Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Diincar


__ADS_3

Rong Ju tewas sebelum melepaskan tedakan Qi. Ye Xuan terlalu kejam, dia tidak memberi lawannya kesempatan menggunakan teknik yang diajarkan Jiang Chen.


"Ini merepotkan." Ye Xuan yang kehilangan setengah Energi Mentalnya mulai merasa aneh.


Seberkas energi hitam muncul dari Malaikat bersayap enam di belakang Telur Sistem.


Energi berbentuk bola itu meledak dan langsung menuju ke alam bawah sadar Ye Xuan. Kepalanya pusing, Ye Xuan tidak pernah merasakan ini sebelumnya.


"Aneh, aku masih punya poin mental."


[201 Energi Mental yang tersisa.]


Segudang informasi tentang salah satu teknik Prinsip Jiwa di masukkan dalam ingatannya.


Sistem Sedekah tidak bisa berbuat apa-apa, dia langsung mencatat namanya tanpa mengetahui tingkatannya.


[Pelahap Jiwa


Tingkat : -


Penguasaan : 100%


Menguras jiwa target dan merampas sebagian ingatannya. Dapat mengubah jiwa musuh menjadi poin status acak.]


Ye Xuan tidak tahu apa yang terjadi, dia belum membeli skill di toko sistem. "Aku harus cari tempat aman."


Alam Nemo menjadi tujuannya, dia membuka pintu dan langsung masuk.


Setelah menstabilkan dirinya Ye Xuan baru memeriksa pemberitahuan sistem.


"Pelahap Jiwa, aku merasa familier dengan namanya."


Ye Xuan berpikir keras, tapi tidak bisa menemukan jawabannya. Sampai akhirnya dia memilih untuk menemui teman-temannya di Alam Nemo.


65 orang masih menjalani latihan bersama Feng Hu, 200 lainnya berlatih sendiri.


Setelah mengamati 200 saudaranya, Ye Xuan menyadari bahwa mereka menemukan hambatan dalam kultivasinya.


"Aku akan membuka gerbang ke Dunia Nyata. Kalian semua segera berkumpul."


Ye Xuan mengirim transmisi suara pada 200 saudara yang mengalami hambatan. Mereka membutuhkan pengalaman nyata bertempur dengan lawan yang kuat.


Meski setiap hari ada latih tanding, itu tidak cukup untuk membantu mereka menerobos ke ranah Ketiadaan.


"Aku sudah melihat kalian punya masalah, dengan ini cepat selesaikan masalahmu dan kembalilah." Ye Xuan membuka gerbang dan semua orang kecuali 2 orang langsung melesat hilang. Dua orang itu adalah Wen Lu dan Xu Ling.


"Apa kalian tidak punya urusan lagi?" tanya Ye Xuan dengan suara santai.


"Aku sudah menyelesaikan semuanya, tidak ada bagusnya terus memikirkan urusan pribadi." Xu Ling menanggapi perkataan tuannya.


Wen Lu menggelengkan kepala. "Seperti yang kamu ketahui, keluarga atau sanak saudara aku tak punya."


Kisah Wen Lu yang memilukan teringat di benak Ye Xuan.


"Baiklah, kalau begitu ayo cari para antek-antek Rumah Badai Kosmik." Ye Xuan mengatakannya dengan suara lantang.


[Misi Utama telah ditambahkan.

__ADS_1


Hancurkan Organisasi terkuat di dunia, Rumah Badai Kosmik.]


Ye Xuan, Wen Lu, dan Xu Ling keluar dari Alam Nemo. Mereka menyusuri hutan dengan teliti.


Sampai akhirnya mereka sampai di sebuah kota kecil bernama Wangcai.


Penguasa kota itu sangat dermawan, dia selalu memperhatikan rakyatnya. Tidak ada yang kekurangan di Kota Wangcai, tapi selalu ada serangan monster dan memakan banyak korban.


Ye Xuan masuk dengan menggunakan identitas Kerajaan Wu. Dia juga membawa kartu dari Asosiasi Pedangang Dunia.


Setelah mengamati sekelilingnya, Ye Xuan menemukan bahwa keanehan diperlihatkan orang-orang yang bekerja di rumah pemilik kota.


"Saudara Wen, periksa pemilik kota. Jangan buat keributan, sepertinya ada jejak Jiwa Iblis di sekitar sini." Ye Xuan mengirim transmisi suara para Wen Lu.


Tanpa pikir panjang Wen Lu langsung bergerak, dia adalah orang yang paling cocok menjadi seorang penguntit.


Hawa keberadaannya benar-benar hilang, udara di sekitarnya juga mendukungnya.


Ye Xuan dan Xu Ling meninggalkan kota, dia mencoba mencari sesuatu yang dapat dimanfaatkan.


Setelah berkeliling pasar, Ye Xuan melihat semua orang tampak bahagia. Mereka menjajakan makanan dan beberapa bahan pokok.


"Bukankah ini terlalu berlebihan?" ucap Ye Xuan yang mulai menyadari keanehan.


"Sistem, apa ada formasi tersembunyi disini?"


[Formasi Ilusi Kebahagiaan, dapat meningkatkan kebahagian manusia hingga titik tertentu.]


Ye Xuan dan Xu Ling segera berlari keluar kota. "Kita sudah terjebak, semua mata yang melihat kita telah dikendalikan."


Xu Ling bertanya, "Bagaimana dengan Saudara Wen?"


Keduanya langsung berlari keluar kota, mereka mencari tebing yang paling tinggi.


"Saudara Wen hati-hati, seluruh Kota sudah diselimuti formasi pelacak!" ucap Ye Xuan melalui telepati.


Ye Xuan dan Xu Ling di atas tebing duduk tenang, Ye Xuan mencari Keterampilan di Toko Sistem yang dapat digunakan dari jarak jauh.


[Flying Dragon Sword


Persyaratan : Menguasai Dao Pedang, Mental lebih dari 100 poin, Qi lebih dari 300 poin.


Tingkat : A


Penguasaan : 0%


Menciptakan bayangan pedang, membuatnya melayang diudara. Pengguna dapat melempar pedangnya sesuai keinginan (Jumlah Energi Mental = Jarak lemparan, jumlah Qi = Besar Ledakan yang dihasilkan, pemahaman Dao = kecepatan gerak.)


Harga : 70 ribu Poin Sedekah.]


Ye Xuan tidak punya keluhan dengan harganya yang terus naik. Dia tidak ingin terlalu bergantung pada sistem karena menurutnya itu kurang menantang. Namun keadaan memaksanya.


Kebetulan Wen Lu sedang dikejar orang. Ye Xuan yang punya Eye of Truth bisa melihat dari jarak yang sangat jauh.


"Flying Dragon Sword." Ye Xuan mengucapkan nama skillnya untuk pertama kali.


Sebuah bayangan pedang sepanjang 2 meter tercipta. Ye Xuan merasakan aliran qi dalam merdiannya, dia ingin mengingat setiap momen saat menggunakan skillnya.

__ADS_1


[10 Qi dan 20 Energi Mental digunakan.]


"Maju!" kata Ye Xuan pelan.


Bayangan pedang melesat sengan kecepatan 200 kilometer perjam.


"Saudara Wen, bertahanlah!" kata Ye Xuan melalui telepati.


Domain Qi langsung dipraktikkan Wen Lu. Dia bertahan saat melihat bayangan pedang mengarah pada musuh di depannya.


"Apa itu?" kata musuh kebingungan. Dengan penuh percaya diri dia mencoba menghentikannya.


Pertahanan terbaik dipasang, musuh Wen Lu terlihat sangat percaya diri. Namun matanya terbuka lebar tepat setelah ujung bayangan pedang menyentuhnya.


"Apa? Pertahanan Qi tidak bisa menahannya?"


Bayangan pedang terus melesat dan menusuk perut musuh. Tepat setelah ujung pedangnya menyentuh tanah, ledakan besar layaknya bom terjadi.


Wen Lu yang berdiri cukup dekat dihempaskan sangat jauh. Domain Qi melindungi tubuhnya, tapi dia masih terlempar sejauh 300 meter jauhnya.


"Apa itu?" teriak Wen Lu yang panik.


Ye Xuan dan Xu Ling juga terlihat terkejut, mereka tidak menyangka ledakannya akan begitu besar.


Konsumsi Qi dan Energi Mentalnya sangat rendah, tapi dampaknya sangat besar. Ye Xuan tersenyum dan menggunakannya sekali lagi.


Meski berdiri di pusat ledakan, musuh Wen Lu tidak mati. Dia menggunakan teknik Iblis Jiwa.


"Bagus, kau memang lawan yang tepat. Siapa yang membantumu?" tanya musuhnya dengan tatapan mengancam.


Matanya terbuka lebar saat melihat serangan yang sama mengarah padanya. "Sial, kau hanya pengecut!"


Bayangan pedang langsung menghancurkan pertahanannya. Sekali lagi ledakan terjadi, tubuh musuh Wen Lu terluka parah.


"Regenerasi! Cepat gunakan..."


Sebelum menyelesaikan kata-katanya, Wen Lu bersiap menggunakan teknik tombak tepat di depan matanya.


"Gaya ke 3, Seribu tusukan tombak!"


Satu gerakan Wen Lu menyebabkan puluhan tusukan sekaligus. Mata musuhnya bergetar karena tubuhnya mulai terasa dingin.


"Sial, sial, sial! Tuan pasti akan membalas ini!"


Orang itu langsung menjadi gumpalan daging tusuk, serpihan jiwanya melayang dan langsung terbakar.


Wen Lu sekarang mengerti, saat manusia menyerahkan jiwanya pada iblis makan serpihan jiwanya akan langsung menguap.


"Cepat ke tebing, kelompok pasukan mengarah ke tempatmu." Ye Xuan memberi peringatan.


Wen Lu dengan sigap langsung menggunakan Langkah Bayangan, dia menghilang seperti debu yang tersapu angin.


"Pertarungan yang dahsyat, sepertinya Jendral Lu kalah. Bahkan dia juga menggunakan teknik terlarang." Seorang pria paruh baya memberi komentar. Dia adalah penguasa kota, Bao Li.


"Bos, kita sudah menemukan keberadaan Ye Xuan. Haruskan kita melapor?"


"Apa yang kau tunggu, Ye Xuan dan kelompoknya sangat kuat. Kita tidak bisa membiarkan bocah itu berkeliaran. Rencana tuan sebentar lagi akan selesai, kita hanya perlu menunggu!"

__ADS_1


Ye Xuan yang berdiri di atas tebing tidak mendengar pembicaraan mereka, tapi dia bisa membaca gestur mulut dan gerakan tubuh targetnya.


"Aku diincar? Mungkinkah ini perbuatan Han Meli?" tanya Ye Xuan yang kebingungan.


__ADS_2