Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Akar


__ADS_3

“Itu sedikit berat, tapi tidak ada salahnya mencoba. Sekarang kamu bisa tidur sepenuhnya.” Sejak awal Ye Xuan tidak ingin sistem tidur sepenuhnya, jadi pembaruannya sedikit tertunda.


Selama dua hari akhirnya sistem berhasil di tingkatkan, sekarang Ye Xuan bisa melihat status target dengan lebih jelas. Dia juga bisa melihat kesetiaan pada seseorang dengan menatapnya.


[Wutu Sachuan


Ranah : Kelahiran Jiwa tingkat 1


Status : Sumpah Darah


Kekuatan : 301


Stamina : 280


Kelincahan : 120.]


Status Wutu Sachuan tidak terlalu buruk, Ye Xuan akan memberinya latihan fisik untuk membentuk pertahanan dan kelincahannya. Dengan perubahan sistem, Ye Xuan bisa melatih orang-orangnya lebih spesifik.


Setelah 3 hari semua orang berkultivasi, saatnya keluar dan mengumpulkan Poin Sedekah sebanyak mungkin. Hanya Feng Hu yang masih tinggal di Dunia Kecil karena harus menstabilkan kekuatannya secepat mungkin.


Ye Xuan mendekati Feng Hu. “Aku punya jalan cepat untuk membantu. Minumlah ini, aku yakin itu bisa membantumu.”


Ramuan Penguat Jiwa diberikan pada Feng Hu yang masih kebingungan menstabilkan kekuatannya. Tanpa rasa takut Feng Hu langsung menerima dan meminumnya.


Tubuhnya terasa panas dan uap hitam langsung menerobos keluar, tampak jelas wajah Feng Hu sedang menahan sakit. Ye Xuan menunggunya selama beberapa hari untuk memastikan Feng Hu selamat.


10 hari di Dunia Kecil sama dengan satu hari di Dunia Nyata. Ye Xuan tidak tahu mengapa perbedaan waktunya sangat banyak, tetapi dia bersyukur karena Dunia Kecil bisa membantunya membuat pasukan dadakan.


“Ramuan apa yang kau berikan padaku?”


“Ramuan itu terbuat dari jiwa Long Djao, aku mengekstraknya kemudian membuatnya menjadi ramuan penguat jiwa. Sebenarnya itu sangat cocok untuk orang-orang sepertiku, tetapi sepertinya itu juga bermanfaat untukmu.”


“Kau seperti dewa, barang-barangmu pasti sangat mengejutkan.”


Ye Xuan menyelesaikan urusannya dengan Feng Hu, dia segera keluar dari Dunia Kecil dan melihat keadaan sekitar wilayahnya. Ternyata kelompok pemberontak masih terus menyerang wilayah Sekte Tianlong.


[+500 Poin Sedekah.]


Melihat pemberitahuan sistem membuat Ye Xuan terkejut karena seharusnya 50 bukan 500. “Apa tidak salah?”


[Teknik kultivasi yang kamu berikan terlalu maju, jadi aku berpikir 10 poin sepertinya bagus.]


Empat hari berlalu dengan cepat, Ye Xuan dan kelompok aslinya membantu banyak orang dan memberikan uangnya pada orang-orang yang membutuhkan. Lebih dari 10 ribu Batu Spirit di keluarkan untuk membantu orang yang membutuhkan.


[+3200 Poin Sedekah.]


Hasil Poin Sedekah juga meningkat drastis, mungkin itu karena orang-orang yang bersama Ye Xuan sudah mengucap sumpah darah. Jadi perolehan Poin Sedekah menjadi lebih banyak.

__ADS_1


Kelompok Sekte Shenlong berhasil menerobos Kota Suzhou, mereka menghancurkan semua bangunan dan membunuh orang-orang tidak bersalah. Di samping Long Xue ada sosok kuat yang berada di ranah Kenaikan.


Perang berkecamuk di Kota Suzhou, sedangkan Long Fenghu langsung mendatangi Kota Lianyun. Dia berdiri di atas langit Kota Lianyun dan segera menggunakan keterampilannya untuk mengacau.


Puluhan orang tewas, Ye Xuan segera mengatus orang-orangnya untuk berlindung. “Paman Feng, apa kamu siap? Sepertinya orang gila itu datang lebih cepat dari perkiraan.”


Feng Hu keluar dari Dunia Kecil dengan bantuan Ye Xuan. “Bocah itu cukup kuat, aku tidak yakin bisa mengalahkannya dengan mudah.”


Ye Xuan melihat toko sistem dan membelu sebuah Pedang bermata satu, dia langsung menyerahkannya pada Feng Hu. “Gunakan ini, aku menemukannya saat berada di reruntuhan. Awalnya aku ingin menggunakannya saat sudah cukup kuat, tapi aku harus menyerah saat ini.”


[-3500 Poin Sedekah.]


Feng Hu tidak percaya bocah 19 tahun punya harga yang bisa membuat semua kerajaan perang untuk memperebutkannya.


[Rose Blade.


Pedang yang ditempa dengan setulus hati, jiwa pedangnya terlalu lemah jadi membutuhkan orang di tingkat Ketiadaan untuk membantunya bangkit.]


[Feng Hu (Tubuh Ilahi-Raja Dryad)


Ranah : Kenaikan tingkat 1


Status ; Sumpah Darah


Kekuatan : 2503


Stamina : 2304


Status Feng Hu benar-benar gila, dia terlalu banyak berlatih fisik karena di penjara selama 180 tahun. Ini juga pertama kalinya Ye Xuan melihat tubuh ilahi milik Feng Hu, ternyata dia adalah Raja Dryad yang sesungguhnya.


“Pantas saja kau bisa mengendalikan pohon, ternyata energimu memang berasal dari pohon dunia.” Ye Xuan mengatakannya dengan pelan, tapi Feng Hu mendengarnya.


“Bocah Nakal, kau melihat kekuatanku lagi. Jangan harap bisa menyalinnya!” teriak Feng Hu yang terbang mendekati Long Fenghu.


Feng Hu kali ini mengenakan topeng khusus, dia tidak bisa menunjukkan wajahnya yang mungkin menjadi buronan musuh lamanya. Jadi memalsukan identitas adalah prioritasnya saat ini.


Nama Feng Hu dan Long Feng Hu terlihat sama, Ye Xuan yang penasaran langsung menggunakan Eye of Truth.


[Long Fenghu


Ranah : Kenaikan tingkat 1


Status : Musuh


Kekuatan : 2138


Stamina : 1843

__ADS_1


Kelincahan : 1730


Dia adalah orang yang pernah dekat dengan Feng Xia karena namanya mirip, hubungannya dengan Feng Hu sama sekali tidak ada. Hanya saja ayah Long Feng Hu cukup terkesan dengan bakat Feng Hu di masa lalu.]


“Untung saja tidak ada aliran darah diantar mereka.”


Tepat setelah Ye Xuan menyelesaikan perkataannya, Feng Hu dan Long Fenghu bertarung di langit. Akibat pertarungan mereka, semua kebun dan sayuran langsung terhempas. Tanaman herbal dan beberapa bangunan juga hancur, Ye Xuan memerintahkan orang-orangnya untuk membantu.


Perang berkecamuk lagi, semua pasukan Sekte Tianlong telah di pukul mundur. Ye Xuan dan empat bayangan langsung mencari celah musuh. Mereka langsung menuju ke arah Long Xue yang terlihat santai.


Shadow Rush digunakan untuk menyamarkan keberadaannya, Wei Li dan Yang Xinhei mencari informasi tentang pengawal. Ye Xuan dan Li Bersaudara memetakan denah kamp Long Xue.


Setelah beberapa saat observasi, Ye Xuan segera membuat gerakan cepat. Langkah Bayangan digunakan untuk bergerak cepat, dia segera menusuk Long Xue yang terlalu fokus pada kertasnya.


Absolut Kill dieksekusi dengan baik, tubuh Long Xue terlihat berlubang tapi dia tetap hidup dan berteriak, “Paman tolong aku!.”


Kertas berwarna kuning mengambang di udara dan langsung menghilang. Long Xue berlari sekuat tenaga menyelamatkan dirinya.


“Prajurit bodoh, aku...” Long Xue menghentikan perkataannya karena semua penjaga di kampnya telah tewas. Bodohnya dia karena menganggap posisinya di belakang, jadi tidak akan ada yang menyergapnya.


Tubuh Long Xue yang berlubang mulai sembuh karena artefak yang berbentuk kalung. “Siapa kau pengecut, kenapa pembudidaya unggul menyerang diam-diam!”


Ye Xuan tertawa keras. “Kau masih sama seperti dulu, artefakmu sangat banyak.”


Sebelum membuka topeng, Long Xue sudah tahu bahwa orang yang menyergapnya adalah Ye Xuan. “Bajin*an, kenapa kau menjadi begitu kuat... aku tidak terima, akulah yang dipilih dewa untuk menguasai dunia!”


“Long Xue, kau masih saja kekanak-kanakan. Apa kau lupa siapa yang membunuh ayahmu, jadi ayo serang aku.”


Long Xue menggunakan seluruh kekuatannya, dia membakar energi kehidupannya dengan satu serangan terkuat. Namun sebelum tekniknya selesai, Ye Xuan sudah mengayunkan pedangnya.


Ye Xuan hanya bisa menghela napas. “Kau terlalu dimanja,” katanya pelan.


Long Fenghu yang mendengar suara Long Xue langsung berbalik arah dan mencoba menyelamatkan ponakannya. Dia berlari sekuat tenaga tapi serangan Feng Hu terus saja menghancurkan semua harapannya.


Sampai akhirnya dia sampai di depan mayat Long Xue dengan keadaan yang menyedihkan. Long Fenghu terlihat menangis sambil memeluk ponakannya.


“Sialan, kau membunuh anakku!” teriak Long Fenghu yang sudah kehilangan kedua kakinya.


Feng Hu baru menyusul, dia sedikit kelelahan dan pakaiannya lusuh. Padahal pertarungan mereka baru beberapa jam, tetapi semua hutan yang mereka lewati hancur rata dengan tanah.


“Sial, dia sangat cepat!” kata Feng Hu sambil mengatur napasnya.


Long Fenghu menggunakan Qi untuk meledakkan dirinya. “Kalian harus ikut denganku, semoga dewa membalaskan dendamku!” teriak Long Fenghu yang putus asa.


Energi kehidupannya dikorbankan, kulitnya merah dan akan segera meledak. Feng Hu yang panik segera membawa tubuh Ye Xuan.


“Api Ungu!” ucap Ye Xuan menyebutkan nama keterampilannya.

__ADS_1


Api ungu membakar Long Fenghu dan Long Xue, energi kehidupan yang dikorbankan Long Fenghu tiba-tiba menghilang.


“Apa yang terjadi?” ucap Long Fenghu yang sudah menjadi kakek-kakek tanpa tenaga.


__ADS_2