Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Budak Istana Salju


__ADS_3

Pasukan Gu Jin-Long menyerbu gerbang utara. Kekuatan para Pemburu Monster tidak dapat diremehkan, para bandit terbantai dengan cepat.


Gu Jin-Long mengibarkan bendera merah, Lambang Kerajaan Xia.


"Siapapun yang melawan akan mati!" teriak Gu Jin-Long dengan suara lantang.


Hanya orang bodoh yang memprovokasi kultivator ranah Kenaikan tingkat 2.


Ye Xuan tidak ingin bergabung lagi karena kemenangan jelas ada di tangan Kerajaan Xia.


Setelah mengamati situasi dengan teliti, Ye Xuan memilih untuk keluar Kerajaan Xia. Dia menuju ke Kota Tanpa Nama untuk melihat perkembangan pasukan yang kembangkan Wei Li.


"Apa semua beres?" tanya Ye Xuan pada Wei Li yang memandangi berkas lamaran.


Wei Li yang terkejut langsung melemparkan pisaunya, dia tidak bisa merasakan keberadaan Ye Xuan sebelumnya.


Matanya terbuka lebar setahu pisaunya di tangkap dengan dua jari.


"Kewaspadaanmu memang patut di acungi jempol."


"Bos, aku tidak menyangka kamu mengunjungiku."


"Apa Jiang Chen sudah menemui Lan Lang-Lang?"


Wei Li menggelengkan kepala. "Intelegen kami tidak dapat mendeteksinya, tapi kami mendapat informasi bahwa pertarungan besar terjadi di bekas Kerajaan Yu."


"Kerajaan Yu, itu cukup jauh dari ini. Terus bagaimana hasilnya?"


"Tidak ada yang tahu pasti, tapi saksi mata mengatakan seorang perempuan ikut campur dan mendorong Jiang Chen."


"Wanita bermarga Sima itu sangat kuat, dia sebenarnya sudah melewati batas kekuatan Dunia Fana."


"Sudah melewati batas dunia fana?" tanya Wei Li kebingungan.


"Iya, wanita itu ada di ranah Half Immortal atau setengah abadi. Hukum yang dia pelajari adalah ruang, itu sanga berguna untuk bepergian jauh."


Wei Li tercerahkan, ternyata ranah Kenaikan bukan batas yang bisa mereka capai. Masih ada dunia atas dan kuktivasi yang lebih tinggi.


Mendengar kekalahan Lan Lang-Lang, membuat Ye Xuan tidak berani menginjakkan kakinya di kediaman Keluarga Lan.


"Baiklah, aku akan pergi ke Kerajaan Yu. Wutu Sachuan yang akan mengambil keputusan kelompok!"


Kebijaksanaan Naga Kuno telah diwariskan, seharusnya Wutu Sachuan cukup baik dalam menimbang bobot permasalahan.


Meski sering terlihat konyol dan tidak bisa diandalkan, Wutu Sachuan sebenarnya pemikir keras supaya tidak menyakiti sekitarnya.


Ye Xuan bisa meninggalkan kerajaan Xia dengan tenang karena teman-temannya dapat diandalkan.


Dia bersama Wen Xia dan Xu Ling melakukan perjalanan ke Kerajaan Yu. Jarak mereka dengan tempat tujuan sekitar 28 hari memakai kuda tercepat.

__ADS_1


Ye Xuan tidak punya alasan untuk segera sampai di tempat tujuan, dia dan dua temennya berjalan kaki layaknya pedagang.


Mereka bertiga membeli kuda dan kereta pengangkut barang. Ye Xuan punya lisensi dari Asosiasi Pedang. Jadi mudah untuknya masuk ke dalam kota di sekitar.


Setelah seharian mengendarai kereta kuda, Ye Xuan dan dua temennya menginap di tengah hutan.


"Tuan Muda, sepertinya ada tamu tak diundang."


"Mereka mencari makan dan kesenangan, artinya mereka juga siap kehilangan nyawanya." Ye Xuan mengatakan sebuah kalimat dan dua rekannya langsung melesat.


Pedang Wen Xin sangat dingin dan kuat sedangkan Xu Ling sangat tegas karena memancarkan energi berwarna merah.


Keduanya bertarung dengan pedang, kombinasi serangannya senada dan kecepatannya seperti peluru.


8 orang yang bersembunyi langsung di eksekusi, satu orang yang tersisa hanya bisa terbelalak tidak percaya.


"Kau... Siapa kau?"


Ye Xuan berjalan ke arah pria malang itu, dia menggunakan tekad membunuh untuk menekannya.


"Siapa kalian? Siapa yang menyuruhmu?"


Bandit itu langsung berlutut. "Kami da...dari kelompok Bandit Zhurong. Tuan Muda Yu memerintahkan kita menangkap banyak pembudidaya unggul."


"Cerita siapa tuan muda Yu itu!"


"Yu ZhangFeng, adalah raja saat ini. Dia ingin membangun kekuatan kerajaan lagi."


Meski kerajaannya hancur, dibawah kepemimpinan Yu ZhangFeng, semua orang menjadi lebih bahagia.


Tidak ada yang tahu mengapa Yu ZhangFeng tiba-tiba naik ke ranah Kenaikan dalam beberapa tahun saja. Namun peningkatan kekuatan itu membuat penduduknya merasa aman.


Ye Xuan membiatkan pria itu pergi, bukannya terus lari dia justru memberikan serangan lainnya.


Wen Xin langsung melesat dan menghancurkan semua yang dia miliki.


"Padahal aku benar-benar ingin melepaskannya. Ya sudahlah..." kata Ye Xuan sambil menghela napas.


"Yu ZhangFeng ini gila, bagaimana dia mencari orang sampai sejauh ini. Ditambah lagi dia menggunakan jasa Bandit Gunung!" umpat Xu Ling yang sedikit marah.


Meskipun dia pernah menjadi pembudidaya lepas, tidak pernah terbesit pikiran ingin bekerja sama dengan para bandit.


"Mungkin orang bernama Yu itu sudah kehabisan cara. Ayo bergerak." Ye Xuan masuk ke kereta kuda.


Mereka ingin menikmati perjalanan sehingga bisa mengumpulkan banyak informasi.


Setelah sampai di perbatasan Kerajaan Xia dan Kerajaan Yu, Ye Xuan melihat banyak budak yang di bawa pedagang lainnya.


Wen Xin ingin menyelamatkan mereka, tapi dia harus menahan diri karena Tuan Mudanya bisa mendapat masalah.

__ADS_1


"Kenapa bingung, beli saja mereka." Ye Xuan menyodorkan Batu Spirit yang mereka dapatkan dari perjalanan.


Meski tidak banyak, tapi 150 Batu Spirit sudah cukup untuk membeli ratusan budak.


Wen Xin langsung melesat masuk dan menyodorkan uangnya. "Lepaskan mereka semua!"


Amarah Wen Xin bukan tanpa dasar, pasalnya 100 budak itu adalah murid-murid dari Istana Salju. Bisa dilihat dari simbol api biru di sekujur badannya.


"Nona, kami tidak bisa menjual tanpa melelangnya. Barang-barang ini sangat berharga." Penjual Budak keluar dan menenangkan situasi.


Ye Xuan bisa melihat bahwa Penjual Budak itu cukup kuat. Meski hanya berada di ranah Kelahiran Jiwa, tidak seharusnya pedagang punya kekuatan yang begitu dahsyat.


"Lelang? Kenapa harus dilelang?" tanya Ye Xuan sambil mengerutkan keningnya.


"Tuan Muda, Kota Tanpa Nama disini memiliki aturannya sendiri. Jadi jangan membuat masalah dan taati saja peraturannya."


Mendengar ancaman dari Pedagang budak, Ye Xuan tetap tenang. Namun tidak untuk Wen Xin yang menghunuskan pedangnya ke arah Pedagang Budak.


"Aku bisa membunuhmu sekarang!"


Ye Xuan menghentikan Wen Xin dan menyuruhnya memasukkan pedang. Dia menyadari beberapa mata sudah melirik pedang milik Wen Xin.


"Baiklah, dimana tempatnya? Aku akan memenangkan semuanya!"


Pernyataan berani Ye Xuan membuat Pedagang Budak tersenyum sinis. "Memenangkan semua pant*tmu!"


Pedagang budak memberinya tanggal dan waktu pelelangan. Ye Xuan dan kelompoknya masih punya 2 hari untuk bersantai.


Bukannya santai, Wen Xin melepaskan amarahnya dengan memburu banyak monster di luar gerbang.


Ekspresinya sangat dingin dan menebas semuanya. Batu Spirit di ambil dengan mulus dan terus berburu selama dua hari tanpa henti.


Ye Xuan dan Xu Ling hanya menonton serta makan daging hasil buruan.


Selama dua hari Wen Xin mendapatkan 3,7 ribu Batu Spirit. Ye Xuan hanya bisa terdiam melihat Wen Xin yang sangat bersemangat.


"Kenapa kamu melakukan sampai sejauh?" tanya Ye Xuan dengan polosnya.


Wen Xin meliriknya, tapi sebelum menjawab Xu Ling menimpanya.


"Semua budak yang dibawa pedagang budak kemarin adalah murid-murid Istana Salju."


"Apa!"


Ye Xuan terkejut, dia tidak mengetahui ini karena informasi yang tampilkan sistem hanya budak. Tidak ada penjelasan yang lebih detail.


"Rubah wajah kalian, kita akan membeli semuanya! Jangan sisakan satupun untuk orang lain!"


Ye Xuan dan kelompoknya segera pergi ke tempat pelelangan. Tepatnya sederhana tanpa banyak hiasan, meja dan dinding dari kayu. Itu menandakan mereka memang tidak ingin terlihat mencolok.

__ADS_1


"Ada orang yang mengawasi kita, hati-hati." Ye Xuan merasakan pandangan dari seorang pria gendut.


__ADS_2