
Ye Xuan mengangkat tangannya. “Hei, bukankah itu melanggar peraturan. Kita di sini mengantre lebih dari satu jam, kenapa bocah itu tiba-tiba bisa langsung mendaftar!” katanya dengan suara lantang.
Lan Shan menatap tajam ke arah Ye Xuan, dia bisa melihat bahwa Ye Xuan berada di tahap Pengumpulan Qi tingkat 3. “Bocah sombong, siapa yang memberimu keberanian itu!”
Semua orang tahu Lan Shan adalah putra ke 2 dari Kepala Keluarga Lan. Meski sombong, semua orang memakluminya karena statusnya memang pantas untuk mendapatkan penghargaan. Ye Xuan tidak tahu semuanya, dia hanya mengikuti arus dan terus bertambah kuat.
“Tidak ada, aku hanya yatim piatu. Jadi tidak usah takut dengan kekuatan di belakangku!” kata Ye Xuan.
Lan Shan mengerutkan keningnya, dia tidak tahu mengapa bocah di depannya itu sangat berani. Setelah melihat Gui Lan, dia mendapatkan ide yang sangat menantang.
“Bagus kau memang pemberani. Jika kau bisa mengalahkan bocah ini, maka kau bisa daftar dulu!”
Ye Xuan dengan santai maju ke depan. “Majulah, aku tidak mau membiarkan bocah sepertimu merusak tradisi Sekte. Jika aku menang Gui Lan harus kembali ke tempatnya!” katanya dengan suara penuh percaya diri.
Gui Lan langsung mendekatinya, meski dia malu-malu di depan Lan Shan dia adalah petarung yang hebat. Tahun ini umurnya masih 16 tahun, tapi kultivasinya berhasil menerobos ke tahap Pengumpulan Qi tingkat 5.
Bakatnya ada di tingkat Perak, dia adalah anak selir dari kepala keluarga Lan. Meski begitu darah keluarga Lan mengalir dalam dirinya, Gui Lan tidak bisa diremehkan. Oleh karena itu Ye Xuan langsung memasang kuda-kuda, dia bersiap untuk pertarungan tangan kosong.
Gui Lan tidak sabar untuk bertarung, kakinya menginjak lantai hingga retak. Tubuhnya di dorong maju dan pukulan berat mengarah pada Ye Xuan yang sudah bersiap.
Tangan kanannya menangkis pukulan lawan, Ye Xuan melihat Gui Lan dengan tatapan dingin. Tangan kirinya segera mengepal dan dengan cepat melayang menargetkan pipi bagian kanan. Pukulan Ye Xuan mendarat sempurna dan menerbangkan Gui Lan hingga tak sadarkan diri. Meski Ye Xuan hanya berada di tahap Pengumpulan Qi tingkat 3, fisiknya melebihi manusia pada umumnya.
“Apa?”
Lan Shan tidak percaya dengan matanya, dia melihat Gui Lan yang berada di tahap Pengumpulan Qi tingkat 5 diterbangkan dan pingsan. “Tidak mungkin, kau pasti menggunakan senjata tak kasat mata! Dia curang!” bentak Lan Shan sambil mengentakkan kaki kanannya dan lantainya hancur.
Lan Shan berada di tahap Pendirian tingkat 6, jadi dia sudah membangun fondasi kultivasi tubuhnya. Tatapannya menjadi lebih tajam ke arah Ye Xuan, tapi dia melihat seorang kakek tua yang mengenakan pakaian biru muda di atas genteng.
“Kali ini kau selamat, bocah!”
Lan Shan pergi dengan perasaan marah, tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa karena kakek tua itu adalah salah satu petinggi dari Sekte Tianlong. Gui Lan kembali ke barisannya setelah sadar, Ye Xuan berhasil mendaftar dengan santai.
Ujian akan dibagi menjadi 4 tahap yaitu Kelincahan, Ketahanan, Kemampuan Bertarung, dan Mengumpulkan Batu Spirit. Batu Spirit bisa digunakan untuk menarik energi langit dan bumi, kemudian teknik kultivasi akan mengubahnya menjadi Qi.
Tahap pertama adalah Kelincahan, semua peserta akan berlari sejauh 25 kilometer. Manusia biasa di bumi akan kesulitan melewati rintangan ini, karena fisik yang terbatas. Karena semua peserta adalah orang-orang terpilih dan tekad kuat, Ye Xuan bisa merasakan atmosfer panas di sekitarnya.
Tepat setelah panitia mengatakan mulai, semua orang berlari sekuat tenaga meninggalkan Ye Xuan yang masih belum bergerak. “Hei, apa kalian seekor tupai. Bagaimana reaksi kalian sangat cepat!” katanya pelan.
Ye Xuan mulai berlari pelan, dia membuat pergerakan yang efektif. Langkah kakinya dan pijakan kakinya terasa sangat ringan, Ye Xuan mulai menyusul peserta lain yang sudah kelelahan tapi setelah menyusul nomor 100 dia dihadang oleh sekelompok orang tak dikenal.
“Matilah, ini akibatnya kau menyinggung bos Lan.”
__ADS_1
6 orang yang berlari di depannya sengaja melambatkan kecepatan, mereka hanya ingin menghalangi Ye Xuan untuk terus maju. Karena tidak ada peraturan tentang menyerang peserta lain, Ye Xuan langsung menggerakkan tangannya dan memukul leher belakang mereka.
Tangannya bergerak cepat, sehingga 6 orang yang menghadangnya tidak sadar. Bahkan peserta lain yang melihatnya hanya diam, mereka hanya ingin fokus berlari dan mencapai finis. Satu serangga berhasil disingkirkan, serangga lainnya datang.
Ye Xuan tidak ingin menanggapinya, tapi dua orang di depannya menduga dia sudah kelelahan. Makanya melempar batu kecil untuk menghentikan langkah kakinya. Bukannya menghindar, Ye Xuan justru menginjak batu itu dengan santai.
“Apa yang kalian lakukan?” tanyanya dengan tatap serius.
“Senior, kita hanya bercanda. Silakan lewat,” kata salah satu orang di depannya.
Ye Xuan melanjutkan larinya, dia tidak menoleh ke belakang karena tahu sedang di bicarakan dua orang itu.
“Apa dia monster, kakinya tidak terluka setelah menginjak batu panas.”
“Diam, dia berani melawan Lan Shan pasti ada orang besar di belakangnya.”
Meski dugaan mereka salah, Ye Xuan cukup senang karena orang-orang berpikir seperti itu. Jadi kehidupannya di sekte akan lebih tenang. Setelah melewati mereka berdua, seorang laki-laki berumur 21 tahunan meliriknya.
“Kau pasti belum berumur 20 tahunan. Tapi bagaimana kamu bisa lari sebaik itu?” tanya Pria itu.
“Latihan yang konsisten adalah kuncinya, kau juga pasti lolos ujian ini.”
“Ya, aku hanya seorang petani jadi latihanku setiap hari.”
“Aku Shu Han,” katanya sambil menjabat tangan Ye Xuan.
Shu Han sebenarnya anak orang kaya, dia adalah putra pertama dari kepala Keluarga Shu. Tapi dia bukan putra mahkota karena bakatnya sangat rendah yaitu tingkat Perunggu. Makanya dia memilih untuk mengabdikan diri bertani untuk latihan fisik dan terus mendaftar ke Sekte Tianlong. Setelah gagal sebanyak 5 kali, Shu Han masih terus mencoba.
Sambil berlari, Ye Xuan mengajarkan langkah kaki yang benar dan efisien. Itu benar-benar membantu Shu Han yang hanya mengandalkan ototnya. Tidak berasa mereka sudah melewati kilometer ke 10. Artinya akan ada jebakan dan berbagai rintangan.
“Tidak ada peraturan yang melarang kita bekerja sama. Jadi kamu ingin bergabung denganku?” tanya Ye Xuan dengan senyum tipis.
“Bodoh jika aku menolak. Ayo maju bersama.”
Jebakan panah dilewati dengan mudah. Padahal jebakan itu sengaja di tingkatkan Gui Lan untuk menjatuhkan peserta lainnya. Jebakan itu tersusun dari berbagai Formasi khusus, jadi bisa menembakkan sebuah anak panah yang tiada habisnya.
Rencana Gui Lan berhasil, lebih dari setengah peserta gagal melewati jebakan yang sudah ditingkatkan. Sekitar 2500 orang berhasil menyelesaikan rintangan pertama, mereka dihadapkan oleh puluhan lubang. Gui Lan orang yang paling pertama masuk, ia langsung bergerak menuju lubang ke 7.
“Gui Lan sudah bergerak, apa kita masih menunggu?” tanya Shu Han.
“Sepertinya ada yang mencurigakan, lebih baik ayo ambil jalan yang lain.” Ye Xuan melangkah menuju lubang nomor 1.
__ADS_1
Tidak ada orang yang mengikutinya kecuali Shu Han, mereka dihadapkan dengan seekor harimau hitam bermata biru. Raungannya menggetarkan ruangan dan membuat Shu Han membatu ketakutan.
“Apa kita akan mati?”
“Ingat ini adalah ujian kelincahan. Kita tidak harus melawan monster itu, jadi lebih baik cari cara lain.”
Ye Xuan melihat tali yang sengaja di gantung di langit-langit. Dia langsung melompat dan menggelantung di tali. “Shu Han, lompat ke tali.”
Mereka bergelantungan seperti monyet dan hampir sampai di ujung pintu keluar. Namun tiba-tiba tali Shu Han putus dan dia terjatuh.
Harimau hitam perlahan mendekatinya, Ye Xuan sebenarnya harus menyelesaikan ujian secepat mungkin tapi dia harus menolong temannya. Tanpa rasa ragu, Ye Xuan melompat ke depan Shu Han dan menarik pedangnya.
“Cepat berdiri, kita tidak boleh mati konyol!”
Shu Han dengan cepat berdiri dan mengeluarkan senjatanya yang berupa tombak. “Maaf, aku menyeretmu ke masalah besar.”
“Kita tim, jadi jangan meninggalkan satu sama lain.”
Harimu hitam langsung menikam Ye Xuan yang berdiri di depan, dengan pedang dia menghentikan gigi harimau. Namun cakarnya berhasil mengoyak bajunya, Ye Xuan masih tenang dan berteriak, “Sekarang serang!”
Shu Han dengan tekad baja langsung menusuk perut harimau hitam, ujung tombaknya dilapisi qi yang cukup kuat sehingga bisa menembus kulit harimau hitam. Pertarungan sengit terjadi, Ye Xuan menjadi samsak kemarahan harimau hitam, kemudian Shu Han memberikan serangan fatal.
Pertarungan terus bergulir seperti itu, Ye Xuan tidak lagi memakai baju karena sudah sobek semua. Meski tubuhnya hanya seorang bocah berusia 13 tahunan, tingginya sudah mencapai 157 centimeter.
Otot yang terbentuk dan padat membantu Ye Xuan mendorong mundur harimau hitam, setelah pertarungan yang melelahkan akhirnya di menemukan celah. Pedang di tangan kananya segera menebas leher harimau dengan kekuatan penuh.
Tebasan pedang Ye Xuan berhasil mendorong harimau hitam, tapi tidak bisa membunuhnya. Ye Xuan mengambil posisi bertarung dan mengarahkan ujung pedangnya ke target. “Absolut Kill,” katanya menyebutkan nama keterampilan.
Tubuh Ye Xuan menghilang dan sebuah tusukan pedang mendarat ke harimau hitam. Sebagian perut harimau hitam terkoyak, Ye Xuan tumbang bersama dengan harimau hitam yang mati.
“Sial, tubuhku sakit semua.” Ye Xuan mengerang kesakitan. Kemudian dia mengeluarkan obat herbal dari Cincin Ruang.
“Biarkan aku membantumu.” Shu Han segera menghancurkan obat-obatan herbal dan melumuri semua luka Ye Xuan.
Keduanya sudah mengalami pertarungan hidup dan mati, mereka akan menjadi sahabat karib seumur hidup. Shu Han membantu Ye Xuan menuju finis, mereka berhasil menyelesaikan ujian pertama di posisi 34 dan 35.
Meski sudah berusaha keras, Ye Xuan tidak bisa menyusul orang di depannya. “Tampaknya mereka semua lebih baik dari kita.”
“Ini hanya dugaan, sepertinya mereka mendapat bocoran ujian dari orang tuannya.”
“Kamu benar, aku tidak punya orang tua jadi apalah dayaku.” Ye Xuan masih kelelahan karena tubuhnya penuh luka.
__ADS_1
Gui Lan tersenyum tipis melihat Ye Xuan yang terluka parah, dia bisa menyingkirkannya di babak selanjutnya. “Aku akan membalas kejadian tadi pagi!” katanya pelan sambil tersenyum jahat.