
Ye Xuan mengaktifkan Shadow Rush, dia menutupi seluruh tubuhnya dengan energi hitam kecuali kepala.
Tanpa peringatan Ye Xuan melesat cepat ke arah Cao Yuan, dia menggunakan Phantom Execution.
Cao Yuan terbelalak, kemudian tersenyum. "Pantas saja Bao Li itu mati di tanganmu. Kau memang kuat!"
Sayatan pedang terus menghujani tubuh Cao Yuan, tapi tidak ada yang bisa menggoresnya.
"Eh?"
Cao Yuan bingung, padahal tidak terluka tapi setiap sayatan lawannya terasa perih seperti terbakar.
"Kau pantas, kau pantas!"
Cao Yuan sepeti orang gila mengayunkan pedangnya ke arah Ye Xuan. Karena dia menggunakan Blade atau pedang bermata satu, kombinasi serangannya terlihat jelas. Meskipun terlihat jelas, Ye Xuan langsung terlempar saat mencoba menghentikannya.
Ye Xuan terus mundur hingga punggungnya membentuk batu besar, matanya terbuka lebar saat melihat senjata lawannya sudah dekat.
Tanpa pikir panjang Ye Xuan menggunakan Langkah Bayangan dan menghilang sementara.
Batu besar yang mengalihkan konsentrasi Ye Xuan langsung terbelah seperti bolu.
Wen Lu tidak tinggal diam, dia melemparkan bola energi. Bola itu mengandung bau yang sangat menyengat, bahkan sapi bisa mati karena menciumnya.
Cao Yuan mengayunkan pedangnya dan asap yang mengelilinginya langsung terhempaskan.
"Bagus, serang aku bersama-sama..."
Tepat setelah mengatakan itu, pukulan Xu Ling menghantam rahangnya.
Cao Yuan tidak bergerak, dia malah menatap tajam ke arah Xu Ling.
Sebelum Cao Yuan membuat gerakan Xu Ling melompat mundur. Dia mengayunkan pedangnya dan menciptakan sayatan pedang.
Cao Yuan menggerakkan tangannya, telapak tangannya menerima serangan Xu Ling.
Meski tidak luka, Cao Yuan merasa perih di dalam kulitnya. "Jadi kalian menggunakan racun, sayangnya itu tidak bekerja padaku."
Ye Xuan sudah menyiapkan serangan berikutnya, dia sampai di belakang target dan berkata, "Sword Dance!"
Satu ayunan terlihat pelan, dua sayatan, empat sayatan, 8 sayatan, 16, 32, dan 64.
Rangkaian sayatan pedang itu membuat Cao Yuan berpikir kembali. Dia tidak mungkin menerima serangan menyakitkan itu terus menerus.
Sampai akhirnya dia sadar saat punggung dan perut bagian kanannya terluka.
"Menarik, bahkan regenerasi superku tidak berguna. Aku akan mulai serius!"
"Gaya ketiga, Seribu tusukan tombak!"
Wen Lu menggunakan teknik andalannya, satu tusukan menciptakan 10 bayangan.
Cao Yuan menghindari semuanya, dia tidak mau merasakan perih menyakitkan itu lagi.
Xu Ling tidak membiarkan Cao Yuan bergerak bebas. Aura berwarna hitam menyelimuti pedangnya.
__ADS_1
Ayunan vertikalnya sangat berat, meski begitu pedangnya bisa dihentikan dengan tangan kosong.
"Aku lupa..." Cao Yuan merasakan sakit itu lagi. Tubuhnya mencoba memahaminya tapi selalu gagal.
Ye Xuan sadar dia tidak bisa melawan Cao Yuan dengan cara biasa. Oleh karena itu dia mengeluarkan satu set jarum yang terdiri daei 24 jarum besar dan kecil.
Dia teringat kehidupan di bumi, Ye Xuan menempatkan jarum di tangan kanannya dan menjentikkannya. Seketika jarumnya melesat lurus ke arah Cao Yuan.
Karena kecil Cao Yuan tidak berhasil memblokirnya. Jarum itu menusuk bawah ketiaknya hingga hampir menyentuh tulang rusuknya.
Cao Yuan meringis. "Sial, kau..."
Sebelum menyelesaikan perkataannya lagi, seorang pria muncul dari kekosongan. Dia adalah salah satu anggota baru.
Pukulan beratnya langsung menghantam lurus ke arah wajah. Cao Yuan mengelak, dia segera melompat ke belakang.
Pukulan pria itu menghantam tanah hingga hancur.
14 lainnya juga datang, meski mereka hanya nerada di ranah Penguatan Jiwa, kombinasi serangannya sangat bagus.
Cau Yuan mulai kewalahan. "Menyebalkan, kau seperti nyamuk yang berisik!"
Pedang bermata satu yang dia bawa diayunkan. Semua orang langsung waspada, tapi sebelum mereka sadar sayatan pedangnya sudah menebas semua orang.
Ye Xuan terbelalak tidak percaya, 15 orangnya hampir mati hanya karena satu serangan. Untungnya dia sempat memindahkan mereka ke Alam Nemo sebelum tubuhnya terpotong.
Melawan Cao Yuan dengan jumlah bukan pilihan yang bagus. Oleh karena itu dia langsung memanggil Feng Hu.
Meski sama-sama berada di ranah Kenaikan tingkat 1, status Feng Hu masih berada di bawahnya.
"Hati-hati."
"Guru, kamu masih saja lemah seperti sebelumnya."
"Ya aku memang tidak sebaik kamu. Tapi membunuhmu dan menghentikan kegilaanmu bukan masalah lagi."
"Salah siapa tidak membunuhku dulu, kalau saja kau langsung membunuhku, mungkin aku tidak harus membunuh lagi."
"Kau selalu menyalahkan orang lain." Feng Hu menarik pedangnya dari udara kosong.
Tidak hanya sangat kuat, pedang itu telah dilapisi formasi penguatan. Sehingga lebih mengintimidasi dan sangat tajam.
"Yang beda darimu hanya senjata itu."
Pertarungan dua kultivator unggul terjadi, setiap kali mereka bersinggungan semua tanah akan terbang.
Kehancuran tidak dapat dihindarkan, ratusan pohon tercabut dari tanah.
Feng Hu memanfaatkan itu semua untuk membangun kekuatannya. Energi Mental dikonsumsi, semuanya bergerak dan menyerang Cao Yuan.
Keterampilan pedang Cao Yuan diperlihatkan, harga diri seroang Seven Demon Blade tidak bisa diremehkan.
Kecepatan dan ketepatannya mengambil keputusan sungguh bagus, meski begitu Feng Hu bisa membuka celah dan melancarkan serangan mematikan.
Tusukan pedangnya mengandung energi jiwa yang dapat merusak keseimbangan para kultivator.
__ADS_1
Pertarungan guru dan murid itu sangat dahsyat, Ye Xuan menggenggam jarum dan melemparnya saat ada kesempatan.
Tanpa terasa 24 set jarum telah dilempar, saat itu juga Feng Hu terjun dari langit dan menghantam tanah.
"Sial, kau memang bocah gila." Seteguk darah segar keluar dari mulutnya.
Tangan kanannya mati rasa, muridnya telah berubah menjadi sosok monster yang sangat kuat.
"Aku adalah Jendral Iblis, mengendalikan kekuatan Jiwa Iblis bukan masalah besar."
Feng Hu tertawa keras. "Apa kau pikir aku akan terjerumus ke dalam Jiwa Iblis?"
Cao Yuan mengubah wajahnya menjadi manusia lagi. "Kenapa, kenapa kau sangat tenang saat akan mati?"
Feng Hu mendecakkan lidahnya. "Apa kau pikir aku akan mati? Sepertinya kau salah paham."
"Kenapa, kenapa kau sangat keras kepala. Bagaimana kau bisa lepas dari jeratan iblis?" teriak Cao Yuan dengan nada tinggi.
"Karena aku percaya pada seseorang."
Tubuh Cao Yuan berhenti bergerak, dia tidak bisa melakukan apa-apa. Bahkan merdiannya hancur dan Qinya keluar tak bisa di kontrol.
Kelainan ini karena Ye Xuan melempar jarum yang mengandung energi jiwa. Saat energi jiwa bertemu energi jiwa, energinya akan melahap jiwa iblis. Saat semuanya sudah panik, saat itulah 24 jarum bereaksi.
"Trik kecil ini tidak akan..."
Cao Yuan gagal mengendalikan energi iblisnya, dia juga tidak bisa merasakan Qi yang tersisa dalam tubuh.
"Kenapa bisa? Aku sudah menjadi yang terkuat!"
Feng Hu berdiri, dia langsung menebas muridnya. "Kau tidak pantas menjadi Pendekar Pedang lagi."
Setelah membunuh muridnya, Feng Hu berlutut di depannya. Dia teringat masa-masa indah saat melatihnya. Saat dia dan kedua orang tua Cao Yuan minum bersama.
"Maafkan aku Saudara Cao, aku tidak bisa mendidik anakmu dengan benar. Semoga kau memaafkanku di sana." Feng Hu tanpa sadar meneteskan air mata.
Ye Xuan, Wen Lu, dan Xu Ling berdiri di belakang. Hujan mulai turun, semua tanah yang hancur itu mulai basah.
Semua orang bermandikan air hujan, sampai akhirnya Ye Xuan menepuk pundak Feng Hu.
"Biarkan aku mengirimnya ke sisi orang tuanya."
"Ambillah ingatannya, mungkin dia punya informasi dari Seven Demon Blade lainnya." Feng Hu berdiri, dia sudah merasa cukup.
"Apa kau yakin?"
"Apa salahnya menyiksa Bajin*an yang merobek dadaku. Sial dia sangat kuat!"
Ye Xuan tidak ragu, dia menggunakan Pelahap Jiwa dan merampas sebagian ingatannya. Setelah itu Api Ungu membakar mayatnya hingga menjadi abu.
Air hujan menghilangkan debu yang ditinggalkan, Ye Xuan dan kelompoknya segera pergi dari tempat kejadian.
Jiang Chen muncul di tempat itu dua jam setelah kejadian. "Sial, aku terlambat lagi. Satu produkku hancur lagi!"
Seorang wanita cantik di sebelahnya berkata, "Tuan sebaiknya anda cepat menerobos ke Half Immortal, kalau tidak semua rencana kita akan hancur."
__ADS_1
"Kau benar, tidak ada untungnya aku melawan mereka saat aku tidak yakin menang."
Jiang Chen dan pengawalnya menghilang.