
Setelah menstabilkan kekuatannya, Ye Xuan masuk ke Ruang Dantian. "Sistem, apa aku bisa menaikkan poin kekuatan dan staminaku?"
"Tidak, kau hanya bisa menaikkan status Kelincahanmu karena jauh tertinggal."
"Kenapa? Aku melihat banyak orang yang punya status yang tinggi, seperti Cao Yuan?"
Sistem terdiam sejenak. "Jangan tanya padaku, itu sudah aturan batu dari Sang Pencipta."
Melihat sistem sedang menyembunyikan sesuatu, Ye Xuan mencoba menggalinya. "Apa itu karena teknik Pelahap Jiwa?"
"Siapa yang tahu."
Ye Xuan tersenyum manis, dia mendapatkan kunci untuk membuatnya melambung tinggi.
"Gunakan semua poin sedekah untuk memperluas Alam Nemo."
107 ribu poin sedekah digunakan untuk memperluas Alam Nemo. Sekarang diameternya sekitar 473 meter, itu cukup luas untuk menampung 385 orang.
Poin Sedekah miliknya terus tumbuh karena banyak orang dikelompokkan berbuat baik.
"Sudah cukup, waktunya melanjutkan perjalanan."
Xu Ling terluka cukup parah, jadi dia tidak akan ikut. Ye Xuan akan berjalan sendiri, dia tidak ingin menggangu Ming Yu dan Wen Lu yang berusaha menerobos tingkatan.
Setelah keluar dari Alam Nemo, Ye Xuan menuju kota selanjutnya. Namun saat perjalanan dia dihentikan oleh kejadian yang sama persis seperti saat dia berumur puluhan tahun.
30 budak di kurung dalam kereta oleh para penjual budak, Ye Xuan tidak tahu mengapa praktik penjualan budak masih dilakukan. Padahal dunia sedang kacau, bahkan dua kerajaan besar hampir hancur.
"Paman, berapa semua budakmu." Ye Xuan mengatakannya dengan ekspresi dingin.
"Mereka semua ahli beladiri. Jadi 10 Batu Spirit untuk setiap kepala."
"Berikan semuanya." Ye Xuan mengeluarkan kantong Batu Spirit.
"Tuan Muda kamu sangat dermawan." Penjual Budak langsung menyuruh orang-orang untuk membebaskan barangnya.
Ye Xuan tidak langsung membunuh penjual budak karena alasan tertentu. Bisa saja kru penjual budak itu adalah orang baik, dia terpaksa untuk ikut karena tuntutan ekonomi keluarga.
30 orang itu terdiri dari 9 wanita dan 21 pria. Mereka semua kultivator tubuh yang cukup kuat. Meski tidak punya kultivasi yang tinggi, semuanya terlihat punya pengalaman melimpah meski umurnya di bawah 30 tahunan.
"Kalian bebas pergi," kata Ye Xuan sambil merobek kontrak budak.
Dia segera memalingkan badannya dan melanjutkan perjalanan ke kota selanjutnya. Dia akan berputar-putar di wilayah Kerajaan Wu untuk mencari sekutu atau orang-orang yang dapat dipercaya.
Meski sudah menjauh, 30 budak tetap mengikutinya. Ye Xuan berbalik dan mengeluarkan daging matang.
"Makanlah," katanya pelan. Ye Xuan berbalik dan melanjutkan perjalanannya. Dia tidak berlari karena ingin menikmati udara hutan dan menyerap energi alam.
Para mantan budak mengambil makanan seperlunya dan melanjutkan perjalanan di belakang Ye Xuan.
Mereka terus berjalan dan mengikuti Ye Xuan. Saat beristirahat, mereka mencari makanan seperlunya.
Daun dan akar rumput bisa dijadikan makanan, Ye Xuan harus mengakui kemampuan bertahan hidup mereka.
Sebelum sampai di kota, Ye Xuan berhenti dan berbalik ke arah para Budak. "Kenapa kalian mengikutiku?"
Seorang pria muda berumur 23 tahunan menjawab dengan tekad penuh semangat. "Hutang budi harus dibayar, Tuan Muda kami tidak akan meninggalkan anda."
"Sejak kapan kalian berhutang?"
__ADS_1
"Sejak saat anda membebaskan kami dan merobek kontrak budaknya. Guru kami selalu mengajarkan kebenaran dan kebaikan, saat ada yang merobek kertas budak itu artinya orang yang kita tunggu sudah datang."
"Orang yang ditunggu?"
Ye Xuan bingung, dia tidak tahu mengapa dirinya ditunggu.
"Guru kami adalah Peramal dari Alam Qin-Yun. Dia mengatakan untuk turun ke Dunia Fana dan mencari pemimpin."
Sekte Bihai adalah nama sekte mereka sebelumnya, tapi karena gejolak peperangan hanya mereka ber30 yang selamat.
Kekuatan mereka disegel hingga titik terendah, untuk membukanya mereka harus mengikuti pemimpin yang ditakdirkan.
Semua orang merasakan kekuatannya perlahan sembuh, mereka yakin Ye Xuan adalah pemimpin yang dikatakan guru besarnya.
"Dimana guru besar yang kamu katakan?"
"Dia sudah tenang di surga. Semua orang di Sekte Bihai sudah musnah."
[Bihai Wang Lu
Ranah : Pengumpulan Qi
Status : Murid setia.
Kekuatan : 1837
Stamina : 2138
Kelincahan : 1201.]
Meski ranah mereka rendah, Bihai Wang Lu sangat kuat. Mungkin dia hampir setara dengan Feng Hu.
Semua informasi tentang sumpah setia dan darah dikirimkan, Ye Xuan tidak ingin menerima kesetiaan hanya dengan kata-kata sederhana.
Bihai Wang Lu dan semua anggota sektenya tang tersisa bersujud dan mengucap sumpah darah.
Setelah mengucapkannya, tubuh mereka memancarkan cahaya kuning. Cahaya itu digantikan dengan energi jiwa yang berwarna ungu kehitaman.
Kebaikan semua orang membuat energi ungunya menjadi lebih terang. Tubuh mereka semua di susun kembali menjadi lebih kuat.
Rambut semua orang juga rontok, mereka semua seperti biksu yang sudah membersihkan pikiran dunianya.
"Terima kasih Tuan Muda, berkat anda tidak akan pernah kami lupakan."
Bihai Wang Lu hanya berada di ranah Pengumpulan Qi, tapi statusnya meningkat lagi.
"Baiklah, semuanya ikuti aku ke Alam Nemo."
Ye Xuan mengenalkan alam buatan yang dibuat Ruang Dantianya. Tidak ada yang terkejut, mereka semua tersenyum manis melihat lingkung yang begitu tenang.
"Apa ini rumah kita, Tuan Muda?"
"Benar, aku menamainya Alam Nemo."
"Tuan Muda, apa boleh kami membuat Formasi Dunia untuk menenangkan hati dan pikiran?"
"Lakukan yang kamu inginkan."
Semua orang dari Sekte Bihai menyusun formasi Dunia. Sebuah cahaya berbentuk bola seukuran bola basket melayang.
__ADS_1
"Tuan Muda, anda ingin masuk bersama kamu?" tanya Bihai Wang Lu.
"Ayo."
Semua orang masuk ke dalam formasi, meski ukurannya hanya sebesar bola basket, ruangan yang dihasilkan cukup luas.
Luasnya sekitar 200 meter persegi, Ye Xuan hanya bisa tersenyum manis.
"Istirahatlah, kembalikan kekuatan kalian pada titik puncak. Berlatihlah di luar bersama Feng Hu jika dibutuhkan."
"Baik Tuan Muda."
Ye Xuan keluar, dia tidak pernah kepikiran untuk membuat sebuah Dunia di Alam Nemo. Eye of Truth sudah melihat semuanya, Ye Xuan tidak bisa menahan senyumnya.
Dia langsung mempraktekkan susunan formasi yang diperlihatkan para orang dari Sekte Bihai.
Kedua tangannya bergerak cepat, Ye Xuan melakukannya dengan penuh kehati-hatian. Dia menambahkan beberapa hukum untuk membuatnya lebih kuat.
Dunia Buatan pertamanya mengandung kekuatan gravitasi yang cukup kuat. Setidaknya tekanan gravitasinya sekitar 10 kali lipat dari Dunia Fana.
Setelah bekerja keras selama 1 bulan waktu Alam Nemo, akhirnya Ye Xuan menyelesaikannya.
"Paman Feng, ayo iktu aku!"
Feng Hu di ajak ke Dunia Buatan terbarunya. Ye Xuan dan Feng Hu masuk bersama, Feng Hu langsung terjatuh dengan bibir mencium lantai.
"Sialan, kau..." Dia berhenti karena melihat Ye Xuan yang sangat santai.
"Tenanglah Paman Feng, aku membuatmu ini punya tekanan gravitasi 10 kali. Dengan ini latihan fisik akan lebih cepat."
Ye Xuan mengatakannya dengan ekspresi dingin dan suara tenang.
Feng Hu tidak mau kalah, dia lebih kuat jadi harus berdiri. "Tadi aku hanya kaget, tekanan disini cukup baik."
Ye Xuan dan Feng Hu saling memandang. Mereka sedang menunggu satu sama lain.
Setelah berdiri selama 3 menit, Ye Xuan membuka mulutnya. "Kenapa tidak jalan Paman Feng, tempat ini cukup luas. Sekitar 200 meter persegi."
"Sebagai pelatih tidak seharusnya aku melangkah mendahului pemimpin kelompok. Bagaimana kalau kamu dulu?"
Ye Xuan tersenyum manis, dia sebenarnya tidak bisa melangkah karena tekanannya berbeda dari rencana.
"Menurutmu berapa tekanan gravitasi dunia ini Paman Feng?" tanya Ye Xuan dengan suara tenang. Keringat dingin mulai menetes dari ujung rambutnya.
Feng Hu mengangguk. "Kalau menyebutnya 10 kali sepertinya lebih. Jika tebakanku benar, tekanannya mencapai 100 kali."
Ye Xuan dan Feng Hu tertawa keras, kaki mereka berdua bergetar tak kuasa menahan tekanannya.
[Tekanan gravitasi 100 kali.]
"Aku duluan Paman Feng!"
Ye Xuan melompat keluar dia sudah tidak bisa menahannya.
"Sialan, kau menipu!" Feng Hu melompat tapi Energi Mentalnya sudah tipis jadi tidak bisa berbuat banyak.
Mengandalkan fisiknya, Feng Hu merangkak keluar dari Dunia Gravitasi.
Ye Xuan tersenyum manis. "Paman Feng, sepertinya dunia ini hanya digunakan untuk mereka yang sudah siap." Dia bisa terlihat tenang karena sudah meminum ramuan stamina.
__ADS_1
"Kau benar, artinya aku juga belum siap." Feng Hu masih merangkak karena tulang kedua kakinya hancur.