Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Pemahaman


__ADS_3

Pembicara Shi Wong dan Ye Xuan mulai tidak beraturan, mereka menggabungkan fiksi dan kenyataan dalam kata-katanya.


"Aku tidak akan ikut, pergilah sesuai kemauanmu." Shi Wong menghilang. Dia tidak ingin menemui orang lain.


Ye Xuan hanya bisa menghela napas. "Aku tidak menyangka, ternyata Seven Demon Blade berisi para pec..."


Sebelum Ye Xuan menyelesaikan kata-katanya, sebuah bayangan pedang bergerak cepat mengarah padanya.


Feng Hu menarik pedangnya, dia menghentikan bayangan pedang dengan mudah.


"Kenapa kau kembali?" tanya Feng Hu.


"Seperti katamu, aku hanya pengecut yang akan memanfaatkan segala cara licik!"


Shi Wong berkonsentrasi, dia mencoba menciptakan Bayangan Pedang lainnya. Dua bayangan pedang tercipta dengan begitu cepat.


Sesaat setelah terbentuk sempurna, Shi Wong langsung melemparnya.


"Ayo bertarung, kalau kau bisa mengalahkanku aku akan ikut!" teriak Shi Wong ingin menguji kekuatan Ye Xuan.


Namun Feng Hu menghadang dua bayangan pedang dengan mudah. "Langkahi dulu mayatku, kau tidak pantas melawannya!"


Ye Xuan maju dua langkah dan menghentikan Feng Hu. "Biar aku saja. Kurasa ini akan menjadi pengalaman yang bagus untukku!"


Eye of Truth digunakan, petir berwarna ungu kehitaman menyelimuti tubuhnya. Ye Xuan berdiri tegap dengan satu pedang berwarna hitam gelap.


"Bagus itu yang aku harapkan!"


Shi Wong membuat gerakan dulu, dia langsung melakukan tebasan kilat untuk mengejutkan Ye Xuan.


Bukannya terkejut, Ye Xuan justru meniru serangan Shi Wong dengan sempurna. Tidak hanya meniru, Ye Xuan mengubahnya supaya sesuai dengan kondisi tubuhnya.


Pedang keduanya berkelabatan, mereka berdua hanya menggunakan keterampilan pedang.


Shi Wong menggunakan pedang bermata satu dan Ye Xuan menggunakan pedang bermata dua.


Perlahan tapi pasti, Shi Wong merasakan semua kemampuan pedangnya tidak berguna. Bukan hanya meniru serangannya, Ye Xuan juga meningkatkannya.


Setelah beberapa saat Shi Wong kehilangan kestabilannya. Dia ditendang jatuh hingga menghancurkan tanah di bawahnya.


"Ugh!." Shi Wong memuntahkan seteguk darah segar. Matanya gemetar saat melihat Ye Xuan memandang rendah dirinya.


"Apa sudah selesai?" tanya Ye Xuan sambil tersenyum tipis.


"Belum!"


Shi Wong melepaskan semua segel yang mengekang kekuatannya. Dia menutup mata dan mengedarkan tekad pedang ke sekitarnya.


Tekanan yang dipancarkan Shi Wong langsung padat dan membentuk sebuah kubah, orang menyebutnya Domain Sword.


"Majulah!"


Siapapun yang masuk ke dalam jarak serangannya, konon katanya akan terbelah menjadi sepihan debu.

__ADS_1


Ye Xuan tidak mau meremehkan Shi Wong yang sudah serius. Dia menarik semua kekuatan Domain Qi.


"Baiklah!" ucap Ye Xuan dengan penuh percaya diri. Dia melesat maju menggunakan Langkah Bayangan.


Tepat setelah bagian tubuhnya masuk dalam Domain Sword. Tubuhnya terasa seperti berhenti, Shi Wong dengan cepat mengayunkan pedangnya.


Ye Xuan membelalakkan matanya dan melepaskan pancaran Energi Mental yang sangat kuat.


Pedang yang mengarah padanya berhenti sejenak, Ye Xuan langsung mundur dan menstabilkan pijakannya.


"Sungguh kemampuan yang mengerikan. Kalau tidak salah seperti ini." Ye Xuan menggerakkan tubuhnya seperti langkah awal Shi Wong.


Sayangnya saat Domain Sword akan terbentuk, Shi Wong bergerak dan menebasnya.


Ye Xuan menghindar dan semua usahanya hancur, Domain Sword tidak jadi terbentuk.


Shi Wong mulai paham mengapa Ye Xuan ditakuti, tidak hanya bisa meniru tapi juga bisa menyempurnakan.


"Jadi itu yang diinginkan Han Meli. Aku tidak akan menahan diri lagi!"


Domain Sword menghilang dan energinya masuk ke dalam tubuh. Mata Shi Wong bersinar dan pedangnya mulai bergerak cepat.


Tebasannya menciptakan sebuah anomali, Shi Wong ingin merobek ruang untuk menyerang.


Hukum yang dia pelajari adalah Hukum Ruang, hampir sebagian besar manusia memilih untuk mempelajari Hukum Ruang karena itu yang paling berguna.


Sayatan pedang langsung mengenainya Ye Xuan yang berdiri cukup jauh. Tidak ada tanda-tanda sayatan pedang akan mengenainya, tapi tiba-tiba baju dan kulitnya robek.


'Hukum ruang adalah sebagian kecil dari misteri dunia.' kalimat itu muncul di benak Ye Xuan. Malaikat bersayap enam mengirimnya ke sebuah ruangan serba hitam.


'Hitam melambangkan Keabadian, tapi juga bisa diartikan ketiadaan.'


'Tidak ada warna yang cocok untuk menggambarkan alam semesta. Hitam hanyalah bahasa manusia untuk menggambarkan alam.'


'Ada bukan berarti Ada, bisa jadi tidak ada.'


'Sumpurna bukan berarti sempurna, tidak ada kata sempurna yang cocok untuk kehidupan.'


Kalimat yang membingungkan itu muncul dalam bentuk tulisan kuno. Anehnya Ye Xuan bisa membacanya dengan lancar.


"Apa maksudnya?"


'Tidak ada, kamu hanya perlu mempelajari Ketiadaan.'


Ye Xuan mengingat awal dari terbentuknya alam semesta. Sebelum alam semesta terbentuk, hanya ada ruang hampa. Ruang hampa bisa diartikan Ketiadaan.


"Terus apa maksudnya?" tanya Ye Xuan sambil duduk merenung.


Tidak ada jawaban, Ye Xuan hanya bisa mengandalkan semua ingatannya.


"Energi Asal Mula, adalah awal dari terbentuknya jiwa dan kehidupan." Ye Xuan terus berpikir tapi tidak menemukan jawabannya.


Tubuhnya bersinar dan kesadarannya dikembalikan ke Dunia Fana. "Sial! Aku tidak mengerti!"

__ADS_1


Tanpa sadar Ye Xuan mengayunkan tangannya dan Shi Wong terpental hingga puluhan kilometer.


"Tangan Dewa? Aku tidak menggunakannya." Ye Xuan juga bingung.


Dia tidak tahu telah melakukan apa. "Sistem apa yang terjadi padaku?" tanya Ye Xuan.


[Peningkatan pemahaman, sistem tidak bisa mencapainya...]


Bahkan sistem sedekah tidak dapat memahaminya. Ye Xuan mengejar Shi Wong yang terluka parah.


"Paman Shi, apa kamu baik-baik saja?"


Shi Wong mengumpat, "Hanya orang bodoh yang bertanya itu padaku!"


Tidak hanya tubuhnya, bahkan Dantiannya hampir hancur karena serangan tadi.


Feng Hu menolong Shi Wong dengan energinya. "Sudah aku katakan, kau seharusnya tidak menantangnya."


"Kamu terlalu berlebihan Paman Feng. Kebetulan aku memahami sesuatu yang rumit, jadi kekuatanku lepas kendali."


Shi Wong akhirnya mengikuti Ye Xuan sesuai janjinya. Dia mempelajari Prinsip Jiwa seperti seroang anak kecil.


Alam Nemo juga mengejutkan Shi Wong, dia hanya bisa menyesal tidak mengikuti Ye Xuan sejak lama.


Disisi lain Ye Xuan sedang memainkan pedangnya. "Sempurna bukan berarti sempurna?"


"Sepertinya aku mengerti, tidak ada kesempurnaan yang mengikat manusia."


Setelah memahaminya, Ye Xuan menyadari ada yang berubah pada tubuhnya. Tidak hanya kekuatan tapi juga pemahamannya tentang pedang.


Tanpa sadar Ye Xuan melepaskan Domain Sword, kemudian melepaskan Domain Qi. Kedua menjadi sebuah kemampuan yang sangat berguna.


12 bayangan pedang tercipta di belakang punggungnya. Ye Xuan tersenyum manis saat melihatnya.


"Jadi seperti itu! Aku tidak perlu memahaminya. Aku hanya perlu melakukannya!"


24 bayangan pedang tercipta, Ye Xuan menari dengan pedang-pedangnya. Ledakan terjadi dimana-mana, untungnya Alam Nemo bisa bertahan dari tarian anehnya.


Feng Hu dan Shi Wong saling memandang.


"Kamu benar, aku terlalu bodoh saat menantangnya." Shi Wong mengatakan pikirannya.


Feng Hu menanggapi, "Aku terlalu bodoh menunjukan kemampuan unikku. Sekarang dia tidak pernah menggunakannya karena terlalu boros. Bajin*an itu menyempurnakannya!"


"Itulah mengapa sekarang kau tidak menggunakan tumbuhan aneh itu, Ya?"


Shi Wong dan Feng Hu sebenarnya saling mengenal. Mereka adalah musuh bebuyutan yang mencari tahu rasa menjadi pemimpin dunia.


Sayangnya Feng Hu menghilang dan digantikan Feng Xia. Bukan hanya menjadi bandit, Shi Wong hampir terjerumus jalan iblis.


"Kalau tidak ada Han Meli, mungkin aku akan mengikuti Jiang Chen itu."


"Mungkin aku juga." Feng Hu mengangguk setuju.

__ADS_1


__ADS_2