
Saat mereka dalam perjalanan, Yanluo Wang bertanya pada Long Tianyun. “Bagaimana keadaan bocah yang terakhir kali kesini?”
Long Tianyun langsung mengerti, bocah yang dimaksud adalah Ye Xuan. “Dia hidup dengan sehat.”
“Bukan itu maksudku, apa yang sudah dia perbuat hingga membuat Sekte Tianlong menuruti permintaannya?” tanya Yanluo Wang dengan tatapan lembut.
Long Tianyun tertegun sejenak, dia tidak mengerti bagaimana cara orang yang tidak pernah keluar dari gua mengetahui kondisi sekte. “Apa Anda melanggar sumpah?” tanyanya kebingungan.
“Tentu saja tidak, bocah itu terlahir kali memintaku membebaskan orang bermarga Feng. Beberapa bulan kemudian kalian datang dengan surat rekomendasi.” Yanluo tersenyum tipis.
Ketiga orang yang menuruti permintaan Ye Xuan mulai ragu dengan keputusannya, mereka tidak tahu Ye Xuan sudah merencanakan semua ini sejak lama. Namun mereka segera menghilangkan pikiran buruknya, khususnya Long Tianyun yang harus mempersiapkan mentalnya.
“Letakkan surat rekomendasimu dia atas altar. Patung itu akan memverifikasinya sendiri.”
Long Tianyun meletakkan gulungan rekomendasi pembebasan seluruh Keluarga Ao dan Feng Hu. Setelah meletakkannya, dia menelan ludahnya demi mempersiapkan jiwa dan raganya.
Gulungan rekomendasi itu memancarkan cahaya dan menghilang, sosok pria tua muncul di harapan mereka semua. Pria itu adalah Feng Hu yang tampak sudah sangat tua.
“Di mana keluarga Ao?” ucap Huang Tian dengan suara lantang.
Feng Hu menjawab dengan ekspresi dingin. “Mereka semua sudah tewas, jadi kita lihat siapa yang membebaskanku...”
Mata Feng Hu melirik ke arah Yanluo Wang, ekspresinya langsung berubah jenaka. “Sepertinya aku salah lihat, terima kasih sudah membebaskanku Ketua Wang.”
“Aku hanya melakukan tugasku, mereka yang mengorbankan harta keluarga untuk membebaskanmu.” Yanluo Wang menunjuk Long Tianyun.
Tepat setelah mendapat perhatian Feng Hu, Long Tianyun langsung bersujud. “Maafkan aku Ketua Feng, bocah ini terlambat menyematkanmu!” teriak Long Tianyun yang mengingat janjinya puluhan tahun yang lalu.
“Siapa kau? Aku tidak mengenalmu.”
“Long Tianyun, putra kecil Long Yunhei.”
“Oh, kau sudah tua bocah. Ngomong-ngomong di mana bocah kurang ajar yang menipuku. Aku harus memukulinya!” ucap Feng Hu yang tidak peduli dengan kesalahan masa lalu. Dia sudah melupakannya demi mendapat kekuatan yang sekarang dia miliki.
Yanluo menyempitkan matanya, dia melihat seberkas cahaya terang di dalam tubuh Feng Hu. “Akhirnya kau menyadarinya, semoga hidupmu lebih baik.”
“Ketua Wang, aku tidak akan menyadarinya tanpa bantuan bocah itu. Tapi ada sedikit kesalahan yang dia katakan...”
__ADS_1
“Manusia itu tempatnya salah, kenapa kau membesar-besarkannya. Kebaikannya lebih besar dari gunung, tapi kesalahannya tidak lebih besar dari biji nasi.”
Perbincangan Feng Hu dan Yanluo Wang berkaitan erat dengan Ye Xuan, Long Tianyun tidak tahu apa yang dilakukan Ye Xuan saat berada di dalam penjara bawah tanah.
Disisi lain Ye Xuan sedang melihat langit malam. Dia menyadari bahwa kekuatannya sekarang belum cukup untuk menghadapi salah satu antek-antek Jiang Chen. “Apa yang harus aku lakukan, mungkinkah aku harus meninggalkan mereka semua?” katanya dengan suara pelan.
Xu Ling datang mendekatinya. “Meninggalkan mereka hanya akan meninggalkan lubang di hatimu. Aku sudah pernah menempuh jalan itu, akhirnya aku gagal dan berakhir seperti sekarang.”
“Kamu benar, tidak seharusnya aku berpikir egois.” Tepat setelah mengatakannya Ye Xuan bersin tanpa sebab.
“Tuan Muda, apa kamu demam?” tanya Xu Ling dengan ekspresi khawatir.
“Mana mungkin kultivator Kelahiran Jiwa demam hanya karena angin malam?” ucap Ye Xuan dengan nada jenaka.
Setelah mengatakan itu, sosok pria tua terbang di langit dan langsung menerjang ke arahnya. “Apa dunia persilatan memang hanya berisi orang barbar?” ucap Ye Xuan yang langsung mengeluarkan pedangnya.
“Bocah, kau menipuku!” teriak Feng Hu yang menggunakan kakinya untuk menciptakan serangan seperti meteor.
Ye Xuan menarik napas dan mengendalikan keterampilannya dengan baik. Absolut Kill dieksekusi dengan sempurna. Ujung pedangnya bertemu dengan telapak kaki Feng Hu.
Bukannya menghentikan serangan Feng Hu, Ye Xuan justru terpental menghantam tanah hingga menciptakan kawah besar. “Ugh, pak tua kau...”
[Regenerasi Cepat digunakan.]
“Persetan dengan itu, sekarang matilah bocah nakal.” Feng Hu menyerang lagi dengan kakinya.
Phantom Execution dieksekusi dengan sempurna, Ye Xuan menghilang dari pandangan semua orang kemudian muncul lagi di belakang Feng Hu. Garis yang dia lalui menciptakan sebuah sayatan pedang yang langsung mengoyak setiap benda.
Feng Hu yang berada di garis serangnya, membelalakkan matanya. Kulitnya sangat keras, bahkan pedang seorang Penguatan Jiwa tingkat 5 tidak bisa menggoresnya. Namun satu serangan dari Ye Xuan meninggalkan luka lebih dari 20 sayatan.
Sedikit darah mulai mengalir keluar dari lukanya, Feng Hu tertegun sejenak. “Jadi ini sensasi terluka, aku sudah melupakannya sejak 50 tahun yang lalu. Rasanya tidak buruk.”
Feng Hu menoleh ke belakang, matanya terbelalak karena Ye Xuan sudah mengeksekusi keterampilan yang sama dan sayatan pedang langsung mengoyak kulitnya hingga terasa perih.
“Argh... sialan kau bocah nakal!” teriak Feng Hu yang merasakan perih di sekujur tubuhnya.
Ye Xuan tidak memberinya kesempatan, Phantom Execution di gunakan sekali lagi. Tubuh Ye Xuan memudar dan langsung menembus lawannya, sayatan pedang kali ini tidak hanya menyakitkan tapi membuat Feng Hu mengalami luka dalam.
__ADS_1
“Bocah sialan, kau berhasil melukaiku!” teriak Feng Hu dengan senyum lebar.
Melihat Ye Xuan tidak bergerak, Feng Hu mulai melancarkan tendangan ke arah kepalanya. Namun dia menahannya karena Ye Xuan tidak bergerak sama sekali.
Tubuh Ye Xuan terjatuh, dia pingsan karena menggunakan semua Qi yang ada di dalam tubuhnya. Wen Xin dan Xu Ling langsung berlari menyelamatkan tuan mudanya, mereka siap berkorban.
“Tuan, biarkan tuan muda kami hidup. Aku bersedia menukar hidupku dengannya!” ucap Wen Xin dengan tatapan serius.
Xu Ling menimpali, “Jika tidak cukup ambil juga nyawaku!”
Feng Hu tertawa keras. “Kalian salah paham, aku hanya ingin memberinya pelajaran. Tidak ada niatanku membunuhnya.” Feng Hu mendekati Ye Xuan dan memasukkan pil misterius ke dalam mulutnya.
Pil yang dimasukkan langsung melebur di mulutnya, Ye Xuan mulai sadar hanya dalam hitungan detik. “Pak Tua, kau benar-benar akan membunuhku,” katanya dengan suara lemas.
“Hai bocah, kata pertama yang kau ucapkan sungguh menyakitkan.”
Ye Xuan tersenyum manis dan tidur kembali, dia masuk ke dalam alam bawah sadar untuk melihat perubahan dalam dantiannya. Setelah menerima pukulan Feng Hu, Ye Xuan merasakan tubuhnya mengalami gejolak aneh. Dia merasa bahwa setiap tendangan dan pukulan Feng Hu mengandung teknik khusus.
“Tidak ada yang berubah, mungkin aku salah.” Ye Xuan duduk dan menyerap energi di dalam Dunia Kecil.
Energi murni masuk ke dalam jiwanya, dia merasa tubuhnya menjadi sangat nyaman dan lukanya sembuh dengan cepat. Tanpa ia sadari ternyata kesadarannya sudah dilempar keluar dari Dunia Kecil.
“Akhirnya kau bangun, apa ada yang salah?” tanya Meng Luo yang terlihat khawatir.
“Tidak Guru, aku punya beberapa masalah di tubuh ilahiku. Jadi aku harus tidur lebih lama.” Ye Xuan mulai berdiri, dia melompat seperti biasa.
Feng Hu masuk ke dalam ruangan, dia tidak tahu ada anak gila yang bisa sembuh dalam 2 hari saja. padahal dia melukai Ye Xuan sangat parah, Qinya menusuk ke setiap median untuk membukanya secara paksa. Sehingga Ye Xuan bisa mempercepat peredaran energinya.
“Kau memang aneh. Tidak hanya energi Qi mu tidak bisa dilihat, tapi tubuh gilamu itu membuatku takut. Seharusnya kau harus berbaring di ranjang selama sebulan.”
“Pak Tua Sialan, kau ingin aku mati! Mana mungkin aku akan kalah dengan orang di ranah Penguatan Jiwa sepertimu!” ucap Ye Xuan meremehkan Feng Hu yang tidak bisa menerobos ke ranah Kenaikan.
“Bocah Nakal, kau memang pantas di beri pelajaran lagi.”
Ye Xuan menggunakan Shadow Rush, tubuhnya di selimuti energi hitam. Dia menghilang dari pandangan semua orang.
Feng Hu yang kesabarannya setipis tisu langsung melepaskan energinya, rumah kayu Ye Xuan langsung runtuh hanya dalam beberapa detik saja.
__ADS_1
“Pak Tua gila, kau menghancurkan rumahku!” teriak Ye Xuan yang sudah berada jauh dari kejadian itu.
“Bocah, kau pasti menyesal!”