Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Dua Sahabat


__ADS_3

Ye Xuan tidak tahu mengapa dia menjadi sangat tenang dan mapan, tidak hanya saat bertarung tapi juga saat melempar omong kosong seperti sebelumnya. Dia hanya mengarang untuk mengejek teman-temannya, tapi siapa yang menyangka omong kosongnya ditanggapi dengan serius.


“Sudahlah, kalian punya jalan sendiri-sendiri. Tidak perlu mengikuti orang lain, percaya pada dirimu dan kemampuanmu.” Ye Xuan melempar kata-kata manis lagi, dia ingin semua temannya berkembang lebih baik.


Kelompok itu mengevaluasi kekurangannya, Zhou Li yang keras kepala melebur dengan kelompok. Semua orang mendapat ilmu yang tidak akan didapatkan dari latihan di dalam sekte.


Setelah hari mulai malam, Ye Xuan dan kelompoknya berpisah. Sebagai orang yang suka dengan tantangan, Ye Xuan keluar sendiri keluar Kota Lianyun. Musuhnya sudah tidak ada jadi memilih untuk mengunjungi Shu Han di Kota Suzhou. Dia tidak berpamitan karena menurutnya itu tidak perlu.


Ye Xuan bergerak saat malam hari, dia punya lencana bebas masuk dan keluar Sekte Tianlong, artinya dia bebas untuk pergi kapan saja. Malam itu sangat dingin, udara di sekitarnya berhembus cukup kencang.


“Apa yang terjadi, kenapa malam ini tidak seperti biasanya?” kata Ye Xuan dengan suara pelan.


Matanya terbuka lebar setelah melihat dua pembudidaya kuat sedang bertarung di udara. Mereka memanifestasikan Qinya membentuk salju dan angin, pertarungan keduanya sangat dahsyat. Ye Xuan segera menyembunyikan keberadaannya untuk menghindari sesuatu yang merepotkan.


Sebuah kubah mengurung Qi mereka keluar, pertarungan lebih intens. Pembudidaya salju dan angin itu seorang wanita, mereka menggunakan seluruh kemampuannya untuk menghancurkan satu sama lain.


Pohon-pohon di dalam kubah hancur berkeping-keping, mereka membeku sesaat kemudian mereka hancur menjadi sepihan. Kekuatan kedua wanita itu setara hingga keduanya jatuh tak berdaya.


“Aku tidak menyesal, kita sudah bersahabat sejak kecil tapi apa yang kau lakukan?” kata wanita salju.


Wanita angin mengeratkan giginya. “Kau membunuh ibuku, bagaimana aku bisa memaafkanmu!”


Wanita Salju itu membelalakkan matanya tidak percaya. “Kematian kita ternyata hanya skenario orang lain. Aku bukan pembunuh ibumu, kemungkinan besar orang itu adalah Si Topeng Seribu dari Bandit Union.”


“Omong Kosong! Aku melihatmu membunuh ibuku dengan pedang hitam.”


Wanita Salju itu tersenyum manis. “Apa bagusnya berdebat sekarang, kita berdua akan mati.”


Mata Wanita Salju semakin layu, dia hampir tidak bisa mempertahankan kesadarannya. Begitu pula dengan Wanita Angin yang menutup matanya perlahan. Keduanya sempat berkata, “Kalau ada kehidupan kedua, aku tidak ingin menjadi musuhmu.”


Ye Xuan dengan cepat berlari ke arah dua wanita itu, wajahnya tampak sangat antusias karena sesuatu yang tidak diketahui. Dua botol Ramuan Pemulihan tingkat tinggi langsung diberikan pada kedua wanita itu.


[-200 Poin Sedekah.]


Demi mendapatkan ramuan tingkat tinggi itu, Ye Xuan harus berhutang 200 Poin Sedekah pada Sistem Sedekah. Meski begitu dia tetap tersenyum manis karena Misi yang diberikan sistem sangat menggiurkan.


[Misi Utama


Selamatkan Pilar Utama dari Ketua Istana Salju dan sahabatnya.

__ADS_1


Hadiah : 20 Poin Sedekah, 2 tiket 30% peningkatan keterampilan, 50 Reputasi.]


Akhir-akhir ini Ye Xuan cukup gampang mencari 200 Poin Sedekah, jadi ia segera mengambil risiko. Itu semua bisa terwujud karena seluruh penduduk wilayahnya mengambangkan teknik kultivasi yang dia berikan. Setiap satu bulan, satu orang akan menghasilkan 1 Poin Sedekah. Jumlah yang saat banyak mengingat Ye Xuan cukup kesulitan mengumpulkan Poin Sedekah.


Setelah beberapa saat, Ye Xuan langsung membawa dua wanita itu ke sebuah gua. Dia tidak ingin udara malam menghalanginya menyembuhkan dua kultivator ranah Nihility atau Ketiadaan.


Demi menjalin hubungan yang baik dengan dua wanita, Ye Xuan merawat mereka dengan sepenuh hati. Setiap hari selama 7 hari, Ye Xuan selalu memberi mereka obat-obatan herbal untuk membantu kesembuhannya.


Sampai akhirnya Wanita Salju perlahan membuka matanya. “Di mana ini?”


“Nona, kamu sekarang ada di gua dekat hutan Kota Suzhou.” Ye Xuan menjawab dengan suara lembut serta menyodorkan semangkuk sup hangat. “Makanlah, sup ini mengandung herbal yang bisa membantu kesembuhanmu.”


Wanita Saltu menerima dan meminumnya dengan lesu. “Terima kasih, sepertinya memang aku sebaiknya mati.” Dia sudah tidak bisa mengedarkan Qi karena Dantiannya hancur. Sekarang dia hanyalah seorang pembudidaya tanpa kekuatan.


“Apa yang kamu katakan, bukankah kamu sendiri yang mengatakan tidak ingin menjadi musuh wanita di sana?” tanya Ye Xuan sambil menunjuk Wanita Angin yang masih terbaring tak berdaya.


“Xu Ling? Kau juga menyelamatkannya?”


“Kalian bertarung dengan sengit dan menghancurkan hutan. Aku yang kebetulan lewat tidak tega melihat persahabatan kalian berakhir begitu saja.” Ye Xuan mengarang cerita yang terdengar jujur.


“Terima kasih, setidaknya aku bisa melihat mayatnya untuk terakhir kalinya.”


“Apa yang kau katakan? Dia sudah stabil, tinggal menunggu waktu untuknya siuman.”


Tepat setelah menyelesaikan perkataannya, Xu Ling menjawab, “Apa kau menyumpahiku mati, Wen Xin!”


“Kau?”


“Aku juga tidak tahu, padahal sudah membakar kultivasiku.” Xu Ling mengalihkan pandangannya ke arah Ye Xuan yang mengaduk sup hangat. “Apa yang kau lakukan padaku?”


Ye Xuan tersenyum sambil menyodorkan mangkuk sup herbal. “Aku menggunakan dua harta keluargaku, ramuan mujarab itu bisa memperkuat vitalitas. Jadi tubuh kalian bisa selamat, tapi kultivasimu... maafkan aku.”


Xu Ling hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri. Dia menggunakan seluruh kekuatannya untuk menghancurkan musuhnya. Namun siapa yang menyangka dirinya diselamatkan bocah yang tidak tahu asal usulnya.


“Karena kalian sudah memperkenalkan diri, izinkan aku mengatakan namaku. Aku Ye Xuan dari Sekte Tianlong.” Ye Xuan dengan bangga memperkenalkan dirinya, sekaligus mendeklarasikan dirinya sebagai penyelamat dua wanita penting.


[Misi Utama Selesai.]


Ketiganya berbincang santai sambil mengungkapkan rahasia masing-masing. Meski dulunya seorang penguasa Wen Xin tidak akan bisa kembali ke Istana Salju. Persaingan di sana jauh lebih ketat daripada Sekte Tianlong. Xu Ling juga tidak bisa menjadi kulivator pengembara lagi, dantiannya hancur jadi hanya bisa hidup sebagai manusia biasa.

__ADS_1


“Sebenarnya aku punya metode lain untuk mengembangkan kekuatan Qi. Apa kalian berminat?” tanya Ye Xuan dengan senyum manis.


“Tidak ada salahnya mencoba, aku sudah kehilangan semua kekuatan dan hartaku. Jadi memulai dari awal bukan hal yang sulit.” Xu Ling sudah terbiasa dengan situasi yang tak terduga.


Berbanding terbalik dengan Wen Xin yang tidak pernah mengalami kesulitan yang berarti dalam kultivasinya. Dia selalu mendapatkan sumber daya yang diinginkan saat berada di Istana Salju.


“Aku juga akan melakukannya.”


Keduanya sepakat untuk mengikuti Ye Xuan, mereka sudah tidak punya lagi tujuan hidup.


Setelah memperhatikan sekitar, Xu Ling menyadari bahwa api yang digunakan untuk memasak sup hangat berwarna ungu. Matanya terbuka lebar saat melihat api muncul tanpa bahan bakar di bawahnya.


“Apa itu?”


Ye Xuan tersenyum tipis. “Ini salah satu kemampuanku. Dengan sedikit usaha aku bisa memunculkan api ungu yang cukup panas.”


“Api Ungu? Aku pernah membacanya di perpustakaan. Bukankah itu api paling misterius di dunia?” tanya Wen Xin.


“Aku tidak punya Api Ungu yang asli, keterampilan ini hanya meniru kemampuan api ungu.” Ye Xuan mengibaskan lengannya dan api segera padam. Sesaat setelahnya dia menatap batu di bawah panci, seketika api ungu muncul dari ketiadaan.


“Tidak mungkin, bagaimana manusia bisa mempelajari teknik terkuat dari Dewa Asura!” teriak Wen Xin.


“Dewa Asura? Aku tidak mengenalnya.” Ye Xuan tidak peduli siapa dewa asura itu, dia hanya manusia yang ingin menjadi penguasa alam semesta demi hidup yang lebih baik.


Ketiganya berdebat dengan suara keras, sampai akhirnya seekor harimau berwarna hitam serta mata merah masuk ke dalam gua. Semua pandangan menjadi tegang, tidak terkecuali Ye Xuan yang panik.


Harimau hitam itu punya kekuatan setara dengan Pengembaraan Jiwa tingkat 9. Dengan kekuatannya sekarang, dia tidak bisa menggores kulit monster itu.


“Kita harus pergi.” Ye Xuan mengatakannya dengan ekspresi serius.


Wen Xin dan Xu Ling mengangguk setuju, mereka kehilangan kultivasinya jadi harus segera kabur. Jika tidak, hanya dengan sentilan tangan kirinya monster harimau itu pasti tewas.


Perlahan tapi pasti, monster harimau itu berjalan ke arah Ye Xuan yang terlihat cukup kuat. Ye Xuan menanggapi dengan menarik pedangnya, matanya fokus hingga pupilnya menciptakan sebuah petir ungu.


“Roarrr!” Harimau Hitam itu segera menerjang kelompok Ye Xuan dengan kekuatan penuh.


Ye Xuan tidak mau kalah, dia menggunakan Absolut Kill serta 10 Energi Mental untuk mempertahankan dirinya. Namun tepat setelah ujung pedangnya bertemu dengan cakar musuh, dia diterbangkan puluhan meter hingga menghantam ujung gua.


“Guah!” Ye Xuan memuntahkan seteguk darah segar.

__ADS_1


Dinding gua yang dia tabrak retak, matanya terbuka lebar dan berkata, “Sial!”


Ye Xuan terjatuh ke dalam lubang misterius, Xu Ling dan Wen Xin tidak ada keraguan. Mereka melompat ke lubang di belakang Ye Xuan.


__ADS_2