
Dua pasukan terlihat tenang, mereka bertarung seharian. Pasukan Yu Jin terluka parah, 180 orangnya terluka hanya sebagian kecil yang masih bisa bertarung.
“Tuan, kita tidak bisa menahannya lagi. Kita harus mundur!” kata seorang pria yang berseragam murid dalam. Dia adalah penasihat yang ditunjuk Long Yuan untuk membantu Yu Jin.
“Kau benar, kita harus mundur tapi...” Yu Jing memikirkan sesuatu yang sangat dalam. Dia mengemban amanah untuk menahan pasukan musuh selama 3 hari, bahkan dengan pengetahuan formasi dan strateginya, Yu Jin dan pasukannya hanya bertahan selama 1 hari.
“Tapi apa? kita tidak punya pilihan lain!” teriak penasihat dengan nada tinggi.
Yu Jin merasa tekanan yang sangat kuat, dia sempat menyesal telah meninggalkan Ye Xuan dan bergabung dengan Pasukan Pelindung Sekte.
Sosok hitam muncul, dia adalah Wei Li yang menunggu waktu yang paling tepat. “Aku membawa penawaran yang sangat menarik, apa kau mau mendengarnya?” tanyanya yang masih memakai topeng.
Yu Jin langsung menghunuskan pedangnya, dia merasakan tekanan mental yang sangat kuat. “Siapa kau?” tanyanya mencoba untuk bertahan.
Semua pasukannya yang terluka tertegun, mereka diam menahan tekanan mental yang dipancarkan Wei Li.
“Tidak penting siapa aku, tapi aku memberi penawaran yang mungkin membantumu.” Wei Li mengeluarkan botol ramuan stamina dan pemulihan Qi.
“Kau dari Raja Langit?” tanya Yu Jin.
“Siapa yang tahu, yang pasti aku tidak menuruti perintah Ao Ming.” Wei Li mengatakan yang sebenarnya.
“Sebutkan tawaranmu?”
“Kau bisa...”
Sebelum menyelesaikan perkataannya, Yang Xinhei dan Li bersaudara muncul. “Wei Li jangan membuatnya kesal, kita tidak punya waktu bicara dengan pengkhianat itu.”
Yang Xinhei melempar cincin ruang yang berisi 100 botol ramuan stamina dan pemulihan qi. “Cepat gunakan itu dan kembalikan cincinku!” ucap Yang Xinhei dengan nada sedikit marah.
Yu Jin tidak merasa pernah menyinggung seseorang tapi dia merasa empat orang yang membawa obat itu bagian dari kelompok Ye Xuan. “Terima kasih,” katanya dengan suara pelan.
“Aish, kau tidak bisa di ajak kerja sama. Padahal bocah itu punya banyak Batu Spirit yang bisa kita gunakan.” Wei Li juga melempar 50 set ramuan yang sama seperti Yang Xinhei.
Empat bayangan langsung menghilang, mereka tidak peduli dengan keadaan pasukan Yu Jin tapi bosnya menyuruh membantunya. 150 set ramuan segera digunakan dan membantu pasukannya sembuh, Yu Jin segera membuat pengaturan untuk menyusun strategi selanjutnya.
[+150 Poin Sedekah, membantu pasukan yang kelelahan.]
__ADS_1
“Sudah aku duga, meski hasilnya tidak terlalu banyak itu sudah cukup.” Ye Xuan melirik ke arah Ming Yu yang mulai membuat bom dari batu spirit.
Setelah memperhatikan Ming Yu selama beberapa saat, Ye Xuan mulai memberi nasihat pembuatan bom. Ming Yu memanfaatkan waktunya untuk belajar, dia minum ramuan pemulihan Energi Mental untuk terus belajar.
Malam berlalu dengan cepat, Ming Yu dan Bai Lu terlilah kelelahan. Mereka berdua tertidur di tempatnya masing-masing, tapi pekerjaan keduanya berhasil diselesaikan dengan baik.
Ye Xuan mengambil hasil kerja mereka berdua, kemudian mengamati apa yang salah dari pembuatannya.
[Eye of Truth (Keterampilan Khusus).
Memungkinkan pengguna untuk mengetahui kesalahan sesuatu yang berada di bawah standarnya. Gunakan 1000 Poin Sedekah untuk membantu pembangkitannya.]
Tidak ada salahnya menggunakannya, Ye Xuan langsung menekan tingkatkan untuk mengaktifkan Eye of Truth.
Pupil mata kirinya membentuk sebuah simbol rumit yang terdiri dari lingkaran, huruf T, segitiga dan lain sebagainya. Simbol itu menyala biru saat digunakan, Ye Xuan melihat kekurangan dari pembuatan ramuan dan bom di kedua tangannya.
[Ramuan Stamina, Membutuhkan penguasaan api dan ketenangan hati...]
[Ramuan Pemulihan Qi, Khasiat bahan memudar karena terlalu lama di dalam tungku...]
[Bom Peledak, formasi pengikatnya cacat karena di susun dengan setengah hati...]
“Apa dia sengaja membawanya ke sana?” tanya Ye Xuan dengan suara pelan.
“Sudah di kasi hati minta jantung, seharusnya aku membunuhnya!” ucap Wei Li dengan tatapan permusuhan.
“Biarkan saja, Ao Ming sudah mengatur pasukan tambahan di wilayah kita.” Ye Xuan menunjuk 300 pembudidaya unggul yang bersiap membantu pasukan Yu Jin. Meski mereka berada di jarak yang cukup jauh, semua orang itu merupakan pasukan bayaran yang di sewa Ao Ming.
Ye Xuan mengatur orang-orang yang sudah mengucap sumpah setia dan sumpah darah, dia fokus pada orang-orangnya dibandingkan dengan Ao Ming dan Raja Langit. Sebenarnya Ye Xuan menyadari akan ada sesuatu yang besar saat satu kelompok terbagi dua bagian, tapi dia lebih baik diam dan fokus membantu orang-orangnya berkembang.
Perang berlalu dengan sangat cepat, perintah Yu Jin yang keras kepala menghantarkan 50 orang ke alam baka. Menyisakan 150 orang dan 2 orang yang membantu mereka dari sisi kanan dan kiri.
Gu Tianwu dan Li Pou bertarung dengan sekuat tenaga, mereka terus berkembang melalui pertarungan yang tiada henti. Latihan fisik setiap hari membantunya terus berdiri sepanjang hari.
Saat malam hari, Ye Xuan membimbing Ming Yu dan Bai Lu. Perkembangan keduanya juga tidak kalah, sekarang Ming Yu bisa membuat bom peledak tingkat menengah, begitu juga Bai Lu yang berhasil membuat ramuan yang cukup baik.
Matahari mulai muncul, peperangan hari ketiga mulai berkecamuk. Ye Xuan terus menyediakan ramuan stamina dan pemulihan Qi, dia mengutus empat bayangan untuk membantu.
__ADS_1
Ming Yu menghasilkan 300 set ramuan, jadi ramuannya terus didistribusikan dengan tepat. Pasukan Yu Jin berhasil mundur sampai ke wilayah Raja Langit, komandannya berteriak dengan keras.
“Serang!”
Pasukan Raja Langit menerjang musuhnya seperti seekor harimau yang kelaparan, mereka membantai pasukan musuh tanpa perlawanan. Ketua musuh kebingungan, dia tidak tahu pasukan Raja Langit begitu kuat.
“Mundur, kita mundur!” teriak ketua kelompok Shenlong.
Sebelum melarikan diri, Shen Yu sudah menyiapkan beberapa jebakan yang mematikan. Semua orang dari pasukan musuh kalang kabut, Yu Jin dan pasukannya menangkap mereka yang menyerah.
250 tahanan di bawa ke wilayah Sekte Tianlong, mereka di penjara dan akan dihukum sesuai dengan kejahatannya. Pasukan Yu Jin kehilangan 160 orangnya, mereka tampak murung dan tidak tahu harus berbuat apa.
Sebagai ketua, Yu Jin yang bisa menundukkan kepalanya. Padahal dia sebelumnya adalah ketua kelompok yang sangat cerdas saat berburu monster. Namun di depan kelompok manusia dia terlalu ceroboh.
Tidak dapat dipungkiri sebenarnya Yu Jin sudah kalah pada hari pertama, tapi ramuan dari Ye Xuan membantunya terus bertahan hingga pasukan bantuan tiba.
Ye Xuan dan 9 rekannya segera mundur, mereka mencari jalan yang berbeda supaya tidak diketahui musuh. Namun saat kembali, mereka menemui sesuatu yang sangat mencurigakan.
“Tunggu, kenapa udara di sekitar sini dingin?” tanya Ye Xuan kebingungan. Dia menyadari bahwa lingkungan ini adalah tempat Feng Hu membunuh Long Djao.
Setelah udara semakin dingin, sebuah jiwa terbentuk. Gumpalan jiwa berbentuk api itu melihat ke arah Ye Xuan dan kelompoknya.
“Akhirnya kau muncul juga, untungnya artefakku aktif tepat waktu.”
Ye Xuan yang panik langsung mengaktifkan Eye of Truth, dia melihat kelemahan di dalam jiwa Long Djao. Bukannya takut, Ye Xuan justru tertawa keras.
“Bukan kau yang seharusnya berkata seperti itu.”
“Haha, kau bocah nakal yang pintar. Tapi setelah aku punya tubuh pengganti, kau dan Sekte Tianlong akan menjadi abu!”
“Terserah saja.” Ye Xuan menggunakan Api Ungu untuk membakar jiwa Long Djao.
“Percuma, jiwaku kebal...”
Long Djao menghentikan perkataannya karena serpihan jiwanya terasa sangat panas. “Apa yang kau lakukan padaku!” teriaknya dengan suara histeris.
Ye Xuan tersenyum sambil mengeluarkan Tungku Alkemis Tanda Langit. “Terima kasih hidangannya!” katanya sambil menarik Jiwa Long Djao masuk ke tunggu.
__ADS_1
“Tidak, bajin*an aku mengutukmu...”
Jiwa Long Djao masuk ke dalam tungku, Ye Xuan segera mengendalikan panasnya dan membuatnya menjadi ramuan yang dapat meningkatkan kekuatan jiwa.