Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Hutan Monster


__ADS_3

Ye Xuan yang mendapat perhatian dari para leluhur sekte mulai khawatir. Dia tidak ingin terlibat perebutan kekuasaan yang selalu terjadi, makanya dia selalu menghindari para petinggi sekte untuk saat ini.


“Guru, kenapa banyak orang yang mendatangiku.”


Meng Luo hanya bisa tersenyum kecut. “Ini semua salahku, aku tidak menyangka mereka begitu serakah.”


“Dunia ini memang kejam, keserakahan seseorang tidak bisa disalahkan.” Ye Xuan melanjutkan pembuatan obat herbal, kemudian menjualnya ke pasar dan para murid luar yang membutuhkan.


Sebagai seorang guru, Meng Luo merasa bersalah. Tidak seharusnya dia membocorkan konsep baru milik Ye Xuan di depan umum, sekarang hampir semua petinggi Sekte Tianlong mengetahuinya. Perebutan kekuasaan dari 4 keluarga utama tidak bisa dihindari, mungkin saja Ye Xuan akan berakhir mengenaskan seperti murid-muridnya sebelumnya.


Ye Xuan sendiri sedikit kecewa dengan gurunya, tapi dia tidak membencinya. Dia teringat kenangan ketika Meng Luo menyelamatkannya ketika tidak ada seorang pun yang peduli padanya.


Wutu Sachuan dengan ekspresi gembira langsung merangkul Ye Xuan dari belakang. “Kak, apa yang kau lakukan? ayo latihan, aku punya teknik kaki tingkat 3!”


[Seratus Langkah Angin Terbang


Keterampilan kaki yang dapat membuat penggunanya berjalan layaknya angin, setelah menyelesaikannya hingga tingkat tertentu, memungkinkan penggunanya melayang di udara. Harga 2 Poin Sedekah.]


“Keterampilan yang bagus, mau coba?” tanya Ye Xuan sambil mengedipkan matanya dan tersenyum misterius.


Melihat senyum Ye Xuan membuat Wutu Sachuan merinding, dia tidak percaya keterampilan tingkat 3 tidak bisa menggerakkan keserakahannya. “Tunggu, kak. Aku hanya bercanda!”


Pertarungan dadakan diadakan, Ye Xuan dengan kecepatan normal memukuli Wutu Sachuan hingga wajahnya bonyok. Dengan adanya Wutu Sachuan membuat Ye Xuan lebih tenang karena dapat melepaskan rasa stresnya.


“Ayo ikut aku keluar, kita cari batu spirit.” Ye Xuan dengan paksa menarik tangan Wutu Sachuan yang masih tersungkur di tanah.


Wen Lu muncul entah dari mana, dia langsung mengatakan, “Jangan tinggalkan aku, kawan.”


“Jahat, katanya kau mau membantuku. Kau sembunyi hingga akhir!” teriak Wutu Sachuan yang merasa ditinggalkan.


Wen Lu menggelengkan kepala. “Tidak, aku hanya tidak bisa mengalahkannya. Jadi lebih baik bersembunyi sampai akhir.”


“Sialan!”


Keduanya terus bertengkar hingga sampai di hutan binatang buas, Ye Xuan meregangkan leher dan kedua tangannya. “Ayo mulai!” katanya dengan penuh semangat.

__ADS_1


Pedang kayu dikeluarkan, Ye Xuan berlari menuju salah satu monster rusa yang bisa menghasilkan Batu Spirit tingkat rendah. Tusukan pedang kayu itu langsung menembus perut monster rusa.


“Sial, kosong.” Ye Xuan mencari batu spirit di kepala monster, tapi tidak menemukannya.


Monster rusa hanya monster tingkat 1, jadi tidak pasti memiliki batu spirit di tubuhnya. Ye Xuan berlari menuju monster selanjutnya, dia seperti serigala yang memburu mangsanya. Wutu Sachuan dan Wen Lu hanya bisa tersenyum kecut dan saling memandang.


“Apa kau serius ingin menyuruhku menghadapi monster itu?” tanya Wen Lu dengan tatapan serius.


“Kamu benar, jangan menantangnya bertarung. Aku masih sayang dengan leherku.”


Keduanya saling mengangguk.


Setelah berburu selama 4 jam, Ye Xuan hanya mendapat 5 Batu Spirit. “Ayo istirahat sebentar.”


Wutu Sachuan dan Wen Lu tidak melakukan apa-apa, mereka duduk dan menikmati daging buruan. Suara langkah kaki mendekati mereka, 8 orang berpakaian serba hitam dan menutup wajah mengelilinginya.


“Ye Xuan, karena kau menolak kerja sama. Jangan salahkan kami yang mengambil nyawamu!”


Wen Lu menghela napas dan melepaskan bau tak sedap dari tubuhnya, Wutu Sachuan dengan cepat langsung menghantam salah satu musuh yang paling dekat dengannya.


Ye Xuan yang duduk tiba-tiba menghilang, dia langsung menarik pedang kayu dan menusuk dada bagian kiri lawannya. Qi menyelimuti pedang kayunya, jadi pedang itu bisa menembus tubuh manusia.


[+1 Poin Sedekah, membunuh penjahat yang meresahkan murid luar.]


Melihat pemberitahuan sistem membuat Ye Xuan lebih semangat, dia langsung mengganti targetnya. Tusukan pedangnya menghancurkan jantung penjahat lainnya, dalam sekejap dia mengalahkan 6 orang yang berada di ranah Pendirian tingkat 1.


Wutu Sachuan berhasil melumpuhkan 1 orang, dia tidak membunuhnya karena merasa penjahat juga manusia. Wen Lu juga melakukan hal yang sama, tapi dia menghancurkan kultivasi musuhnya.


“Kak, aku sudah menangkap penjahatnya!”


Setelah asap hijau yang berbau busuk hilang, kedua temannya itu terbelalak tidak percaya. Ye Xuan menduduki 6 mayat penjahat yang menyerangnya. “Apa yang kalian ingin sombongkan?” tanyanya dengan santai.


“Kak, kamu membunuh mereka semua?” tanya Wutu Sachuan dengan tatapan sedikit takut.


“Iya, mereka sudah merampas dan membunuh banyak murid luar. Jadi mereka sudah siap kehilangan nyawanya.” Ye Xuan turun dari tumpukan mayat penjahat, dia menepuk pundak dua temannya. “Dunia ini sangat kejam, jangan kasihan pada musuh yang ingin membunuhmu!” lanjutnya.

__ADS_1


Dua penjahat yang dilumpuhkan menikam Wutu Sachuan dan Wen Lu yang lengah, mereka menggunakan seluruh kekuatannya untuk mendaratkan satu serangan fatal. Namun dua temannya itu berhasil menghindari serangan fatal dan langsung mengakhiri nyawa dua penjahat.


“Sial!” umpat Wutu Sachuan yang terkena tusukan di punggung kanannya.


Wen Lu tidak mengatakan apa-apa, dia memiliki tubuh ilahi jadi luka ringan tidak akan menyakitinya. Demi menyembuhkan lukanya, Wen Lu segera mengedarkan teknik kultivasinya.


Ye Xuan memberi salep untuk menghentikan pendarahan Wutu Sachuan. “Dunia luar itu kejam, aku tahu kamu sudah mengetahuinya.”


“Aku lupa karena sudah lama hidup tenang.” Wutu Sachuan menerima salep dan segera mengoleskan ke lukanya.


“Jangan cengeng, ayo lanjut berburu!” teriak Ye Xuan dengan nada penuh semangat.


Setelah membunuh 6 penjahat, Ye Xuan langsung memasukkan semua Poin Sedekah ke status Stamina. Dia merasa staminanya masih kurang, meski kekuatan fisiknya sudah 74 poin tapi staminanya masih 54 poin.


Ye Xuan sudah mengalami banyak pertarungan di hutan monster, dia merasakan pentingnya poin stamina. Tidak hanya memiliki napas yang panjang, poin stamina juga membantunya meregenerasi lukanya.


Seharian tiga murid luar itu ada di hutan monster, Ye Xuan dan dua temannya bermalam di hutan karena masih ingin berburu di esok hari.


“Bukankah kita sudah seharian tidak melakukan apa-apa?” tanya Wutu Sachuan dengan senyum kecut di wajahnya.


“Lebih baik kamu diam, sepertinya bos dalam keadaan hati yang kurang baik.”


“Aku juga berpikir begitu. Siapa juga yang membantai lebih dari 210 monster dalam sehari.”


Wen Lu hanya mengangguk, mereka berdua tidak melakukan apa-apa di dalam hutan kecuali melawan penjahat. Ye Xuan mengeluarkan beberapa daging rusa dan membakarnya, tatapannya tampak kosong karena memikirkan sesuatu.


“Sial, aku sudah membunuh ratusan rusa, tapi hanya punya 20 Batu Spirit,” katanya dalam hati. Ye Xuan menyebarkan kesadarannya, dia merasakan ada serigala yang mendekat.


“Keluarkan senjata kalian, kita kedatangan tamu yang lebih merepotkan dari 8 penjahat tadi.” Ye Xuan mengeluarkan pedang kayu, Wen Lu mengeluarkan tombak dan Wutu Sachuan mengeluarkan pelindung tangannya.


Benar saja, sosok serigala setinggi 2 meter melangkah mendekatinya. Monster itu punya kultivasi ranah Pendirian tingkat 6. Suara serigala terdengar dan mengusir semua monster di sekitarnya, dia tampak ingin memulai duel melawan Ye Xuan dan kelompoknya.


Suara serigala itu membuat Wutu Sachuan dan Wen Lu gemetar ketakutan. Berbeda dengan Ye Xuan yang masih kokoh dengan sikap siaganya, dia siap menerjang lawan kapan pun.


“Aku akan memulainya, jangan buat gerakan tanpa perintahku!” kata Ye Xuan memberi komando.

__ADS_1


__ADS_2