Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Pertemuan


__ADS_3

Ye Xuan tetap tenang, dia bisa melihat ekspresi mereka yang berubah.


Energi Mental miliknya jauh melebihi para pembudidaya di Dunia Fana, jadi saat bertarung Ye Xuan punya keunggulan sendiri.


Meski punya Energi Mental yang tinggi, dia juga harus menjaga konsumsi Qi.


Pertunjukan pedang dua lawan satu diperlihatkan, Ye Xuan tidak menggunakan ketrampilan yang mencolok. Dia hanya menggunakan Shadow Rush dan ayunan sederhana.


"Sial, Bocah ini tidak masuk akal!" ucap salah satu pengawal yang melawannya.


Ye Xuan sendiri mundur dua langkah, dia merasa sudah cukup bermain-main. "Aku tidak punya banyak waktu, jadi ayo selesaikan!"


Dua pengawal tidak punya masalah, mereka menarik pedang dan mempersiapkan jurus pamungkas.


Ye Xuan diam sejenak, dia sebenarnya sudah mempersiapkan skillnya dari tadi.


[Phantom Execution siap digunakan.]


"Matilah dalam kesombonganmu bocah bodoh!"


Keduanya menusuk ke arah Ye Xuan dengan penuh semangat. "Bukan hanya kasar, tapi juga sangat lemah."


Ye Xuan mulai melangkahkan kakinya, tubuhnya menghilang dan tiba-tiba muncul di belakang dua pengawal.


Sayatan pedang menusuk tubuh mereka dan menghancurkannya. Ye Xuan tidak membiarkan mereka berteriak.


Api Ungu yang hampir lengkap digunakan, ia langsung membakar dua pengawal tanpa menyisakan jejaknya.


"Sayang sekali aku tidak boleh menjarah barang mereka." Ye Xuan pergi menemui Xu Ling.


Pertarungan Xu Ling dan dua pengawal berat sebelah, Xu Ling dipukuli dan hampir tidak bisa melawan.


"Sampai kapan kau main-main, kita harus cepat pergi." Ye Xuan memberi motivasi pada Xu Ling.


"Baik Tuan Muda, aku hanya ingin menguji batas tubuhku." Xu Ling melepaskan aura berwarna ungu kehitaman. Itu adalah energi Jiwa yang dihasilkan dari teknik kultivasi Prinsip Jiwa.


Tubuhnya menghilang, Xu Ling menggunakan Langkah Bayangan. Teknik dua pedangnya menjadi lebih tajam dan kuat.


Dua pengawal yang melawannya hanya bisa bertahan dan berakhir mengenaskan.


"Kenapa, kenapa tubuhku tidak bisa sembuh?" tanya salah satu pengawal.


Xu Ling tersenyum manis, wajahnya bonyok karena serangan mereka. "Tidak ada yang spesial, hanya saja auraku bisa memblokir regenerasi setiap makhluk hidup."


Tanpa rasa iba Xu Ling langsung mengeksekusi kedua pengawal. Dia menggunakan cairan penghancuran raga untuk menghilang jejak.


"Bersihkan dulu dirimu, kita akan menuju Kerajaan Wu."


Setelah Xu Ling membersihkan badan, mereka melanjutkan perjalanan.


Namun sebelum keluar dari Kota Tanpa Nama, Ye Xuan dan Xu Ling dihadang dua orang.


"Anak muda jaman sekarang sungguh menakutkan," kata seorang pria paruh baya.


Wanita cantik disebelahnya mengerutkan matanya, dia tidak bisa membaca takdir Ye Xuan.


Ye Xuan hanya bisa membatu, dua orang di depannya adalah Feng Xia dan Wu Dong.


[Feng Xia


Ranah : Helf Immortal tingkat 4

__ADS_1


Status : Netral


Kekuatan : ?


Stamina : ?


Kelincahan : ?.


Kekuatannya akan berlipat ganda saat malam hari.]


Detail statusnya tidak bisa di baca sistem karena sangat fleksibel. Feng Xia bisa sangat kuat ketika bertarung di malam hari.


[Wu Dong


Ranah : Helf Immortal tingkat 1


Status : Netral


Kekuatan : 5278


Stamina : 6328


Kelincahan : 4288.]


"Senior, aku hanya membela diri sepeti aturan tak resmi di dunia kultivasi ini."


Wu Dong tertawa keras. "Bagus, bagus aku bisa melihat masa depan yang cerah dari matamu."


Feng Xia membuka mulutnya. "Apa kau kenal Han Meli?"


Ye Xuan tidak bisa berbohong, tapi dia ingin melindungi Han Meli. Melihat dua matanya yang terukir sebuah simbol, Ye Xuan bisa menyimpulkan bahwa Feng Xia juga seorang peramal.


"Aku mengenalnya." Ye Xuan tidak boleh berbohong untuk sekarang.


"Nona, aku tidak tahu apa maksudmu." Ye Xuan mulai memasang wajah bodoh.


"Lupakan saja, kau tidak seharusnya tahu. Tapi apa tujuanmu datang ke sini?" tanya Feng Xia.


"Mencari informasi tentang Bandit Union dan Rumah Badai Kosmik."


"Jiang Chen ya... sepertinya kau juga punya permusuhan dengannya." Feng Xia melempar kata-katanya dengan suara lembut.


"Tikus itu sangat pandai melarikan diri!" kata Wu Dong yang selalu gagal membunuh Jiang Chen.


"Nona biasakah kita bicara empat mata? Aku sepertinya mengenalmu." Ye Xuan mengajukan permohonan.


Feng Xia dengan santai mengibaskan lengangnya, mereka di pindahkan ke tempat yang cukup jauh.


"Apa yang ingin kau katakan?"


Ye Xuan menarik napas dan mengeluarkan Feng Hu. "Aku membawa ayahmu keluar dari Penjara bawah tanah."


Feng Hu tampak terkejut melihat putri mungilnya tumbuh begitu besar.


Ye Xuan meninggalkan mereka berdua, dia tidak ingin mencampurkan urusan keluarga lebih jauh.


Setelah berjalan cukup jauh, Ye Xuan bertemu dengan sekelompok serigala berbulu perak.


"Apa nasibku jadi sial saat mencampuri urusan mereka?" tanya Ye Xuan sambil tersenyum kecut.


Serigala perak itu sering betarung berkelompok, mereka berjumlah 20 ekor. Taringnya yang tajam bisa merobek kulit seorang pembudidaya ranah Penguatan Jiwa dengan mudah.

__ADS_1


Pedang muncul dari udara kosong Ye Xuan tersenyum lebar. "Kenapa harus takut, aku sudah lama tidak bertarung!"


Kakinya melangkah, tubuhnya menghilang dan pedangnya tiba-tiba membunuh satu serigala.


"Sepertinya kalian tidak terlalu kuat!" ucap Ye Xuan sambil tersenyum lebar. Matanya terlihat menakutkan dicampur dengan Tekad Membunuh.


Monster Serigala perak yang dikatakan tidak pernah takut tiba-tiba mudur. Instingnya mengatakan mereka akan menjadi daging panggang jika menghadapi monster di depannya.


Ye Xuan bergerak cepat dan langsung mengirim satu serigala lagi ke alam lain. Pedangnya dikibaskan, darah muncrat dari pedangnya.


"Monster setingkat kalian seharusnya sudah bisa bicara. Katakan siapa yang menyuruhmu?" tanya Ye Xuan dengan tatapan mengerikan.


18 serigala perak duduk, mereka menyerah karena Ye Xuan terlalu mendominasi.


"Kami hanya berburu makanan, Tuan," kata salah satu serigala perak.


"Makanan, sepertinya kalian memang butuh makanan." Ye Xuan memberikan daging beruang yang sudah dimasak.


"Makanlah, aku tidak hanya membela diri sebelumnya." Ye Xuan dengan santai melempar beberpaa kilogram daging matang.


Serigala perak memakan dagingnya dengan lahap. Mereka langsung melupakan dua kawannya yang tewas.


Monster tidak punya rasa persaudaraan yang kuat, jadi saat saudaranya mati mereka hanya berduka sekali dan langsung melupakannya.


"Apa kalian sudah kenyang?" tanya Ye Xuan dengan suara lembut.


"Tuan, aku merasa sangat baik."


"Aku memberi kalian pilihan, itulah denganku dan makanan akan terjamin atau kalian bisa kembali ke alam liar."


Ye Xuan mencoba merekrut monster yang mungkin berevolusi menjadi binatang Surgawi.


[Serigala Perak


Anak dari Fanrir, mereka dibuang ke Dunia Fana karena dianggap tidak berbakat. Meski begitu mereka adalah keturunan asli dari Fanrir, Sang Mahkluk Spiritual.]


Ye Xuan menyadari bahwa kemunculan monster di dunia kultivasi bukan hal yang sederhana. Dia merasa bahwa monster-monster ini sebenarnya dari dunia atas tapi dibuang menggunakan hukum ruang dan waktu.


"Tuan, kami punya banyak keluarga di hutan..."


"Tenanglah, aku bisa merawat kalian. Bahkan jika jumlahnya jutaan ekor!"


"Baik Tuan, kami akan segera memanggil keluarga kami." Serigala Perak berlari dengan semangat. Mereka akhirnya punya tuan yang bisa menyediakan makanan teratur.


Feng Xia dan Feng Hu menghampirinya. Mereka tampak biasa saja, tapi Ye Xuan bisa merasakan kelegaan hati pada Feng Hu.


"Untuk apa kamu mengumpulkan monster-monster itu?" tanya Feng Hu dengan nada santai.


"Tunggangan, serigala perak sangat cocok untuk perang. Mereka punya kecepatan dan stamina yang sangat tinggi. Jadi para pasukan kita bisa memanfaatkannya."


Ye Xuan mengatakan yang sebenarnya, dia ingin menjadikan serigala perak sebagai tunggangan. Namun dia juga ingin mengisi Alam Nemo dengan Mahkluk Spiritual.


"Rencanamu sungguh gila, kau ingin melawannya dengan pasukan yang kau bangun. Jiang Chen tidak semudah yang kau bayangkan."


"Aku tahu itu."


Feng Xia menghela napas, dia mendengar cerita kerusuhan di Sekte Tianlong dan tujuan pasukan Ye Xuan.


"Perang besar tidak dapat dihindari, jika memang kau punya kemampuan cepatlah naik ke ranah Helf Immortal dalam 9 tahun."


Ye Xuan tersenyum manis. "Tentu saja, aku tidak akan melewatkan perang itu!"

__ADS_1


"Seperti kata ayah, kau memang bocah yang aneh. Jika aku selamat dari perang kiamat, aku akan bergabung denganmu dan mengucap sumpah darah. Semoga kita bertemu lagi!" kata Feng Xia yang menghilang dengan begitu cepat.


__ADS_2