
Si Topeng Seribu ditangkap, Ye Xuan segera menggauli informasi dari mulutnya. Dengan bantuan Eye of Truth, Ye Xuan bisa membedakan mana kejujuran dan kebohongan.
Setelah menggali semua informasi yang dia inginkan, Wen Xin dan Xu Ling yang tidak bisa menahan amarahnya langsung memenggal kepalanya.
"Kenapa kalian begitu sadis, padahal dia masih berguna untuk beberpaa alasan. Tapi ya sudahlah."
"Maafkan aku Tuan Muda, emosiku terlalu meluap." Wen Xia menjawab terlebih dulu.
Xu Ling juga meminta maaf. "Maafkan aku Tuan Muda, ibuku mati di tangan bajin*an itu!" katanya sambil mengeratkan giginya.
Kakinya menginjak kepala Ning Bao hingga hancur. Kemarahan Xu Ling tidak dapat dibendung lagi.
"Baiklah, lupakan itu. Ayo cari Paman Hao yang asli. Seharusnya dia masih ada di rumah." Ye Xuan memberi saran.
Saat semua orang meninggalkan tempat kejadian, mayat Ning Bao terbakar Api Ungu hingga menjadi debu.
Domain Qi dilepaskan, Ye Xuan menemukan Hao Ju dengan begitu mudah. Meski dia disembunyikan dalam susunan formasi, Ye Xuan bisa menemukannya, itu membuat Xia Chang dan Gu Jin-Long kebingungan.
"Paman Hao," teriak Wen Xin sambil melepaskan ikatannya.
"Xin'er kamu masih hidup?" tanya Hao Ju asli. Wajahnya tampak kelelahan, energinya hampir habis hanya untuk bertahan hidup.
Xu Ling datang bersama ramuan stamina. "Paman Hao, minumlah. Ini bisa membantumu pulih."
"Xu Ling, apa yang kau lakukan di sini!" bentak Hao Ju dengan ekspresi marah.
"Maafkan aku Paman Hao, karena salah paham aku memusuhi Istana Salju." Xu Ling menundukkan kepalanya.
Hao Ju meminum ramuan stamina, dia berdiri dan mengelus kepala Xu Ling. "Maafkan aku, seharusnya wanita cantik itu tidak mati di tangan musuh."
"Paman Hao..."
"Tentu saja seharusnya wanita cantik itu milikku! Hahaha!" kata Hao Ju mencairkan suasana.
Xu Ling hanya bisa tersenyum kecut dan langsung menampar Hao Ju. "Pak Tau mesum!"
"Siapa yang peduli, aku sudah jomblo selama 100 tahun!" kata Hao Ju dengan suara lantang.
Wen Xin tertawa kecil.
Hao Ju menjelaskan situasi Istana Salju saat ini. Dia diusir karena tidak mau menggunakan senjata mistik untuk membuat senjata.
Harga dirinya sebagai Pandai Besi terlalu tinggi, hingga dia disingkirkan oleh anak muda berusaha 20 tahunan. Anak muda itu menggunakan palu yang di selimut energi hitam.
Orang-orang di Istana Salju menyebutnya sebagai Senjata Mistik. Hao Ju sudah mengabdikan seluruh hidupnya untuk menempa senjata terbaik, meskipun hanya dapat menciptakan senjata biasa saja.
__ADS_1
Istana Salju juga sudah berubah, banyak murid laki-laki yang masuk. Padahal sebelum Wen Xin dikabarkan mati, semua masih baik-baik saja.
Sekarang hampir seperempat murid seorang laki-laki. Hong Ju yang awalnya melayani Penguasa Istana Salju diusir oleh penggantinya.
"Guru... Kenapa guru diganti?" tanya Wen Xin.
"Dia menghilang sepertimu, tapi setelah beberapa minggu... mayatnya ditemukan."
Hao Ju tidak bisa menyembunyikan fakta. Dia ingin segera mengatakan pada dua wanita cantik itu.
"Tidak, guru ada di ranah Kenaikan. Tidak mungkin..."
Ye Xuan menepuk pundak Wen Xia. "Ranah Kenaikan hanya awal dari dunia Kultivasi yang sebenarnya. Gurumu sangat lemah jika dibandingkan dengan Feng Xia dan Jiang Chen."
Perkataan kasar Ye Xuan membuat Wen Xin semakin menangis dan menjatuhkan tubuhnya.
Xu Ling datang dan memeluk tubuh saudaranya.
Meski sudah berkata kasar, tidak ada yang menyalahkan Ye Xuan. Jiang Chen muncul satu kali saat kekacauan di Sekte Tianlong, dia begitu superior hingga semua orang membeku dan menghilang seperti debu.
Fang Xia sendiri bisa mencegah runtuhnya kerajaan Long. Kejadiannya sudah seperti lambang kerajaan yang tidak bisa dibandingkan dengan Istana Salju.
Hari berlalu dengan cepat, tidak ada yang bisa mengubur kesedihan Wen Xin yang kehilangan gurunya.
Api Ungu digunakan untuk melelehkan bijih besi, Ye Xuan belajar cara mengontrol suhu api dan menghemat konsumsi energi mentalnya.
Bulan bersinar terang, Wen Xin terlihat murung menatapnya. Ye Xuan datang dan duduk di sebelahnya.
"Aku tahu perasaanmu, mungkin menyakitkan tapi kau tidak boleh seperti ini." Ye Xuan memberi nasihat, Wen Xin bolos latihan satu hari, itu membuatnya sedikit khawatir.
"Kamu tidak mengerti perasaanku, Tuan Muda."
Ye Xuan menatap bulan. "Kau beruntung punya orang yang mengasihimu, bandingkan denganku. Orang tuaku mati di tangan bandit, hidupku terombang-ambing tak menentu. Jika tidak ada kalian, aku lebih baik tidur dan menunggu kematianku. Kehadiranku bukan untuk memanfaatkan kalian, tapi untuk mendorong semuanya menjadi lebih kuat."
Ye Xuan menghela napas pelan. "Sejujurnya kamu lebih beruntung. Sebelum aku membangkitkan tubuh ilahiku, aku pernah hidup di dunia lain. Keadaanku tidak jauh berbeda dari sekarang. Tapi... rasa sakitnya lebih menyakitkan."
Ye Xuan mengarang cerita tentang mimpinya, padahal dia sedang menceritakan kehidupan pertamanya.
Wen Xin mulai sedikit bersemangat, meski umurnya jauh melebih Ye Xuan dia tidak bisa membayangkan sakitnya ditinggal orang tua dua kali.
"Maafkan aku Tuan Muda."
Wen Xin kembali bersemangat, dia segera belajar tentang susunan formasi bersama Xu Ling.
Hao Ju menyapa Ye Xuan yang berada di dalam bengkel penempaan. "Obat apa yang kau gunakan?" tanyanya pelan.
__ADS_1
"Tidak ada, aku hanya memberinya motivasi. Lupakan saja soal itu, ayo ajari aku teknik selanjutnya!"
Ye Xuan belajar manual cara menempa bijih besi, dia awalnya ingin membeli metode di Toko Sistem. Namun Ye Xuan segera mengurungkan niatnya, dia ingin memberi contoh pada teman-temannya, bahwa tidak ada yang mustahil selama kita berusaha.
Keduanya tampak serius, Hao Ju menurunkan semua ilmunya pada Ye Xuan.
Setelah tiga bulan berlalu, Ye Xuan akhirnya menciptakan satu pedang tingkat surga.
"Nama pedang sangat penting, jadi pikirkan dengan baik." Hao Ju yang berhasil mengajar murid juga puas. Ini pertama kalinya dia melihat pedang yang lebih kuat dari milik Ratu Istana Salju.
"Kenapa terburu-buru, kita belum menyelesaikan dua tahap lainnya." Ye Xuan meletakkan pedang di atas meja, dia menaburkan Pasir Langit di bilahnya.
Pedang yang awalnya terlihat mengkilap sekarang meredup. Tidak hanya lebih berat tapi pedang itu sangat padat.
Hao Ju bisa yakin bahwa api dan palu milinya tidak bisa melelehkannya.
"Sekarang ayo lakukan yang terbaik!" ucap Ye Xuan melepaskan energi mental.
[-10 ribu Metode Penguatan Senjata.]
Domain Qi memadat dan pedang di atas meja memancarkan cahaya. Ye Xuan menyusun berbagai simbol penguatan, dia menggunakan susunan formasi sederhana.
Hao Ju membelalakkan matanya, dia sedang menyaksikan pembuatan senjata mistik yang sudah punah.
Rambut Ye Xuan berkibar, perlahan tapi pasti rambut hitamnya mulai memutih.
[Keterampilan Khusus - Secret Focus ditambahkan.]
Efek samping dari fokus yang berlebihan membuat rambut Ye Xuan putih. Dia tidak peduli dan terus melakukan tugasnya.
Sampai akhirnya seluruh susuanan formasi berhasil di tanamkan dalam pedang.
Ye Xuan tertawa keras. "Ini dia, aku berhasil!" katanya dengan suara keras.
Senjata Mistik pertamanya telah dibuat, Hao Ju menyaksikan kelahiran Dewa Pandai Besi yang sebenarnya.
"Kau pasti akan menjadi Dewa Pandai Besi." Hao Ju tersenyum ke arah Ye Xuan.
Bukannya senang, Ye Xuan mengambil pedangnya dan langsung keluar bengkel. "Tidak mau, aku akan menjadi Dewanya para Dewa!" teriaknya yang tanpa sadar menghancurkan pintu bengkel Hao Ju.
"Sabar, sabar aku bisa membetulkannya sendiri." Hao Ju menghela napas.
Namun Ye Xuan yang penasaran justru mencoba memotong plakat besi di pintu Hao Ju.
"Bajin*an aku pasti membunuhmu!" teriaknya sambil membawa palu penempa
__ADS_1