
Rasa sakit yang menyerang Ye Xuan tidak bisa dibayangkan, seluruh ototnya di peras hingga kering. Dagingnya bergetar tidak karuan, jantungnya berdetak kencang dan napasnya tampak sangat pendek.
Long Yue yang bodoh malah menyerangnya, bukannya mendapat balasan baik, Ye Xuan justru menangkapnya dengan kedua tangannya. Pedang berhasil menusuk tangannya, Ye Xuan tindak ingin melepaskannya dan menggenggam pergelangan tangan Long Yue.
“Bajingan, apa yang kau lakukan!”
Ye Xuan tersenyum manis. “Kalau aku tidak bisa mengalahkanmu, bagaimana jika merasakan kesengsaraan surgawi bersamaku?”
Sambaran petir selanjutnya menghantam Ye Xuan dan Long Yue yang tidak dalam penerobosan. Petir kuat itu langsung membubarkan aura naga merah di langit, Ye Xuan tersenyum manis.
Serangan petir berikutnya membuat Long Yue pingsan di depannya, Ye Xuan menatap langit dan menerima serangan petir selanjutnya. Dia tahu petir itu tidak akan berhenti sebelum seluruh ototku diperbaiki.
Penambahan 50 poin itu akan berdampak banyak untuknya, Ye Xuan masih harus mempertahankan kesadarannya supaya penerobosannya berhasil. Sambaran petir yang lebih besar menghancurkan setiap kulitnya, tapi Regenerasi Cepat membantunya sembuh.
[Regenerasi Cepat mengalami peningkatan.]
Ye Xuan sempat melirik lembut ke arah pemberitahuan sistem, kemudian dia melihat ke atas dan awannya sudah memudar. “Sial, aku tidak ingin melakukan ini lagi!” katanya dengan suara keras.
Meng Luo dengan cepat masuk ke arena pertarungan, begitu pula dengan pengawal Long Yue yang menolong tuan putrinya. Ye Xuan tidak sadarkan diri, tapi dia menang karena Long Yue yang jatuh terlebih dahulu.
Long Qintian tidak setuju dengan keputusan itu, dia menganggap pertarungan itu tidak adil. Ye Xuan mengandalkan hukuman surgawi untuk mengalahkan lawannya, tindakan itu telah mencoreng martabat para pembudidaya.
Perdebatan sengit antara Long Yuan dan Long Qintian terjadi. Tidak ada yang mau mengalah untuk hasil pertandingan tadi, pertarungan Long Yue dan Ye Xuan adalah kunci untuk membawa sebuah kemenangan.
Ketua Han yang anggun segera menghentikan perdebatan mereka berdua. Sampai akhirnya semua sepakat bahwa keduanya seri, tidak ada yang menang maupun kalah. Long Qintian cukup puas dengan keputusan itu, tapi Long Yuan sedikit menyayangkannya.
Seluruh rombongan Sekte Shenlong segera kembali, mereka membawa Long Yue yang belum sadarkan diri. Wajah Long Qintian tampak sangat kesal karena dia tidak bisa membawa kemenangan sempurna.
Ye Xuan tidak jauh berbeda dengan Long Yue, tubuhnya lemah karena terlalu banyak menambahkan Poin Sedekah. Kesadarannya belum bisa kembali ke dunia, akhirnya dia memilih untuk masuk ke Alam Dantian dan melatih seluruh keterampilannya.
Jiwa dan raganya berpisah, kesadaran Ye Xuan bisa melihat fisiknya yang terbaring tak berdaya. Ototnya terus bergetar dan nadinya berdetak cepat, Meng Luo merawatnya bersama dua saudaranya.
Satu bulan berlalu begitu saja, Ye Xuan yang sudah berlatih cukup lama di Alam Dantian akhirnya bisa kembali ke fisiknya. Matanya perlahan di buka, dia melihat Meng Luo yang menunggunya hingga tertidur.
“Guru,” katanya sambil menggerakkan tangannya. Namun tangan dan kakinya tidak bisa digerakkan.
__ADS_1
“Apa yang terjadi?” tanya Ye Xuan yang sedikit panik. Dia tidak bisa merasakan seluruh tubuhnya.
[Efek samping dari Poin Sedekah yang berlebihan.]
“Berapa lama aku seperti ini?”
[1 minggu.]
Meng Luo bangun, dia melihat Ye Xuan membuka matanya. “Sudah sadar, tunggu aku ambilkan makanan!”
Setelah melihat Ye Xuan bangun, Meng Luo langsung melompat dan mencari makanan yang masih ada. Dia akhirnya menemukan sebuah ubi rebus yang sudah dingin.
“Guru, aku tidak bisa menggerakkan seluruh tubuhku. Efek samping tubuh ilahiku kambuh, mungkin aku akan seperti ini selama seminggu.” Ye Xuan mengarang cerita yang meyakinkan supaya Meng Luo tidak khawatir.
“Kalau begitu telanlah pil ini, Ketua Long memberikannya sebagai kompensasi.”
“Aku sudah menduga ini akan terjadi, tapi sudahlah.”
Setelah seminggu berbaring di tempat tidur dan hanya makan pil kesehatan, Ye Xuan langsung melompat dan melakukan pemanasan tubuh. Dia menggerakkan semua sendinya untuk memeriksa ada yang salah atau tidak.
Meng Luo membuka pintu rumah, Wutu Sachuan dan Wen Lu juga mengikutinya dari belakang. “Kamu sudah bisa bergerak?”
“Tentu saja, semua mulus!” kata Ye Xuan sambil meraba tubuh bagian atasnya. Saat ini dia sedang telanjang dada karena harus menerima perawatan khusus dari Meng Luo untuk melancarkan sirkulasi darah.
Ototnya sangat kokoh dan perutnya tampak menawan, bocah berumur 16 tahun memiliki tubuh yang sangat indah. Itu hanya bisa terjadi di dunia kultivasi, makanya Ye Xuan membanggakan dirinya sendiri.
Setelah mengurus semua hal yang ada di rumah Meng Luo, Ye Xuan ingin segera kembali ke kebunnya di pinggiran Kota Lianyun. Namun seorang pembawa pesan muncul dan memberikan surat pada Meng Luo.
“Aku punya firasat buruk,” ucap Ye Xuan.
Meng Luo perlahan membuka segel Sekte, surat itu datang dari Long Yuan yang ingin mengundangnya dan Ye Xuan ke rumah demi memberinya hadiah. “Kita harus segera berangkat!” kata Meng Luo dengan penuh semangat.
Ye Xuan dan dua saudaranya perlahan-lahan keluar pintu, mereka ingin melarikan diri tapi ketahuan Huang Tian yang ternyata sudah berjaga di depan pintu. “Mau lari lagi?” katanya menatap tajam ke arah Ye Xuan.
“Kalian saudaraku ayo kita kalahkan pria besar ini!” kata Ye Xuan dengan penuh semangat. Karena tidak mendapat jawaban, Ye Xuan menoleh ke kanan dan kirinya, dia tidak mendapati wujud Wutu Sachuan dan Wen Lu.
__ADS_1
“Sialan kau!” teriak Ye Xuan dengan perasaan kesal. Dia ditinggal bersama orang-orang yang menyebalkan sedangkan Wutu Sachuan dan Wen Lu sudah berlari keluar Sekte.
Huang Tian menyeret Ye Xuan ke rumah Long Yuan, dia menerima tugas untuk mengawasi Ye Xuan. Tepat setelah dia sehat, Huang Tian harus menyeretnya sebelum Ye Xuan menghilang lagi.
Meng Luo memberi hormat kepada Long Yuan yang duduk di depan meja makan. “Salam tuanku!” katanya dengan nada sopan. Berbeda dengan Ye Xuan dengan santainya mengangguk sebentar dan langsung melambaikan tangannya pada Long Tian.
“Bro, apa kabar? Aku dengar kau cedera cukup serius.”
“Kau jauh lebih serius, sialan!” jawab Long Tian dengan santai.
Keduanya berbincang santai dan mengabaikan keberadaan Long Yuan yang ada di seberang meja. Meng Luo sebagai guru Ye Xuan hanya bisa menunduk malu, dia ingin sekali memukul kepala Ye Xuan dan menyadarkannya. Namun saat ini Long Yuan sepertinya dalam kondisi emosi yang tidak jelas, jadi lebih baik tidak melakukan apa-apa.
Setelah beberapa saat mereka berbincang, akhirnya Ye Xuan mengalihkan pandangannya ke Long Yuan yang menunggunya. “Ketua Sekte, aku tidak tahu mengapa Anda mengundangku. Tolong sampaikan kepentingan Anda.”
“Memangnya aku butuh kepentingan, aku bebas menentukan keinginanku!” Long Yuan mencoba mengintimidasi lawan bicaranya.
“Kalau seperti itu mungkin aku salah menilaimu, saya pikir Anda orang yang tidak egois dan mementingkan hasil bersama. Nyatanya Anda ternyata hanya mementingkan harga diri seorang pemimpin sekte di usia yang terbilang muda.”
Intimidasi Long Yuan berbalik padanya, dia mendapat ceramah dari seorang pemuda berumur 16 tahun. “Lupakan soal itu, ayo fokus ke tujuan kita. Aku ingin kamu membawa beberapa murid berlatih denganmu. Ini demi persiapan turnamen kerajaan 2 tahun lagi.”
Turnamen kerajaan akan diselenggarakan dua tahun lagi. Turnamen itu diselenggarakan oleh kerajaan langsung dan melibatkan 7 Sekte di seluruh Kerajaan Long. Sekte Tianlong selalu menjadi nomor 7 karena mereka hanya mengirim beberapa orang yang terdiri dari ranah Inti Emas. Bukannya tidak mampu membawa murid ranah Pengembaraan Jiwa, tapi karena hampir semua murid di ranah Pengembaraan Jiwa memilih keluar sekte.
Semua itu berawal dari kurangnya kompetensi instruktur sekte yang hanya berada di ranah pendirian sampai inti emas. Tidak ada instruktur yang berada di ranah Pengembaraan Jiwa.
“Melihat perkembanganmu yang tidak masuk akal, aku berencana memberimu hak untuk melatih murid Sekte Tianlong. Tidak semua, tapi sebagian dan terbatas tidak lebih dari 20 orang.”
Turnamen Kerajaan itu terdiri dari 20 peserta di setiap tim, lebih banyak lebih baik karena mereka boleh melakukan pertandingan lebih dari satu kali. Meski begitu 2 tahun adalah waktu yang singkat, tidak ada jaminan Ye Xuan bisa membawa semua murid ke ranah Pengembaraan Jiwa.
“Itu merepotkan, bolehkan saya menolaknya?”
“Tidak, kali ini aku tidak ingin mendengarmu mengatakan tidak.” Long Yuan tegas ingin meminta Ye Xuan melatih beberapa murid terbaik menurutnya.
Ye Xuan menghela napas panjang. “Artinya ini menjadi perlombaan internal untuk seluruh instruktur. Aku bukan instruktur kenapa harus membantu murid lain berlatih!” katanya dengan nada yang sedikit tinggi.
Huang Tian tanpa rasa iba langsung memukul kepala Ye Xuan yang meninggikan nadanya.
__ADS_1