
Pertandingan masih dilanjutkan antara Chu Feng dan Long Si. Namun sebelum melakukan pergerakan Long Si mengangkat kedua tangannya.
“Aku kalah, sebaiknya sudahi acara hari ini.” Long Si langsung melompat keluar arena dan menuju ke ruang istirahat. Tangan kanannya yang memegang pedang gemetar, menahannya dan langsung berlari ke ruang tunggu.
“Brengsek, kenapa bocah itu kuat sekali!” lanjutnya.
Chu Feng dan Ye Xuan bertemu dan saling berjabat tangan. Mereka saling menukar pengetahuan tentang pertarungan tangan kosong, sampai larut malam.
“Kakak, Chu. Sebaiknya kamu segera kembali ke ruangan. Besok masih ada satu tahap lagi, sebaiknya jaga waktu istirahatmu.” Ye Xuan sebenarnya ingin berlatih, tapi ada Chu Feng yang terus di dekatnya.
“Wah, Benar. Aku harus kembali.” Chu Feng langsung berlari keluar dan menghilang dari pandangan semua orang.
Ye Xuan melihat bulan purnama, ia teringat masa-masa mudanya di kehidupan sebelumnya. “Kenangan yang menyenangkan.”
Ketika semua orang tidur pulas, Ye Xuan memanfaatkan waktunya untuk mengedarkan Kultivasi Dewa Petir. Karena poin staminanya cukup tinggi, dia bisa meregenerasi tubuhnya dengan baik.
Tidak berasa matahari sudah menampakkan wujudnya, Ye Xuan perlahan membuka mata dan mendapati pemberitaan sistem.
[Qi bertambah 1 tahun.]
“Kenapa cepat sekali,” ucap Ye Xuan dengan perasaan gembira. Sekarang total Qi dalam tubuhnya setara dengan 4 tahun.
[Kultivasi Dewa Petir sangat kuat.]
Ye Xuan tidak mau berdebat dengan Sistem Sedekah, dia tidak mau kehilangan poin lagi hanya karena sistem membencinya.
Setelah membersihkan diri dan mengemasi barang penting, Ye Xuan keluar ruangan dan menuju ke tempat ujian terakhir. Namun sebelum sampai tempat ujian, dia dihadang 2 pria paruh baya dengan kultivasi Pengumpulan Qi tingkat 4.
“Bocah kau sudah menyinggung tuan muda, jadi jangan harap bisa lewat.”
Sebelum bertindak, Ye Xuan melihat sekelilingnya. Dia tidak melihat orang lain, artinya hanya mereka berdua yang ingin menyergapnya.
“Siapa yang menyuruh kalian?” tanya Ye Xuan dengan polosnya.
“Kau tidak perlu tahu!”
Tanpa peringatan, dua pria itu langsung menyerangnya. Ye Xuan dengan sigap menghindar dan menggunakan kemampuan matanya untuk memprediksi gerakan lawan.
__ADS_1
Petir kecil yang keluar dari pupil matanya tidak bisa dilihat orang lain, tapi Ye Xuan menyadari bahwa setiap kali dia fokus petir itu akan muncul dengan sendirinya.
Pertarungan terjadi sangat cepat, Ye Xuan menarik pedangnya dan langsung menusuk musuhnya. “Absolut Kill!” katanya dengan ekspresi dingin.
Salah satu penyerap terbelalak terkena serangan telak hingga perutnya berlubang. Salah satu rekannya panik, ia langsung berbalik menyelamatkan nyawanya.
Namun Ye Xuan tidak membiarkan masalah muncul di kemudian hari. Jadi ia langsung menusuk musuh dari belakang menggunakan Absolut Kill.
Dua pria tidak dikenal tewas di depan matanya, Ye Xuan tidak tahu harus berbuat apa. Setelah berpikir sejenak, akhirnya dia memilih untuk mengubur dua jasad pendekar tak dikenalnya.
[Ye Xuan telah berbuat baik, 4 Poin Sedekah telah diberikan.]
“Bagus, kamu memang yang terbaik, Kakak!” katanya dengan ekspresi gembira.
[Poin dikurangi 2 karena membunuh musuh yang kabur. Tindakan tidak bermoral dan pengecut.]
Hutang poin yang dibebankan padanya tiba-tiba hilang, sekarang Ye Xuan menikmati 2 Poin Sedekah miliknya.
Sebelum membuka toko sistem, Ye Xuan menyadari dirinya hampir terlambat menghadiri ujian terakhir murid luar. Untungnya sebelum batas waktu Ye Xuan sudah datang, dia masih sempat berkumpul dengan calon murid lainnya.
Ujian terakhir adalah mengumpulkan Batu Spirit yang biasanya ada di dalam tubuh monster. Batu Spirit bisa membantu kecepatan penyerapan energi bumi dan langit, sehingga Qi dalam tubuh semakin kuat dan Dantian akan semakin luas.
Kali ini pengujinya adalah seorang wanita cantik, tidak hanya cantik tapi juga sangat anggun karena pakaiannya terlihat mewah.
Ye Xuan sempat melirik ke arah liontin yang dipakai wanita itu. Kemudian dia masuk ke portal khusus untuk berburu monster liar.
Karena Ye Xuan tidak punya kenalan, dia memilih untuk bertarung sendiri. “Sepertinya ada yang mendekat!” katanya pelan sambil melompat ke atas pohon.
Benar saja kelompok calon murid melalui jalannya, Ye Xuan mengobservasi kondisi sekitar sambil mengikuti kelompok itu.
Seekor beruang setinggi 3 meter muncul dan langsung menyerang kelompok calon murid. Ketua kelompok itu berjuang mati-matian untuk mempertahankan posisinya, sehingga teman-teman bisa menyerang.
Awalnya koordinasi kelompok itu sangat baik, sampai akhirnya semua anggotanya berkhianat dan menusuk ketua.
“Kenapa kalian mengkhianatiku?” tanya Ketua kelompok sambil memegang perutnya yang tertusuk dari belakang.
“Kamu terlalu mencolok, kami tidak punya tempat untuk orang sok pintar sepertimu!”
__ADS_1
Sebelum menyerang lagi, Ketua Kelompok itu jatuh pingsan karena kekurangan darah. Kelompok lainnya pergi meninggalkan ketua mereka tergeletak dan perlahan mati.
Peraturannya tidak ada yang diperbolehkan membunuh, artinya membuat mereka sekarat tidak termasuk. Makanya para penjahat sewaan sudah mulai menyebar dan memulai aksinya.
Hanya dalam beberapa menit saja, lebih dari setengah calon murid mengundurkan diri. Mereka mundur karena lukanya terlalu parah, tidak ada satu pun yang mengatakan mereka diserang manusia. Termasuk Shu Han yang terluka parah, dia langsung meninggalkan tempat tanpa berbicara dengan Ye Xuan.
Ye Xuan yang kasihan melihat ketua kelompok itu masih tergeletak mulai bergerak. Tangannya meraih dada ketua tidak dikenal dan menyadarkannya ke batang pohon terdekat.
Meski tidak ingin memberikan obat berharga, Ye Xuan masih menggunakan tanaman herbal untuk menutup lukanya. Ujian hanya berlangsung 7 hari, jadi tidak mungkin menunggu pria di depannya siuman.
[Berhasil menyelamatkan nyawa orang. Mendapat Lonceng penarik monster tingkat rendah.]
“Sejak kapan kamu menjadi baik?” ucap Ye Xuan pelan.
[Oh, jadi tidak mau?]
“Mau, mau. Aku hanya bercanda.”
Ye Xuan membunyikan loncengnya, sekelompok monster mulai mendekat. Bukannya senang, Ye Xuan malah panik karena ada lebih dari 100 monster mendatanginya.
Dengan sigap Ye Xuan meraih tubuh pria tidak dikenal dan melompat ke atas pohon. Tangannya dengan cepat membuat rumah sementara untuk membantu pria malang itu.
Guna mengisi waktu luang, Ye Xuan melompat turun dan mengasah kemampuan pedangnya. Tepat sebelum kakinya menyentuh tanah, seekor banteng coklat menyerangnya hingga terlempar puluhan meter.
“Curang, aku belum siap!” katanya marah.
Sebelum mendapatkan jawaban, Ye Xuan di serang lagi oleh banteng lain. Namun kali ini dia berhasil menghentikan serangan banteng coklat.
“Tidak ada yang kedua kali!”
Banteng tetaplah hewan dia tidak punya akal untuk berpikir. Jadi Ye Xuan memiringkan pedangnya dan membuat gerakan cepat memotong leher banteng coklat.
Matanya memancarkan cahaya petir, Ye Xuan langsung tahu tempat Batu Spirit. Jadi dia langsung memotong daging dan mengambil batunya. Sebagian daging banteng dimasukkan ke Cincin Ruang.
Setelah semua dibereskan, Ye Xuan kembali ke rumah sementara. Melawan satu banteng saja sudah merusak organ dalamnya, jadi Ye Xuan harus lebih berhati-hati.
Serangan banteng tadi membuat tulang rusuknya patah, Ye Xuan mengedarkan Kultivasi Dewa Petir untuk membantu penyembuhannya. Hasilnya sangat memuaskan dia berhasil sembuh di hari berikutnya, karena kemarin hanya dapat satu batu, Ye Xuan berencana berburu sampai siang dan mencari Batu Spirit.
__ADS_1
Mengingat pengalaman kemarin, Ye Xuan memilih untuk menggunakan tali dan bergelantungan seperti monyet dan sampai di tempat yang dimaksud.
Dua ekor banteng kecil sedang makan rumput, Ye Xuan dengan cepat mengambil pedang dan menyerang. Namun induknya tiba-tiba datang dan menyerangnya, Ye Xuan terdorong lagi tapi tidak terlalu jauh.