
Ye Xuan harus puas dengan tempat finisnya, ia masih terluka akibat melawan monster. Meski begitu, dia tidak terlihat putus asa.
Shu Han memberi saran agar Ye Xuan tidak ikut ujian selanjutnya. “Ujian selanjutnya ketahanan tubuh, kamu bisa mati.”
“Tenanglah, aku punya rencana.” Ye Xuan sangat percaya diri dengan kemampuan penyembuhannya. Ditambah lagi poin Staminanya sudah cukup tinggi.
“Aku tidak bisa membantumu di ujian ke dua. Tapi jangan sampai kalah.” Shu Han melangkah maju karena mendapat panggilan dari senior pengawas ujian.
“Tenanglah, aku pasti menyusul.”
Setelah semua calon murid masuk, Ye Xuan baru sadar dirinya tidak dipanggil. Dia mulai mendekati penguji dan bertanya, “Senior, kenapa aku tidak dipanggil?”
“Ye Xuan? Bukankah aku sudah memanggilmu tadi.”
“Belum, Senior.”
Bukannya mengakui kesalahan, Penguji justru marah dan menunjukkan daftar calon murid. “Buka matamu, aku sudah memanggilmu!” katanya sambil menendang perut Ye Xuan.
Meski diterbangkan, Ye Xuan bisa melihat dengan jelas bahwa namanya ada di daftar paling bawah. Anehnya penguji menyebutnya gagal di ujian pertama. Padahal dia finis di posisi yang cukup tinggi.
“Senior, pasti ada kesalahan. Aku sudah melewati ujian pertama!” ucap Ye Xuan dengan nada sedikit tinggi.
Penguji yang marah segera mendekat dan memukuli Ye Xuan. Tidak puas sampai di situ, dia berniat menghancurkan Dantian Ye Xuan.
Namun sebelum menghancurkannya, seorang kakek tua menghentikannya dengan sebuah kipas besi.
“Sudah cukup, kau berlebihan.” Kakek tua itu langsung menarik sebuah lencana di dada penguji. Kemudian dia menghancurkannya dengan satu gerakan.
“Sekarang pergi, kau bukan lagi murid Sekte Tianlong!” kata Kakek tua dengan tatapan serius.
“Senior Han, dia hanya calon murid. Kenapa melakukannya sejauh ini!” kata Penguji dengan nada putus asa. Tidak ingin meninggalkan Sekte Tianlong, dia memohon sambil memegang kaki Senior Han.
Seorang pria paruh baya turun dari langit, dia adalah petinggi dari keluarga Lan. “Senior, tolong urungkan niat Anda. Dia adalah murid yang cukup berprestasi.”
Kakek Tua itu langsung memalingkan tubuhnya dan melempar lencana murid dalam. “Sekali lagi dia membuat masalah, aku tidak hanya mengusirmu tapi aku akan membunuhmu.”
Ye Xuan yang ada di tengah-tengah pembicaraan hanya bingung. Dia tidak tahu harus menanggapi seperti apa karena tadi adalah pembicaraan yang sensitif.
Pria paruh baya itu segera menyuruh Ye Xuan untuk masuk ke Menara Ujian ketahanan tubuh. Semakin tinggi lantai menara yang di panjat, maka nilainya akan semakin bagus.
Gui Lan sudah ada di lantai 3, sedangkan Ye Xuan belum melangkah masuk. “Terima kasih, Paman. Semoga panjang umur,” katanya dengan senyum manis.
Dengan langkah bahagia Ye Xuan langsung masuk ke Menara Ujian. Matanya terbuka lebar ketika 6 orang calon murid langsung menyerangnya.
Kakinya bergerak cepat menghindari serangan, matanya menyempit dan melihat penyerang membawa senjata tajam.
“Apa kamu sudah sadar kesalahanmu?” tanya salah satu orang.
Ye Xuan melihat sekitarnya, dia tidak melihat orang sama sekali. “Mana murid lainnya?”
“Kamu tidak perlu tahu, sekarang matilah.” Seorang pria yang membawa tombak segera berlari dan menyerang Ye Xuan. Melihat ujung tombak yang mengarah pada perutnya, Ye Xuan menghindar dengan mudah.
Matanya memancarkan percikan petir kecil diujungnya, hanya dia yang bisa melihat petirnya. Pergerakan musuhnya berhasil diprediksi dan langsung menemukan solusi terbaik.
“Sepertinya membunuh di ruangan ini bukan tindakan ilegal.” Ye Xuan menyadari ada bau darah di senjata mereka semua.
__ADS_1
“Oh, akhirnya kamu sadar. Ujian masuk sekte memang kejam. Jadi bersiaplah kehilangan nyawa.”
Bukannya mundur, Ye Xuan justru maju dengan kecepatan tinggi dan langsung menusuk orang di tengah.
“Apa?”
Pemimpin kelompok itu langsung menyerang Ye Xuan bersamaan. “Brengsek, mati kau!” teriak salah satu kelompok pembunuh.
Ye Xuan dengan santai menghindari semua serangan dari seorang ahli. Menurut sistem, orang yang menyerangnya hanya berada di tingkat 3 Pengumpulan Qi.
Setelah memperhatikan berbagai teknik serangan, Ye Xuan menyadari bahwa beladiri manusia pada zaman sekarang hanya mengandalkan senjata dan Qi. Tidak ada pertahanan diri yang praktis dan bisa diterapkan di segala kondisi.
Melihat serangan pedang mengarah padanya, Ye Xuan menangis dan melayangkan pukulan ke dada musuh. Tidak mau memberi kesempatan, setelah musuh mundur Ye Xuan maju dan menunjuk tubuh musuhnya.
“Brengsek, bagaimana kau bisa sekuat itu.”
Tanpa menjawab pertanyaan musuh, Ye Xuan menarik pedangnya hingga darah berceceran di lantai.
Tidak mau meninggalkan barang bukti, Ye Xuan dengan cepat menyingkirkan musuh lainnya. Pedangnya terasa sudah tumpul, akhirnya dia memutuskan untuk memasukkannya ke Cincin Penyimpanan.
“Selesai juga,” kata Ye Xuan sambil mengusap darah di pakaiannya. Tanpa rasa malu dia melepas bajunya dan mengganti pakainya, sedangkan baju yang berlumuran darah disimpan.
[Berhasil membunuh 6 penjahat, mendapat 3 Poin Sedekah.]
[Poin Sedekah berkurang 2 karena hukuman sistem.]
“Hei, sistem baik. Jangan dikurangi ya...”
Ye Xuan tidak mendapat jawaban, dia hanya bisa pasrah dan melanjutkan ke lantai dua. Tanpa menyerap energi di lantai pertama, Ye Xuan masuk ke lantai 2 dengan mudah.
“Hei Shu Han, kamu baru sampai di sini?” tanya Ye Xuan dengan santai.
Shu Han membuka matanya. “Wow, kamu sudah sampai. Bagaimana lukamu?”
“Aman, sudah sembuh semua. Ngomong-ngomong kenapa sedikit sekali orang di sini?”
“Banyak yang turun karena penguji sepertinya meningkatkan tekanan di lantai 3.”
Shu Han menjelaskan bahwa manusia biasa harus menyerap energi langit dan bumi untuk melangkah ke lantai selanjutnya. Itu dilakukan perlahan, jadi tidak seharusnya Ye Xuan langsung melangkah ke lantai selanjutnya.
“Aku akan melangkah ke lantai 4, mau ikut?” tanya Ye Xuan yang mencoba menyerap energi langit dan bumi tapi gagal. Akar Spiritualnya hanya berada di tingkat Perunggu, jadi sia-sia mengumpulkan Energi Langit dan Bumi di sini.
“Baik, ayo.”
Shu Han dan Ye Xuan melangkah ke lantai 4, hanya ada 7 orang. Termasuk Gui Lan yang gagal beberapa kali.
Enam orang lainnya membuka mata dan mencoba melangkah ke lantai 5. Namun semuanya gagal dan memuntahkan seteguk darah segar. Tanpa peringatan mereka berenam langsung turun ke lantai ke 3.
Ye Xuan mendongak ke atas dan melihat ada sesuatu yang aneh. Jadi dia memilih untuk duduk dan mencari cara untuk lolos, gravitasi di lantai 4 masih bisa ditahan dengan mudah.
Shu Han yang baru satu menit di lantai 4 langsung muntah darah, Ye Xuan sebagai teman langsung menghampirinya.
“Apa kau baik-baik saja?”
“Ya, aman. Tapi aku harus turun, kalau tidak Qi dalam tubuhku akan meledak.” Shu Han berdiri dan turun ke lantai 3.
__ADS_1
Gui Lan berdiri, dia melirik ke arahnya dengan tatapan merendahkan. Namun Ye Xuan tampak tenang sambil mengerutkan kening.
“Sebaiknya menyerah saja, aku bisa mengampuni nyawamu.”
“Ih, takutnya. Jangan banyak omong dan pergilah ke lantai 5.”
Gui Lan dengan penuh percaya diri masuk ke lantai 5. Namun tepat sebelum meletakkan kakinya di lantai 5, Gui Lan diterbangkan sangat jauh. Bahkan dia mengalami luka dalam yang cukup serius.
[Tolong Gui Lan, berikan obat penyembuh sederhana seharga 1 Poin Sedekah.]
“Aku curiga kamu memang menyuruhku menghabiskan Poin Sedekahku,” kata Ye Xuan dalam hatinya.
Karena Gui Lan tidak secara langsung memprovokasinya, jadi Ye Xuan berlari dan memberi obat penyembuhan sederhana. “Buka mulutmu, obat ini bisa membantu menyembuhkan luka.”
Bukannya menurut, Gui Lan justru menutup mulutnya dengan sekuat tenaga. Namun Ye Xuan tidak kehabisan akal, dia menggelitik Gui Lan hingga mulutnya terbuka sedikit. Kemudian obat penyembuhan itu langsung dimasukkan ke mulutnya.
Efeknya jelas, tubuh Gui Lan perlahan sembuh. Ye Xuan tidak punya waktu untuk merawat Gui Lan terus-menerus. Dia memilih untuk melangkah ke lantai 5.
Tekanan gravitasi yang ada di lantai 5 sangat kuat, bahkan Ye Xuan kesusahan untuk bergerak. Anehnya ada puluhan panah mengarah padanya.
Ye Xuan melangkahkan kakinya dan mencoba menghindari panah. Namun karena tekanan yang kuat, langkah Ye Xuan sedikit terlambat. Sehingga panah yang mengarah padanya berhasil melukainya, meski hanya luka kecil.
“Bukankah ini ujian pertahanan?” teriak Ye Xuan meminta pertanggungjawaban penguji. Namun dia tidak mendapat jawaban karena harus menunggu Penguji yang baru.
Panah lainnya muncul menusuk tangan dan kakinya, Ye Xuan terus bertahan. Rasa sakit mulai menyelimuti dirinya, untungnya ada pemberitaan sistem yang menyelamatkannya.
[Berhasil membantu Gui Lan, mendapat 2 Poin Sedekah.]
Melihat panah terus menyerangnya Ye Xuan terus bekerja keras untuk menghindar. Setelah setengah jam menghindari panah, Ye Xuan berhasil selamat.
Tangan dan kakinya gemetar. “Sial, aku harus cepat,” katanya sambil menelan pil penyembuhannya.
Perlahan lukanya kering, Ye Xuan melihat ke bawah, tapi tidak ada yang ingin naik ke atas. Akhirnya Ye Xuan memilih untuk naik ke Lantai 6.
Tepat setelah menginjakkan kakinya, Ye Xuan langsung tengkurap jatuh. Tekanan ini jauh melebihi tekanan di lantai 5.
“Hei, kau pasti bercanda.”
Merasa tubuhnya ingin meledak, Ye Xuan duduk dan mempraktikkan Kultivasi Dewa Petir. Aura biru petir muncul menyelimutinya, Ye Xuan perlahan menarik Energi Langit dan Bumi.
[+1 Qi Poin.]
Ye Xuan mengangkat sudut bibirnya, dia berhasil menaikkan total Qi miliknya dengan cepat. Hanya satu hari berhasil meningkatkan satu tahun kapasitas Qi.
Jika meneruskan ini sampai satu bulan, Ye Xuan yakin bisa menjadi Pejuang beladiri dengan kapasitas Qi paling besar di tahapannya.
Sayangnya semua murid dipaksa keluar setelah Ye Xuan mendapatkan satu tahun kapasitas Qi. “Apa? Kenapa aku keluar?”
Semua orang juga membuka matanya, mereka harus puas dengan hasilnya. Semua orang bingung karena pengujinya berbeda.
“Tidak usah bingung kenapa Penguji ganti, sekarang ayo langsung ke intinya.”
“Ye Xuan, nomor 3. Long Si nomor 2, dan Chu Feng nomor 1.”
Ye Xuan bingung, padahal dia ada di lantai 6. Tidak ada satu orang pun yang ada di depannya.
__ADS_1