
Semua anggota Shadow Soul meningkat dengan paksa, Ye Xuan yang berada di dalam Dunia Waktu paling tersiksa.
"Jangan menyerah, serap semuanya!" teriak Ye Xuan melalui telepati.
Seperti yang diperintahkan, semua orang menyerap tanpa bertanya alasannya. Mereka semua mendengar suara Ye Xuan yang bergetar, itu artinya menyerap energi alam yang lepas adalah sebuah keharusan.
Mu Mixue dan Wutu Sachuan memancarkan aura merah, mereka berdua membangkitkan ingatan dan keturunan naga.
Mu Mixue sekarang sudah meningkat, tubuh ilahinya bukan lagi Kaki Naga tapi Naga Murni.
Begitu pula dengan Wutu Sachuan yang mendapat kebijaksanaan, dia secara tidak sadar menggunakan Armor Naga Perang.
Keduanya membangkitkan Aura Naga Perang, Armor warna merah terang membuat keduanya terlihat lebih mencolok dari yang lainnya.
"Haa..."
Mu Mixue dan Wutu Sachuan berteriak keras, mereka berdua menahan rasa sakit yang menusuk hingga ke tulangnya.
Armor Naga Perang ternyata menancapkan jarum-jarum kecil yang menghubungkan mereka dengan majikannya.
Gelombang merah meledak dari tubuh keduanya, mereka berdua berusaha sekuat tenaga mengontrol Armor Naga Perang.
Setelah Raungan naga merah terdengar, sosok monster besar keluar dari tubuh Wei Li, Yang Xinhai dan Li bersaudara.
Monster itu sangat mengerikan, bentuknya seperti naga tapi punya banyak sekali duri. Matanya merah seperti harimau yang siap memangsa buruannya.
Ruangan keempat monster itu langsung membuat keadaan Mu Mixue dan Wutu Sachuan sedikit tenang.
Masalah tidak selesa, sekarang 4 Bayangan kehilangan kontrolnya. Wen Lu dengan tekad sekeras baja berteriak, "Berisik Sialan!"
Sosok bayangan pohon besar muncul dan terus tumbuh hingga 25 meter tingginya. Pohon Bangkai itu adalah sebutan yang tepat untuk monster itu.
Empat monster yang muncul dari tubuh Wei Li dan teman-temannya tampak tertantang dan meraung keras.
Bentrokan kedua energi membuat semua orang tersadar dan langsung mencari tempat aman.
Wutu Sachuan dan Mu Mixue yang awalnya tenang tiba-tiba meledak lagi.
Tiga energi keluar dari tubuh yang berbeda. Naga Merah, Pohon Bangkai, dan Monster Hitam saling beradu kekuatan mental.
Feng Hu yang awalnya diam dan fokus menyerap energi murni berteriak, "Bajin*an mana yang menggangguku!"
Bukan hanya bayangan, Feng Hu menciptakan pohon yang sangat besar. Pohon itu terus tumbuh hingga mencapai tinggi 100 meter.
Feng Hu yang duduk di atas pohon langsung menggerakkan tangannya. Tiga akar besar dengan cepat menekan tiga energi.
__ADS_1
"Bocah Nakal, jadi kalian yang mengganguku!" teriak Feng Hu yang marah besar. Dia gagal menerobos Earth Immortal karena kekacauan yang terjadi.
Kultivasi semua anggota Shadow Soul meningkat drastis. Itu semua karena Evolusi Sistem Sedekah hingga mengakibatkan Ruang Dantian tidak stabil.
Ming Yu dan Lou Yi tidak kalah mengerikan. Mereka berdua membangkitkan bayangan yang tampak seperti seorang tuan putri.
Ming Yu membangkitkan Energi Es yang sangat dingin, Lou Yi membangkitkan bayangan tuan putri yang sedingin es.
Kedua bayangan tampak bermusuhan. Mereka saling mengadu dinginnya es dan energi Yin.
Wen Xin dan Xu Ling juga membangkitkan sesuatu. Wen Xin membangkitkan sebuah gunung Es yang sangat dingin, hampir sama sepeti Ming Yu. Bedanya gunung itu tidak melukai sekitarnya.
Xu Ling membangkitkan bayangan seekor banteng merah yang sangat mengerikan. Aura merah berbenturan dengan gunung es, dua energi itu tampak bermusuhan secara alami.
Feng Hu melirik dua tempat lainnya. "Ada pengacau lagi!" katanya sambil menggerakkan akar-akar pohonnya menekan Ming Yu, Lou Yi, Wen Xin, dan Xu Ling.
Jiwa bertarung Xu Ling sangat kuat, dia memberontak dan melepaskan kekangannya. Tanpa menunggu lama Xu Ling menyerang pohon besar.
Pukulan tangan kanannya sangat berat, bayangan banteng terlihat jelas.
Pohon setinggi 100 meter itu bergetar, Feng Hu sedikit takjub dengan kekuatan Xu Ling.
"Bagus, ayo lanjutkan!" teriak Feng Hu yang meladeni Xu Ling.
Akar-akar mulai muncul untuk menangkap Xu Ling tapi berhasil di hindari.
Akibat dua wanita gila itu, semua orang yang membangkitkan kekuatannya langsung menuju ke arah Feng Hu.
Pertarungan besar antara Feng Hu dan anggota lainnya diperlihatkan. Meski di keroyok puluhan orang, Feng Hu masih tetap tenang dan melawan mereka semua.
Energi Murni yang ada di udara sangat melimpah, jadi mereka semua tidak menghemat tenaga sedikitpun.
Bentrokan semua energi membuat Alam Nemo terguncang hebat. Sosok Binhai Wang Lu muncul, dia membangkitkan bayangan Budha kuning yang sangat tenang.
Satu serangan dari Binhai Wang Lu membuat semua orang terdiam. Telapak tangannya memancarkan gelombang kejut yang dapat menghentikan gerakan lawan sementara.
Anggota Sekte Binhai lainnya juga membangkitkan Biksu. 30 orang bergabung dan menciptakan sebuah patuh Biksu setinggi 500 meter.
Serangan telapak tangan itu menyerang pusat perkelahian. Semua orang menghindar dan serangan biksu menghantam tanah.
Gelombang besar bentrok dengan energi lainnya, semua orang membatu tak bersuara.
"Kedamaian hati dan kedamaian pikiran." Binhai Wang Lu mengucapkan kalimat yang melambangkan seorang biksu.
Feng Hu yang sengat kuat tidak kuasa menahan gelombang serangannya. Dia terhempas dan pohonnya patah.
__ADS_1
"Apa itu?"
"Amitaba, semua manusia itu setara." 30 orang dari Sekte Binhai mengatakan kalimat itu bersama-sama.
Satu serangan telapak tangan lainnya dilepaskan, semua orang terhampas.
Xu Ling dan Mu Mixue bukan tipe orang yang mudah menyerah. Keduanya saling memandang dan kemudian menyerang bersama-sama.
Sosok banteng merah dan naga merah berlari beriringan. Mereka menggunakan serangan terbaiknya pada Wang Lu.
Bentrokan dua energi terjadi, semua orang kagum dengan keberanian dua wanita itu.
Tidak hanya itu, Wutu Sachuan menyelinap masuk dan langsung menggunakan tinjunya untuk menghantam punggung para biksu.
Wen Lu menyemburkan energi hijau racun pada semua orang yang dilaluinya. Targetnya bukan hanya para biksu, tapi semua orang yang ada di sekitarnya.
Pertarungan antar anggota Shadow Soul terjadi, kericuhan itu berlangsung cukup lama.
Anehnya saat kericuhan terjadi, tidak ada yang tewas atau pingsan. Mereka semua menyerap energi Murni dengan sangat cepat setelah bertarung.
Keringat semua orang menetes ke tanah, senyum semua orang terbuka lebar tidak terkecuali dengan para biksu.
Feng Hu yang merasa terhina juga melakukan yang terbaik untuk melawan. Dia masih sangat bersemangat saat bertarung.
Berbeda dengan orang tua yang memilih untuk duduk dan menyerap energi murni.
"Apa kalian lihat?" tanya Shi Wong pada kelompoknya.
Disebelah Shi Wong ada Gu Jin-Long, Long Tianyun, Huang Tian, Meng Luo. Mereka memilih untuk fokus menyerap energi murni dibandingkan bertarung.
"Ya, darah muda memang sangat menyenangkan." Long Tianyun menjawab sambil tertawa kecil.
"Pak Tua, jangan menyebutkan tentang darah muda. Kau sudah sangat tua, jadi nikmatilah hidupmu." Shi Wong nyeletuk.
"Secara umur sebenarnya aku jauh lebih muda darimu." Long Tianyun mengatakan yang sebenarnya.
"Jangan bohong pak tua, kau telihat sangat tua."
"Aku mempertahankan penampilan ini karena masa mudaku sangat tampan. Itu membuatku susah bergerak dihadapkan para wanita."
Semua orang tertawa keras. Mereka menanggapi pernyataan Long Tianyun sebagai andalan kakek-kakek.
"Oh, energiku meledak lagi." Long Tianyun menerobos ke tingkat selanjutnya. Dalam sekejap mata dia berubah menjadi wujud mudanya.
"Sial, setiap kali menerobos aku selalu kembali ke wujud ini." Long Tianyun kembali muda.
__ADS_1
Semua orang yang melihatnya langsung menelan ludah. Shi Wong langsung berkata, "Lebih baik kau kembali ke wajah tuamu atau ku tendang boko*gmu!"
Semua pria tua lainnya menggangguk. Mereka benci mengakuinya, Long Tianyun memang sangat tampan. Bahkan mereka semua tidak bisa membayangkan berapa wanita yang sudah tidur di kasurnya.