannya sudah usai.


Setelah kepergian Dika, Farhan pun kembali ke kamar menghampiri sang istri. Ternyata sang istri sedang duduk di depan meja rias, dan sudah berpakaian rapi, membuat Farhan heran.


"Mau kemana sayang?" tanyanya.


"Mas aku pengen makan makanan Jepang," ucap Nayla sambil tersenyum. Farhan bisa melihat jelas senyum sang istri di dalam kaca, karena saat ini dirinya berdiri di belakang Nayla yang menghadap ke kaca.


"Tumben? Ini keinginan anaknya apa Mamanya?" tanya Farhan sambil menaikkan sebelah alisnya.

__ADS_1


"Sepertinya anaknya deh, karena Mamanya dari dulu enggak suka makanan dari negeri sakura itu, sepertinya anakku ingin menemani Papanya makan makanan kesukaannya," ucap Nayla lalu ia menghadap sang suami.


"Ayo, nanti keburu malam," Nayla berdiri lalu menarik Farhan untuk keluar dari kamar


"Yaudah ayo, kita makan di restoran Jepang dekat sini aja ya," ucap Farhan mengikuti langkah sang istri yang sudah tidak sabar.


Nayla menghentikan langkah, "Enggak mau, aku maunya makan di restoran hotel waktu kita nikah dulu," ucap Nayla sambil menatap wajah sang suami.


"Ya baiklah, Mas ambil kunci mobil dulu, kamu tunggu bentar," ucap Farhan, hampir saja dirinya lupa, untung saja mereka baru keluar dari pintu kamar bahkan belum sempat menutup pintu.


Akhirnya mereka berangkat ke restoran hotel waktu itu, setengah jam berlalu mereka pun sampai. Saking antusiasnya Nayla dengan makanan kesukaan sang suami tersebut, membuat dirinya lupa untuk menanyakan perkembangan penyelidikan Dika.


"Mau pesen yang mana sayang?" tanya Farhan sambil menyodorkan buku menu pada sang istri.


"Aku enggak tahu Mas, yang enak yang mana, kamu aja yang pesen," ucap Nayla karena wanita itu memang tidak mengetahui jenis makanan tersebut dan lebih memilih menyerahkan pada sang suami.


"Oke kita pesen semuanya deh kalo gitu, nanti kamu tinggal pilih," ucap Farhan.


Nayla terbelalak mendengar penuturan sang suami, "Jangan Mas, kebanyakan ah, kalau enggak habis nanti kan mubadzir ke buang," timpal Nayla.


"Oke, Mas pilihkan yang paling enak menurut Mas ya, kita pesen yang berbeda nanti kamu bisa icip punya Mas," ucap Farhan dan di angguki oleh Nayla.


Tak lama pesanan mereka pun datang, Nayla terlihat menikmati semua hidangan yang di pesan oleh Farhan, membuat lelaki itu mengalah, ia hanya mencicipi beberapa sendok saja, dan semua di habiskan oleh sang istri.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2