
Sistem Sedekah selalu menolongnya di saat keadaan genting, Ye Xuan langsung menukar 5 Poin Sedekah menjadi energi mental.
[Energi Mental sedikit lemah, disarankan untuk segera pergi.]
“Ya, aku akan segera kembali.” Sebelum pergi ke gua, Ye Xuan mengambil Batu Terkutuk yang dijatuhkan monster.
“Ini dua kali lebih besar dari monster pohon!” ucap Ye Xuan yang terkejut dengan Batu Terkutuk yang dia dapatkan.
Setelah mengambil Batu Terkutuk, Ye Xuan mencari gua yang kosong. Dia tidak ingin bergabung dengan kelompoknya untuk sementara. Namun pilihannya ternyata mengantarkannya ke depan mulut singa.
Saat dikira gua itu kosong, Ye Xuan bertemu dengan kelompok Bandit yang sedang latihan tanding. Karena tidak ada yang mengenalinya, kelompok bandit yang sempat memandangnya langsung membuang muka. Mereka menganggap Ye Xuan hanyalah tamu biasa seperti yang lainnya.
Ye Xuan mendekati seseorang yang terlihat sangat mudah ditemani. “Bung, kau tahu situasi ini?”
Pertanyaan Ye Xuan memang tidak jelas, tapi bandit muda itu menjawab dengan benar. “Rumornya sudah menyebar, seorang pria dari kelompok murid menghancurkan Dantian salah satu ketua.”
“Dantian hancur?”
“Ya, ketua itu sudah bunuh diri tadi malam. Sebenarnya dia adalah bandit yang cukup kompeten. Jadi Ketua Bandit sendiri yang akan mengambil alih masalah ini.” Pria santai itu menjelaskan semua yang dia tahu.
Intinya situasi ini terjadi karena Ye Xuan terlalu berlebihan menghukum seorang bandit. Dengan serangan ribuan bandit, kelompok murid pasti akan kalah telak dan berakhir menyedihkan.
Setelah mengumpulkan semua informasi yang dibutuhkan Ye Xuan menggunakan Langkah Bayangan untuk keluar dari gua. Dia segera mendatangi kelompok murid dan menyampaikan informasinya.
Semua murid tampak lesu, mereka semua tidak bisa melawan kelompok bandit yang berjumlah ribuan. Ye Xuan tersenyum manis melihat semua orang tampak putus asa.
“Aku tidak punya ikatan batin dengan kalian, berikan aku kesetiaanmu. Percayalah aku bisa membawa kemenangan untuk kita.”
Semua murid sadar apa yang dikatakan Ye Xuan, mereka juga peka dengan perkataannya. Setelah memantapkan tekad, 160 murid berlutut di depan Ye Xuan dan mengatakan satu kata yang sama.
“Kami sumpah! kami bersedia melayani tuan muda Ye Xuan segenap jiwa dan raga.”
Ye Xuan tidak mengharapkan sumpah jiwa dan raga, dia hanya ingin kelompok murid setia ada di sisinya. Baik itu dalam keadaan buruk ataupun dalam keadaan senang.
Namun nasi sudah menjadi bubur, ucapan sumpah mereka tidak mungkin diabaikan. Ye Xuan segera mengatur kelompok murid, dia segera memberi Pil Penambah Qi.
“Makanlah, kalian bisa mendapat peningkatan Qi.”
Tanpa berpikir panjang, kelompok murid segera menelan pil. Mereka semua langsung duduk dan mengedarkan teknik kultivasinya. Tidak butuh waktu lama untuk Ao Ming menstabilkan energi Qi miliknya.
__ADS_1
Semua orang mendapat manfaat pil, Ye Xuan mendekati Ao Ming. “Bagaimana perasaanmu?”
“Tidak ada lompatan yang pasti dalam kekuatanku.”
“Kau sudah ada di ranah Pengembaraan Jiwa, jangan buru-buru.” Ye Xuan memberinya peringatan. Menjadi serakah dan terburu-buru tidak akan mendapatkan hasil yang baik.
“Bukankah kita dalam kondisi kritis. Kalau tidak segera menerobos, bisa-bisa kita semua kehilangan kekuatan!”
“Tenanglah, aku akan menjaga kalian. Percayakan semua padaku.” Ye Xuan tersenyum tipis.
Tepat setelah mengatakannya, teriakan seorang pria menyuruh Ye Xuan dan seluruh kelompok murid keluar.
“Jaga di sini dulu, pastikan mereka semua aman.”
Ao mengangguk, dia sadar bahwa kekuatan Ye Xuan tidak sederhana. Jadi lebih baik bersembunyi dulu dan menunggu waktu yang tepat untuk balas dendam.
Ye Xuan keluar dari gua sendirian, dia berdiri di harapan ratusan bandit. Sebagian bandit tidak ingin menghadiri perang besar ini, mereka masih sayang dengan kekuatan Qi miliknya.
Rumor tentang kekejaman Ye Xuan telah sampai ke seluruh sudut penjara, Jadi beberapa pengecut memilih untuk menghindar. Meski begitu, lebih dari 900 bandit mengerahkan semua kekuatannya ke wilayah Kelompok Murid.
Ye Xuan sebagai perwakilan kelompok murid mulai membuka negosiasi. “Apa kebutuhan kalian datang membawa orang sebanyak itu?” tanyanya dengan suara tenang.
Melihat musuh tidak bergeming, Ye Xuan menjadi lebih waspada. Benar saja, ternyata tusukan pedang Ketua Bandit berbelok dan menargetkan lehernya. Meski tidak boleh ada pembunuhan, Ye Xuan bisa merasakan niat membunuh dari musuhnya.
Domain Qi di padatkan, pedang Ketua Bandit berhenti sebelum berhasil menggores kulitnya. Ye Xuan mengangkat sudut bibirnya, ayunan pedangnya terasa sangat berat. Dia menggunakan Absolut Kill dengan jarak yang begitu dekat.
Tusukan pedangnya sangat cepat, tapi Ye Xuan tidak ingin menyelesaikan pertarungan begitu saja. dia menargetkan perut bagian kanan Ketua Bandit. Meski dalam kecepatan yang tidak bisa di lihat mata Ketua Bandit, tubuhnya bergerak sesuai dengan instingnya.
Absolut Kill benar-benar meleset dari targetnya, seringai di wajah Ye Xuan menjadi lebih lebar. Akhirnya dia menemukan bandit yang begitu potensial untuk menjadi lawannya.
“Kau... bagaimana kau bisa melakukannya!” teriak Ketua Bandit yang dipaksa menggunakan salah satu keterampilan yang memakan banyak energi mental.
Menggerakkan tubuhnya secara paksa seperti tadi membutuhkan energi mental yang cukup besar, insting Ketua Bandit memang kuat. Sehingga dia secara tidak sadar menggerakkan tubuhnya.
“Oh, aku terlalu berharap tinggi padamu.” Ye Xuan melangkahkan kakinya, tubuhnya memudar dan menghilang dari pandangan Ketua Bandit.
Setelah beberapa saat, tubuh Ye Xuan sudah muncul kembali di samping targetnya. Kali ini dia menggunakan ayunan pedang biasa, tapi saat kedua senjata akan bertabrakan.
“Shadow Sword!”
__ADS_1
Pedang Ye Xuan menembus senjata lawan dan segera menyayat dada ketua bandit.
“Bukankah kau yang selalu memimpin kelompok bandit. Kenapa? apa kau takut?”
Perkataan Ye Xuan seperti sambaran petir di hati semua bandit. Mereka terlalu percaya dengan ketuanya, meski sudah berada di ranah Pengembaraan Jiwa tingkat 3, ketua bandit tidak bisa bertahan di hadapan anak 17 tahun itu.
Ketua bandit menyadari ada sesuatu yang tidak berjalan sesuai rencananya, dia tidak menyangka Ye Xuan ternyata lebih kuat dari rumor. “Apa yang kalian tunggu, cepat hancurkan Bajin*an itu!” teriak Ketua Bandit yang ingin bermain curang.
Tanpa pikir panjang, sekelompok bandit mulai berlari ke arahnya. Ye Xuan dengan santai menghindar dan mulai menggunakan tendangan untuk melukai lawannya. Pedangnya di simpan untuk pertarungan yang lebih serius.
“Tawuran, ini tawuran versi kuno.” Ye Xuan memasang sikap siaga seorang petarung jalanan. Langkah kakinya sangat mantap serta tinjunya bersarang ke targetnya dengan sempurna.
Satu pukulan, dua pukulan, tiga pukulan, ....
Ye Xuan terus menggunakan tinjunya untuk menjatuhkan bandit di ranah Inti Emas tingkat 5 ke bawah. Sedangkan untuk ranah Inti Emas tingkat 5 ke atas, dia menggunakan tendangan untuk menumbangkannya.
Pengeroyokan itu tidak berjalan dengan semestinya, Ketua Bandit mulai panik ketika melihat Ye Xuan bisa menumbangkan sebagian kelompoknya sendiri. “Sial, monster apa yang telah kita singgung!”
Meski sudah berusaha sekuat tenaga, Ye Xuan masih manusia biasa. Dia mulai kehilangan keseimbangan karena staminanya terbatas. Napasnya mulai tak teratur, Ye Xuan memilih untuk melompat ke belakang setelah menumbangkan lebih dari 50 orang sekaligus.
“Aku terlalu percaya diri.” Ye Xuan kabur meninggalkan medan perang. Namun saat dia berbalik, sekelompok murid berdiri menghadap ke arahnya.
“Tidak ada anggota yang mengabaikan ketuanya.” Ao Ming mengatakannya dengan suara keras. Dia mengangkat pedangnya, anggota lainnya juga melakukan hal yang sama.
Perang berkecamuk, mereka menggunakan senjata masing-masing. Namun tidak ada yang kehilangan nyawanya, mereka semua terkapar karena kehabisan stamina.
Setelah perang itu berlangsung selama satu setengah jam, kedua kelompok mulai kelelahan. Tidak terkecuali Ye Xuan yang mendapat perhatian dari semua anggota musuh.
Ketua Bandit mengeratkan giginya, dia tidak menyangka lebih dari 700 anggotanya tumbang. Sedangkan di sisi lawan hanya tumbang 80an atau sekitar setengah dari total pasukan musuh.
“Sial, ini pasti gara-gara anak itu!” ucap Ketua Bandit.
Seorang pria berambut panjang serta membawa kipas hadir di sebelah Ketua Bandit. “Kita harus mundur, moral pasukan kita hancur. Jika diteruskan ini akan berdampak buruk ke depannya.”
“Kau benar. Tarik semua pasukan, aku akan urusan yang lain.” Ketua Bandit segera menghilang.
Ye Xuan melihat Ketua Bandit pergi dulu, dia tidak ingin mengejarnya. “Sepertinya kita bisa tidur nyenyak hari ini.”
Melihat kelompok Bandit mundur, semua kelompok Murid bersorak. Mereka bersuka cita karena tidak ada orang yang terluka parah, sebagian besar hanya kelelahan dan luka ringan.
__ADS_1
Ye Xuan menyuruh murid yang masih kuat membantu yang lainnya, mereka juga mundur ke gua persembunyian Kelompok Murid. Perawatan Ye Xuan dilakukan dengan efisien, dia memberikan beberapa obat herbal dengan kualitas sedang.