
"Mas, aku mau nemenin Mama belanja ke mall setelah ini, boleh ya," Nayla meminta ijin pada sang suami. Saat ini keduanya berada di ruang keluarga, Farhan yang sedang menunggu Nayla karena sebentar lagi akan kembali ke kantor.
"Boleh, nanti pulang dari kantor Mas akan ke sini jemput kamu. Berarti sekarang Mas berangkat aja ya," Farhan mengijinkan Nayla untuk belanja, ia tidak berfikiran yang aneh-aneh. Meskipun jarang sekali mama mertuanya itu minta di temani belanja.
"Iya Mas,"
Farhan beranjak dari duduknya, ia menghampiri Papa mertua yang duduk di sofa berseberangan dengan mereka.
"Pa, Aku kembali ke kantor dulu ya," pamitnya pada Papa mertua. Ia pun mencium tangan Papa mertunya, lalu menghampiri sang Mama mertua yang masih berada di dapur, berpamitan dan tidak lupa mencium tangan.
"Aku berangkat dulu ya sayang," pamit Farhan. Nayla meraih tangan suaminya untuk di cium, lalu Farhan mengecup kening sang istri untuk beberapa detik.
"Hati-hati ya Mas," ucap Nayla saat Farhan sudah memasuki mobilnya.
Setelah Farhan pergi, Nayla pun masuk ke dalam rumah. Karena setelah ini ia akan mengantar sang Mama ke mall.
"Papa juga mau ke kantor lagi?" tanya Nayla saat mendapati sang Papa sudah rapi.
"Iya, kebetulan Papa ada pertemuan mendadak," jawab sang Papa. ia baru saja di telfon oleh kliannya yang mengajak untuk bertemu saat ini juga.
Nayla mengangguk, lalu ia pun menyalami Papanya sebelum berlalu ke dalam kamar.
¤¤¤
"Sudah lama kita enggak belanja bareng ya sayang, Mama kangen sebenarnya, makanya kemarin Mama telfon kamu, alasan sebenarnya supaya bisa belanja bareng kamu," ucap sang Mama. Keduanya kini sedang berada di dalam mobil menuju mall. Dengan membawa mobil sang Mama dan Nayla yang mengemudikannya.
"Iya Ma, aku juga sibuk. Kalau hari minggu Mas Farhan selalu saja enggak mau di ajak kemana-mana, alasannya pengen di rumah seharian sama aku," ucap Nayla tanpa menoleh, "Mau main ke tempat ponaan kembarku aja selalu enggak ada kesempatan Ma, padahal udah kangen sama mereka," tambahnya.
Mama Hania tersenyum mendengar curhatan anak bungsunya, "Kamu beruntung punya suami seperti Farhan, dia baik, keluarganya juga sangat baik. Semoga kalian bahagia selalu, dan ingat kamu jangan berbuat yang aneh-aneh," tutur sang Mama
Nayla mengernyitkan dahinya, "Aneh-aneh maksud Mama?" tanyanya.
"Jaga perasaan suami kamu, jangan melakukan sesuatu yang tidak dia sukai termasuk dekat dengan laki-laki lain, karena setahu Mama kamu punya temen cowok yang selalu ngintilin kamu kemana pun, apa mereka masih seperti itu setelah kamu nikah?" tanya Mama memastikan, pasalnya ia mengetahui jika dulu sebelum menikah Nayla dekat dengan Doni dan Irfan bahkan mereka tak jarang mengintil sampai ke rumah Nayla.
__ADS_1
"Mama santai aja, mereka udah enggak pernah deketin aku lagi. Aku juga tahu diri Ma, sekarang udah punya suami," timpal Nayla, "Meski pun aku pernah melakukan kesalahan, dan enggak akan terjadi lagi untuk ke dua kalinya," tambahnya dalam hati.
"Bagusah kalau seperti itu, karena memang harusnya seperti itu, tidak baik juga terlalu dekat dengan laki-laki apalagi kamu sudah menikah," tutur sang Mama.
"Iya Ma,"
"Gimana kamu udah isi belum?" tanya sang Mama.
Nayla menghela nafas, lalu menggeleng, "Belum Ma, aku udah tes berkali-kali hasilnya masih sama," jawab Nayla sendu.
Mama mengelus lengan Nayla, "Yang sabar ya sayang, coba kalian ikut progam kehamilan, siapa tahu langsung di kasih," tuturnya, memberi saran.
"Iya Ma, aku udah berencana untuk itu. Aku selalu sabar menunggu Ma, Mas Farhan juga masih sabar, jadi aku sedikit lega," timpal Nayla tersenyum.
"Saran Mama, kurangi juga kegiatan kamu, mungkin salah satu faktornya karena kamu terlalu banyak fikiran dan kegiatan," saran sang Mama.
"Iya Ma, mungkin juga, apalagi sekarang kegiatan kuliahku lagi padat-padatnya, akan aku coba untuk menguranginya," jawab Nayla membenarkan.
Nayla melihat sepion, ia mengernyitkan dahi saat melihat mobil yang sejak tadi berada di belakang mereka, "Ma, kok seperti ada yang ngikutin kita ya, sejak tadi aku lihat mobil di belakang itu ngikutin kita terus," ucap Nayla saat ia menyadari jika mobil di belakangnya seperti mengikutin mereka.
"Bener juga sih Ma, semoga aja apa yang Mama katakan benar," timpal Nayla.
Tak lama mereka pun sampai di mall yang meraka tuju. Memarkirkan mobilnya, lalu keduanya masuk ke dalam mall tersebut dengan perasaan gembira.
¤¤¤
Dua wanita berbeda generasi itu, belanja berbagai macam, terlihat kedua tangan mereka di penuhi oleh belanjaan. Bahkan mereka menghabiskan berjam-jam di dalam mall, kini mereka memutuskan untuk mampir di sebuah kafe yang ada di dalam mall tersebut, sekedar untuk minum melepas dahaga.
"Itu Papa Ma." Nayla menunjuk seseorang yang sedang berjalan di luar kafe.
"Iya, coba kamu samperin," timpal sang Mama membenarkan.
Nayla pun menghampiri papanya, ia mengajak sang Papa untuk ikut masuk ke dalam kafe.
__ADS_1
"Papa ada pertemuan di sini tadi, kebetulan sekali ternyata kalian juga belanja di mall ini," ucap sang Papa saat kedua wanita yang ia sayangi itu bertanya, kenapa dia ada di mall.
Setelah menghabiskan minuman mereka pun memutuskan untuk pulang, karena waktu juga sudah sore. Nayla menyuruh sang Mama untuk ikut mobil Papanya, sedangkan ia akan membawa mobil sang Mama yang mereka tumpangi tadi. Nayla akan kembali ke rumah orang tuanya, karena Farhan akan menjemputnya di sana.
"Kamu enggak apa-apa kalu sendirian sayang?" tanya sang Mama saat mereka berada di parkiran.
"Iya Ma, tenang aja. Sudah biasa aku sendiri kan? Mama temai Papa ja ya," jawab Nayla.
"Yaudah kalau gitu, ayo kita pulang sekarang, kasian nanti suamimu nunggu lama,"
Mereka pun masuk ke dalam mobil masing-masing. Nayla melajukan mobilnya dengan perlahan.
Saat di jalanan yang menurun, ia sedikit terkejut pasalnya mobil yang tadi baik-baik saja kini tiba-tiba menjadi tidak beres. Ia menginjak rem berkali-kali tapi hasilnya sama, mobil justru melaju lebih cepat.
"Astaghfirullah, kenapa ini? Ya Allah tolonglah aku, gimana ini, ya Allah," ucapnya masih berusaha menginjak rem.
Panik pun menghampiri, ia bingung harus berbuat apa, sedangkan di depannya banyak mobil, ia tidak mungkin menabrak salah satu mobil tersebut, karena pasti akan mencelakakan mereka semua.
Beberapa kali Nayla beristighfar, dengan gerakan cepat ia mencoba membanting setir.
Brak
¤¤¤
Shit
Tiba-tiba Farhan mengerem mobilnya, karena ia melihat ada kucing yang sedang berlari menyeberangi jalan.
"Astaghfirullah, hampir saja," ucapnya setelah berhasil mengentikan mobil tanpa menyentuh kucing yang lewat itu.
"Perasaan apa ini, dadaku rasanya sesak seperti ada sesuatu?" gumamnya, ia merasakan ada sesuatu yang terjadi tapi tidak tahu itu apa.
Tiba-tiba ponselnya berdering, ia pun mengambil ponsel yang berada di dashboar, mengernyitkan dahi saat tahu siapa yang menelfon. Ia terkejut setelah mendengar apa yang di katakan orang di seberang sana.
__ADS_1
Bersambung.....
Maaf ya semua, aku telat up. Aku akan up lebih dari satu episod jika waktunya senggang, tapu jika tidak ya bisanya cuma satu episode. Karena aku nulisnya dadakan, sudah tidak punya tabungan lagi. Mohon pengertiannya ya, terimakasih semua. Love U All.