Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Duel


__ADS_3

Shu Han mendekati Ye Xuan yang bingung. “Kamu memang ada di peringkat 3. Chu Feng berada di lantai 8 dan Long Si ada di lantai 7. Mereka sampai sebelum kamu masuk.”


Ye Xuan sebenarnya masih bisa naik ke Lantai 7, tapi karena tidak ingin terlalu mencolok dia memilih untuk berhenti.


“Sial, aku mulai menyesali keputusanku.”


“Jangan menyesal, ada kabar baiknya juga. Gui Lan mendapat nilai rendah di ujian kali ini karena mencelakai banyak peserta.”


“Untungnya aku tidak terlibat.”


“Jangan berkata bodoh, semua orang bisa melihat kamu membunuh orang-orang yang ingin mencelakaimu.”


“Apa? Jadi semua tindakanku dilihat semua orang?”


“Iya, termasuk kamu mengganti bajumu. Untungnya kau tidak membuka semuanya.”


“Sialan!” teriak Ye Xuan yang mulai menyesali tindakannya.


Setelah pengumuman ujian ketahanan selesai, Penguji lainnya datang. Dua orang datang mengenakan seragam Murid Inti Sekte Tianlong, mereka berada di tahap Inti Emas tingkat 7.


Murid di Sekte Tianlong ada 3 lingkungan, yang pertama yaitu murid luar, kemudian murid dalam dan murid inti. Tiga tingkatan itu punya banyak sekali perbedaan, sumber daya yang diberikan juga berbeda jauh.


“Kami akan menguji kemampuan bertarung masing-masing orang.”


Setelah menyelesaikan perkataannya, salah satu orang langsung berteriak, “Mulai!”


Semua peserta ujian bingung, mereka saling memandang dan menunggu pergerakan yang lainnya. Tidak ada perintah yang jelas, petunjuk mereka hanya perkataan penguji yang berteriak, “mulai”.


Ye Xuan mengerutkan keningnya, dia tahu tahap ini adalah ujian kemampuan bertarung. Sebelum menemukan jawabannya, beberapa calon murid sudah bertarung dengan orang di dekatnya.


“Kakak Ye, apa yang harus kita lakukan?” tanya Shu Han.


Sebelum menjawab Ye Xuan melihat ke arah dua penguji. Petunjuknya sangat sedikit, artinya ada maksud yang ingin dicapai para murid.


“Aku tidak akan bertarung. Kamu tunjukkan saja keterampilan bertarungmu pada mereka.” Ye Xuan memberi saran.


“Aku juga mengikuti caramu.”


“Tidak bisa, dua orang itu sengaja memilih dua orang. Aku tidak tahu kriterianya, tapi yang pasti mengejutkan.”

__ADS_1


Shu Han langsung paham, dia melompat dan mencari musuh. Keterampilan bertarungnya tidak rendah, jadi bisa mengalahkan musuhnya dengan mudah. Pukulannya cukup berat karena kultivasinya naik karena bantuan keluarga.


Tiga orang hanya berdiam diri di arena, mereka juga saling memperhatikan. Ye Xuan yang melihat dengan dua murid lainnya menggunakan triknya hanya bisa tersenyum kecut.


Setelah satu jam berlalu, sebagian besar calon murid pingsan. Bahkan ada yang harus di rawat lebih lanjut.


“Berhenti!” teriak Penguji.


Hampir semua calon murid langsung jatuh ke tanah, mereka kehabisan stamina. Hanya ada 3 orang yang berdiri termasuk Ye Xuan.


“Kenapa kalian tidak bertarung?” tanya Penguji sambil melepaskan energinya.


Energi tahap Inti Emas tingkat 7 dilepaskan ke arah 3 calon murid. Mereka adalah Ye Xuan, Long Si, dan Chu Feng.


Anehnya setelah menerima tekanan yang begitu berat, tidak ada satu pun yang roboh. Long Si masih memeluk pedangnya dengan dua tangan, Chu Feng memejamkan mata dan menancapkan pedangnya ke tanah. Hanya Ye Xuan yang bingung harus berbuat apa, dia bisa bertahan karena perlindungan sistem sedekah.


[Pelindung pemula otomatis dinyalakan.]


“Bagus, kalian bertiga yang menduduki posisi tiga besar di tahap sebelumnya. Sekarang serang aku bersama-sama.” Salah seorang penguji memberi ujian tambahan pada 3 orang.


Tanpa pikir panjang Chu Feng langsung mencabut pedang dan mengerahkan seluruh kemampuannya. Melihat pesaingnya bergerak, Long Si juga melakukan hal yang sama.


Sampai akhirnya penguji lainnya datang menghampirinya. “Kenapa tidak menyerang?”


“Aku tidak tahu, yang pasti aku merasa ada sesuatu yang tidak beres.” Ye Xuan menjawabnya dengan santai.


“Instingmu memang sangat tajam. Bagaimana kalau bermain denganku?”


Ye Xuan memberi salam beladiri. “Sebuah kehormatan bisa berdebat denganmu, Senior. Mohon bimbingannya!”


Tanpa ragu Ye Xuan menarik pedangnya, dia mulai membuat pergerakan dengan kecepatan sedang. Pedangnya di ayunkan secara normal, tapi serangannya bisa dihentikan dengan pedang biasa.


Bukannya terkejut, Ye Xuan langsung menstabilkan pijakannya dan melakukan serangan dan arah yang sama. Namun pada detik-detik terakhir dia mengubah sedikit garis serangnya.


Meski berkali-kali gagal, Ye Xuan mulai mendapatkan ritme yang tepat. Dia tersenyum manis dan mulai menambahkan variasi serangan.


“Teknikmu cukup bagus, tapi sangat sederhana dibandingkan mereka berdua.”


Ye Xuan melompat ke belakang dan menstabilkan pijakannya. “Memang aku tidak selihai mereka dalam bertarung, tapi aku punya rencana yang bisa membuat musuh rugi.”

__ADS_1


Tidak hanya sekedar menyerang, Ye Xuan juga mempelajari semua tangkisan yang dilakukan Penguji. Dari situ Ye Xuan menciptakan sendiri garis serang yang bisa diubah sesuka hatinya.


Sekali lagi Ye Xuan mengayunkan pedangnya, tapi tepat sebelum pedang mereka bentrok, tiba-tiba pedang Ye Xuan menghilang dan muncul kembali di depan wajah Penguji tapi pedangnya berhenti sebelum menyentuh lawannya.


Mata Penguji terbuka lebar, dia sama sekali tidak melihat trik yang lakukan Ye Xuan. “Lakukan lagi!”


Ye Xuan melakukannya sesuai kondisi, dia mengubah arah serangannya di detik-detik terakhir. Tidak hanya mengubah, Ye Xuan berhasil menambahkan Qi untuk membuat efek bayangan.


Setelah berdebat selama 5 menit, Penguji belum juga menemukan cara yang paling efektif. Dia juga langsung mempraktikkannya untuk memperluas wawasannya.


“Sepertinya aku tidak bisa menirunya. Lanjutkan jalanmu Junior.” Penguji meninggalkan tempat dan langsung mengumumkan hasil ujian. Padahal hanya tiga orang yang masih berdiri, sedangkan lainnya tidak sadarkan diri karena tekanan sebelumnya.


Sekali lagi Ye Xuan berada di peringkat 3, tapi kali ini Long Si berada di peringkat pertama karena teknik pedangnya sangat kuat.


Namun Chu Feng tidak terima, dia merasa bahwa dirinya lebih pantas menjadi juara. Keributan antara keduanya mulai terjadi, Chu Feng dan Long Si saling menyerang.


Ye Xuan yang tidak ingin ikut campur malah di tendang masuk arena oleh Pengujinya. “Sialan, kau ingin membunuhku!”


Sebelum mendapat jawaban dari Penguji, dua serangan langsung mengarah padanya. Serangan itu dari Chu Feng dan Long Si yang menganggap dirinya mengganggu.


Tanpa bergerak dari tempatnya, Ye Xuan mengayunkan pedangnya dengan kecepatan tinggi hingga menciptakan sayatan pedang.


Dua serangan yang mengarah padanya langsung meledak ketika bertabrakan, Ye Xuan membuat gerakan. Dia mendekati Chu Feng yang terkenal dengan ketahanan tubuhnya.


Sebelum menyerang Chu Feng, Ye Xuan membuat gerakan tipuan. Padahal serangannya mengarah ke Long Si yang sedang menurunkan kewaspadaannya.


Keduanya terkejut karena Ye Xuan bisa mengubah target serangannya dengan cepat. Chu Feng yang berada di belakang Ye Xuan langsung mengepalkan tangan dan menyerang.


Namun tinjunya menghantam tanah dan menghancurkan sekitarnya. Ye Xuan tersenyum tipis dan mulai menstabilkan pijakannya.


Long Si tidak mudah dikalahkan, dia langsung membuat sayatan pedang untuk menyerang Ye Xuan.


Pertarungan antara tiga peserta berlangsung cukup lama, tidak ada yang mau mengalah dan menggunakan seluruh kekuatannya. Sayangnya Ye Xuan yang pertama kali keluar dari pertandingan. Bukan karena dia lemah, tapi karena Staminanya masih perlu ditingkatkan.


“Aku kali ini kalah.” Ye Xuan menerima kekalahannya, dia tidak mungkin memaksakan tubuhnya lagi.


Perlahan sejarah dunia diukir kembali. Chu Feng mengulurkan tangannya untuk membantunya.


“Sial, kau akhirnya membantuku,” kata Ye Xuan sambil tersenyum kecut. Dia tahu Chu Feng tidak ingin mengalahkannya, Chu Feng hanya ingin menggunakannya untuk mengalahkan Long Si.

__ADS_1


__ADS_2