Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Si Topeng Seribu


__ADS_3

Ye Xuan keluar dari Dunia Kecil dengan ekspresi yang begitu bahagia. Dia tidak menyadari kekacauan yang dibuatnya.


Feng Hu yang menggunakan Seni Perubahan Wajah dikira penjahat paling dicari Si Topeng Seribu.


Xia Chang yang sudah kelelahan bertarung dengan Gu Jin-Long memaksakan dirinya.


Gu Jin-Long yang kehabisan energi juga melakukan hal yang sama. Feng Hu yang pemarah memukuli mereka berdua hingga babak belur.


"Sialan, apa kalian masih belum bisa tenang!"


Xia Chang memberontak, dia menggerak-gerkakan tubuhnya. Namun tali yang mengikatnya sangat kuat.


Gu Jin-Long sedikit tenang, dia lebih fokus pada penyembuhan tubuhnya.


"Apa yang terjadi di sini?" tanya Ye Xuan yang baru datang.


"Tuan Muda, dua paman ini tidak mau mendengarkan kita. Jadi Paman Feng menghajarnya." Wen Xin menjawab pertanyaan Ye Xuan.


Xu Ling mengangguk. "Paman Gu ini punya banyak harta, apa kita harus merampoknya?" tanyanya dengan ekspresi datar.


"Kembalikan itu pada mereka. Paman Feng lepaskan ikatannya, mereka berdua temanku." Ye Xuan memberi perintah.


Xu Ling dan Feng Hu langsung menjalankan perintahnya.


Ye Xuan melihat sekeliling, bangunan hancur dan tanahnya retak. Pasti itu akibat dari pertarungan dahsyat mereka bertiga.


Matanya segera menyempit ketika melihat mayat Jin Muxion. "Apa yang terjadi padanya?"


"Pria malang itu mencoba mengambil kesempatan saat pertarungan mereka berdua. Sayangnya pria itu lupa dengan senjata terketuk keduanya." Wen Xin sebagai orang terdekat selalu menjawab pertanyaan Ye Xuan.


"Kalian pengguna senjata terkutuk?" tanya Ye Xuan sambil mengerutkan alisnya.


Xia Chang membersihkan pakaiannya. "Aku tidak punya pilihan, saat ini pedang terkutuk memang yang paling kuat."


Gu Jin-Long membuang mukanya, dia sedikit malu karena kalah dengan Feng Hu.


"Sebenarnya aku punya bahan membuat pedang yang setara atau mungkin lebih kuat dari mereka. Sayangnya teknik penempaanku sedikit kurang."


"Aku punya kenalan pandai besi yang bisa dipercaya. Ayo aku tunjukkan jalannya!" kata Xia Chang yang sudah membuang jauh dendamnya.


Saat menghadapai Feng Hu, Xia Chang menyadari betapa dalamnya identitas Ye Xuan. Tidak hanya punya bawahan yang lebih kaut darinya, tapi punya pasukan misterius yang sangat mengerikan.


Sekitar 200 orang tiba-tiba menyusup ke dalam wilayahnya tanpa terdeteksi. Meski dia sedang bertarung dengan Gu Jin-Long, seharinya susunan formasi akan rusak atau memberi peringkat.


Gu Jin-Long juga sedikit tertegun karena tidak bisa menyadari keberadaan beberapa orang. Dia harus melihat orang itu untuk memastikan keberadaannya.


Ada 4 orang yang benar-benar bisa lolos dari radarnya, mereka adalah seorang wanita, pria yang menutupi mulutnya dan dua pria kembar.


Sedangkan untuk pria bernama Wen Lu, Gu Jin-Long sedikit bingung dengan keberadaannya. Meski tidak setipis keberadaan empat lainnya, Gu Jin-Long tidak bisa menebak posisinya dengan tepat.


Saat Ye Xuan, Xia Chang, Gu Jin-Long, Wutu Sachuan dan Wen Lu menuju pandai besi, Ye Xuan melambaikan tangannya.

__ADS_1


"Kalian boleh pergi dulu, aku akan menyusul."


Semua orang menghilang layaknya debu yang tertiup angin kencang. Semua orang yang sudah mengucap sumpah darah langsung dipindahkan ke Dunia Kecil.


Setelah beberapa langkah, Ye Xuan berhenti dan berkata, "Wen Xin, Xu Ling ikuti aku!"


Keduanya keluar dari Dunia Kecil dan langsung berjalan bersama Ye Xuan.


"Baik, Tuan Muda." Keduanya kompak menjawab panggilan Ye Xuan yang ingin berakting.


Xia Chang dan Gu Jin-Long hanya bisa terdiam, mereka sama sekali tidak bisa merasakan keberadaan semua anggota Ye Xuan.


Setelah sampai di depan pintu pandai besi, Xia Chang berteriak dengan keras. "Paman Hao, ada pelanggan!"


Seorang pria pendek berbadan kekar keluar dari rumahnya. Dia terlihat sangat kelelahan karena kebanyakan tidur.


"Ada apa?"


Ye Xuan melirik ke arah Wen Xin dan Xu Ling. "Apa kalian mengenalnya?"


"Paman Hao, aku Xiu'er dan ini Ling'er." Wen Xin berlari mendekati pandai besi bermarga Hao.


"Bukankah kalian bertengkar, kenapa bisa ada di sini?" tanya Hao.


Ye Xuan mengirim transmisi suara pada Wen Xin dan Xu Ling. "Katakan nama lengkap Paman Hao."


"Paman Hao Ju, ceritanya panjang. Aku dan Xu Ling bertengkar karena bandit-bandit dari Bandit Union."


[Ning Bao


Ranah : Ketiadaan tingkat 3


Status : Musuh


Kekuatan : 532


Stamina : 548


Kelincahan : 512.]


Poin statusnya sangat tinggi, itu menandakan bahwa lawannya bukan orang sembarangan. Jika dia hanya seorang pandai besi, seharusnya kekuatan atau fisiknya melambung sangat tinggi.


"Xu Ling, kau merasakannya?" tanya Ye Xuan dengan telepati.


Xu Ling tersenyum tipis dan mengangguk, dia sedang menyembunyikan perasaannya.


Wen Xin terus berbincang-bincang dengan Hao Ju palsu, dia belum menerima telepati karena Ye Xuan belum menyiapkan rencana.


"Hao, aku punya pelanggan besar. Dia sangat kaya dan punya bijih besi yang cukup istimewa. Lihatlah," kata Xia Chang dengan santai.


Ye Xuan tersenyum manis dan menyodorkan Bijih Besi. "Aku kebetulan mendapatkannya di sekitar hutan dan gunung berapi di sana."

__ADS_1


"Bijih yang sangat kokoh, berikan aku 1000 Batu Spirit. Itu sudah lebih dari cukup untuk membeli bahan lainnya."


Harga yang ditawarkan masuk akal, Ye Xuan mengerutkan alisnya memeriksa kebenarannya informasi lawannya.


"Paman Hao, aku merasa ada yang salah di sini. Bukankah jasamu gratis?" tanya Ye Xuan yang sedang mengulur waktu.


Hao Ju palsu tertawa keras. "Nak, tidak ada yang gratis di dunia ini. Aku sudah memutuskan untuk tidak memberi jasa gratis lagi."


Ye Xuan akhirnya selesai mempersiapkan penyergapannya. "Sayang sekali, kalau begitu..."


Absolut Kill digunakan, tusukan pedangnya langsung mengarah ke Hao Ju palsu.


Udara yang terbelah meninggalkan bayangan tubuhnya, Ye Xuan sedikit terkejut karena serangannya meleset.


"Sayang sekali, aku tidak bisa membunuhmu langsung." Ye Xuan tersenyum ke arah Hao Ju palsu.


"Tuan Muda, apa yang kamu lakukan?"


"Paman Hao, oh tidak haruskah aku memanggilmu Ning Bao atau lebih tepatnya Topeng Seribu?" tanya Ye Xuan dengan ekspresi dingin.


"Ini pertama kalinya penyamaranku dibongkar dalam beberpa menit saja. Anak muda siapa namamu?" tanyanya.


"Apa kau pikir aku bodoh, orang sepertimu pasti banyak mengacau. Jadi jangan paksakan keberuntunganmu."


Ye Xuan tanpa basa basi lagi langsung menyerang. Meski serangannya selalu gagal, Eye of Truth merekam semua gerakan kaki lawannya.


Tebasan pedangnya mulai menyulitkan gerakan Ning Bao. Pertarungan keduanya terjadi begitu saja tanpa campur tangan Xia Chan dan Gu Jin-Long.


Xu Ling mendekati Wen Xin. "Dia adalah orang yang mengadu domba keluarga kita."


Ning Bao yang merasa tidak punya masa depan langsung menghilang menggunakan keterampilan khususnya.


Namun wajahnya membentur sebuah penghalang di langit. "Apa? sejak kapan kau memasang susunan formasi?"


Wei Li dan 3 bayangan lainnya menyusun formasi dengan cepat. Mereka menjaga susunan formasinya sendiri di setiap sudut.


Ye Xuan memanfaatkan kesempatan saat Ning Bao kehilangan kewaspadaannya.


"Phantom Execution!" katanya menyebutkan nama keterampilannya.


Tusukan pedangnya meninggalkan antimage berupa pedang dan langsung menciptakan sayatan pedang.


Ning Bao yang belum siap hanya bisa menerima serangan. Meski terkena keterampilan terkuatnya, Ning Bao masih selamat.


Untungnya Ning Bao tidak bisa bergerak bebas. Ye Xuan segera meringkusnya, kemudian Feng Hu datang dan mengikatnya.


"Padahal aku sudah bersiap untuk menghancurkan semua yang kau miliki!" ucap Feng Hu sambil menunjuk benda di sela kaki Ning Bao.


Pertunjukan Feng Hu membuat Xia Chang dan Gu Jin-Long refleks memegangi miliknya sendiri.


Keduanya kompak berkata pelan, "Untung aku tidak membuatnya menghancurkanmu."

__ADS_1


__ADS_2