Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Bandit Gunung


__ADS_3

Perjalanan menuju Kota Lianyun bagian utara memakan waktu 7 hari untuk manusia biasa, tapi Ye Xuan dan dua temannya sedikit istimewa. Mereka bertiga punya kecepatan dan stamina yang cukup baik, sehingga perjalanan ditempuh kurang dari 2 hari.


“Wutu Sachuan cepat hubungi orang tuamu, kita berkumpul lagi di pasar. Wen Lu ikuti aku ke tepi hutan.” Ye Xuan segera menghampiri penjaga gerbang yang berjaga sepanjang malam.


“Paman, apa masih mengingatku?” tanya Ye Xuan dengan senyum manis, dia mengenakan seragam Sekte Tianlong murid luar yang berwarna putih dengan varian biru muda.


“Ye Xuan, kau tumbuh tinggi!” jawab paman penjaga gerbang, dia segera memeluk Ye Xuan, tatapan bahagia itu seperti sedang melihat anaknya pulang kampung.


“Benar, Paman. Aku berhasil menjadi murid Sekte Tianlong. Bagaimana kabar bibi?”


Pembicaraan mereka berdua terus berlanjut, kedua orang itu tampak sangat menikmati waktu bersama hingga Wen Lu dan penjaga gerbang satunya terabaikan. Setelah cukup lama, akhirnya Ye Xuan mulai menyinggung tentang bandit gunung yang beritanya akan menyerang kota.


“Benar, mereka mengancam semua orang untuk menyerahkan seseorang bermarga Wutu. Kota Lianyun banyak sekali pengungsi akhir-akhir ini, jadi kami sedikit mengabaikan prosedur masuk. Akibatnya kita tidak bisa mengidentifikasi orang bermarga Wutu.”


Penjelasan paman penjaga gerbang masuk akal, meski para bandit gunung mengancam seluruh orang, mereka tidak mungkin menyerang kota tanpa alasan yang jelas.


“Apa ada pejabat yang berkolusi dengan mereka?” tanya Ye Xuan dengan suara pelan.


Paman penjaga gerbang mendekatkan mulutnya ke telinga Ye Xuan kemudian berbisik, “Sebagian pejabat di kota Lianyun berkolusi dengan mereka.  Buktinya saat para bandit itu merampok orang pasar pemilik kota diam saja.”


Setelah menggali banyak informasi, akhirnya Ye Xuan bisa menarik kesimpulan bahwa bandit gunung itu hanya menyuap pejabat di wilayah ini tanpa ada campur tangan Sekte Tianlong. Dia bisa bergerak leluasa kalau tidak ada campur tangan Sekte Tianlong.


Pertikaian antar saudara sudah menjadi hal yang biasa di dunia kultivasi, sifat bawaan manusia adalah serakah. Jadi kita semua harus mengendalikan sifat itu untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Itu yang dikatakan paman penjaga gerbang pada Ye Xuan yang sudah berumur 15 tahunan.


“Ayo kita ke pasar.” Ye Xuan memimpin jalan. Wen Lu mengikuti dari belakang, dia tidak berbicara selama 3 jam penuh.


Setelah sampai pasar, Wutu Sachuan bersama dengan ayah dan ibunya menghampirinya. Kondisi ayahnya sangat memprihatinkan, pakaiannya kotor dan compang-camping. Meskipun begitu, ayah Wutu Sachuan adalah seorang pembudidaya di ranah Inti Emas tingkat 9. Ibunya juga tidak kalah memprihatinkan, satu kakinya terluka hingga tulangnya patah, dia juga seorang pembudidaya ranah Inti Emas tingkat 8.


Lima orang langsung keluar kota, mereka bersembunyi di hutan yang berbatasan antara Kota Lianyun Utara dan Selatan. Ye Xuan segera mengeluarkan obat herbal untuk merawat luka kedua orang tua Wutu Sachuan. Wen Lu dan Ye Xuan tidak punya orang tua, mereka hanya bisa iri pada Wutu Sachuan yang masih memiliki dua orang tua yang menyayanginya.

__ADS_1


“Paman, Bibi sebaiknya kalian istirahat dulu. Para bandit itu tidak mungkin mengejar kita.” Ye Xuan mengatakannya hanya untuk memaksa orang tua Wutu Sachuan tidur dan istirahat. Mempunyai dua orang Inti Emas tentu saja akan membantu perkembangan Ye Xuan dan dua sahabatnya.


“Tidak perlu, aku sudah sembuh.”


“Ayah, percayalah padanya. Aku sudah menganggapnya sebagai kakakku.” Wutu Sachuan menyela pembicaraan, dia menghentikan ayahnya untuk bangun.


“Kakak? Bukankah kamu lebih tua darinya?” tanya Ibu Wutu Sachuan yang masih duduk bersandar di pohon.


“Umur tidak menentukan kekuatan seseorang, Ibu.”


Setelah mereka menyelesaikan pembicaraan, Ye Xuan merasakan ada yang datang mendekat. “Siapkan senjata kalian, ada tamu yang tidak di inginkan,” kata Ye Xuan dengan suara pelan.


Wutu Sachuan dan Wen Lu langsung mengeluarkan senjata mereka, begitu pula dengan orang tua Wutu Sachuan yang sudah mengeluarkan pedang.


“Ayah, ibu. Istirahat saja, kita bisa menanganinya.” Wutu Sachuan menyuruh dua orang tuannya untuk tetap duduk dan beristirahat.


Ye Xuan mengangguk pada Wen Lu, mereka langsung menerjang bandit gunung yang mencoba mengikutinya. Ada 10 orang yang berada di ranah Pendirian tingkat 1 sampai 3.


Wen Lu mengangguk, dia langsung turun pohon dan mulai berjalan memutar. Meski berlari cepat, hawa keberadaannya sangat tipis sehingga tidak di sadari para bandit yang mengejar.


Ye Xuan menampakkan wujudnya, dia menghunuskan pedang berkarat yang sudah lama tidak digunakan. “Siapa kalian, kenapa mengikutiku?” tanya Ye Xuan dengan penuh percaya diri. Padahal sekelompok bandit itu hanya ingin berpatroli supaya orang tua Wutu Sachuan tidak kabur.


“Bocah sialan, kau siapa?”


“Aku murid Sekte Tianlong!” Ye Xuan dengan bangga menyebutkan sekte penguasa kota Lianyun.


Bukannya takut, 10 bandit yang ada di depannya tertawa terbakah-bahak bahkan salah satu di antara mereka sampai jatuh dari pohon karena tertawa.


“Memangnya kenapa? kau tidak terima?”

__ADS_1


“Ya, kau melukai harga diriku!” kata Ye Xuan dengan suara keras.


Salah satu bandit gunung dengan cepat menerjang Ye Xuan, dia menggunakan pedang sebagai senjatanya. Ye Xuan yang mendapat serangan dari seorang pendekar pedang mengelak santai, ayunan pedangnya dengan cepat mengeksekusi bandit gunung tepat di lehernya.


“Aku sudah memperingatkan kalian. Sebaiknya jangan kabur atau nyawamu akan melayang!” kata Ye Xuan penuh dengan niat membunuh, keterampilan Force digunakan untuk menekan 9 bandit yang tersisa.


Meski satu rekan mereka tewas, tidak ada yang prihatin sama sekali. Mereka justru melakukan suit untuk menentukan siapa yang akan maju dulu. Sampai akhirnya satu orang berhasil menang dan maju melawan Ye Xuan.


Musuhnya kali ini membawa sebuah kapak panjang setinggi 2 meter, postur tubuhnya juga sangat kokoh tapi dia hanya orang di ranah Pendirian tingkat 1. Meski begitu Ye Xuan tidak meremehkannya, dia memasang sikap siaga dan matanya menatap fokus ke arah musuh.


Langkah kaki pria pembawa kapak itu sangat cepat, siapa sangka dengan tubuh besar seperti itu tapi dia bisa berlari cukup cepat. Sayangnya itu tidak lebih dari siput di hadapan Ye Xuan. Setelah lengan musuhnya berayun, Ye Xuan sudah mengayunkan pedangnya hingga mengeksekusi lawannya. Satu bandit lainnya tumbang, Ye Xuan masih belum menerima serangan.


“Bocah sombong, semuanya serang!” teriak pemimpin kelompok patroli. Dia juga menghunuskan pedangnya untuk menusuk ke arah Ye Xuan.


Tidak ingin membuang waktu, Ye Xuan langsung mengambil sikap untuk mengaktifkan keterampilan Absolut Kill. Sebelum musuh menyentuh tanah, Ye Xuan berhasil melepaskan keterampilannya dengan sempurna. Empat bandit dieksekusi dengan sangat cepat, sekarang tinggal menyisakan 4 bandit.


“Kenapa bingung, ayo serang aku!” kata Ye Xuan dengan nada penuh provokasi.


Pemimpin kelompok patroli menyuruh tiga orang anggotanya maju, sedangkan dia mundur untuk mencari dukungan. Ye Xuan yang sudah memprediksi itu dengan santai mengurus tiga bandit.


Karena tidak dalam kondisi terburu-buru, Ye Xuan sedikit bermain dengan tiga bandit. Tidak lupa dia mengasah kemampuan bertarungnya dan meningkatkan tingkat penguasaan keterampilannya.


Meski sudah bertarung cukup lama, Ye Xuan hanya sedikit meningkatkan penguasaan keterampilannya. Akhirnya dia memutuskan untuk mengakhiri nyawa tiga bandit dengan Absolut Kill.


[Absolut Kill (B) : 12%


Shadow Sword (D) : 3%


Sirkulasi Qi Otomatis (E) : 32%

__ADS_1


Langkah Bayangan (C) : 17%.]


Huruf setelah nama keterampilan itu adalah tingkatan menurut sistem, berbeda dari tingkatan dari dunia kultivasi.


__ADS_2