Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Rencana


__ADS_3

Kekalahan pertama Kelompok Bandit membuat ketuanya pergi ke hutan bawah tanah. Tempat itu sangat menyeramkan, hampir tidak ada yang menginjakkan kakinya di hutan itu.


“Senior, tolong bantu kami. Kelompok musuh menyewa seseorang yang berbahaya. Aku pikir dia ada di ranah Kelahiran Jiwa atau di atasnya.”


Ketua Bandit itu mengadu pada salah satu orang yang mendukungnya. Pria tua itu sebenarnya ada di Kelompok Netral tapi karena pada dasarnya dia adalah bandit, dia berdiri dan menyeringai.


“Beraninya kau membangunkanku!” ucapnya sambil memadatkan Qinya membentuk sebuah tangan.


Orang yang berhasil memadatkan Qi dan membentuk sebuah objek khusus, seharusnya ada di ranah Kelahiran Jiwa atau Nascent Soul.


“Se...Senior A... aku tidak berani.”


Pria tua itu mengerutkan alisnya, dia melihat adanya rasa takut di mata Ketua Bandit. “Benar itu yang aku inginkan, rasa takut... aku butuh rasa takut!” katanya dipadukan dengan suara tawa yang mengikik.


“Apa yang kau inginkan, pengecut?” tanya Pria tua sambil mengikik hampir memuntahkan tawanya.


“Tolong kelompok kami!” ungkap Ketua Bandit.


“Ceritakan!”


Ketua bandit menceritakan semua kejadian, dia melebih-lebihkan kekuatan Ye Xuan supaya pria tua itu membantunya. Namun bukannya mendapat bantuan, pria tua itu justru tertawa keras.


“Kau berbohong!” katanya sambil melepaskan pukulan telapak tangan. Pukulannya itu langsung menghancurkan sebagian besar organ dalam Ketua Bandit. Merdiannya terputus satu persatu, Jing dan Meinya memuntahkan darah hingga Dantiannya hancur.


Proses penyiksaan itu sangat menyakitkan, Ketua Bandit tidak dapat menahannya. Dia pingsan tanpa mengetahui kondisinya yang menyedihkan.


“Ye Xuan, aku menantikan kedatanganmu!” ucap Pria Tua itu dengan suara tawa yang mengerikan.


Disisi lain Ye Xuan merasa bulu kuduknya berdiri, ia melihat ke arah markas kelompok bandit. “Mungkin hanya perasaanku saja, sebaiknya aku segera berburu.”


Malam telah tiba, sebagian kecil kelompok murid melatih tubuh dan mentalnya sesuai instruksi. Sebagian lagi harus istirahat karena kondisinya belum stabil.


Hari pertama dilalui dengan mudah, semua masih sesuai dengan rencana. Setelah hari kedua, Ye Xuan keluar sendirian untuk memburu beberapa pohon mutasi. Dia segera menyerap Batu Terkutuk yang dijatuhkan.


Pada hari ketiga, Ye Xuan mencari monster troll seperti sebelumnya. Namun dia tidak menemukannya, Ye Xuan memilih untuk kembali ke markas kelompok murid.


Langkahnya terhenti setelah melihat pohon yang sangat mencurigakan, pohon-pohon itu tumbuh bersilangan sehingga bawahnya terlihat gelap. Puluhan atau mungkin ratusan pohon itu membentuk sebuah gua buatan.


“Tidak ada salahnya mencoba masuk.” Ye Xuan melangkah masih dengan harapan ada yang dia dapatkan. Bukannya keberuntungan yang didapatkan, sebuah pedang dengan cepat langsung mengarah padanya.


Ye Xuan yang panik langsung menggunakan Langkah Bayangan untuk menghindar, matanya menatap tajam ke arah sumber serangan. Petir kecil muncul dari ujung pupil matanya, Ye Xuan meningkatkan fokusnya hingga titik tertinggi.

__ADS_1


Sebelum mengetahui siapa yang menyerangnya, ranting pohon yang lainnya tiba-tiba mengeluarkan pedang. Ye Xuan masih mengaktifkan Domain Qi, jadi dia mengetahui arah serangan. Dengan sedikit usaha Ye Xuan menghindari serangan pedang.


Serangan pedang itu tidak berhenti, pedang yang awalnya satu menjadi 10, kemudian menjadi 20, dan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Ye Xuan yang sudah melatih sensitivitasnya dengan pohon mutasi tidak begitu kesulitan, dia bermanuver di udara serta mengayunkan pedangnya menghentikan pedang lawannya.


Setelah bertahan cukup lama, Ye Xuan menyadari bahwa batang pohon itu sedikit demi sedikit berkurang. Pohon yang awalnya lebih dari seratus menyusut menjadi puluhan.


“Senior, aku tidak datang dengan niat buruk. Tolong dengarkan penjelasanku!” teriak Ye Xuan meminta perdamaian.


Serangan pedang berhenti. Seorang pria tua serta badan yang bungkuk keluar dari dalam gua. Matanya berwarna merah darah melihat ke arah Ye Xuan dengan tatapan tajam.


“Anak muda, dari mana asalmu?”


“Aku dari Sekte Tianlong.”


“Seperti biasa, para Bajin*an itu selalu membuang para jenius.”


“Senior, sepertinya kamu salah paham. Penjara ini sebenarnya adalah surga untuk para kultivator. Tidak ada yang menyadarinya sebelum aku datang.”


“Surga? Pikiranmu terlalu bengkok anak muda. Apa kau tidak melihat para monster mengamuk di setiap malam?”


Ye Xuan mengangguk. “Tentu aku melihatnya, bahkan aku melalui malam dengan membantai para monster itu. Lihatlah ini.” Ye Xuan mengeluarkan Batu Terkutuk yang belum di serap.


“Iya aku membunuh beberapa diantara mereka.”


Pria tua itu adalah orang yang memikirkan ide seperti Ye Xuan, dia membantai beberapa monster kemudian mengambil batu terkutuknya. Namun saat menyerap batu terkutuk, kultivasinya justru merosot.


“Kau masih terlalu muda untuk mengerti, cepat buang batu terkutuk itu!” kata Pria Tua memperingatkan Ye Xuan.


“Sepertinya kamu salah paham senior.” Ye Xuan justru menyerapnya tepat di depan pria tua misterius. Energi terkutuk itu langsung dimurnikan dan masuk ke dalam tubuhnya.


“Kamu lihat, dengan cara yang benar batu ini bisa menjadi berkah untuk kita para kultivator.” Ye Xuan menyebutkan pemikirannya.


“Tidak mungkin, bagaimana kau melakukannya?”


“Dantian bukan satu-satunya yang bisa mengolah energi langit dan bumi. Kita bisa menggunakan seluruh organ di tubuh untuk menyerap energi langit dan bumi.” Ye Xuan menjelaskan teorinya tentang kekuatan Qi yang sebenarnya.


Pria Tua itu mengangguk seperti seorang murid yang mendengarkan penjelasan gurunya. Dia tercengang setelah memastikan bahwa Ye Xuan tidak punya Dantian yang utuh, tapi Qi miliknya bersirkulasi dengan baik.


Pria Tua itu adalah Feng Hu, orang yang pernah menjadi kultivator pembantai para bandit. Dia adalah murid inti Sekte Tianlong, saat itu ayah Long Tianyun yang menjadi pemimpin sekte. Berkat konspirasi dari pala Leluhur sekte, dia berakhir di buang.


Setelah berjuang sekuat tenaga bertahan di penjara bawah tanah, Feng Hu berhasil menciptakan gua dari pohon. Energi langit dan bumi di penjara bawah tanah sangat minim, jadi perkembangannya jauh lebih lambat dari orang-orang di permukaan. Namun tekadnya terlalu kuat, dia akan terus bertahan demi melihat putri tercintanya di Kerajaan Long.

__ADS_1


“Putri, siapa nama putrimu?” tanya Ye Xuan.


“Feng Xia, dia adalah putriku.”


Feng Xia adalah ibunda raja dari Kerajaan Long saat ini. Umurnya sudah menyentuh 200 tahun, tapi tetap terlihat muda. Rumor mengatakan bahwa wanita tua itu berada di ranah Kenaikan, makanya penampilannya seperti masih 30 tahunan.


Alasan mengapa Kerajaan Long tetap berdiri tanpa gangguan karena keberadaan Feng Xia. Tidak ada yang berani menyentuh Kerajaan Long karena Feng Xia terlalu kuat, bahkan pangeran dari Dragon War belum yakin bisa mengalahkannya.


“Sepertinya aku sudah tertinggal jauh darinya.”


“Tidak ada ayah yang lebih lemah dari anaknya.” Ye Xuan mencoba menghibur Feng Hu yang terlihat sedih.


Sudah 180 tahun Feng Hu di penjara, dia membutuhkan 20 tahun lagi untuk bebas sepenuhnya. Kultivasinya berhenti di ranah Penguatan Jiwa tingkat 9, dia tidak punya sarana untuk mengambil kesengsaraan surgawi. Untuk menerobos ke ranah Ketiadaan, Feng Hu harus menerima cobaan dari Kesengsaraan Surgawi, kalau tidak maka selamanya dia akan tetap berada di Penguatan Jiwa.


Ye Xuan sebenarnya ada cara untuk membantu Feng Hu, tapi dia tidak ingin mengungkapkan dunia buatan di dalam Dantian Alam Semesta miliknya.


“Bukankah gampang, aku bisa membantumu keluar dari penjara ini.”


“Apa kau tidak tahu penjaga yang bermarga Yanluo itu di ranah Ketiadaan?” tanya Feng Hu dengan santai.


“Aku tahu, dia sebenarnya adalah orang baik. Menurut pengamatanku, dia tidak bisa memutuskan hukuman seseorang berdasarkan keputusannya. Yanluo hanya mengikuti apa yang dikatakan Penjara Bawah Tanah ini.”


“Apa maksudmu?” tanya Feng Hu yang masih belum mengerti.


“Susunan formasi yang rumit ini dibuat khusus untuk memenjarakan mereka yang punya iblis jiwa di hatinya. Artinya kita hanya perlu menyingkirkan Iblis Jiwa untuk menerobos pertahanan penjara, Yanluo tidak akan ikut campur dalam urusan ini.”


Feng Hu mengerutkan alisnya. “Tidak mungkin, simpul di hatiku sudah sangat rumit. Tidak mungkin menguraikannya saat ini.” Dia ingin menyampaikan bahwa dendamnya tidak bisa di damaikan, dia akan menghancurkan para leluhur yang menjebaknya.


Ye Xuan hanya bisa tersenyum kecut, dia belum menemukan kondisi lain untuk keluar secara paksa. Langit-langit penjara mulai berubah coklat, Ye Xuan ingin berpamitan untuk keluar.


Namun sebelum keluar Feng Hu menghentikannya. “Ada seseorang yang mengincar nyawamu, pria itu cukup berbahaya.”


Ye Xuan menggelengkan kepala. “Tidak perlu khawatir, hukum di penjara ini mutlak. Tidak mungkin dia membunuhku.”


“Kau masih belum tahu, sebenarnya ada cara untuk membunuh orang.”


Ye Xuan terkejut dan menatap tajam ke arah Feng Hu. “Apa kamu yakin?”


“Ya, aku sudah membunuh lebih dari 50 orang selama aku hidup di penjara.”


Bukannya takut karena musuh akan membunuhnya, Ye Xuan justru mendapatkan jawaban tentang kegelisahannya untuk keluar dari penjara selain menyingkirkan iblis jiwa di hati para kultivator.

__ADS_1


__ADS_2