
Pertarungan Mu Mixue dan murid Shenlong cukup lama, mereka saling mengadu tinju dan pedang selama 20 menit. Namun Mu Mixue tampak tidak puas dengan pertarungannya.
“Menang tetaplah menang, jangan terlalu memikirkannya. Bagaimana kalau kita bertarung di lain kesempatan?” tanya Ye Xuan dengan senyum manis.
Mu Mixue tersenyum manis. “Tentu, aku ingin sekali melihat keterampilan pedangmu yang mengesankan itu.”
“Jangan salahkan aku kalau kau akan berakhir menjadi babi cincang.”
Mu Mixue tertawa kecil dan mengatakan sesuatu yang sangat bodoh. “Jangan meremehkanku, jika aku kalah aku turuti semua kemauanmu!” katanya dengan santai. Setelah beberapa saat dia menutup mulutnya dan melotot ke arah Ye Xuan. “Jangan harap aku melakukan itu! Bejat!” katanya dengan mata terbuka lebar.
Ye Xuan menggaruk punggung kepalanya. “Memang apa salahku?” katanya dengan suara pelan.
Pertarungan selanjutnya antara Yu Tian dengan seorang pria berbadan kekar bermarga Xian. Yu Tian melempar senyum tipis pada sosok pria kekar tersenyum, bukannya mendapat balasan yang baik, tinju musuhnya bersarang tepat di wajahnya.
“Jijik!” katanya dengan tatapan merendahkan.
Yu Tian yang terkena pukulan mundur beberapa langkah, dia tidak kehilangan senyumnya meski rasanya cukup sakit. “Baiklah, kau yang menginginkannya!” kata Yu Tian sambil mengubah ekspresinya menjadi serius.
Pedang yang tenang mulai bergerak cepat, kecepatan pedangnya beradu dengan lengan yang sudah dilapisi besi. Suara benturan besi terdengar ke seluruh arena, Yu Tian berhasil memberikan luka yang cukup parah pada musuhnya. Bukannya takut, musuhnya justru tersenyum jahat dan mulai mengerahkan seluruh kemampuannya.
Aura Inti Emas tingkat 7 diperlihatkan, Yu Tian sempat terkejut tapi kembali tenang. Yu Tian baru menginjak Inti Emas tingkat 4, itu dia dapatkan dengan sumber daya yang tak terbatas milik calon Penjaga Sekte. Dia berlatih keras karena tidak ingin mengecewakan Huang Tian dan tidak kalah dengan pria bernama Ye Xuan.
Meski sudah berusaha dengan segenap kekuatannya, Yu Tian tidak memberikan serangan fatal. Sampai akhirnya dadanya terkena pukulan telak dan menerbangkannya hingga ujung arena.
Sembari memegangi dadanya, Yu Tian menatap tajam ke arah lawan. Energi Mental bercampur dengan aura berwarna biru laut menyelimuti sekujur tubuhnya. Pedangnya menerjang lawan, udara di sekitarnya terbelah dan membuatnya melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Tinju besi murid Shenlong mengepal. “Bagus, tunjukkan seluruh kemampuanmu!” teriaknya dengan penuh semangat. Semakin dia terluka, Qi dalam tubuhnya akan semakin kaut dan berontak keluar.
Kepalan tinju besi bertemu dengan ujung pedang, suara ledakan terdengar dan Yu Tian terlempar hingga keluar arena. Meski begitu lawannya masih berdiri di tempatnya menyerang.
“Tidak mungkin!” salah seorang murid Sekte Tianlong mengatakan isi hatinya.
“Yu Tian kalah?”
“Tidak Mungkin!”
Semua orang tidak percaya Yu Tian kalah dari murid bermarga Xian itu. Beberapa murid dalam Sekte Tianlong tidak ingin terlibat pertandingan persahabatan karena mereka pasti akan dipukuli.
Beberapa murid dalam yang sudah menembus ranah Pengembaraan Jiwa dilarang ikut demi menyembunyikan cakar Sekte Tianlong. Long Yuan percaya Long Qintian juga tidak akan membawa kultivator ranah Pengembaraan Jiwa.
__ADS_1
Meski Long Yuan menyembunyikan kultivasinya sangat dalam sehingga di cap sebagai orang tanpa bakat, dia merasa Long Qintian juga bukan orang bodoh. Keduanya saling memandang dengan tatapan dingin ke arah Yu Tian yang kalah dalam pertarungan.
“Saudara Qintian, murid-muridmu memang sangat mengesankan. Kami telah banyak belajar darimu. Bagaimana kalau menyelesaikannya sampai disini?” tanya Long Yuan dengan tatapan lembut.
“Kenapa harus berhenti, hari masih siang kita butuh hiburan lagi.” Long Qintian masih ingin melihat harga diri Sekte Tianlong diinjak-injak.
Long Yuan tidak bisa berbuat banyak, pertarungan persahabatan memang sudah tradisi setiap kunjungan sekte. Jadi dia coba menyelamatkan nama keluarga Long di mata Qintian, sayangnya usahanya tidak membuahkan hasil.
Long Tian tidak bisa menahan kemarahannya, dia langsung masuk ke arena tanpa mendengar perintah Long Yuan. “Maju! Aku ingin melihat seberapa mampu kalian!” katanya dengan nada tegas.
Ye Xuan yang melihat dari bangku peserta hanya menghela napas. “Apa aku boleh pulang?” tanyanya.
Long Que yang baru datang beberapa saat lalu tersenyum. Meski dia belum bisa berkomunikasi dengan bocah di dalam alam bawah sadarnya, Long Que sudah bisa menggunakan Qi misterius. Qi ungu yang menyelimuti tubuhnya menandakan dia sudah menerima kondisinya saat ini.
“Tentu saja tidak, kamu akan menjadi senjata rahasia kami!” kata Long Que dengan senyum manis.
“Aku hanya ingin membajak kebun dan menanam beberapa tumbuhan herbal.” Ye Xuan terlihat malas bertarung tanpa tujuan yang jelas seperti saat ini. Dia sudah cukup berlatih di alam Dantian untuk meningkatkan pengalamannya.
Lan Xue yang melihat kedekatan mereka langsung mengerutkan alisnya. “Apa hubungan mereka?” tanyanya dengan nada sinis.
Long Tian menatap tajam ke arah Long Yue, tapi lawannya itu mengabaikannya. Justru seorang pria berbadan ringkih dan wajah suram yang naik ke arena. Pria itu dikenal sebagai Penjagal Kejam, dua pedang pendek di tangan kanan dan kirinya itu tampak tumpul dan berkarat. Setiap kali bertarung, semua lawannya pasti terkena serangan yang menyakitkan yang mengandung racun aneh.
Long Yue menghela napas dan berkata, “Kalahkan dia, maka aku bersedia melawanmu!”
“Baiklah!”
Long Tian yang bersemangat langsung melepaskan seluruh auranya, dia ingin segera menyelesaikan pertarungan dengan cepat. Namun ternyata lawannya sangat lincah dan sedikit demi sedikit luka yang diberikan pedang berkarat itu terasa sangat perih.
“Bajingan gila, kau menggunakan racun!” teriak Long Tian yang tidak terima pertarungan persahabatan menggunakan racun.
“Apa yang salah? Aku tidak menggunakan racun mematikan!”
Pertarungan mereka berlanjut tapi Long Tian masih tetap mendominasi, meski sesekali lawannya memberi serangan balik yang melukai tangan dan kakinya. Tubuhnya bebas dari serangan lawan, Long Tian merasa ada yang aneh dengan pergerakannya yang mulai tidak stabil.
“Sial!”
Meski tidak ingin jatuh, tubuh Long Tian tidak bisa menahannya. Sampai akhirnya lawan melompat ke arahnya dengan ceroboh. Long Tian menggunakan tusukan pedang untuk menghancurkan lawannya hingga keluar arena.
Ledakan besar terjadi akibat dari benturan aura Long Tian dan musuhnya, tapi tetap saja Long Tian keluar sebagai pemenang. “Sekarang lawan aku!” ucap Long Tian yang tampak tidak bisa berdiri tegap.
__ADS_1
“Jadi pertarungan teg tim, baiklah!”
Long Yue melompat ke arena dengan landasan yang lembut. Pedang di tangan kanannya langsung berkelebat menyerang Long Tian yang sudah terluka parah. Bukannya mengakhiri pertarungan secara langsung, dia justru mengulur waktu hingga Long Tian tampak sangat buruk.
“Serangan yang sangat kejam, dia menargetkan luka perih di sekujur tubuh Long Tian.” Ye Xuan memberikan komentarnya, dia sedikit mengerutkan alisnya karena itu bisa menjadi referensi untuk menyiksa Qin Lou 8 bulan lagi.
Pergerakan Long Tian tidak ada artinya, dia hanya mengayunkan pedangnya dengan putus asa. Setelah mengetahui perbedaan mereka, Long Tian tidak ada tekad untuk menang lagi. Dia hanya ingin melukai lawan dengan seluruh kemampuannya.
“Bodoh!” kata Long Yue mengolok-olok Long Tian yang menyerang tanpa arah yang jelas.
Kakinya yang panjang segera menghancurkan dada Long Tian yang sudah kelelahan. Long Tian langsung di terbangkan keluar arena, dia tampak sedih karena tidak bisa menyelamatkan wajah ayahnya.
Ye Xuan dengan cepat langsung melompat menolong saudaranya itu. “Sudah cukup, kau tidak bisa mengalahkannya.”
“Saudara Ye, kenapa aku sangat lemah?” tanyanya.
“Karena kau kurang bekerja keras.”
Long Tian teringat usahanya yang menggunakan seluruh tubuhnya untuk berlatih, tidak ada waktu menganggur sedetik pun setelah masuk ke Sekte. “Sial, bakat sialan!”
“Kau sedang mengejekku?” tanya Ye Xuan dengan senyum manis.
“Tidak, tidak aku hanya marah pada diriku sendiri.”
Ye Xuan menolong Long Tian dengan obat-obatan herbal sederhana, dia segera mengoles beberapa salep untuk menyembuhkan luka luarnya. Namun untuk luka dalamnya, Long Tian bisa menggunakan pil tingkat atas milik Divisi Alkimia.
“Apa kau tidak ingin melawanku, bocah?” tanya Long Yue dengan tatapan merendahkan.
Ye Xuan tetap tenang meski sedang di rendahkan, dia tidak punya harga diri yang tinggi. “Baiklah, aku akan melawanmu!” katanya sambil berjalan ke arena pertarungan.
Semua orang yang awalnya diam tiba-tiba bersorak namanya.
“Ye Xuan beri sapi itu pelajaran!”
Para wanita di sekte juga berteriak histeris. “Hancurkan sapi itu!”
Ye Xuan menjadi harapan Sekte Tianlong untuk menyelamatkan wajahnya. Meski hanya pertandingan persahabatan, kalah di tempat sendiri itu sangat menyakitkan. Tidak hanya untuk Long Yuan, tapi untuk semua murid.
Perkembangan Ye Xuan selama ini sangat cepat, di umurnya yang baru menginjak 16 tahun kultivasinya sudah di ranah Inti Emas tingkat 1.
__ADS_1
“Nona Muda Yue, mohon bimbingannya,” kata Ye Xuan dengan senyum tipis di wajahnya.