Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Durhaka


__ADS_3

Tidak ada yang abadi, kedamaian Kota Huzha mulai goyah ketika para orang kuat merusuh. Ye Xuan tidak bisa mengatasi mereka semua karena batasan tubuhnya.


Kerusuhan hampir menghancurkan kota, para penduduk menjadi korban keganasan kultivator egois. Semua itu hanya terjadi 1 minggu, sebelum Jin Feng datang.


“Apa yang terjadi?”


Jin Feng terlihat sangat marah, kota yang dia lindungi selama ini hancur berantakan. Banyak korban berjatuhan karena dia tidak hadir, tapi matanya sedikit menyempit.


“Mereka kultivator?”


Ye Xuan muncul dan mendekati Jin Feng yang baru datang. “Penduduk asli Kota Huzha semuanya selamat,” katanya dengan suara pelan.


Latihan Jin Feng lebih lama dari yang direncanakan, jadi Ye Xuan menahan sebisa mungkin pasukan musuh.


3 bulan telah berlalu di Dunia Tinggi, Jin Feng sudah menstabilkan kekuatannya di tingkat 5 Golden Immortal.


“Maafkan aku Tuan Muda, bakatku yang terbatas membuat emosiku meledak-ledak.”


“Tidak perlu khawatir, ayo ikuti aku.” Ye Xuan memimpin jalan menuju ruang bawah tanah yang dia buat. Ruangan itu kokoh dan dilindungi ribuan formasi kehidupan.


Sebuah kota tenang di bawah tanah tercipta dari tangan Ye Xuan, kota yang indah karena banyak taman serta energi langit dan bumi yang cukup.


Hampir semua orang di bawah tanah telah melangkah ke jalan kultivasi, mereka menyadari bahwa punya kekuatan juga hal penting yang harus dikuasai.


“Apa kamu memberi mereka teknik…”


“Jangan bercanda, hanya anggota Shadow Soul yang boleh mempelajarinya. Aku memberikan mereka teknik kultivasi yang cocok untuk semua orang.”


“Jadi begitu…”


Jin Feng menyapa orang-orangnya, dia segera menyiapkan diri untuk balas dendam. Semua kecelakaan ini dianggap sebagai perbuatan pasukan Kekaisaran dan Demon.


Ye Xuan dan Jin Feng menyusun rencana untuk merebut kota kembali. Meski mereka tidak punya banyak orang, Ye Xuan dan Shadow Soul sudah cukup.


Beberapa anggota Shadow Soul juga mencari orang-orang yang bersedia mengucap sumpah setia, tidak lupa mereka juga menyewa beberapa bandit untuk bergabung.

__ADS_1


Se telah semuanya selesai, Jin Feng memimpin pasukan sewaan membasmi orang-orang dari kekaisaran. Hanya dalam satu malam kamp pasukan kekaisaran di dikata Kota Huzha hancur. Lautan darah terlihat di seluruh kamp, mata Jin Feng terlihat penuh amarah.


Ye Xuan sebenarnya tidak ingin melakukannya, tetapi dia memilih untuk menghancurkan Kamp Demon di sisi lainnya. Dia bersama dengan 6 rekannya meratakan semua pasukan demon yang bermalam di sekitar Kota Huzha.


Kabar hancurnya dua kamp sampai di telinga pemimpin Demon serta pasukan kekaisaran, mereka sepakat mengatakan bahwa Jin Feng adalah pelaku di balik insiden tersebut,


Tidak ingin membiarkan semua berlalu begitu saja, dua pasukan musuh mengepung Kota Huzha dengan aura permusuhan. Dua pemimpin pasukan juga mengangkat pedangnya untuk menghancurkan Kota Huzha.


“Sepertinya tidak sesuai harapan, aku kira mereka punya harga diri yang tinggi.” Ye Xuan melihat dari kejauhan.


Wen Xin tersenyum di sebelahnya. “Aku sudah menduga keserakahan selalu mendatangkan kerusakan.”


Feng Xia tampak dingin, dia melihat wajah demon seperti seorang kenalan. “Aku tida pernah menduga, kakak menjadi demon seutuhnya hanya karena bakatnya terbatas.”


Wen Xin dan Ye Xuan kaget, mereka manatap tajam ke araha Feng Xia yang masih memasang wajah dingin.


Ye Xuan segera memanggil Feng Hu dari Alam Nemo. “Apa benar dia anakmu?”


Feng Hu menghela napas, dia teringat masa-masa merawat anak manis itu. “Apa yang akan kau lakukan?”


Feng Xia menggelengkan kepala. “Semua ada di tanganmu, ayah. Dia yang membunuh ibu dan mengambil hartamu, aku sendiri tidak punya ikatan batin dengannya!”


“Jadi apa keputusanmu?” Feng Xia bertanya dengan suara lembut.


Feng Hu mengepalkan tangannya. “Kalau begitu biar aku yang mengurusnya!”


Ye Xuan memberi izin, Feng Hu langsung melesat dan menumbuhkan pohon setinggi 50 meter. Akar-akarnya langsung membunuh demon sedikit demi sedikit.


Wen Xin bertanya, “Apa kita akan berdiam diri saja?”


“Kenapa diam, orang tua itu sebentar lagi kelelahan. Jadi ayo membantunya!”


Ye Xuan menciptakan 16 bayangan pedang, dia mengangkat tangannya bersiap untuk menggunakan Flying Dragon Sword. Begitu juga Feng Xia, dia melakukan teknik yang sama untuk menyiapkan serangan dadakan, tapi dia hanya menciptakan 12 bayangan pedang.


“Ultimate Spear!”

__ADS_1


Wen Xin menciptakan sebuah tombak yang terbuat es, tidak hanya satu atau dua tombak tapi ada lebih dari 1000 telah tercipta sekajap mata.


Ye Xuan membuka serangan, dia mengayunkan tangannya dan bayangan pedangnya melesat dengan kecepatan tinggi. 16 bayangan pedang menargetkan titik yang berbeda, semua langsung meledak dan membunuh beberapa prajurit demon.


Feng Xia dan Wen Xin tidak mau kalah, mereka juga menggunakan kemampuannya dalam serangan berskala besar.


Xu Ling dan Mu Mixue melompat dari langit, keduanya langsung menghancurkan barisan depan pasukan demon. Dengan mengandalkan pukulan dan tendangan, mereka berdua menjadi tim yang sangat solid.


Wutu Sachuan dan Wen Lu juga tidak mau kalah, Wen Lu melepaskan gas tak sedap dan menyerang musuhnya diam-diam, sedangkan Wutu Sachuan menghancurkan musuhnya dari depan.


“Seharusnya aku belajar menggunakan pisau, kenapa saudara Ye selalu memaksaku menggunakan tombak!”


Wen Lu sedikit bingung dengan keputusan Ye Xuan yang menyuruhnya memperdalam keterampilan tombak dibandingkan pedang pendek atau pisau.


Wutu Sachuan datang. “Kenapa kau memikirkan sesuatu yang sudah jelas. Kau tidak bakat pakai pisau!”


“Mau taruhan?”


Wutu Sachuan tersenyum manis, dia sudah lama tidak merasakan momen ini. “Siapa yang mengalahkan demon paling banyak pemenangnya!”


“Deal!”


“Deal!”


Keduanya bersaing mengalahkan pasukan demon, mereka tidak menyatakan apa yang didapat pemenang. Keduanya sadar bahwa momen seperti ini tidak akan datang dalam waktu dekat, Wutu Sachuan adalah jendral yang selalu memimpin pasukannya, sedangkan Wen Lu adalah orang yang ditakdirkan untuk menyendiri.


Xu Ling dan Mu Mixue saling memandang, mereka juga melakukan hal yang sama. Keduanya berjuang untuk menjadi orang yang membunuh demon paling banyak.


Ye Xuan sendiri hanya terdiam di tempatnya, dia sudah melemparkan 16 bayangan pedang. Setelah itu apa? Tidak ada yang dia lakukan. Semua orang sudah menyebar dan pasukan demon ketakutan karena kekuatan 6 orang rekannya.


6 orang itu sudah setara dengan Golden Immortal tingkat 1, mereka terus meningkatkan kultivasi dan pengalaman bertarungnya. Jadi tidak akan ada yang bisa mengalahkannya di tingkat yang sama, bahkan Jin Feng akan kesusahan saat melawan mereka berenam.


“Lebih baik aku membantu paman Feng…”


Ye Xuan berhenti dan membelalakkan matanya, dia baru beberapa saat mengalihkan pandangnya untuk mengalahkan pasukan demon. Jamuan Feng Hu sudah menghajar anaknya hingga kedua tangannya terpotong. “Sejak kapan paman Feng menjadi begitu kejam?”

__ADS_1


Ye Xuan tidak tahu metode siksaan yang dilakukan Feng Hu untuk melatih semua calon anggota Shadow Soul. Jadi dia sedikit kaget melihat Feng Hu yang selalu kalem di depannya bisa begitu beringas di depan musuh.


“Sebaiknya aku tidak ikut campur.” Ye Xuan perlahan meninggalkan tempat pertarungan Feng Hu dan anaknya.


__ADS_2