Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Pendaftaran


__ADS_3

Tubuh Ye Xuan di rawat aura langit dan bumi, setelah dua hari dia terbangun dari tidurnya. Dia langsung memeriksa kondisi tubuhnya, setelah memastikan bahwa dirinya baik-baik saja Ye Xuan melihat jendela informasi air suci.


[Air Suci Stalaktit dan Stalagmit.


Meningkatkan bakar manusia atau makhluk roh hingga ke titik yang menantang langit. +20 semua status (Fisik, Stamina, Kelincahan, Qi, dan Mental).]


“Tunggu, kok hilang. Danau airnya hilang, padahal masih ada banyak air yang bisa di suling!”


[Mereka terserap Dantian Alam Semesta.]


Ye Xuan langsung duduk bersila dan memfokuskan dirinya masuk ke dunia buatan di dalam dantian. Kesadarannya mulai masuk dan mendapati gua Stalaktit dan Stalagmit tersusun rapi membentuk sebuah tebing.


“Untunglah, ini masih bisa digunakan sekitar 1 botol lagi.”


Sebelum menyuling Air suci, Ye Xuan keluar dari alam dantian dan menelan satu tetes air suci. Tubuhnya terasa panas hingga seluruh pakaiannya hangus terbakar.


“Apa ini?”


Setelah panas yang tidak bisa di kontrol, udara sejuk mulai mendinginkan badannya. Ye Xuan merasa tubuhnya terlahir kembali menjadi seseorang yang berbeda. Meski rasa sakitnya belum hilang, Ye Xuan merasa senang karena bisa memiliki tubuh bawaan yang lebih baik.


[Ye Xuan (Tubuh Fana tingkat 7, Pendirian tingkat 5)


Fisik : 94


Stamina : 74


Kelincahan : 51


Qi : 31 tahun.


Reputasi : 125.


Poin Sedekah :


Teknik Kultivasi : Dewa Petir


Keterampilan :


- Absolut Kill (-1 tahun Qi)


- Shadow Sword (-3 tahun Qi)


- Force (-1 Kekuatan Mental)


- Sirkulasi Qi Otomatis (-1 tahun Qi / 6 jam)

__ADS_1


- Langkah Bayangan (-3 tahun Qi)


Metode :


- Pemulihan Dantian


- Penyulingan Air Suci.]


“Mengagumkan, jika aku minum satu tetes lagi kultivasiku berhasil menerobos ke inti emas!” teriak Ye Xuan dengan penuh semangat.


[Peringatan, efek Air Suci hanya bisa bertumpuk setelah melalui 3 ranah yang berbeda.]


“Hampir saja aku buta fakta.” Ye Xuan menghela napas dan menstabilkan kultivasinya. Meski sudah mengalami lonjakan kekuatan, dia tidak bisa meremehkan monster serigala yang berada di ranah Pendirian tingkat 6.


Setelah dua minggu menstabilkan kekuatan, Ye Xuan keluar dari gua dan memberikan penghormatan terakhir pada mayat tengkorak Chan Fan. “Semoga semangatmu mengalir pada generasi muda.”


Ye Xuan segera keluar dan menantang monster serigala untuk kedua kalinya. Namun dia hanya bisa terperangah ketika melihat monster serigala sekarat tak berdaya di bawah kaki Meng Luo.


“Guru, apa yang membawamu kesini?”


Meng Luo dengan cepat mengalingkan pandangannya ke arah Ye Xuan, dia tidak bisa mendeteksi orang karena Dantiannya juga hancur. “Dari mana saja kamu bocah sialan?” teriak Meng Luo yang terlihat khawatir.


“Aku mendapat keberuntungan di hutan ini. Lihatlah sekarang aku menerobos ke ranah Pendirian.” Ye Xuan hanya menunjukkan bahwa dirinya berhasil setara dengan ranah pendirian. Qi tidak dikeluarkan karena masih harus menyembunyikan identitasnya.


Para petinggi yang tidak suka Meng Luo mengusulkan untuk mempercepat ujian murid dalam. Sehingga Ye Xuan tidak dapat mengikutinya atau gagal di ujian masuk, tapi siapa yang menyangka ternyata Ye Xuan sudah menerobos ke ranah Pendirian.


Setelah sampai di lingkungan luar, Ye Xuan menyempitkan matanya. Banyak sekali murid luar yang berkumpul demi mengikuti ujian. Setelah memperhatikan sekitarnya, Ye Xuan tidak melihat kehadiran Wutu Sachuan dan Wen Lu.


“Mereka masih menunggumu di rumah.” Meng Luo mengatakan keberadaan dua kawannya.


“Aku akan ke sana dulu, Guru.”


“Ya, lakukanlah. Mereka sudah bekerja keras selama dua minggu. Sepertinya semuanya sudah menerobos ranah pendirian.”


Ye Xuan langsung berlari menuju rumah kediaman Meng Luo, dia melihat Wutu Sachuan dan Wen Lu duduk mengedarkan teknik kultivasinya. “Kalian terlihat terburu-buru.”


Kedua kawannya membuka mata, raut wajahnya terlihat bahagia dan langsung berlari mencoba memeluk Ye Xuan. Bukannya menerima pelukan dari dua kawannya, dia justru menghindar sambil mengeluarkan kata-kata mutiara yang tidak jelas.


“Berlebihan itu tidak baik, sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bersikap secukupnya.”


[ Wutu Sachuan (Pendirian tingkat 1)


Wen Lu (Pendirian tingkat 2).]


Kedua kawannya memang sudah menerobos tingkat pendirian, jadi bisa mengikuti ujian murid dalam. “Apa kalian tidak ingin ikut ujian murid dalam?” tanya Ye Xuan.

__ADS_1


Wutu Sachuan menoleh ke arah Wen Lu kemudian baru menjawab, “Kami lebih baik menunggu 5 tahun lagi. Mengikuti ujian murid dalam tanpamu berasa hampa!”


“Kalian terlalu meremehkanku. Mau latih tanding?”


“Kau akan menyesal, Kawan.” Wen Lu langsung mengepalkan tinjunya dan menyerang dengan cepat. Dengan perasaan ingin balas dendam karena selama latihan dia selalu di pukuli seperti babi.


Ye Xuan mengangkat sudut bibirnya dan menghentikan pukulan Wen Lu dengan tangan kiri. “Apa kau belum makan, pukulanmu sangat ringan.”


Sebelum menarik tinjunya, Wen Lu sudah mempersiapkan serangan lanjutan. Kakinya dengan kekuatan Qi langsung menargetkan perut lawan, tapi kakinya sudah dihentikan dengan tangan kanan.


“Apa?”


“Tidak hanya lemah, ternyata kamu juga semakin lambat.” Ye Xuan dengan sedikit usaha langsung membanting Wen Lu yang kehilangan keseimbangan.


Ye Xuan ingin memukul wajah Wen Lu, tapi ada Wutu Sachuan yang menghentikan pukulannya. Dia tersenyum tipis karena pukulannya dihentikan pria besar di sebelahnya.


Wutu Sachuan dengan kekuatan penuh mencoba menyerang Ye Xuan, sayangnya tinjunya hanya mengenai angin. Ye Xuan melompat ke belakang dan salto menghindari pukulan.


“Bahaya sekali, aku penasaran seberapa kuat ranah Pendirian. Sungguh mengecewakan.”


Wutu Sachuan dan Wen Lu langsung mengeluarkan senjatanya, mereka berjuang sekuat tenaga menyerang Ye Xuan. Namun semua serangannya tidak ada yang berhasil mengenainya.


Dua kawannya itu berakhir di pukuli seperti babi, bahkan mukanya hampir tidak berbentuk karena menerima pukulan Ye Xuan terus menerus. “Sembuhkan benjolan itu,” kata Ye Xuan sambil menyerahkan salep untuk menyembuhkan luka.


“Ini tidak mungkin, bagaimana kamu bisa sekuat itu!” teriak Wutu Sachuan yang terlalu bangga dengan kekuatan fisiknya.


“Bukankah sudah aku katakan, aku punya tubuh ilahi. Perkembanganku tidak akan terbatas selama tidak ada kecelakaan yang menghilangkan nyawaku.” Ye Xuan membantu dua kawannya berdiri.


Setelah mengobrol sejenak, tiga sekawan itu menuju lapangan latihan dan mendaftar ujian murid dalam. Semua orang yang mendaftar terkenal sangat kuat bahkan Lan Shan juga tampak ada lapangan.


“Ye Xuan, aku dengar kamu tersesat di hutan.” Lan Shan menghampirinya dengan senyum manis.


Ye Xuan membalas senyumnya dan menjawab, “Ya, itu sebuah kecelakaan. Aku dengar di hutan bagian luar tidak ada monster serigala ranah Pendirian.”


“Kecelakaan bisa terjadi kapan saja.”


“Aku justru berpikir sebaliknya, ada seseorang yang ingin menyingkirkanku dan menggunakan pawang monster untuk membunuhku. Kasihan sekali orang itu kehilangan monster ranah Pendirian.”


Pembicaraan keduanya saling menyindir, Wutu Sachuan dan Wen Lu tidak mengerti apa yang mereka berdua bicarakan.


“Aku juga akan ikut, ujian akan diselenggarakan 2 bulan lagi. Semoga luka di punggungmu bisa sembuh.”


“Terima kasih, Senior.”


Setelah mendaftar, semua murid luar punya waktu 2 bulan untuk mempersiapkan diri. Mereka bebas membawa senjata apa saja. Ye Xuan dan dua kawannya meramu obat herbal untuk keselamatan ujian. Kemudian Ye Xuan membuat ramuan itu menjadi sebuah pil tingkat 1, meski tidak terlalu berkualitas itu dapat membantu ujian mereka bertiga.

__ADS_1


__ADS_2