Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Yu Tian Gugur


__ADS_3

Tendangan Mu Muxie belum bisa mengeluarkan Ye Xuan dari arena.


“Tenanglah, aku tidak sengaja melakukannya!” kata Ye Xuan membela diri.


Meski sudah berkata jujur, Mu Mixue tidak mempercayainya dan terus menyerang seperti orang gila. Ye Xuan memilih untuk terus menghindar dan menangkis tendangan lawan dengan pedang.


Setelah pertarungan berlangsung selama 20 menit, Mu Muxie tidak bisa lagi melakukan tendangan. Kakinya gemetar karena tubuhnya sudah mencapai batasnya, Ye Xuan bisa memperhitungkan bahwa lawannya punya stamina di atas 60 poin.


“Sial ini tidak boleh berlanjut, aku harus segera mengakhirinya!” kata Ye Xuan dengan suara pelan. Dia dengan cepat menerjang lawannya dan mengincar bagian perut lawannya.



Mu Mixue tidak lagi bisa menghindar, dia hanya pasrah dan menerima serangan hingga tubuhnya terpelanting keluar arena. “Sial!” teriaknya dengan suara putus asa karena tidak bisa mengalahkan bocah 15 tahun.


Ye Xuan yang bingung hanya bisa melihat kepalan tinjunya, dia tidak memasukkan banyak energi pada tinjunya itu. Namun Mu Mixue terpelanting cukup jauh hingga keluar arena.


Tatapan semua orang marah, mereka langsung menghujat Ye Xuan yang terlalu kasar pada Dewi Mu Muxie yang sudah kelelahan.


“Bejat sialan, aku salah menilaimu!”


“Bejat!”


“Binatang!”


“Kepala Kambing!”


Semua orang menghujat Ye Xuan, termasuk Lan Xue yang marah pada Ye Xuan. Sedangkan dirinya sendirinya tidak tahu harus melakukan apa, karena bingung dia memilih untuk duduk dan memulihkan tubuhnya. Tidak lupa dia meminum ramuan yang bisa membantunya sembuh.


Suara teriakan penonton masih terdengar bahkan setelah Mu Mixue di bantu keluar, Ye Xuan yang mulai kesal langsung berteriak dan mengepalkan tangannya. “Sialan, aku hanya memukulnya pelan!”


“Bohong!”


“Bohong! Kau sengaja melukai dadanya!”


“Bejat!”


“Sial, aku tidak sengaja!” teriak Ye Xuan mencoba membela diri.


Seorang pria perlahan melangkah masuk arena, dia adalah Yu Tian. Tatapan matanya dingin dan langkah kakinya sangat anggun meski dia adalah seorang laki-laki.


[Yu Tian (Inti Emas tingkat 1, Calon Penjaga Sekte).]


Meski keterampilan Yu Tian tidak terlalu mencolok, dia sebenarnya peserta paling kuat di ujian kali ini. Dia ditempatkan Huang Tian untuk menguji kemampuan para murid dalam supaya mereka putus asa.

__ADS_1


Ye Xuan dengan santai mengangkat kedua tangannya. “Bolehkah aku menyerah?” tanyanya dengan santai.


Yu Tian tersenyum manis. “Tentu saja, tapi apa kamu ingin melewatkan bertarung denganku?” tanyanya dengan suara lembut.


“Sebenarnya tidak, berikan aku waktu 5 menit.”


Ye Xuan duduk dan terus menyembuhkan staminanya. Setelah merasa cukup, dia segera berdiri dan mengeluarkan pedang dari cincin ruang. “Tidak baik melewatkan kesempatan emas ini.”


Tanpa rasa takut, Ye Xuan langsung menerjang lawannya dengan ayunan pedang yang cukup berat. Yu Tian dengan santai menghentikan serangannya dengan pedangnya.


“Aku penasaran kenapa guru sangat tertarik padamu. Tunjukkan padaku semua yang kau miliki!” kata Yu Tian menyulut semangat Ye Xuan untuk bertarung mati-matian.


Pedang keduanya berkelebat, suara benturan besi terdengar dimana-mana. Meski menghadapi jalan buntu, Ye Xuan tampak menikmati prosesnya. Dia menggunakan semua kemampuannya untuk mengalahkan lawannya tapi semua gagal.



Ye Xuan bergerak layaknya bayangan dan menyerang ke segala arah, tapi Yu Tian dengan tenang menghentikannya. Karena pertarungan sudah cukup lama, seharusnya Ye Xuan bisa melihat lawannya kelelahan. Namun nyatanya tidak seperti itu, Yu Tian masih berdiri tegap tanpa kelelahan.


“Ternyata kau juga melatih tubuhmu sampai titik tertinggi. Aku akui kali ini kekalahanku, pertandingan selanjutnya tidak akan berakhir mudah.” Ye Xuan berjalan keluar arena tapi sosok Zhou Li menghentikannya.


“Pengecut, kau hanya menampilkan keterampilan dasar!” kata Zhou Li mengejek Ye Xuan.


“Bukannya tidak ingin tampil maksimal, cobalah sendiri.” Ye Xuan melanjutkan langkahnya dan segera meninggalkan Zhou Li di atas arena.


Pertarungan Zhou Li dan Yu Tian terlihat sengit, padahal Yu Tian tidak menggunakan keterampilan pedangnya. Dia hanya bermain-main melawan tuan muda keluarga Zhou.


“Sebenarnya tujuanku ikut ini hanya untuk melawan Ye Xuan, sayangnya dia memilih untuk membebaskan dirinya. Jadi segera kalahkan aku kalau bisa!” kata Yu Tian dengan santai.


“Jangan membuatku tertawa, kau hanya ingin bertarung dengan bocah 15 tahun itu!” teriak Zhou Li dengan suara keras.


Yu Tian tersenyum ramah sebelum menjawab pertanyaan lawan. “Benar,” jawabnya dengan santai.


“Sombong!”


Zhou Li menggunakan seluruh kemampuannya hingga akhir pertarungan tapi dia berakhir dengan kekalahan mutlak. Meski hanya berada di ranah Inti Emas tingkat 1, Yu Tian tampak memiliki segudang pengalaman, jadi mengalahkannya membutuhkan strategi khusus.


Tendangan sederhana dari Yu Tian melempar Zhou Li hingga keluar arena, meski begitu dia tampak tidak puas dengan pertarungan. Meski tugasnya hanya mempersulit Ye Xuan, dalam kontraknya tidak menyebutkan harus mengalahkan semua peserta di tahap akhir.


Karena sudah terlanjut, Yu Tian hanya bisa melawan semua orang sendirian. Zhou Li yang di nobatkan akan menjadi penantang Lan Shan di babak final justru kalah dalam 3 serangan saja. Yu Tian menunjukkan kekuatannya dan mengalahkan semua kontestan hingga menyisakan 2 orang saja.


Ye Xuan membuka matanya, dia sempat melirik Lan Shan yang masih belum menemukan kelemahan Yu Tian. “Apa aku harus maju dulu?” tanyanya dengan suara pelan.


“Persetan siapa yang maju dulu, kita pasti kalah. Orang itu, aku tidak pernah melihatnya.” Lan Shan bersikap sedikit tenang karena dia tidak menemukan cara mengalahkan monster seperti Yu Tian.

__ADS_1


“Lihat dan perhatikan, aku akan membongkar identitasnya!” kata Ye Xuan sambil berdiri dan berjalan menuju arena pertarungan.


Setelah berdiri menatap Yu Tian, Ye Xuan langsung menghunuskan pedangnya. “Aku tidak menyangka salah satu calon mengikuti ujian dalam. Apa memang kau masih murid luar?” tanyanya dengan suara pelan.


Perkataan Ye Xuan membongkar identitas Yu Tian yang sebenarnya, meski sudah terbongkar ekspresi lawannya masih tenang. Setelah beberapa saat Yu Tian menunjukkan Lencana yang membuktikan dia murid luar, lencana itu tidak bisa di palsukan meski mereka seorang calon penjaga sekte.


“Sepertinya guru benar, tidak ada yang bisa menipu matamu. Baiklah, aku akan mulai serius!” kata Yu Tian sambil melepaskan aura ranah Inti Emas.


“Itu yang aku harapkan!”


Ye Xuan segera menerjang lawannya dengan kecepatan tinggi, kakinya melangkah dan pergerakannya menipu lawan.



Tidak mau menghabiskan Qi untuk sekedar pemanasan, Ye Xuan langsung menggunakan keterampilan terbaiknya. Tusukan pedangnya mengandung Energi Mental untuk memperkuatnya.



Tusukan pedangnya terasa sangat berat, Yu Tian menyadari serangan itu bisa mengalahkan orang di ranah Inti Emas. Namun tusukan pedang itu dibelokkan dan berakhir menghantam lantai.


Tendangan Ye Xuan berhasil bersarang tepat di tulang rusuk lawannya. Ye Xuan menggunakan kepalan tinjunya untuk mengincar rahang bagian bawah, tapi serangannya di hentikan dengan ayunan pedang yang aneh.


“Seperti yang diharapkan, kau memang pantas mendapat perhatian.” Yu Tian tidak mau tinggal diam, dia menggunakan segenap cara untuk menyerang balik. Pedangnya berhasil melukai Ye Xuan meski hanya menggores kulitnya.



Luka Ye Xuan dengan cepat mengering, dia terus mencari celah untuk serangan yang dapat memberikan luka fatal. Namun semua usahanya terlihat sia-sia. Kontrol pedang Yu Tian terlalu tinggi, dia bisa memanfaatkan semua bagian tubuhnya dengan sangat baik.


Bukannya takut, Ye Xuan justru belajar dari lawannya. Dia mencoba segala cara untuk meniru kemampuan berpedang lawan, pergerakannya memang sedikit kasar tapi cukup nyaman untuk digunakan.


Tidak hanya Yu Tian yang terkejut perkembangan Ye Xuan yang mendadak, tapi Huang Tian yang mengawasi pertandingan tidak bisa melepaskan pandangannya. “Monster apa yang sudah kau latih, Meng Luo!” katanya dalam hati.


Ye Xuan tidak kehabisan referensi ilmu pedang karena sudah pernah melihatnya, Youtube yang ada di bumi memberikan informasi yang tanpa batas. Pergerakannya sedikit membaik, Ye Xuan terus menggunakan Absolut Kill untuk mengakhiri gerakannya.


Yu Tian semakin tertekan, pakaiannya sudah tak berbentuk. “Sial, kenapa kau sangat keras kepala!” teriaknya sambil melepaskan Energi Mental.


Tubuhnya diperkuat, Yu Tian mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melukai lawannya. Namun Ye Xuan sudah memprediksi itu, dia menggunakan berbagai cara menghalau serangan bertubi-tubi lawannya.


Keduanya bertarung dengan seluruh kemampuannya, Ye Xuan perlahan tertekan karena stamina dan Qi miliknya tidak sebanding dengan lawan. Meski begitu dia terus berusaha hingga akhirnya Yu Tian terjatuh.


“Kau lawan yang sangat menyenangkan!” kata Ye Xuan memasukkan pedangnya ke cincin ruang dan segera duduk.


Yu Tian tergeletak tak sadarkan diri karena menggunakan seluruh Qi dan Energi Mentalnya.

__ADS_1


“Selesai, Ye Xuan menang!” teriak Huang Tian menghentikan pertarungan.


__ADS_2