Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Kabur


__ADS_3

Tanpa pikir panjang, Ye Xuan segera menambahkan Poin Sedekah ke status Fisik. 100 poin berhasil di tambahkan, tubuhnya memancarkan cahaya kuning tapi 3 orang di belakangnya tidak bisa melihatnya.


Ye Xuan tiba-tiba memuntahkan darah hitam, sebagian kotoran dalam tubuhnya di keluarkan. “Bagus, aku bisa mengalahkan mereka semua!” katanya dengan penuh percaya diri.


“Saudara Ye, apa kau di racuni?”


“Tidak, aku hanya terlalu banyak bertarung.”


Ye Xuan segera menuju bandit yang tersisa, sayatan pedangnya terasa jauh lebih berat. Dia menggunakan Shadow Sword berkali-kali demi memberikan serangan fatal. Meski tidak bisa membunuh 7 bandit yang tersisa, Ye Xuan berhasil mengusir mereka.


“Ayo pergi.”


4 orang bergerak mendekati pertarungan Qin Lou dan ayah Wutu Sachuan. Mereka bertarung cukup sengit, tapi ayah Wutu Sachuan terlihat tertekan hingga kedua tangannya bergetar hebat.


“Ayah!” teriak Wutu Sachuan yang sangat bodoh.


Ayah Wutu Sachuan yang kehilangan fokusnya menerima tusukan di perutnya. “Cepat pergi!” teriaknya.


“Bodoh!” ucap Ye Xuan sambil memukul kepala Wutu Sachuan. Dia segera bergerak menggunakan Langkah Bayangan, ia menggunakan Absolut Kill pada Qin Lou.


Sayangnya Ye Xuan terlalu lambat untuk Qin Lou, dia segera menarik pedang dan melompat ke belakang. “Bocah, kau terlambat. Orang itu pasti akan mati!” katanya sambil tersenyum jahat. Pedang yang di bawa Qin Lou di lumuri racun ular mematikan, meski begitu dia juga menerima efek sampingnya.


Tanpa peduli dengan kehadiran Qin Lou, Ye Xuan segera membawa tubuh ayah Wutu Sachuan. “Cepat lari!” teriak Ye Xuan dengan suara lantang.


Ye Xuan menggendong tubuh ayah Wutu Sachuan yang lemas, dia terlalu memaksa menggunakan Qi padahal tubuhnya masih terluka. Ibu Wutu Sachuan juga memaksakan keadaannya, dia mendorong Wutu Sachuan dan Wen Lu dengan kekuatan domainnya.


Qin Lou tidak bisa mengejar karena terkena serangan balik dari pedang jahatnya. “Bocah sialan, aku pasti mengejarmu. Bajingan ke mana kalian semua!” teriak Qin Lou dengan suara lantang.


Beberapa bandit bodoh yang ingin menjadi pemimpin menyerang Qin Lou dalam keadaan lemah. Meski lemah, Qin Lou berhasil membunuh 12 bandit bodoh yang menyerangnya. “Siapa lagi? Cepat maju, aku ingin minum arak!” katanya dengan suara keras.


Para bandit yang tersisa gemetar ketakutan, meski dalam keadaan lemah, Qin Lou adalah kultivator ranah Inti Emas tingkat 8. Akhirnya krisis bagi pada bandit juga selesai, mereka mempersiapkan gelombang serangan selanjutnya.


Ye Xuan yang merasa sedikit aman berhenti. “Kita istirahat dulu,” katanya sambil mengeluarkan obat herbal.


Tanpa pamrih dia merawat 4 orang yang terluka, padahal dia sendiri juga terkena tebasan di punggungnya. Setelah selesai merawat semua orang, Ye Xuan baru merobek bajunya dan segera mengoles salep untuk menghentikan pendarahannya.


“Biar aku bantu, Kak.” Wutu Sachuan menawarkan diri membantu Ye Xuan.


“Ya, tolong.”

__ADS_1


Mereka semua terluka karena di kepung bandit gunung, Ye Xuan merasa beruntung karena bandit-bandit itu tidak terlalu rukun dan tidak punya ikatan batin yang kuat. Mereka lebih mementingkan nyawanya dibandingkan bertarung dengan baik.


“Terima kasih.” Wutu Sachuan tiba-tiba mengucapkan sesuatu yang sangat jarang dia katakan.


“Tidak masalah, cepat istirahat. Besok kita sampai di Kota Lianyun selatan.


Malam itu terasa dingin, semua orang istirahat kecuali Ye Xuan yang masih memendam dendamnya pada Qin Lou. Setelah masuk murid dalam, dia berjanji akan memberantas seluruh bandit di sekitar Kota Lianyun.


[+8 Poin Sedekah, mengutamakan kepentingan teman daripada dirinya sendiri.]


“Akhir-akhir ini kau sangat baik,” katanya pada sistem.


[-2 Poin Sedekah.]


“Brengsek, aku hanya bercanda.” Ye Xuan tidak mau menyinggung Sistem Sedekah lagi. Dia sudah merasakan kecacatan pada kecepatannya, semua Poin Sedekah yang didapatkan kali ini langsung di tambahkan ke poin Kelincahan.


[+2 poin Kelincahan, terus berlari demi menyelamatkan orang lain.]


Ye Xuan hanya tersenyum melihat sistem memberinya 2 poin tambahan, sekarang dia punya 59 poin Kelincahan. Malam itu dia mengedarkan teknik kultivasi Dewa Petir, setelahnya dia tidur di atas pohon.


Sebelum matahari menampakkan wujudnya, Ye Xuan dan kelompoknya segera bergerak menuju Kota Lianyun. Seharusnya malam ini mereka akan sampai di kota, tapi kenyataannya tidak sebaik itu.


Kelompok Qin Lou yang lain ternyata sudah menunggu mereka di dekat Kota Lianyun. Jumlah mereka jauh lebih banyak daripada sebelumnya, ada 100 bandit yang menunggunya, meski kekuatan mereka sedikit lemah, tapi melawan 100 bandit sama dengan bunuh diri.


Setelah berjalan seharian, ternyata 100 bandit lainnya menunggu kehadiran mereka lagi, selama seminggu kelompok Ye Xuan berputar mengelilingi hutan Kota Lianyun. Sialnya semua bandit sudah mengelilingi Kota Lianyun.


“Sial, kita tidak punya pilihan.” Ye Xuan memikirkan cara untuk menyelesaikan permasalahannya.


“Kak, bagaimana kalau kita ke kota sebelah?” tanya Wutu Sachuan.


“Tidak, kita akan berakhir di kepung.” Ye Xuan berpikir keras untuk menyelamatkan kelompoknya. Jika mereka menuju kota lain, informasi itu akan langsung menyebar ke para bandit dan berakhir di kepung.


Setelah mengelilingi Kota Lianyun selama seminggu, Ye Xuan bisa memperkirakan kelompok bandit itu punya 1000 anggota di ranah Pendirian dan 100 ranah Inti Emas. Untungnya tidak ada orang yang ada di ranah Pengembaraan Jiwa.


“Paman, bagaimana lukamu?” tanya Ye Xuan dengan suara sopan.


“Aku baik-baik saja tapi bertarung dengan mereka masih terlalu sulit untukku.” Ayah Wutu Sachuan mengatakan pendapatnya.


Ibu Wutu Sachuan juga mengatakan hal yang sama, dia melukai tubuh serta merdiannya. Butuh setidaknya satu tahun untuk menyembuhkan semuanya dan bisa bertarung di ranah Inti Emas tingkat 8.

__ADS_1


“Tidak ada pilihan lain, kita akan terus bersembunyi di hutan. 1 bulan, seharusnya cukup.” Ye Xuan memutuskan untuk bersembunyi di hutan bagian selatan Kota Tianyun yang berbatasan langsung dengan Kota Suzhou, kota yang terkenal akan pertaniannya.


Ye Xuan dan kelompoknya terus bertahan selama dua minggu di hutan, mereka tidak bisa melakukan apa-apa. Tidak lupa dia mengirim surat pada Meng Luo untuk tidak menghawatirkannya. Sampai akhirnya mereka bertemu seseorang yang dikenal Ye Xuan.


“Saudara Shu, kita bertemu lagi.”


“Saudara Ye, bagaimana ujianmu?” tanya Shu Han dengan senyum manis.


“Aku berhasil, mereka teman-temanku.”


“Selamat, tahun depan aku akan menyusulmu!” kata Shu Han dengan semangat penuh.


8 orang di belakang Shu Han tampak mencurigai Ye Xuan dan kelompoknya. Meski terlihat kuat mereka hanya berada di ranah Pendirian tingkat 4. “Tuan, hati-hati mereka cukup kuat untuk mengalahkan kita semua,” kata salah satu penjaga.


“Jangan khawatir, aku mengenal Ye Xuan dengan baik. Dia pasti punya alasannya sendiri.”


Setelah bertemu Shu Han, Ye Xuan mulai menceritakan keadaannya yang sedang di kejar para bandit. Namun dia tidak mengatakan bahwa bandit itu mengincar orang tua Wutu Sachuan.


“Jadi kalian ingin ke Kota Lianyun. Ini agak sulit karena aku tidak boleh ke sana sementara waktu.”


Tujuan Shu Han hanya untuk memupuk pengalaman berburu monster dan mengambil tumbuhan herbal. Kepala keluarga Shu sangat ketat terhadapnya, bukan karena kuat tapi karena dia adalah aib keluarga Shu.


“Tidak masalah Saudara Shu. Bagaimana kalau kamu ikut berlatih dengan kita.” Ye Xuan merasa ada pergerakan dari pengawal Shu Han yang sedikit mencurigakan. Ayah dan ibu Wutu Sachuan juga menyadari tapi dua kawannya yang terlalu polos itu tidak sadar.


“Itu bagus!”


Shu Han mendapat banyak arahan dari Ye Xuan untuk bertarung, dia juga memberi beberapa ramuan untuk merawat diri. Meski tumbuhan herbal di cincin ruang Ye Xuan terbatas, dia bisa mencarinya di dalam hutan yang sangat laus.


Tidak berasa 2 minggu berlalu begitu saja, Shu Han berhasil menerobos ke ranah Pengumpulan Qi tingkat 7. Dia punya kepercayaan akan lolos di penerimaan murid luar tahun depan.


“Saudara Ye, aku harus pergi dulu. Setelah ayah menyetujuinya, aku akan membantumu masuk ke Kota Lianyun.” Shu Han berjanji di depan teman-temannya.


“Tentu saja Saudara Shu, aku akan menunggu bantuanmu.” Ye Xuan tersenyum manis dan sempat melirik salah satu pengawal Shu Han. Dia sekarang dapat memastikan bahwa pengawal itu mengirim kode untuk orang yang berada sangat jauh dari mereka.


Setelah berpisah, Ye Xuan segera bergerak melebar ke arah timur. “Mungkin saja keberadaan kita sudah diketahui, Paman bagaimana kondisimu?” tanya Ye Xuan dengan suara pelan.


“Sudah cukup, kita bisa menerobos penjagaan musuh.”


“Belum, beri aku waktu 2 hari lagi,” kata ibu Wutu Sachuan dengan suara pelan.

__ADS_1


“Baiklah, kita akan menerobos masuk seminggu lagi. Tapi harus berputar ke sisi barat Kota.” Ye Xuan mengatakannya dengan tatapan serius. Dua temannya hanya bisa mengangguk tanpa mengetahui situasi yang sedang mereka hadapi.


“Kak, kenapa sebulan terakhir kita hanya berputar-putar. Kenapa tidak menerobos penjagaan musuh, mereka hanya berada di ranah Pendirian?” tanya Wutu Sachuan  dengan wajah polos. Wen Lu hanya diam dan juga ingin mengetahui jawabannya.


__ADS_2