
Aksi Ye Xuan membuat semua orang waspada, Jun Miho dan Murong Han tidak bisa melepaskan pandangan darinya.
"Jangan terlalu tegang, ayo tentukan aturan..."
Sebelum Ye Xuan menyelesaikan kalimatnya, dia sudah menunduk dan tersenyum lebar. Dua pedang mengarah padanya dengan kecepatan tinggi.
"Jadi seperti ini, Baiklah kalian boleh bersenang-senang!"
Mu Mixue, Wutu Sachuan, Wen Lu dan Xu Ling langsung menghilang dari tempatnya berdiri. Ekspresinya terlihat sangat senang, kecuali Wutu Sachuan yang tetap mempertahankan ekspresi dingin.
Ye Xuan menghadapai Jun Miho dan Murong Han. "Apa kalian benar-benar ingin mengeroyokku?"
Murong Han dan Jun Miho saling memandang, mereka punya situasi yang sama jadi memilih untuk bekerja sama.
"Ide bagus, monster sepertimu harus segera lenyap dari dunia." Jun Miho menjawab dengan suara tenang.
Murong Han tidak ada masalah, dia langsung melesat mengarah ke Ye Xuan yang belum terlihat serius. Ledakan energinya membuat lingkungan sekitarnya hancur, bahkan susunan formasi di sekitar arena hancur.
"Jangan banyak bicara!"
Murong Han mengayunkan pedangnya dengan kekuatan penuh, sayatan pedang langsung menghancurkan bangku penonton. Untungnya para penonton sudah dipindahkan ke pulau mengapung.
Ye Xuan dengan santai menghindar, sebuah pedang energi muncul di tangan kanannya. "Mari buat ini menjadi lebih menarik!"
Setelah menerima serangan Murong Han, Ye Xuan menggunakan energi mental untuk menekan semua orang di dekatnya. Pedang energi di tangan kananya tiba-tiba berayun, sayatan pedang yang lebih besar mengarah pada Murong Han.
Matanya tampak melebar dan membuat Jun Miho menggunakan keterampilan pedangnya untuk memblokir serangan itu. "Jangan melamun, monster ini harus segera disingkirkan!"
"Jangan memerintahku, aku tau!"
Murong Han segera bangkit dan mengambil pedangnya yang sempat jatuh. "Sial, apa yang barusan aku lihat!"
Saat Ye Xuan melepaskan energi mental, Murong Han melihat monster berukuran raksasa muncul di belakang Ye Xuan. Tanpa sadar dia melepaskan pedangnya yang selama ini menjaga hidupnya.
"Space Breaker!" teriak Jun Miho membuat sebuah retakan untuk serangan pedangnya.
Retakan dimensi muncul di sebelah Ye Xuan dan langsung muncul sebuah pedang. Ye Xuan tersenyum manis karena dia berhasil melihat trik dari teknik Jun Miho.
"Tidak mungkin!" Jun Miho terkejut Ye Xuan bisa menghindar tanpa luka padahal ada puluhan pedang.
Murong Han terbang ke langit, matanya menatap tajam ke arah Ye Xuan yang masih mempertahankan senyumnya.
"Ultimate Sword!"
Ratusan portal muncul dari belakang punggungnya, setiap portal mengeluarkan pedang dengan berbagai bentuk. Semua pedang itu telah di simpan Murong Han di Makam Pedang milik leluhurnya.
"Sampai kapan kau berpura-pura?" tanya Ye Xuan yang menciptakan 6 bayangan pedang.
"Apa maksudmu?"
"Jangan berbohong, kau berniat merebut kursi Jun Miho, Mana mungkin kekuatan seperti ini cukup membunuhnya?"
__ADS_1
Murong Han tertawa keras. "Cobalah selamat dari seranganku!"
Ye Xuan tersenyum lebar. "Ya!"
Tubuhnya melesat seperti roket dan 6 bayangan pedang langsung menghentikan pedang yang melewatinya. Setiap benda yang menyentuh bayangan pedangnya langsung melebur.
"Apa yang terjadi?"
"Jangan banyak omong!" kata Ye Xuan yang sudah sampai di depan Murong Han.
Ayunan pedangnya berhasil melukai pipinya, meski hanya goresan kecil rasa perihnya terlalu menyiksa. "Argh! Apa yang kau lakukan!"
"Iblis sepertimu tidak berhak bertanya padaku, tunjukkan kekuatanmu sebenarnya!"
Jun Miho muncul dan menyerang Ye Xuan dengan pedangnya, Ye Xuan dengan cepat menghindar ke samping. Mereka bertarung di udara tapi tanah di bawahnya bergetar karena gelombang energinya.
Bentrokan pedang energi Ye Xuan dan Jun Miho menciptakan gelombang yang menghancurkan semua tanah dan pohon di sekitarnya.
"Apa hanya itu?" tanya Jun Miho yang tersenyum lebar.
Ye Xuan terpental jatuh dan menghantam tanah. Dia memuntahkan seteguk darah segar, matanya gemetar melihat serangannya tidak bekerja.
[Energi Kehidupan digunakan Jun Miho.]
"Wow, kau menggunakan energi kehidupan yang berharga itu. Kalau begitu mari lanjutkan!"
Ledakan energi Ye Xuan menjulang ke langit, bayangan naga hitam muncul di atasnya. Teror dari tatapan bayangan naga hitam itu membuat Jun Miho dan Murong Han membatu.
Murong Han tampak menunduk murung, tapi senyumnya terlihat sangat lebar. "Benar, kau benar. Kau seharusnya dimusnahkan sekarang juga!"
Aura hitam menyelimuti tubuh Murong Han, dia menyerap semua energi iblis yang terkurung di sekitarnya. 999 pasukan yang dia bawa terlihat mengeluarkan darah dari mata dan mulutnya.
"Apa yang dia lakukan?" tanya Jun Miho.
"Hukum Kematian, dia menguasainya dengan sangat baik." Ye Xuan muncul di sebelahnya.
Jun Miho dengan kekuatan penuh mengayunkan pedangnya. "Mati kau!"
Ye Xuan dengan santai menghentikan pedang Jun Miho dengan tangan kosong. "Jangan banyak omong, lihatlah pasukanmu."
Saat menghentikan pedang Jun Miho, tangan Ye Xuan diselimuti energi ungu kehitaman. Energi jiwa itu melindungi tangan dan seluruh bagian tubuh Ye Xuan dari kerusakan fatal.
"Kau?"
"Aku akan menceritakannya setelah ini berakhir. Lebih baik selamatkan semua orang dulu."
Tao Hongjing tahu ini akan terjadi, dia melepaskan semua energi mental dan mempertahankan susunan formasinya. "Sial, seharusnya aku tidak melakukan ini!" teriaknya dengan suara keras. Darah mulai keluar dari hidung dan mulutnya, mentalnya di tekan hingga titik yang membahayakan manusia biasa.
Seorang pria tua berambut putih muncul, dia adalah Feng Hu yang telah berhasil menyelesaikan latihan tertutupnya. "Benar-benar kacau!"
Sebuah pohon yang tercipta dari energinya langsung memancarkan energi kehidupan, dia adalah Dryad yang sesungguhnya. Energi hijau itu tidak hanya menyembuhkan mental, tapi juga mengembalikan stamina semua orang di jangkauannya.
__ADS_1
"Pengganggu sialan!" teriak Murong Han yang menyerang Feng Hu dengan pedang terkutuknya.
Chu Feng muncul dan menghentikan pedang Murogn Han, tapi dia terpental hingga menghantam tanah di bawah. "Sial itu benar-benar sakit!"
"Bocah pengganggu lain?"
Mu Mixue muncul dan langsung menyerang, tendangannya sangat kuat hingga menjatuhkan Murong Han.
"Apa?"
"Jangan berdiam diri, Bodoh!" kata Xu Ling menggunakan tinjunya yang sekeras baja.
Ayunan lengannya menciptakan sebuah bayangan yang berbentuk banteng, pukulannya langsung menghancurkan tubuh Murong Han.
"Sial!" kata Murong Han langsung memfokuskan tubuhnya untuk beregenerasi.
Tubuhnya kembali utuh dalam dua detik saja, Murong Han menstabilkan pijakannya dan menatap tajam ke arah Xu Ling. "Kau!"
Sekali lagi Murong Han belum menyelesaikan perkataannya tapi pukulan Wutu Sachuan melemparnya hingga ratusan meter. "Banjin*an, aku akan membunuhmu!"
Berbeda dengan Xu Ling yang menghancurkan fisik, pukulan Wutu Sachuan menghancurkan organ dalam dan jiwa musuhnya.
Regenerasi Murong Han terhambat karena satu pukulan itu, Wen Lu sudah siap dengan serangan tombaknya.
"A thousand spear thrusts!"
Gerakan tangan dan tusukan tombak Wen Lu menggelapkan pandangan Murong Han, tubuhnya tertusuk ribuan tombak dengan kecepatan yang tidak masuk akal.
"Sial, siapa kalian!" teriaknya dengan suara putus asa.
Ye Xuan muncul dan meninju kepalanya. "Kau berisik sekali!" katanya dengan tatapan mengintimidasi.
"Dimana orang yang memberimu kekuatan ini?"
Murong Han mengeratkan giginya, ledakan energinya langsung mendorong Ye Xuan dan teman-temannya. "Aku tidak akan mengatakannya!"
"Bagus, itu akan menjadi lebih menyenangkan!"
Dua portal muncul di sebelah Murong Han, muncul dua pejuang yang menutup matanya.
"Master, akhirnya kau menunjukkan kuasamu!" teriak Murong Han.
"Jadi hanya mereka yang bisa kau buat, Jiang Chen?" tanya Ye Xuan menatap ke arah boneka perang.
"Tuan Muda, sepertinya ini jauh lebih bahaya dari sebelumnya." Sun Zi menunjukkan kekhawatirannya.
"Tidak perlu khawatir, ini giliran kalian unjuk gigi."
Dua pria berbadan tinggi dengan tatapan tajam muncul dari belakang Ye Xuan, mereka adalah Li Bersaudara yang belum menampakkan dirinya cukup lama.
Wei Li menatap iri kepada dua saudara itu yang telah mendapat kekuatan baru. "Sial, seharusnya aku bekerja lebih keras," katanya yang bersembunyi di antara para pasukan musuh.
__ADS_1
"Jangan mengatakan itu, aku juga ingin sial!" kata Yang Xinhai di sebelah Wei Li.