
Perempuan itu mengerutkan keningnya. "Apa kau bukan kelompok bajin*an yang keji itu?"
Ye Xuan menggelengkan kepalanya. "Aku sudah menghentikannya, mulai sekarang tidak ada Sekte Tianlong."
Wutu Sachuan dan Wen Lu hanya terdiam membisu. Keduanya tidak bisa membayangkan apa yang dilakukan Ao Ming dan kelompoknya, ekspresi bahagia semua orang menggambarkan betapa kejamnya Ao Ming.
Semua orang melompat dan mengekspresikan kebahagiaannya. Mereka tidak lagi takut akan diculik tiba-tiba.
Melihat banyak orang yang berbahagia, Ye Xuan justru menemukan sebuah batu yang mungkin berguna untuk semua orang.
[Batu Kosmik Atlas
Batu Kosmik yang dulunya dapat menciptakan gempa bumi dalam sekala kecil. Namun karena jiwanya terkikis, saat ini batu kosmik hanya menjadi hiasan.]
Ye Xuan tidak percaya dengan matanya, Batu Kosmik yang katakan paling misterius ada di Dunia Fana. Terlebih lagi ukurannya tidak masuk akal, batu itu punya tinggi 1 meter dan lebar sekitar 75 centimeter.
Setelah memastikan bahwa batu itu tidak palsu, Ye Xuan menawar batu pada penjualnya yang masih merayakan kebahagiaan.
"Paman, berapa harga batu besar ini?" tanya Ye Xuan dengan ekspresi serius.
"Oh, kamu yang sudah menghancurkan Sekte Tianlong. Ambil saja batunya, tidak ada yang mau membelinya!" ucap Penjual dengan santainya.
Ye Xuan tanpa peringatan langsung memasukkannya ke Ruang Bumi.
"Paman aku pamit dulu, Terima kasih!" katanya sambil melompat meninggalkan tempat.
Gejolak energi di dalam dantianya tidak dapat dibendung. "Jaga aku di sini, Saudara Wutu, Saudara Wen."
Ye Xuan langsung masuk ke dalam gua, dia duduk dan mengedarkan mengendalikan gelombang energi yang begitu kuat.
"Apa yang terjadi?" tanya Ye Xuan yang kebingungan.
"Semua akana baik-baik saja, cepat duduk dan konsentrasi." Sistem Sedekah membantunya tenang.
Ye Xuan langsung duduk dan menyerap energi kuat dari Batu Kosmik Atlas. Dia terlihat meringis menahan gelombang energi yang begitu kuat.
Energi bumi membersihkan seluruh merdiannya, Ye Xuan menahan rasa sakit yang cukup menyakitkan. Namun rasa sakit ini lebih baik dari pada harus memaksakan tubuhnya untuk naik.
Penyucian tulan, darah dan daging dilakukan, Batu Kosmik Atlas membantunya memperkuat fisik dan staminanya.
[+20 poin Kekuatan, +20 poin Stamina.]
Hanya mendapat dua keuntungan itu saja sudah membuatnya senang. Namun kejutan selanjutnya belum selesai, energi bumi bercampur dengan energi yin. Keduanya menciptakan harmoni suara yang menyejukkan. Energi kayu dan air juga mulai bersatu, keempatnya menciptakan harmoni yang begitu menyenangkan.
Semua proses itu dilakukan dengan jangka waktu yang sangat lama. Ye Xuan tidak tahu kapan itu selesai, dia hanya fokus mengendalikan kekuatannya.
[+30 Qi dan 20 poin Mental.]
"Apa ini, kekuatanku melompat?" ucap Ye Xuan dengan ekspresi terkejut.
Lompat besar itu tidak hanya terjadi pada kekuasaan fisiknya tapi juga ranah kultivasinya. Energi yang dihasilkan dari Dantinnya juga lebih murni, sehingga orang-orang di Dunia Kecil juga merasakannya.
"Kamu berhasil menstabilkan tubuhmu, tapi kau harus segera menggerakkan tubuh fisikmu. Kalau tidak mungkin saja ototmu akan hancur." Saran Sistem Sedekah padanya.
Ye Xuan langsung keluar, dia mencoba berdiri tapi kakinya tidak dapat diperintah. "Apa yang terjadi, kenapa kakiku?"
__ADS_1
[Kamu sudah menghabiskan waktu selama 1 bulan, setelah mengalami penyucian kamu butuh penyesuaian.]
[Regenerasi Cepat digunakan.]
Setelah satu menit Ye Xuan bisa melupakan aktivitas santai, dia melompat-lompat untuk memastikan tubuhnya sehat.
"Sudah baikan, ayo keluar!" ucap Ye Xuan sambil berlari keluar gua.
Dia mendapati dua temannya sedang makan daging di depan gua.
"Saudara Ye, akhirnya kamu selesai. Apa yang..." Wutu Sachuan menghentikan ketuanya karena bau badan yang sangat menyengat.
Wen Lu yang merupakan ahli dalam bidang bau tak sedap juga menutup hidungnya.
Ye Xuan terlalu senang, dia tidak memperhatikan kondisi tubuhnya. "Hehe, maaf aku akan segera kembali."
Tepat setelah menyelesaikan perkataan, Ye Xuan langsung menghilang layaknya debu yang tertiup angin kencang.
Dia segera membersihkan badannya, saat sampai sungai Ye Xuan merasakan bahwa kulitnya menjadi semakin lembut.
"Kulitku diremajakan?" tanyanya pelan.
Kotoran hitam yang menempel pada tubuhnya adalah hasil dari penyucian darah, tulang dan daging. Oleh karena itu kulitnya juga terlihat diremajakan.
Setelah selesai mandi, Ye Xuan segera kembali ke tempat Wutu Sachuan dan Wen Lu. Namun Ye Xuan dihentikan oleh sekelompok bandit dari Kota Tanpa Nama.
"Jangan banyak ngomong dan serahkan semua barangmu!" kata salah satu orang dengan nada tinggi.
Bukannya memberi, Ye Xuan justru menghunuskan pedangnya. "Apa aku harus memberinya?" tanyanya.
Ye Xuan menghela napas dan memasukkan lagi pedangnya. "Ambillah Batu Spirit ini, jangan menungguku lagi."
Sesaat setelah mengatakannya, seekor beruang bermata merah. Monster beruang muatan adalah monster yang sangat ganas. Dia menyerang manusia tanpa sebab dan memakannya.
Monster beruang itu terkenal sangat ganas. Sehingga semuanya lari ke segala arah kecuali Ye Xuan yang melihat ke arah monster.
[Monster Beruang Merah
Ranah : Kelahiran Jiwa tingkat 1
Status : Monster
Kekuatan : 440
Stamina : 230
Kelincahannya : 180.]
Eye of Truth digunakan untuk melihat kelemahan Beruang Merah. Ye Xuan langsung mengambil sikap siaga, tangan kanannya mengepal kuat.
"Maju!"
Beruang menderam dan langsung menerjang ke arahnya. Ye Xuan melepaskan pukulan ke hidungnya.
Kekuatan mereka beradu, Ye Xuan unggul dalam semua aspek. Seharusnya dia tidak bisa dikalahkan.
__ADS_1
Semua mata terbelalak saat melihat Ye Xuan menyelesaikan Beruang Merah hanya dengan satu pukulan, bahkan Ye Xuan sendiri tidak yakin dengan kekuatannya.
"Lumayan daging." Ye Xuan menguliti monster beruang dan mengambil Batu Spiritnya.
[+30 Poin Sedekah.]
"Tidak buruk," katanya dengan suara pelan.
Namun tiba-tiba kelompok perampok itu langsung mendekat. Salah satu orang menghunuskan pedangnya.
"Serahkan beruang ini!" katanya.
"Kemarilah, ayo makan bersama. Aku tidak akan mengatakan untuk kedua kalinya."
Semua orang yang berbunyi berbondong-bodong keluar. Mereka mendekati daging beruang.
Ye Xuan mengirim transmisi suara suara pada Wutu Sachuan dan Wen Lu agar keduanya datang.
Keduanya langsung berlari dan membantu Ye Xuan menyiapkan makanan.
"Ini yang aku tunggu darimu Saudara Ye," ucap Wutu Sachuan kembali ke setelan pabrik setelah melihat daging melimpah.
"Benar saudara Ye, seharusnya kau lebih banyak berburu beruang merah." Wen Lu tidak mau kalah, dia membantu menyerahkan daging yang sudah matang.
Salah seorang pria mendekati Ye Xuan, dia adalah kepala desa yang mencoba menjadi bandit.
Tadi adalah kali pertama mereka merampok, jadi telihat masih gugup.
Kondisi desanya menjadi seperti ini karena pertengkaran di wilayah Sekte Tianlong, sehingga pemerataan bantuan tidak tersalurkan.
Bahkan beberapa warga tampak kurus dan mengidap penyakit kurang gizi.
"Apa yang menimpa desamu?" tanya Ye Xuan pada pria yang berbadan cukup kekar.
"Karena penindasan Sekte Tianlong, kita harus meninggalkan semua harta dan makanan. Mereka memaksa kita keluar dari Kota Tianyun atau..."
Ye Xuan mengangguk. "Katakan, sebagian besar dari mereka sudah musnah."
"Kami semua dijadikan tumbal ritual sesatnya. Saudaraku mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan kita semua." Pria itu adalah anak dari Kepala Desa, Song Yu.
"Tumbal? Aku tidak pernah mendengarnya. Mungkin mereka sudah di cuci otaknya dan dijadikan tentara sekali pakai."
"Aku tidak tahu detailnya, yang pasti semua keluargaku sudah tiada. Sekarang hanya mereka keluarga yang aku punya. Jadi..."
Song Yu berlutut di depan Ye Xuan yang telah memusnahkan Sekte Tianlong.
"Tolong kami!" teriak Song Yu sambil menangis. Dia bersujud memohon di bawah kaki Ye Xuan.
Semua warga yang sedang makan juga bersujud menghadap Ye Xuan. Mereka tidak mungkin selamat tanpa bantuan Song Yu.
Saat Song Yu memutuskan ikut bersama Ye Xuan, mereka juga akan ikut.
"Aku tidak peduli dengan bakat atau keberuntungan. Jika kalian punya tekad sekeras baja, tunjukkanlah kesetiaan kalian!" ucap Ye Xuan mengirimkan informasi sumpah darah pada 75 orang termasuk anak-anak berusia 7 tahun.
Song Yu menghadap ke arah warganya. "Aku tidak memaksa kalian ikut denganku, tapi dendam keluargaku tidak akan pernah padam sebelum Kepala Ao Ming itu berada di kakiku!"
__ADS_1