Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Jiang Chen vs Ye Xuan


__ADS_3

Kota Nenjing yang dulunya ibukota Kerajaan Yu berubah menjadi lahan peternakan para monster.


Ye Xuan menyuruh temannya untuk tidak bersuara karena monster sangat peka dengan suara.


Seorang wanita berambut hitam panjang memberi para monster makanan. Daging yang dilemparkan terlihat familier, Ye Xuan langsung menggunakan Eye of Truth.


[Daging Manu***!]


"Daging manu***\, mereka benar-benar gila!" ucap Ye Xuan pelan.


Wen Lu dan Xu Ling hanya bisa mengepalkan tangannya marah. Mereka tidak bodoh, menyerang sekarang sama dengan bunuh diri.


Wei Li dan kelompok bayangan tidak peduli dengan hidupnya. Mereka berempat hanya menuruti perkataan Ye Xuan.


"Tunggu dulu, aku merasa tempat ini dilindungi berbagai formasi yang rumit." Ye Xuan melakukan observasi.


Setelah melakukan pengamatan, Ye Xuan mendapatkan jawaban bahwa semua monster yang dipelihara wanita itu merupakan Monster yang sudah bermutasi.


"Ini lebih berbahaya dari yang aku bayangkan."


Ada lebih dari 6 ribu monster yang setara dengan ranah Kenaikan. Meskipun mereka tidak punya akal, semua monster itu bisa dikontrol dengan baik.


7 orang membubarkan susunan formasi yang telah di susun Jiang Chen, semua monster langsung berontak.


Ye Xuan dan teman-temannya segera lari menjauh, mereka ingin melihat reaksi para peternak monster di Kota Ninjing.


Bukannya panik, wanita berambut hitam dengan santai mengangkat tangannya. Semua monster langsung diam.


Lebih dari 6 ribu monster setara Ranah Kenaikan diam di hadapan seorang wanita. Tidak hanya Ye Xuan yang terkejut, tapi 6 orang lainnya tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.


"Aku tidak tahu siapa kau, tapi mengganggu ternakku itu sudah berlebihan!" teriak Wanita berambut hitam.


Ye Xuan menggunakan Eye of Truth untuk melihat kebenarannya. Dia tidak percaya orang yang pernah dia kenal bergabung dengan Jiang Chen.


[Sima Sui (Half Immortal tingkat 3).]


Sima Sui adalah orang yang turun dari Alam Qin-Yun untuk membawa Lan Xue. Entah apa yang terjadi padanya, tiba-tiba rambutnya berubah hitam dan menjadi bawahan Jiang Chen.


Karena penasaran, Ye Xuan mendatanginya. Wen Lu dan Xu Ming berjalan di belakangnya, sedangkan Wei Li dan kelompoknya bersembunyi.


"Sima Sui, kenapa kau jadi seperti ini?" tanya Ye Xuan dengan ekspresi penasaran.


"Oh, Ye Xuan. Sudah lama kau tidak menampakkan wajahmu. Master mencarimu ke seluruh penjuru dunia."


"Master?"


"Ya, dia Master Jiang Chen." Sima Sui menjawab tanpa rasa keberatan sedikitpun.

__ADS_1


Ye Xuan yakin pasti ada kejadian besar yang menimpa Sima Sui hingga dia mematuhi Jiang Chen.


"Kenapa, bukankah kau benci ketidakadilan?" tanya Ye Xuan.


Sima Sui menghela napas dan mulai berjalan menuju Ye Xuan. "Setelah hidup ribuan tahun, akhirnya aku menyadari bahwa Kekuatan Iblis Jiwa bisa mengantar kita ke puncak dunia."


"Kenapa kau ingin berdiri di puncak, bukankah menjadi adil saja sudah cukup?"


"Kau menjadi seperti orang tuaku. Banyak tanya dan bawel!" jawab Sima Sui sambil melempar daging ke arah monster.


"Keadilan tidak dapat di raih tanpa kekuatan. Master Jiang Chen sudah menunjukkannya padaku, dia adalah Pangeran dari Alam Surga Reruntuhan Naga."


Ye Xuan hanya diam menatap wajah menawan Sima Sui. Dia ingin mengetahui apa yang sebenarnya disembunyikan.


"Jangan menatapku seperti itu. Kau akan tahu setelah cukup dekat dengan Sima Sui."


"Bagaimana dengan keluarga Lan dan Lan Lang-Lang?"


"Keluarga Lan menembus batasan langit dan tiba di alam Qin-Yun dengan selamat. Lan Lang-Lang dan aku awalnya ingin membuat perhitungan dengan Jiang Chen, tapi siapa yang menyangka ternyata master jauh lebih kuat dari sebelumnya."


Seekor monster setinggi 5 meter mendekati Sima Sui. "Dia Lan Lang-Lang yang gagal bertransformasi."


Ye Xuan tidak menyangka ternyata iblis jiwa bisa digunakan dengan cara ini. Dia harus mengakui kecerdasan Jiang Chen tidak dapat diremehkan.


Dengan menanamkan iblis jiwa, Jiang Chen dapat menyaring bakat-bakat yang patut untuk dikembangkan. Sedangkan mereka yang gagal akan menjadi ternak sekaligus pasukan sekali pakai.


"Jadi sekarang kau salah satu Jenderal Iblis pasukan Rumah Badai Kosmik?"


"Sepertinya takdir memaksa kita untuk menjadi musuh. Apa sekarang kau ingin membunuhku?" tanya Ye Xuan dengan santai.


"Aku bukan orang bodoh, semua monster ini tidak akan bisa menangkapmu. Lebih baik menunggu master datang dan menyeret kalian semua ke penjara."


Udara kosong tiba-tiba berubah dan membentuk portal. Seorang pria dan wanita keluar dari dalam portal, mereka adalah Jiang Chen dan Wu Zetian.


[Jiang Chen (Half Immortal tingkat 6.)]


[Wu Zetian (Half Immortal tingkat 5.)


Adik perempuan Wu Dong yang telah terjerumus ke jalan Iblis.]


"Sudah lama tidak berjumpa, Ye Xuan." Jiang Chen menyapa dengan lembut.


Wen Lu dan Xu Ling sudah bersiap dengan posisinya. Namun dihentikan Ye Xuan. "Tenanglah," katanya pelan.


"Jiang Chen, sepeti biasa kau selalu membawa orang-orang penting kesisimu. Tidak hanya Ao Ming dan Sima Sui, tapi juga adik perempuan Wu Dong."


"Apa boleh buat, aku butuh tenaga mereka untuk mengacau."

__ADS_1


Ye Xuan tertawa keras. "Kekacauan adalah sesuatu yang kau butuhkan."


"Tentu saja, aku membutuhkannya untuk kekuatanku!"


Kedua musuh bebuyutan itu tertawa bersama. Mereka tahu bergerak sekarang akan menghilangkan kesenangannya.


Jiang Chen ingin menguji Ye Xuan yang sekarang, dia mengepalkan tangan dan langsung mengarahkannya pada Ye Xuan.


Bukannya panik, Ye Xuan menggunakan Tangan Dewa untuk menghentikannya. "Apa kau belum makan, Kawan?"


"Aku hanya bercanda." Jiang Chen melepaskan energinya. Dia mendorong pukulannya dengan kekuatan penuh.


Ye Xuan membelalakkan matanya, Domain Qi dipadatkan untuk melindungi tubuhnya. Satu serangan dari Jiang Chen melempar Ye Xuan hingga menghantam tembok kota.


Tembok pembatas langsung roboh, bedu beterbangan menutupi pandangan semua orang.


Wen Lu dan Xu Ling tidak tinggal diam. Wen Lu menggunakan keterampilan tubuh ilahinya, dia melepaskan gas berwarna hijau yang sangat beracun.


Kemudian Xu Ling langsung berlari mencari tubuh Ye Xuan. Tanpa melihat belakang, Xu Ling langsung meninggalkan Wen Lu.


"Aku hanya ingin bertarung dengannya. Jangan ikut campur atau kau akan menyesal." Jiang Chen memberi peringatan.


"Bahkan sampai nyawaku melayang, aku tidak akan meninggalkan tempat ini." Wen Lu membulatkan tekadnya.


Namun pandangannya tiba-tiba kabur dan tubuhnya dipindahkan ke Alam Nemo. "Apa?"


Ye Xuan dan Xu Ling sudah cukup jauh. Jadi mungkin saja Jiang Chen tidak akan mengejar.


Sayangnya tebakan itu salah, Jiang Chen melesat ke arah Ye Xuan sambil mengayunkan pedangnya.


"Demon Sword gaya pertama, Bunuh!" kata Jiang Chen.


Ye Xuan dengan cepat menggerakkan tangannya dan membawa semua kelompoknya ke Alam Nemo.


Dia segera mengelak dari ketrampilan musuh yang seperti laser dan menembus awan.


"Sungguh gila, jadi ini kekuatan yang ingin kau pamerkan?" tanya Ye Xuan dengan suara tenang.


Kedua orang itu terbang di atas langit, Ye Xuan dan Jiang Chen saling memandang dengan tatapan tajam.


Setelah memastikan selamat sesuatu, Ye Xuan membuat gerakan pertama. Langkah Bayangan digunakan, Ye Xuan melesat seperti anak panah yang baru lepas dari busurnya.


Pertarungan pedang diperlihatkan, Jiang Chen tampak sangat tenang. Berbanding terbalik dengan Ye Xuan yang tampak panik.


"Kau belum pantas bersaing denganku. Seharusnya kau kabur dan menikmati hidupmu!" kata Jiang Chen dengan tatapan merendahkan.


Ye Xuan tersenyum manis. "Siapa yang peduli dengan hidup seperti pengecut."

__ADS_1


Pergerakan pedangnya mulai berubah, hingga sebuah tebasannya mengenai perut Jiang Chen.


"Kau..."


__ADS_2