
Malam hari berlalu dengan cepat, Ye Xuan tisak tidur karena kultivasinya sudah memenuhi.
"Tidak ada gunanya khawatir." Ye Xuan mengubah wajahnya, dia menyusup kembali ke Kota Deyang.
Kali ini dia menyamar sebagai seorang pemuda. Tubuhnya yang ideal serta ototnya terlihat kekar, dia mengenakan kaos tipis supaya bentuk tubuhnya sedikit terlihat.
Sesampainya disebuah rumah makan, Ye Xuan duduk dengan dada membusung.
Meski terlihat biasa tapi sikapnya itu membuat pada preman yang melihat geram.
Seroang pria paruh baya berbaju coklat langsung memukul meja makanannya, Ye Xuan sedikit melirik kemudian fokus lagi makanannya.
"Kau berani mengabaikanku!"
Tanpa basa basi lagi, pria paruh baya itu menyerang. Ye Xuan dengan santai menghentikanku tinju lawannya.
"Jangan membuat keributan, aku senang makan." Ye Xuan melempar kata-kata intimidasi.
Bukannya takut, paruh baya itu mengeratkan giginya dan mencoba menarik tangannya. Ekspresinya berubah saat tangannya tidak bisa di tarik.
Setelah berusaha cukup keras, ekspresi pria paruh baya itu berubah hijau.
"Saudara Muda, aku tidak bermaksud seperti itu. Kita sedang taruhan siapa yang berhasil memukulmu akan mendapat untung besar."
Ye Xuan meliriknya lagi. "Pergilah, jika aku melihatmu dan teman-temanmu lagi..."
Sebelum menyelesaikan perkataannya Ye Xuan menghela napas. "Lupakan, malas rasanya menghadapai orang-orang lemah sepertimu."
Pria paruh baya yang menggangunya punya Kultivasi ranah Pengembaraan Jiwa. Bahkan para pedagang di pasar bisa mengalahkannya.
Sebelum meninggalkan tempat berdirinya, pria paruh baya itu menundukkan kepalanya takut.
"Jangan takut padanya, dia hanya bocah yang baru datang tadi pagi."
"Bos, syukurlah kau datang."
[Fan Jun (Kenaikan - 2).]
"Pergilah, aku ingin bicara dengan bang jago."
Fan Jun duduk dengan santai, dia menatap tajam ke arah Ye Xuan yang masih makan tanpa terganggu.
"Apa kau mengabaikanku?"
Ye Xuan menggelengkan kepala. "Tidak, tapi kau mengganguku makan."
Fan Jun mengepalkan tangannya dua segera melayangkan tinjunya ke arah wajah. Namun dia langsung terbelalak saat melihat tinjunya dihentikan dengan tulang dari ceker ayam.
"Jangan membuatku mengulanginya lagi." Ye Xuan menghunuskan ceker ayam yang lainnya.
Tatapan Ye Xuan mengintimidasi semua orang yang ada di dalam restoran. Keringat dingin mulai menghantui mereka.
Ye Xuan melanjutkan makannya. Kemudian dia berdiri, bayar dan keluar dengan tenang.
__ADS_1
Semua bandit yang mengepungnya masih membatu, mereka tidak ingin bergerak karena mungkin saja akan mati konyol.
"Siapa dia, tidak mungkin ada orang sekuat itu di kota!" kata Fan Jun.
"Aku hanya melihatnya masuk kita tadi pagi, sepertinya dia pangeran dari Daratan Barat."
Daratan Barat terkenal dengan orang-orang barbar yang menyelesaikan semua masalah dengan ototnya. Namun saat mereka berada di Daratan Tengah, mereka akan bersikap baik untuk menghargai sekutunya.
"Aku sudah mengunjungi Daratan Barat, tidak ada pangeran yang sekuat dia."
"..."
Semua bandit yang ada di restoran terdiam, mereka tidak tahu siapa pemuda yang mereka singgung.
Ye Xuan mendapatkan banyak informasi, dia pergi untuk memastikannya.
Setelah sampai di alun-alun kota, Ye Xuan melihat tempat tinggal yang sangat besar, itu adalah Kediaman Pemilik Kota. Dia masuk ke dalam gang sang langsung menggunakan Shadow Rush.
Ye Xuan menyelinap masuk ke dalam kediaman pemilik kota. Dia masuk dengan mulus karena tidak ada orang yang lebih kuat darinya.
Sampai akhirnya dia berhenti di ruang tengah. "Aneh, kenapa penjagaannya sangat longgar?"
Seorang pemuda masuk, dia adalah anak dari pemilik kota Sikong Yu.
[Sikong Yu (Kenaikan 2).]
"Sial, semua bergerak sesuai pengaturannya. Aku harus cari orang yang setia!" katanya sambil memukul kursinya.
Ye Xuan memperhatikan sekitar, dia melihat Sikong Yu melempari foto seseorang.
Ye Xuan tahu foto itu adalah putra pertama pemilik kota, sepertinya Sikong Yu punya dendam dengan kakaknya.
"Sial, bagaimana caraku memulihkan ayah!"
Ye Xuan terbelalak karena dia mendapat informasi baru, ternyata Pemilik Kota Deyang sekarang karena racun yang diberikan kakak Sikong Yu.
Ye Xuan mengikuti Sikong Yu sampai dua hari, akhirnya dia mendapatkan gambaran jelas tentang kronologinya.
"Menarik, aku punya solusi untukmu." Ye Xuan menunjukkan wujudnya. Dia melangkah tenang ke arah Sikong Yu yang panik.
"Siapa kau?" tanyanya dengan mata terbelalak. Dia tidak bisa merasakan kehadiran Ye Xuan sama sekali.
"Tidak perlu takut, aku ada di pihakmu." Ye Xuan duduk dan memperkenalkan dirinya dengan benar.
"Aku Ye Xuan, kultivator pengembara. Aku dengar kau kesultanan dalam mengurus kakakmu, jadi...."
Ye Xuan tersenyum manis dan mulai menceritakan solusi yang dia tawarkan. Dengan lidah ularnya, Ye Xuan berhasil menghasut Sikong Yu menjadi orangnya.
"Rencana yang brilian, tapi kita tidak bisa melakukannya. Raja masih hidup, kalau aku membunuhnya akan terjadi kericuhan."
"Tidak, ayahmu akan segera mati. Kakakmu Sudah memberinya racun Naga Bumi, dia tidak akan selamat kecuali dokter ilahi mengobatinya."
"Dokter ilahi?"
__ADS_1
"Dia datang bersamaku, kami berpisah karena terbuang ke dunia ini."
"Kau dari dunia lain?"
"Iya, aku tidak boleh menyebutkan namanya. Jadi kalau aku membantumu menyingkirkan kakakmu, bantu aku cari petunjuk keluar dari Dunia Rendah ke 7 ini!"
"Sepakat, aku juga akan melangkah ke Dunia lain. Jadi bagaimana dengan ayahku?"
"Apa kau masih menyayanginya?"
"Kami para kultivator tidak mengenal kata sayang. Jangan sebutkan itu, bagaimana caraku menyelamatkan ibu?"
Ye Xuan tertawa kecil. "Terus kenapa kau menyelamatkan ibumu?"
Sikong Yu terdiam, dia tidak bisa menjawab karena memang rasa sayang pada ibunya sudah tertanam hingga ke lubuk hatinya.
"Lupakan saja, lakukan tugasmu dengan baik." Ye Xuan menghilang seperti hantu, dia langsung membuat keributan di markas para bandit.
Fan Jun yang menjadi ketua bandit tidak menyangka pemuda yang dia ganggu tempo hari kembali.
"Tuan Muda, aku bisa membayarmu. Tolong berikan kami kesempatan!" teriak Fan Jun dengan tatapan putus asa.
"Berdirilah, siapa bos bandit sebenarnya?" tanyanya dengan tatapan penuh intimidasi.
"Aku tidak ada yang lain!"
Ye Xuan tertawa keras, dia mencekik Fan Jun dan mendekatkan wajahnya. "Sepertinya negosiasi gagal."
"Ti... Tidak. Aku memang bos bandit di kota." Fan Jun tampak ketakutan, dia menjawab dengan jujur.
Ye Xuan menatapnya dengan serius, dia melepaskan genggamannya. "Jadi siapa yang menyuruhmu beroperasi di Kota Deyang?"
Fan Jun batuk dan langsung menjawab, "Putra Sulung, dia yang membantu kita."
"Menarik, jadi putra sulung yang melindungi kalian. Ceritakan semua tentangnya!"
Ye Xuan mendapat banyak informasi dari mulut pemimpin bandit. Dia mulai menyadari bahwa Putra Sulung Keluarga Sikong adalah penganut iblis.
"Jiang Chen ternyata sudah bergerak dulu. Sepertinya kita akan bertemu lagi, jangan harap bisa kabur!"
"Jiang Chen... Aku pernah mendengar namanya. Dia adalah penasihat putra sulung yang sudah mati."
"Mati?"
"Ceritakan!"
Ternyata aliran waktu benar-benar berbeda dari yang sebelumnya. Jiang Chen datang di dunia ini 10 tahun yang lalu.
Setelah membuat daratan tengah menjadi penguasa dunia, Jiang Chen dan Sun Zi bersaing untuk menjadi ahli strategi terbaik.
Sayangnya Jiang Chen kalah dan berakhir mati, sedangkan Sun Zi menjadi kepala ahli strategi. Namun tidak sampai 2 tahun, Sun Zi membuat kesalahan dan berakhir tragis sama seperti Jiang Chen.
"Cerita yang menarik, melihat waktunya Jiang Chen sudah berpindah ke Dunia yang lain."
__ADS_1
"Duna lain? Apa kamu dari dunia lain?"
"Ya, aku dari dunia lain. Salah satu tujuanku adalah mengejar orang yang kau sebutkan tadi." Ye Xuan mengungkapkan tujuannya.